
Jidan pun menelpon Jae
"Hallo... Jae..?! "
"Iya... Jidan.. "
"Lu bisa gak kesini...?! " ujar jidan
" kemana?! "
"Jefri kecelakaan... Kami semua ada di rumah sakit... Bisakah lu jemput yuri dan yura disini...?! "
"Yuri?... "
"Iya... Please jae... Kasian mereka nggak mau tidur di rumah sakit... "
"Mmm... Gimana ya..?! "
"*maaf yuri... Gw udah terlanjur marah sama lu... Karena tak sepengetahuan gw lu tunangan sama Jefri... Sumpah gw sakit banget... Lu anggap gw apa...?! *"
"Jae...?!! " bentak jidan
"I-iya kenapa?! " ujar Jae dengan terkejut
"Lu kenapa sihh... Lu jemput mereka mau nggak..?! " sahut jidan dengan mengeraskan suaranya
"Ya... Tapi motor gw bannya bocor.. Gimana dong..?! "
"Mm... Serius lu..?! "
"Iya bener... Lagipula gw ngantuk..!! "
"Yaudah sama anak lain aja... Makasih jae... "
"Hm.. "
Telpon pun berakhir
Jidan pun menelpon anak lainnya
Tak berapa lama muncul Dino bersama Vano
"Akhirnya kalian sampai juga...!! " lega Jio sambil berdiri menyambut kedatangan mereka
"Apa yang terjadi dengan Jefri?! " ujar Dino sambil menghampiri Jio
"Nggak tau... Tapi keknya dia tertabrak sesuatu... " jawab Jio
"Siapa yang mau pulang?! " ucap Vano sambil menatap yura dan yuri
"Kami berdua..! " ujar Yura
"Yaudah yukk... Yuri lu mau pulang ke rumah gw?! ' ujar Dino membuat mereka menatapnya
"pulang ke rumah lu?! " tanya Jio dengan tersenyum
"Iya... Kenapa?! " ucap Dino sambil menatap mereka yang kini sedang menatapnya
"Lu gila Dino..?! " ujar Jio
"Gila? Dia sudah terbiasa nginep di rumah gw..!! " ucap Dino sambil menunjuk ke arah yuri
"Serius yuri?! " tanya yura sambil menatap yuri
Yuri hanya tersenyum
"Dino saudara gw... Ia anak paman gw...!! "
Ujar yuri sambil tersenyum
"Owhh... " jawab mereka berbarengan diiringi dengan tawaan ringan
"Yaudah... Kami pulang ya..?! " putus Dino
"Yaudah hati-hati... " sahut Jio
Mereka pun pulang
Yura bersama Vano dan Yuri bersama Dino
Beberapa hari kemudian
Jefri sudah kembali ke rumahnya
"Ma.. Yuri kok nggak ada di rumah?! " tanya Jefri sambil berbaring di atas sofa
"Yuri pergi belanja...!! " jawab mama amanda
"Emang nggak ada si bibi..?! " ujar Jefri karena biasanya belanja dan memasak itu di lakukan sama pembantunya
"Ada... Tapi yuri bilang pengen ikut berbelanja ! " jelas mama amanda
"Owh... "
Tiba-tiba ada satpam masuk ke ruang keluarga
"Maaf nyonya ada tamu di luar..!! " ujar pak satpam
"Tamu? Siapa... Kasih tau si papa dulu di ruang kerjanya.. " suruh mama amanda
"Iya nyonya... "
Satpam pun ke ruang kerja pak Eric
Dan memberitahunya
Pak Eric pun ke ruang tamu
"Satpam suruh dia masuk...! "
"Baik tuan besar...! "
Tak berapa lama ada seorang laki-laki seumuran dengan pak Eric masuk ke ruang tamu
"Selamat siang Pak Eric.. " ujar orang itu
"Pak Mark..? Selamat siang Pak... Bagaimana kabarnya pak mark...?! " sahut pak Eric
"Iya saya... Baik... "
"Ada perlu apa pak Mark?! "
"Gini pak Eric... Saya mau memberitahu... Dulu yang mendonorkan darahnya untuk Jefri... Itukan mawar dia anak saya pak... Kan pak Eric dulu bilang mau di bayar ya... Kalau pendapat saya nggak usah di bayar pak... Tapi kita jodohkan aja Jefri sama mawar... Bagaimana? Tenang pak mereka sahabat dari kecil dan kita juga saling kenal...!! " ujar pak Mark dengan panjang lebar
"Bukan saya tidak mau pak Mark... Tapi Jefri udah punya tunangan...!! " jelas pak Eric
"Siapa pak?! " tanya pak Mark
"Anaknya pak Leo... " jawab pak Eric
"Leo...? Leo yang sudah meninggal itu..?! "
"Iya Pak... "
"Tapi anak saya pasti marah pak... Bahkan dia rela darahnya di donorkan demi Jefri sahabatnya... Apakah pak Eric tidak tau apa itu kebaikan...?! " sahut pak Mark dengan mengeraskan suaranya membuat mama Amanda menghampirinya
"Ada apa?! " sahut mama Amanda
Mereka berdua menatap ke arah mama Amanda
"Nanti saya pikirkan lagi...! " ujar pak Eric
"Oke... Saya pulang dulu...! " pak Mark pun pulang
Pak Eric pun bercerita ke mama Amanda apa yang sebenarnya terjadi
Mereka hanya bisa menerima apa yang terjadi
Malam harinya mama amanda menghampiri kamarnya Jefri
"Jefri mama masuk ya...?! " ujar mama Amanda
"Iya ma...! "
Mama Amanda pun masuk ke dalam kamar Jefri
"Ada apa ma... Kok lemas gitu wajahnya?!" ujar Jefri sambil menatap mama Amanda
"Jefri.... " ujar mama amanda sambil duduk di ujung tempat tidur Jefri
"Kenapa ma...?! " tanya Jefri tanpa ragu
"Kamu tau siapa yang mendonorkan darahnya demi kamu...?! "
Jefri hanya menggelengkan kepalanya
"Mawar... Anaknya pak Mark...! "
__ADS_1
"Mawar...?! " seketika Jefri melebarkan matanya karena saking terkejutnya ia menatap mamanya dengan tatapan kaget
"Iya... Keluarga mereka bilang... Karena mawar rela mendonorkan darahnya demi kamu jadi kamu di suruh bertunangan sama mawar...! " ujar mama Amanda dengan lemas
"Nggak... Jefri maunya sama yuri ma...! " tolak Jefri
"Tapi bagaimana Jefri... Mereka sudah memutuskan bersama papa kamu... "
"Papa...? Tapi Jefri nggak mau ma... " ujar Jefri tetap menolak
"Jefri... Ini cuman diskusi... Siapa tau jodoh kamu sebenarnya yuri.... Jadi kamu udah diam aja... " ujar mama amanda sembari berjalan keluar dari kamar Jefri
"Mama jahat....!!! " teriak Jefri...
Jefri berdiri dari duduknya dan melangkah ke kamar yuri
Karena kamar yuri nggak di kunci ia langsung masuk tanpa mengetuknya
Jefri menghampiri tempat tidurnya yuri ia menatap yuri yang kini sedang di alam mimpi
"Kenapa dunia jahat...! " gumam Jefri
Jefri duduk di ujung tempat tidurnya yuri
Ia pun berbaring di sebelah yuri dan memejamkan matanya
PAGI HARINYA
Yuri terbangun karena cahaya matahari memasuki celah kamarnya
"Dah pagi ternyata...! " gumam yuri sembari duduk
Ia pun terkejut karena melihat Jefri di sebelahnya
"Lah ngapain nih orang tidur disini...?! " tanya nya sendiri
Yuri pergi ke kamar mandi
Selesai memakai pakaian yuri kembali ke tempat tidurnya kini ia mendapati Jefri yang sedang menatapnya
"Lu udah bangun..?! " sahut yuri sembari duduk sebelah Jefri
"Udah... " jawab Jefri singkat
"Kok lu tidur disini jef...?! " tanya yuri sambil menatap Jefri yang memelas
Jefri hanya senyum terpaksa
"Yuri...!! " ujar Jefri dengan suara yang kecil
"Iya kenapa?! "
"Nggak ada... Gw mandi dulu dahh.. " Jefri keluar dari kamarnya yuri dan membersihkan badannya
Mereka berdua pun kembali sekolah
Sesampainya di sekolah
"Eh... Ada anak baru yaa...?! " ujar yeri sembari menatap orang-orang yang berlalu lalang
"Anak baru?! Siapa?! " sahut yuri
"Entah... " jawab yura
" yaudah masuk yukk! " ujar yuri
Jidan menghampiri yura dan yuri
"Kalian lihat jio nggak...?! " ujar jidan
Mereka hanya menggelengkan kepalanya
"Mungkin belum berangkat... " ucap yuri
"Tapi ini sudah siang... Kan biasanya dia berangkat pagi banget... " ujar jidan lagi
"Tanyain jefri tuh...! " ujar yura sambil menatap jefri yang memasuki kelasnya
"Jef...!! " teriak jidan sambil berlari menyusul jefri
Jefri menatap jidan
"Lu nggak bareng sama jio..?! " ujar jidan
"Nggak... Kata mamanya dia izin nggak sekolah...! "
"Entah... Duduk yukk... " ajak jefri
Mereka pun duduk
Tak berapa lama guru pun datang bersama murid baru
"Anak-anak... Jangan berisik... Sekarang kita kedatangan murid baru... Oke silahkan perkenalkan nama mu nak.. '
"oke bu... Hallo nama saya mawar senang bertemu dengan kalian... "
Yuri dan yura hanya saling tatap
"Mawar?! " gumam yuri sambil menatap mawar
Semua murid menatap mawar namun tidak dengan Jefri ia hanya menundukkan kepalanya sambil memejamkan matanya
Jio menatap ke arah Jefri
"Jef...?! " panggil jio
Namun Jefri tak menjawab apapun
Mawar berjalan ke sebelah Aldi dan duduk sebelahnya
"Hallo... Salken gw mawar...! "
"Hallo gw aldi... "
Mawar menatap ke arah orang yang duduk sebelah Arya yang tidak lain adalah Yani sang murid cantik yang pintar main basket
"Hi... " sapa mawar
"Hi... " sapa balik Yani
"Lu Yani ya?! " tanya Mawar
"Iya... Kok lu tau gw...?! " tanya Yani
"Lu kan seleb... " jawab Arya sembari tertawa
"Ihh... Lu apaan sihh... " ujar Yani sambil menepuk meja depan Arya
"Perasaan gw pernah ketemu lu di pertandingan basket dulu... Iyakan..?! " ujar Mawar
Yani hanya tersenyum
"Mungkin tapi gw nggak ngerasain... " sahut Yani dengan tersenyum
"Lu itukan pikun...! " ujar Arya sembari tertawa
"Lu diam... Malu-maluin tau nggak...?! " bisik Yani sembari mencubit pergelangan tangan Arya
"Aww.... Cubitan lu kek mantan ya... Menyakitkan....! " ujar Arya dengan mengecilkan suaranya
"Mawar... Kalau boleh tau lu pindahan sekolah mana?! " ucap Yani tanpa menghiraukan perkataan Arya
"Gw.... ThereJ school " jawab mawar sembari tersenyum
Pembelajaran pun berlangsung
WAKTUNYA ISTIRAHAT
Mereka semua ke kantin tapi tidak dengan jefri ia hanya duduk di ujung lapangan sembari memainkan HPnya
Yuri menatap jefri dari kejauhan
"*ada apa dengan jefri... Dari tadi ia melamun mulu... Haruskah gw mendekatinya.... Ah tidak, jangan... Mungkin dia butuh waktu menyendiri buktinya daritadi ia menjauhi temannya mulu... *"
Yuri berjalan ke kantin
Sesampainya di kantin ia berpapasan dengan mawar
"Hai... " sapa mawar
"Hi... " sapa balik yuri
"*entah kenapa gw selalu berprasangka kalau mawar adalah pacarnya jefri...dan entah kenapa ia pindah sekolahnya kesini... *" batin yuri
Yuri menghampiri Yura dan Jidan
"Boleh gw gabung disini...?! " ujar yuri
__ADS_1
"Boleh.. Tapi jangan mengganggu yaa...! " ucap Jidan sembari tersenyum
Yura hanya tersenyum
"Silahkan yuri duduk disini...! " ujar yura sembari memberikan kursi ke hadapan yuri
"Thanks... "
Yuri pun duduk kemudian mengeluarkan HPnya dan memainkannya
"Yuri.. Lu nggak makan?! " tanya yura sambil menatap yuri yang sedang memainkan HPnya
"Gw nggak laper... " jawab yuri
"Tumben... Biasanya lu kalau nggak laper lu nggak ke kantin... Ada apa nihh di kantin?! " ujar yura lagi
"Tau ahh... " gumam yuri sembari berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan kantin
"Mau kemana lu yuri...?! " ujar yura dengan sedikit berteriak
Yuri hanya menatap yura dengan tatapan malas kemudian pergi begitu saja
Yuri kembali ke kelas
Ia duduk sambil meletakan kepalanya di atas meja kemudian memejamkan matanya
Tiba-tiba Yeri masuk ke dalam kelas
"Yuri... Lu kenapa?! " ujar yeri sambil duduk di depan kursinya yuri yang tidak lain adalah tempatnya yura
Yuri mendongak dan menatap yeri
"Nggak... Lu darimana yeri..?! "
"Gw dari Rolltof... " jawab yeri sembari mengibaskan tangannya
Tiba-tiba HP yeri berdering menandakan ada panggilan masuk
"Ntar dulu ya yuri... Ini ada yang telpon..! "
Yuri hanya mengangguk pelan
Yeri berjalan menjauh sambil menerima panggilan
Tak berapa lama yeri kembali ke kursi yura
"Yuri gw ke ruang guru dulu yaa...! " pamit yeri
"Mau ngapain yeri..!? " ujar yuri sambil menatap yeri dengan penuh pertanyaan karena jarang banget yeri di panggil sama guru untuk menemuinya di ruangannya
"Nggak... " jawab yeri sembari tersenyum dan pergi keluar menuju ruang guru
Beberapa menit kemudian
Jae memasuki kelas namun ia segera kembali ke luar kelas
"*ada dengan Jae... *" batin yuri sembari menatap jae
Beberapa jam kemudian
Yura masuk ke dalam kelas
"Yuri ada apa dengan yeri..?! " ujar yura sembari duduk di kursinya
"Yeri?..Kenapa? .. " ucap yuri dengan penasaran
"Ya tadi ia pergi dengan seseorang... "
"Bohong lu..?! "
"Tau ahh... Gw juga nanya... "
WAKTUNYA PULANG
Jefri menatap yuri
"Yuri gw pulang duluan yaa...!! "
"Mm... Iya.. Jefri lu sakit yaa...?! " ujar yuri sambil menatap wajah Jefri
Jefri hanya tersenyum kecil
"Dahh... " hanya itu ucapan Jefri dan pergi meninggalkan yuri yang kini menatapnya
Yuri segera menghampiri Dino
"Dino... Gw bareng yaa.. "
Dino hanya mengangguk pelan sambil membenarkan ranselnya
Tiba-tiba mawar melewati yuri
"Hi... Lu yang di rumah sakit ita yaa... " ujar mawar sambil berdiri di sebelah yuri
Yuri hanya mengangguk
"BTW nama lu siapa yaa..?! "
"Yuri... " jawab yuri dengan senyum terpaksa
"Mawar gw pulang duluan yaa dahh... " pamit yuri sembari menaik ke atas motor Dino
"Ya.. Hati-hati ya.. " ujar mawar sambil tersenyum
Dino dan yuri pun pergi dan meninggalkan sekolahan
Mawar pun pulang dengan sopirnya
Sesampainya di rumah mawar
"Mawar bagaimana sekolahnya?! " ujar mamanya mawar
"Menyenangkan ma.. "
"Jefri nya sekolah nggak?" tanya mamanya
"Sekolah... Tapi dia kek sakit gitu ma... Mungkin memang belum sembuh sepenuhnya...! "
" mungkin aja... "
Tiba-tiba papanya mawar (Pak Mark) menghampiri mereka berdua
"Mawar...! "
"Iya pah...! "
"Mawar... Bilang mau bertunangan sama jefri tapi jefri nya sudah bertunangan... Gimana kita cari yang lain aja yaa...?! "
"Sudah bertunangan? Dengan siapa pah..?! " ujar mawar dengan geram
"Dengan anaknya pak Leo... Itu lho kata pak Eric namanya Yuri...! "
"Yuri??! Satu kelas sama jefri kah..?! "
"Nggak tau... Mungkin saja.. "
"Pantas aja... Mawar ketemu dengan yang namanya yuri dan mawar pun tersenyum tapi yuri nya hanya tersenyum paksa... Keknya tau kalau mawar mau bertunangan sama jefri... Atau mungkin jefri yang ngasih tau sama yuri...!! "
Mama papanya mawar hanya saling tatap
"Aaa.... Pokoknya jefri milik mawar ma... Yuri... Lu pasti kalah sama gw....!!! " teriak mawar sambil berjalan ke kamarnya
Mamanya hanya menatap dengan perasaan kasihan
"Pak.. Gimana ini... Kalau nggak bertunangan sama jefri pasti mawar kabur dari sini atau mungkin dia bunuh diri... Tapi kalau bertunangan sama jefri... Ia kan sudah bertunangan sama wanita lain...?! "
"Nggakpp...papa akan memaksa pak Eric... "
"Jangan pah.. Nggak baik...!! " mohon mamanya mawar
"Mah... Bagaimana pun juga pak Eric harus berterima kasih sama kita karena anak kita... Jefri hidup kembali... "
"Iya sihh... Tapi...! "
"Udah mah... Mama diam saja biar papa yang diskusikan sama pak Eric... "
"Iya deh terserah papa... " putus mamanya mawar
MALAM HARINYA
Di Rumah Yeri
"Mah ada apa ini...?! " ujar yeri ketika melihat mamanya memasak banyak dan banyak juga buah-buahan dan jus
.......................................................,..,............
jangan lupa like dan subscribe dan tinggalkan comment
__ADS_1
follow IG: yoon_yuricarat