
"Dahh yuri gw duluan" kata yura
Yuri hanya mengangguk kan kepalanya sambil melambaikan tangannya
"Lu masih marah? " tanya yura
"Marah apaan? " kata yuri
"Lu gimana sihh... Bajunya aja belum kering lu nya udah lupa.. Gimana sih lu? "
"Ooh itu... Udah-udah... Lupain" jawab yuri sembari tersenyum
"Yaudahh gw pulang dahh" pamit yura kemudian yura pun pulang bareng Bara
"Mau pulang sekarang? " tanya dimas sambil menatap yuri
Yuri hanya menganggukkan kepalanya dan pergi bareng ke arah motor dimas
......
"Mereka pacaran yaa? " tanya Jidan
"Lu tanya siapa? " kata Jefri
"Kepala sekolah, yaa... Kalian berdua lah" jawab Jidan sambil menatap Jefri dan Jio
Jio dan Jefri hanya saling tatap kemudian tertawa
Jidan menatap Jio dan Jefri yg sedang menertawakan dirinya
"Dahh puas nertawainnya? " kata Jidan dengan kesal
"Bukan gitu Jidan, lu tanya sama orang yang salah.. Kita juga kan sama anak baru di sekolah ini" kata Jio
"Udah-udah pulang ahh" putus Jidan
Jidan pergi meninggalkan Jio dan Jefri
"Lu mau kemana Jidan? " teriak Jio
"Pulang" jawab jidan tanpa menoleh ke arah Jio
Jefri dan Jio menyusul Jidan ke parkiran dan mereka pun pulang
.......
Keesokan harinya
Kini semua murid berangkat lebih pagi karena karena akan di adakan latihan basket
Jefri, Jio dan Jidan memasuki kelas
"Hi selamat pagi" sapa Jefri ke arah yuri dan duduk sebelah yuri
"Hi pagi juga" jawab yuri
"Kemana teman lu? " tanya Jefri
"Masih di luar.. "
"Lu lagi ngapain sendirian? "
"Gw... Lagi main handphone kenapa? "
"Nggak.. Lu nggak gabut duduk gini sendirian? " tanya Jefri lagi sambil menatap yuri yg sedang menatapnya
"Gw... Udah biasa.. Sebelum pelajaran di mulai gw suka duduk sendiri kek gini" jawab yuri kemudian menatap hpnya lagi
Jefri hanya tersenyum dan menatap Jidan yg kini menatapnya
"Apaan? " kata Jefri pelan
Jidan hanya mengangkatkan bahunya kemudian menatap pintu yg kini ada ketua kelas yg sedang berdiri
"Semuanya mohon keluar kelas"
Kata Jae sang ketua kelas yg pendiam
Semua murid menatap ke arahnya kemudian berhamburan keluar kelas
Dimas menghampiri yuri
"Yuri maaf ya tadi gw nggak temuin lu dulu" kata dimas
"Yaa... Nggakpp" jawab yuri
"Nanti ke kantin bareng gw yaa"
"Hmm... " yuri hanya mengangguk kan kepalanya
"Yaudahh gw latihan dulu" kata Dimas
Yuri hanya mengangguk kan kepalanya kemudian yuri menghampiri yeri dan duduk sebelah yeri
Latihan basket pun berlangsung... Dari sebanyak nya murid yg ikut latihan hanya Jefri yg pandai dan beberapa kali memasuki skor membuat para penonton berteriak
"Bukannya itu murid baru yaa... Jago banget yaampun"
"Yaa... Udah jago tampan lagi siapa sih namanya? "
"Itu namanya Jefri, lihat aja nama di punggungnya"
Dan masih banyak lagi murid yg ngegibahin Jefri dan lainnya
"Ternyata Jefri Jago banget yaa.. " yura mulai kagum
Yuri dan Yeri hanya menganggukan kepalanya sambil meminum jus mereka
Latihan basket pun selesai... Guru mulai menyebutkan nama murid yg terpilih di Olimpiade nanti
"Jefri, Bara, Vano, Dika, Dino dan Putra terpilih sebagai pemain terbaik dan terpilih sebagai pemain yg akan tanding di Olimpiade nanti"
Kata guru olahraga dengan lantang
Nggak hanya mereka... Beberapa murid pun banyak yg terpilih
Yeri berlari ke arah Vano dan merangkul lengannya
"Selamat yaa Vano"
Vano hanya tersenyum kemudian mengangguk
Semua murid mengucapkan selamat tapi tidak dengan Jidan dan Jio mereka hanya saling tatap
"Lho bukannya kalian harus mengucapkan selamat ke teman kalian" kata Dimas
Jio dan Jidan hanya tersenyum
"Jio kelas yukk" ajak Jidan
Jio hanya mengangguk kemudian ke kelas berbarengan sama murid yg lain
..
Semua pun masuk kelas
...
"Jefri... Gila.. Keren lu.. Kirain gw lu kgk bakalan terpilih" kata Jio sambil duduk di depan Jefri alias tempat duduknya
Jefri hanya tersenyum sambil mengusap keringat nya dengan tissue
"Selamat Jef... " kata Jidan sambil duduk di sebelah Jio alias tempat duduknya yura
Jefri mengangguk
"Thanks... " jawabnya singkat
Yuri, Yura, Yeri dan Vano masuk ke kelas
Yuri duduk sebelah Jefri
"Selamat Jefri.. "
Jefri menatap Yuri
Yuri menatap Jefri dengan bingung
"Lu kenapa sihh? "
"Bilang apa barusan? " tanya Jefri
"Selamat... Why? "
"Nggak... " jawab Jefri sambil memalingkan mukanya dan menatap Jio yg ada di depannya
Yura berdiri di sebelah Jidan
"Hei bisa pindah gak? Ini tempat gw"
Jidan menatap yura
"Baiklah" jawab Jidan sambil melangkah kan kakinya ke tempat duduknya
Dimas dan Dino memasuki kelas
__ADS_1
"Yuri kantin yukk" kata Dimas sambil membelai rambut yuri
Yuri menatap mata Dimas kemudian menatap Yura
"Lu.. Ikut yaa.. " kata yuri ke arah yura
Yura hanya mengangguk
Dino menatap Jio dan Jefri
"Hei... Kalian nggak malu apa? "
Yuri menatap dino
"Lu ngomong sama siapa? " tanya yuri
"Gw ngomong sama mereka berdua" jawab dino sambil menunjuk ke arah Jio dan Jefri
"Lu tadi bilang malu... Emang malu apaan? " kata yura
Sementara Jio dan Jefri hanya saling tatap
"Yaa... Ngambil tempat duduk orang lain.. Yaa kalau anak baru.. Buat barisan lagi lah di belakang" jawab Dino
"Udah-udah jadi ini mau ke kantin gak? " tanya yuri
"Yaudahh yukk" kata Dimas sambil berjalan mendahului mereka
"Yeri...kami ke kantin dulu yaa" kata yuri
Yeri yg sedang ngobrol sama Vano hanya mengangguk kan kepalanya
Mereka pun ke kantin
"Jefri pulang yukk.. " ajak Jio
"Iya... Nggak belajar ini yukk... " Jidan ikut ngomong
Jefri hanya mengangguk kan kepalanya dan meraih tasnya
"Yaudahh yukk... " jawab Jefri
"Vano... Duluan yaa" kata Jio
Vano menoleh ke arah Jio dan melambaikan tangan nya
"Yaa hati-hati... Dahh"
Mereka bertiga melambaikan tangannya dan keluar kelas kemudian pulang bersama
....
Malamnya
Di rumah Yuri
Ting..
Suara notifikasi di HP yuri menandakan ada pesan masuk
"Siapa ya? " kata yuri sambil meraih hpnya
~semangatin gw buat nanti besok~
"Lho ini no siapa? Perasaan gw nggak ngasih no gw ke orang asing tapi ini siapa? "
Yuri pun hanya membalas dengan tanda ( ? )
"Siapa ya kira-kira?" kata yuri sambil merebahkan badannya di atas kasurnya tak berapa lama HPnya berdering menandakan ada panggilan masuk
"Siapa sihh angkat jangan yaa? "
Yuri duduk sambil menatap HPnya
Yuri pun menggeser warna hijau
Dan tertampang jelas siapa yg menelepon dirinya
"Jefri...? " tanya Yuri
"Ya gw" jawab Jefri di seberang telpon
"Lu ada apa telepon gw? "
"Gw pengen lo semangatin gw"
"Semangatin? Mm...gimana ya? "
"Gimana aja.. Pokoknya semangatin"
"Yaa gw harus bilang apa? "
"Apa aja pokoknya semangatin " jawab Jefri
"Yaaa.... Semangat... Jangan menyerah.. Pokoknya semangat.. Mm.. Tingkatkan nama sekolah kita.. Apa lagi ya?"
Jefri hanya menjawabnya dengan senyuman
"Makasih ya yuri.. Ku rasa segitu juga lebih dari cukup" kata Jefri sembari tersenyum
"Ya.. " jawab yuri dengan tersenyum
"Makasih... Makasih banget dah dulu yaa yuri.. Selamat malam.. Cepat tidur yaa bye.. " pamit Jefri dengan senyum tipis sembari mematikan telponnya
"Ya sampai jumpa... Fighting.. " jawab yuri
Yuri pun mematikan telpon nya
........
(Hari Yang Cerah Pun Tiba)
"yuri.. Kita ke sana nya keknya pagi banget deh... Kok jam segini udah banyak mobil nya" kata yura ketika mereka melihat banyak mobil di halaman sekolah
Yuri hanya mengangguk
"Yura.. Yeri mna ya? " tanya yuri
"Ngapain sihh urusin orang bucin" jawab yura dengan cemberut
"Lu sinis banget sihh" kata yuri dengan tersenyum
Jefri berdiri tepat di belakang yuri dan membisikkan sesuatu
"Makasih untuk semalam"
Yuri menoleh ke belakang dan tersenyum
"Lu kenapa? " tanya yura
Yuri menatap yura dan tersenyum
Kemudian yuri menatap Jefri yg kini pergi menjauh
Tak berapa lama ketua osis memanggil semua murid untuk segera masuk ke mobil
Dimas menghampiri yuri dan dengan biasa membelai rambut yuri
"Yuri gw duluan... Tapi nanti duduk sebelah gw yaa dahh"
Yuri menatap dimas sambil mengangguk kemudian dimas menghampiri teman-teman nya
Yuri menoleh ke arah sebelah kanannya di lihatnya Jefri sedang menatap nya dengan tatapan berbeda dari sebelumnya
Yuri tersenyum sambil melambaikan tangannya namun Jefri segera memalingkan mukanya dan mengobrol sama Jio
"Jio , Jidan yukk " Jefri menarik tangan Jio dan Jidan
Mereka bertiga pun masuk ke mobil yuri hanya menatap Jefri dengan tatapan aneh
Semua murid pun memasuki mobil
Yuri berjalan ke kursi sebelah Dimas
"Lu sakit? " tanya Dimas
Yuri hanya menggelengkan kepalanya
"Nggak... Gw ngantuk" jawab yuri
Yuri pun duduk dan memejamkan matanya
Beberapa menit kemudian mobil pun sampai di area pertandingan, dan semua muridpun keluar dari mobil setelah istirahat sebentar mereka pun berjalan menuju tribun
"Di sini yukk" ajak yura ke arah yuri dan yeri
Mereka pun duduk bersebelahan
Dimas menghampiri yeri
"Yeri nihh jus dari Bara" kata Dimas sembari menyodorkan jus buah
"Ya makasihh" jawab yeri sambil meraih jus di tangan Dimas
Beberapa menit kemudian para pemain memasuki lapangan dan para teriakan penonton mulai memenuhi stadion
__ADS_1
"JEFRI SEMANGAT...!!! " teriak Jidan sambil mengangkatkan tangannya
Yeri menoleh ke belakang kemudian menatap yura dan berbisik
"Yura.. Jidan belakang lo"
"Yaa ngapain coba dia duduk di sana.. Mana tadi teriakan dia keras banget"
Jio menatap yura dan yeri yang sedang berbisik dan berbisik ke arah Jidan
"Jidan... Keknya mereka ngegibahin lo dehh" kata Jio dengan berbisik
"Sotau lu" jawab Jidan
"Keknya... Tadi yeri lirik-lirik lo kek ngegibahin gitu" kata Jio lagi
Jidan tersenyum
"WOOYY... " Jidan menatap yura dan yeri
"Apaan sihh lu ngagetin aja" kata yura dengan kesal
"Kalian ngegibahin siapa? " tanya Jidan
"Nggak... Kami nggak ngegibahin siapa- siapa" jawab yeri
"Tau lu" kata yura dengan kesal
Yuri menatap mereka
"Yura udah-udah ihh malu-maluin" kata yuri sambil memegang tangan yura
Mereka pun kembali pokus ke arah pemain
Selama pertandingan berlangsung Jidan berkali-kali teriak membuat yura menutup telinganya dan Jidan pun sengaja berteriak di dekat telinga yura
Yura menoleh ke belakang lagi sambil menatap Jidan
"Jidan pindah lu"
"Emangnya kenapa? " tanya Jidan
"Nggak... Cepetan pindahh.. Lu mah berisik tau gak"
"Yura kalau lu nggak suka berisik ngapain nonton hah?? "
"Tau ahh... Jangan terlalu berisik Jidan"
Jidan hanya menatap Jio dan tersenyum
"apa? Lu gila senyum-senyum sendiri"
Jidan menatap Jio dengan tatapan kesal
Selama pertandingan Jefri berkali-kali melihat ke arah yuri berharap yuri memberinya semangat namun justru yuri hanya pokus ke HP nya
Pertandingan pun selesai
Sekolah mereka memenangkan pertandingan nya
Jidan melompat ke arah Jefri dan memeluknya
"Selamat Jefri... " teriak Jidan
Jefri menatap Jidan dan tersenyum
"Selamat Jefri" kata Jio sambil menepuk bahu Jefri
Jefri hanya mengangguk dan tersenyum
Semua murid pun berlari ke arah pemain dan mengucapkan selamat
Sementara di tribun atas
"Jefri... Laki gw cool banget" teriak yura sambil menatap Jefri
"Yuri, yeri kesana yukk" ajak yura sambil menunjuk ke arah Jefri dan lainnya
Yuri dan yeri hanya mengangguk
Kemudian mereka pun turun dari tribun dan berlari ke arah pemain
"Jefri selamat yaa" teriak yura sambil berlari mendekati Jefri
Jefri menatap yura dan tersenyum
"Makasihh" hanya itu jawaban Jefri
"Selamat Jefri" kata yeri.. Namun kemudian yeri segera mendekati Vano dan mengucapkan selamat Jefri hanya menatap yeri
"Selamat Jefri" kata yuri dengan pelan
Jefri menatap yuri dan tersenyum
"Makasihh "
Yuri pun pergi namun Jefri segera menarik jemari tangan yuri membuat yuri menatapnya
"Bisa temani gw makan? " tanya Jefri
"Bisa.. " jawab Yuri singkat
Mereka berdua ke kantin
Sesampainya di kantin mereka berdua ketemu dimas yg juga sedang makan sendirian
Dimas menatap yuri
"Yuri... Sini gabung" teriak Dimas
Yuri menatap Dimas kemudian menatap Jefri
"Gimana Jefri? Lu mau gabung sama Dimas? "
Jefri mengangguk
"Yaudahh yukk" jawab Jefri
Mereka berdua pun bergabung dengan meja Dimas
"Yuri... Lu di ajak sama Jefri apa ketemu di jalan terus bareng ke kantinnya? " tanya Dimas
"Gw... Di ajak sama Jefri.. Kenapa emang? " kata yuri
"Kenapa lu mau aja di ajak makan sama Jefri?... "
"Maksud lu apa ngomong kek gitu" Jefri segera memotong omongan Dimas karena tak terima dia di rendahkan kek gitu
"Tuhh kan lu liat yuri... Belum juga gw menceritakan sifat aslinya dia udah menunjukkannya sendiri.. " kata Dimas
Jefri menatap Dimas kemudian menatap Yuri
Yuri hanya menundukkan kepalanya
"Gw sihh cuman ngasih tau lu yuri.. " Dimas malah sengaja mencing emosi Jefri
Yuri menatap Dimas dan tersenyum
"Dimas... Udah-udah... Gw ngerti kok.. "
Yuri berdiri dari duduknya dan menatap Jefri
"Jefri gw duluan dahh"
Jefri menatap yuri yang kini menjauh dari dirinya kemudian Jefri menatap Dimas
"Napa lu ngeliatin gw? " tanya Dimas
Jefri hanya tersenyum kemudian berdiri dan pergi meninggalkan Dimas sendirian
.......
(Waktunya pulang)
Jio menghampiri yeri
"Yeri... "
Yeri menolehkan kepalanya ke belakang dan menatap Jio
"Yaa apa? "
"Lu pulang sama siapa? "
"Sama gw" sebelum yeri menjawab Vano sudah muncul di belakang Jio
Jio menatap Vano
"Ohh yaudahh dahh"
Jio segera pergi menjauh dari sana
Jefri menghampiri yuri
"Yuri...? "
__ADS_1
. .......