
"Duduk sini yeri" ujar Dimas setelah mereka sampai di taman kota
Dimas mempersilahkan kursi untuk yeri duduk
Yeri hanya ikut duduk sebelah Dimas
"Dimas lu ngapain ajak gw kesini?!" Ujar yeri sambil menatap Dimas yang sedang menatap taman kota dengan memicingkan matanya
"Mm..??! " sahut dimas tanpa melirik ke arah yeri
"Iih... Lu apaan sihh... Dimas lu ngapain sihh? " kata yeri dengan tatapan kesalnya
"Ehh.. Iya... Yeri gw mau tanya.. Lu sekarang punya pacar nggak?! "
"Ngapain lu tanya kek gituan?! "
"Yaa.. Gw cuman tanya "
"Gw... " yeri tak melanjutkan perkataannya ia hanya menatap Dimas yang sedang menatap nya
"Ada apa?! " ujar Dimas
"Gw nggak suka sama orang yang suka bilang gw masih punya pacar kah?! Gw nggak suka banget Dimas!! "
"Oohh... Yaudah.. Tapi sekarang lu nggak punya pacar kan?! "
"Iya... !!! " sahut yeri dengan tatapan tajamnya membuat Dimas menahan senyumannya
"Yaa.. Gini maksudnya.. Kalau kita pacaran gimana nggak ada yang marah kan?! "
"Lu serius Dimas?! " ujar yeri dengan sedikit tersenyum
"Ya.. Yeri , gw pengen seriusan sama lu"
"Seriusan gimana maksudnya?! " sahut yeri dengan menahan senyumannya
"Yaa.. Yeri.. Dari dulu nggak ada yang serius sama gw... Jadi perasaan gw lu yang pantas bener- bener sama gw.. Ngerti nggak sihh lu yeri!!? "
Yeri hanya menggut-manggut tanda mengerti
"Yaudah jadi kita?! " ujar yeri tanpa sengaja membuat Dimas menatapnya dan tersenyum
"Kita? Apa?! " sambung Dimas
"Ehh... Nggak maksudnya.. Mm.. Itu.. Tau ahh terserah!! "
"Terserah apaan?! " pancing Dimas
"Nggak tau ahh"
"Jadi kita pacaran nihh? "
Yeri hanya menatap dimas kemudian tersenyum
"Kalau kita pacaran nanti ada yang marah lho?! " ujar yeri
"Siapa?! " ucap Dimas tanpa melihat ke arah yeri
"Ya... Bukannya lu punya pacar di SMA Diamond?! "
"Ya.. Punya dan orangnya ada di sebelah gw!! " ujar Dimas dengan tertawa kecil
Yeri hanya tersenyum
"Dimas...lu nggak ada hubungan apa-apa sama Yuri?! " ujar yeri
Dimas menatap yeri begitu juga sebaliknya
"Yeri.. Karena ini baru permulaan gw nggak bakalan marah.. Tapi kalau nanti lu bilang gini lagi gw bakalan diemin lu untung aja sekarang gw sayang sama lu yeri "
"Mm.. Maksudnya??! "
"Jangan ulangi lagi.. Yukk pulang!! " ajak Dimas sembari bangun dari duduknya
"Oke " jawab yeri dengan kecewa
Dan mereka pun pulang
........
Sore harinya
Jae ke rumah Yuri
"Yuri?! "
"Jae? Mau apaan? "
"gw cuman mau main, lu nggak main ke rumah yura atau pun yeri? "
"Nggak.gw lagi mager. "
Yeri duduk di halaman rumahnya bersama Jae
"Tumben banget sihh Jae Ada apa ya?!"
"Nggak... Kan emang gw sering main ke rumah lu masa lu bilangnya begitu sihh kita kan sudah biasa main sore- sore begini"
Yuri hanya tersenyum kecil
"* iya juga ya*" batin Yuri
"Lu sendirian di rumah?! " ujar Jae tiba-tiba membuat Yuri menatapnya
Yuri hanya menganggukkan kepalanya
"Lu nginep aja di rumah gw kalau lu takut!! "
"nggak gw udah biasa kok" jawab Yuri dengan cepat
Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka berdua
"Selamat sore" ucapnya sambil duduk sebelah Yuri
Yuri menatapnya begitu juga dengan Jae
"Hi selamat sore" ujar Yuri dengan tersenyum
"Selamat sore, sama siapa? " ucap Jae
Jefri menatap Jae dengan tersenyum
"Sendiri! " jawab Jefri dengan singkat
"Ada apa ya jef?! " ujar Jae
Jefri hanya menatap Jae dengan tersenyum kemudian menatap Yuri
"Udah makan, belom?! " ujar Jefri dengan tersenyum ke arah Yuri
Yuri mengangkatkan kepalanya yang sedari tadi menunduk
"Udah... Gw masuk dulu yaa" pamit Yuri kemudian ia pergi masuk ke dalam rumahnya
"Jef? Lu aneh banget, cuman mau tanyain makan doang!!? " ujar Jae dengan menatap Jefri
Jefri menatap Jae
"Mm... " ujar Jefri dengan menganggukkan kepalanya
"Lu sendiri sedang apa disini?! " ujar Jefri dengan tersenyum ke arah Jae
"Gw? Nggak usah tau lu!! "
Jefri hanya tersenyum kemudian menatap ke arah pintu rumah Yuri yang sedikit terbuka
"Gw pulang ya Jae!! " pamit Jefri
Jae tak menjawab apa-apa ia hanya menatap Jefri yang sedang berdiri dari duduknya dan menghampiri pintu rumah Yuri
"Yuri??! " ujar Jefri dengan mengetuk pintunya
Yuri menghampiri Jefri tanpa mengucapkan sepatah kata pun
"Gw pulang ya?! "
"Lho? Kenapa?! " sahut Yuri
"Hari mulai gelap gw harus kembali "
"Bukannya masih ada waktu 40 menit lagi untuk mengobrol?! "
"Nggak... Gw harus pulang sekarang... Maafin gw yang sudah merusak suasana lu"
"Hah..? Apaan? "
"Nggak ada... Lanjutkan aja ngobrol sama Jae " ujar Jefri sembari berlalu dari sana dan pergi meninggalkan Yuri dan Jae
Yuri hanya menatap Jefri dengan menggigit bibir bawahnya
"Maksudnya apaan sihh " gumam Yuri
Yuri keluar dari dalam rumahnya dan menghampiri Jae namun jae segera terbangun dari duduknya
"Yuri gw pulang dahh" ucap Jae sebelum Yuri menjawabnya Jae sudah keluar dari halaman rumah Yuri
Yuri hanya mengusap air matanya
Ia menatap ke arah kursi dan jalanan
"Mama, papa, kau pasti lihat bagaimna Yuri menderita di dunia ini... Yuri butuh pelindung mahh" tanpa sengaja Yuri menangis di halaman rumahnya
Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri nya yang tidak lain adalah Bara
"Yuri ada apa?! " ujar Bara
__ADS_1
sembari memegang lengan yuri dengan lembut
Yuri mendongakkan kepalanya
"Nggak ada " jawab Yuri dengan sedikit tangisannya
"Yaudah masuk sana sebentar lagi hari mulai gelap.. Nggak baik di luar kek begini "
Yuri hanya mengangguk
"Makasih bar.. Lu mau kemana?! "
"Gw abis dari lapangan basket"
"Ooh... Makasihh bar.. Hati-hati"
"Yaa dahh"
Bara pergi dari tatapan Yuri
Yuri hanya menatap Bara dengan senyuman di bibirnya
"Gw ngapain sihh...?! " gumam Yuri sembari masuk ke dalam rumahnya
.......
Keesokan harinya
Di sekolah Diamonds
Jae menghampiri Dino
"Dino?! "
Dino hanya menatap Jae yang sedang menghampiri dirinya
"Gw butuh bantuan lo! "
"Bantuan apa?! " tanya Dino sambil mengunyah permen karet nya
"Dino... Awasin Yuri sama Jefri!! "
"What's??! " sahut Dino kemudian berbatuk-batuk kecil
"Kenapa lu terkejut?! " ujar Jae sembari menyodorkan air mineral ke arah Dino
Dino mengambil air mineral di tangan Jae dan meminumnya
"Thanks " ucap Dino
"Kenapa lu?! "
"Lu bilang apa tadi??! " ujar Dino sembari menatap Jae yang sedang menatapnya
"Gw bilang awasin ... " omongan Jae terpotong ketika dia melihat Bara menghampiri mereka berdua
"Awasin siapa?! " ujar Bara sembari duduk sebelah Dino
Dino hanya tersenyum ke arah Bara
"Dari mana lu?! " tanya Dino
"Dari kantin " jawab Bara
"* kok gw malah di kacangin sihh*" batin Jae sembari melihat ke arah dino dan Bara
"Dino... Gw belum selesai.. " ujar jae sembari pergi meninggalkan Dino dan Bara yang kini sedang menatapnya
"Ada apa?! " ujar Bara sambil menatap Dino
"Nggak ada "
"Bohong lu.. "
"serius ihh.. Kelas yukk" ujar dino sambil pergi meninggalkan bara sendirian
"Kok lu gitu... Tungguin napa?! "
"Cuman ke kelas kok" sahut Dino
........
Bell berbunyi menandakan waktunya belajar
Dino menatap Yuri begitu juga sebaliknya
"Apa?! " gumam Yuri
Dino tak menjawab apa-apa ia hanya tersenyum
Yuri hanya menatap dino dengan tatapan bingungnya
.....
Pembelajaran pun berlangsung
Tiba-tiba HP Jefri berdering menandakan ada panggilan masuk
Jefri mengambil hpnya dan mengangkatnya
"Ya pah? "
"Nanti pulang sekolah ajak yuri ke rumah dulu " sahut pak Eric di seberang telpon
"Mau ngapain?! " ujar Jefri sambil meneruskan pembelajarannya
"Suruh main aja, Jefri masih belajar kah?! "
"Mm... "
"Yaudah lanjut aja... Kirain sudah istirahat "
"Mm... Udah dulu ya pahh"
"Ya"
Jefri pun meletakkan telponnya kembali
Beberapa menit kemudian
Bell berbunyi menandakan waktunya istirahat
Jefri meraih bahunya Jio
"Jio..." sahut Jefri dengan sedikit berbisik
Jio menolehkan kepalanya ke arah belakang yang tidak lain adalah ke arah Jefri
"Hmm..??! " ucap jio
"Kantin yuk! "
Jio hanya menganggukkan kepalanya
Mereka berdiri dari duduknya dan menatap ke arah kursi jidan
"Kantin gak lu?! " sahut jio sambil menatap jidan
"Duluan aja " ujar jidan
"Napa?! " tanya Jefri dengan suaranya yang kecil
Jidan hanya menggelengkan kepalanya
Jio dan Jefri hanya saling tatap kemudian pergi keluar kelas
"Yuri , kantin yuk! " ujar yura
"Emang lu nggak sama jidan?! "
"Nggak , dia nyuruh gw duluan katanya dia mau ngobrol dulu sama Jae "
"Oohh"
"Yaudah yuk!! "
"Ayuk aja "
Mereka berjalan keluar kelas
"Ehh.. Yeri nggak bareng kita?! " ujar Yuri sambil menatap yura
"Iya.. Bentar... " yura masuk ke dalam kelas dan menghampiri yeri yang sedang duduk bersama Dimas di kursinya yeri
"Yeri... Lu mau ke kantin sekarang nggak?! "
"Duluan aja.. Nanti gw bareng Dimas"
"Oh yaudah dahh"
Yeri hanya tersenyum kemudian melanjutkan pembicaraannya bersama Dimas
Yura kembali ke luar kelas dan menghampiri Yuri
"Katanya duluan aja " ucap yura setelah berdiri di samping Yuri
"Yaudah yukk"
Mereka berdua ke kantin
........
"Jio kita makan di tempat yang sepi aja yukk" ucap jefri
"Yukk... Sebelah sana tuhh" jio menunjuk ke ujung kantin yang sepi
__ADS_1
"Yukk" ujar Jefri sambil mengangguk
Mereka pergi ke tempat yang sepi
.......
Jidan menghampiri Yuri dan Yura yang sedang makan
"Yuri... Ini ada minum " ujar Jefri sembari menyodorkan sebuah jus lemon
Yuri menatap jidan dengan bingung
"dari siapa ?! "
"Dari teman gw "
"Oh.. Makasih "
Dari kejauhan Jefri memperhatikan Yuri bersama Jidan
"Jio.. " panggil Jefri tanpa menatap jio
Jio hanya mendongakkan kepalanya sambil menatap Jefri
"Jidan lagi apa?! "
Jio menatap ke arah jidan sambil mengangkatkan bahunya
"Suruh kesini!! " ujar Jefri dengan berbisik namun dengan tatapan tajam
Jio menatap jidan beberapa lama sambil mengunyah makanannya
"Jidan!! " teriak jio
Jidan menolehkan kepalanya ke arah jio
"Sini merapat!! "
Jidan hanya mengangguk dan pergi meninggalkan meja Yuri dan yura
"Lu kemana aja tadi?! " ujar jio setelah jidan merapat di mejanya
"Gw... Ada di kelas , napa?! "
"Ya.. Maksudnya kenapa lu nggak bareng kami ke kantinnya?! "
"Yaa... Tadinya gw mau bareng Jae.. Tadi gw lupa Jae kan jarang ke kantinnya ya.. ? "
"Ohh.. Terus lu tinggal Jae nya?! "
"Mm... Dia bilang lu ke kantin aja jidan nanti gw nitip.. "
"nitip apa?! " kini Jefri yang bertanya
"Dia nitip minuman buat Yuri! "
"Yuri??! " sahut Jefri sembari menegakkan punggungnya
"Iya.. Napa lu? "
"Jadi tadi lu ngasih minuman ke Yuri itu dari Jae ya?! "
"Mm.. Lu lihat?! "
Jefri hanya menghela napasnya
"Jidan... Bukannya lu bawa kesini aja minumannya!! "
"Buat? Ya kan di suruhnya kasih ke Yuri yaudah gw kasih aja ke dia "
"Maksud lu?! Gimana kalau di kasih apa-apa minumannya " ujar Jefri penuh emosi
"Ya...nggak mungkinlah jef..... Mereka berdua sahabat dari kecil gw yakin Jae nggak mungkin ngelakuinnya...kok gw heran sama lu ya, lu kek marah gitu sama gw!!? "
"Yaa... Bukan gitu jidan, lu lebih setuju Jae sama Yuri ya? Daripada sama gw?"
"Sama lu? Gw... Setuju sihh...tapi gw lebih yakin lagi sama Jae... Karena dia pasti udah tau... Hobi Yuri apa? Kesukaannya apa? Dan banyak lagi... Karena diakan sahabat dari kecil.. Gw sarankan lu mundur aja jef!! "
Jio menatap jidan dan Jefri dengan bergantian
"Jidan lu tau.. Lu ngomong sama siapa?! " ujar Jefri dengan suara tertekan
Jidan hanya tersenyum miring
"Bukannya gw nggak mendukung lo jef... Mm.. Gimana yaa?! "
Jefri berdiri dari duduknya sambil menatap jidan dengan tatapan malas kemudian menatap jio dan pergi meninggalkan kantin
Jio menatap jidan
"jidan gw ke kelas duluan ! " ujar jio sambil menatap jidan yang sedang menatap kepergian Jefri
Jidan hanya mengangguk kemudian memainkan hpnya
Jio pergi ke kelasnya namun ia melihat dimas sedang makan bersama yeri
Jio berhenti sebentar tiba-tiba Vano menghampiri jio
"sedang apa?! " sahut Vano sambil menepuk pundak jio
"Nggak ada... " jawab jio dengan sedikit terkejut
"Latihan basket yuk! " ajak Vano
Jio hanya menganggukkan kepalanya dan pergi menyusul Vano ke lapangan basket
.....
"Masuk yukk! " ajak yura ke arah Yuri
Yuri hanya mengangguk dan berjalan menyusul yura
"Jidan lagi apa? " bisik yura ke arah yuri
"Nggak tau "
"Lu duluan aja yuri.. Gw mau samperin jidan dulu "
"Okay dah"
"Dahh"
Yura pergi menghampiri jidan
.....
Yuri pergi ke kelas ia melihat-melihat ke arah lapangan basket dan ia melihat jio sedang bermain basket
"Hmm.. Di mana ada Jefri pasti ada jio... Bisa jadi Jefri juga di lapangan basket.. Yaudah gw ke kelas aja "
Yuri berlari ke kelas
Ia berhenti di pintu kelas ketika melihat Jefri sedang menatapnya
"*sial*"
Yuri berjalan ke kursinya dan duduk sebelah Jefri
"Tadi jidan ngasih apa?! " ujar Jefri tanpa melirik ke arah yuri
"Mm.. Apa??! " ucap yuri sambil menatap Jefri
"Tadi?!" ujar Jefri sambil menatap wajah yuri
"Mm... Minuman, kenapa?! "
"Oh.. Di minum?! "
"Nggak.. "
"Kenapa?! "
"Nggak suka minumannya!! "
"Emangnya minuman apa?! "
"Jus lemon "
"Terus minumannya lu kemanain?! "
"Buang "
"Nggak kasihan sama yang belinya ?! "
Yuri hanya menggelengkan kepalanya
Jefri hanya tersenyum
"Napa?! " sahut yuri
"Nggak... Yuri... Nanti pulang sekolah di suruh ke rumah gw dulu sama appa"
"Mau apa?! "
"Ya.. Main aja "
Yuri hanya menganggukkan kepalanya
....
Tak berapa lama Dimas masuk bersama yeri
Yuri hanya menatap mereka dengan senyuman terpaksa
"Yuri? Lu nggak sama yura? " sahut yeri
__ADS_1
Yuri hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum...