
Yuri pun pulang ke rumahnya dengan taxi
Yuri pun membersihkan diri dan memesan makanan di gofood sambil menunggu makanannya datang ia pun rebahan di sofa
"Gw lebih baik di rumah sendiri... " gumam yuri sambil meraih hpnya dan memainkannya
Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu
"Iya.... " sahut yuri
Makanannya pun datang
Ia segera makan kemudian tidur siang
MALAM PUN TIBA
Di rumah yeri
Di ruang tamu sudah berkumpul dia keluarga namun tidak dengan jio dan yeri, jio sedang mengobrol dengan saudara sepupunya di taman belakang sementara yeri ia sedang duduk di balkon kamarnya
Bu Sana menghampiri yeri
"Yeri sayang... Yuk turun...! " ajak mamanya yeri
"Iya mah... " jawab yeri
Kemudian mereka berdua pun turun ke lantai bawah
Bu Sana segera memberi kode ke arah yeri
"Selamat malam mah... " ucap yeri sambil menghampiri bu Lily
"Selamat malam sayang... Sini duduk!! " ujar bu Lily sambil menatap yeri dengan tersenyum
Yeri hanya mengangguk sambil tersenyum
Yeri pun duduk sebelah bu Lily
"Jio sayang.... Sini.... " teriak bu Lily
Tak berapa lama Jio pun menghampiri bu Lily
"Sini duduk... " suruh bu Lily sambil menunjuk ke sebelahnya
"Sebentar lagi pernikahan nya akan di mulai... Jangan pergi jauh-jauh... "
Jio hanya menatap yeri dengan datar begitu juga dengan yeri ia langsung mengalihkan perhatian nya
Beberapa jam kemudian pernikahan pun berlangsung
Tepat jam 11;00
"* hahh... Sudah jam 11; 00gw pengen tidur ... " batin yeri
Kemudian ia segera menghampiri bu Sana
"Mah... Yeri tidur yaa... "
"Iya... Yeri ajak jio nya.. "
"Lahh... Ngapain... Jio nya juga nggak ada... " ujar yeri kemudian pergi ke kamarnya namun bu Sana segera menahannya
"Jangan gitu... Cari dulu jio nya... "
"Iya mah... " ujar yeri dengan malas
Kemudian yeri ke halaman rumahnya ia segera menghampiri seseorang yang sedang memainkan hpnya
"Jio... " panggil yeri
Kemudian jio menoleh ke arah yeri
"Ya?! " sahut jio
"Gw mau tidur... Kalau lu mau tidur lu masuk aja ke kamar gw jangan mengganggu gw ya... " ujar yeri kemudian pergi meninggalkan jio
"Yeri?! " sahut Jio
Yeri kembali menghentikan langkahnya dan menatap jio
"Lu nggak Terima pernikahan ini kah?! " ujar jio sambil berjalan menghampiri yeri
"Kenapa nanya?! " ujar yeri dengan ketus
"Maksud lu?! " tanya jio
"Jio lu tau kan, gw sudah mempunyai pacar di sekolah tapi kenapa lu Terima pernikahan ini... "
"Siapa yang Terima... Gw aja di paksa sama mama... Ngerti lu..?! "
"Oke.. Sekarang nggakpp gw di jodohin.. Tapi suatu hari nanti gw bisa lepas dari lu jio... " ujar yeri sambil menatap jio dengan sinis
"*what? Nggak... *" batin jio meronta-ronta
"Terserah lu yeri... Lu pikir gw nggak punya cewek apa...?! " ujar jio dengan menahan sakitnya
"Owh... Lu punya cewek ya... Yaudah kita sama-sama punya pacar... Jangan bermacam-macam lu sama gw... " ujar yeri sambil pergi meninggalkan jio
Jio hanya menatap kepergian yeri
Tak berapa lama jio ke kamar yeri namun ia melihat yeri sudah tidur dengan pulas
"Haruskah gw tidur di sofa?! " gerutu jio namun ia segera tidur di atas sofa
........
Empat jam yang lalu
Jefri menelpon yuri namun kebetulan yuri sedang mempersiapkan makan malamnya jadi ia tak mengangkatnya
Kemudian Jefri segera menelpon Dino
"Dino... Apakah yuri ada di rumah lu..?! " ujar Jefri
"Nggak ada.. Mungkin di rumahnya... Kenapa lu?! "
"Nggak... Gw aneh aja soalnya gw telpon kok nggak di angkat yaa?! "
"Mungkin sudah tidur?! "
"Oh ya... Tapi ini baru jam 07 ; 39.."
"Mm... Iya ya... "
"Yaudah dino.. Makasih yaa... " ujar Jefri sembari mematikan telponnya
"Ya jef... "
Telpon pun berakhir..
"*kenapa yuri pulang ke rumahnya... Jangan-jangan dia tau kalau mama-papa gw mau menjodohkan gw sama mawar... Ahhhh.... SIAL... *" batin Jefri kemudian ia merebahkan badannya di atas sofa dan tertidur
KEESOKAN HARINYA
Di sekolah
Mawar menghampiri Jefri
"Jef... Nanti ke kantin bareng yaa... " ujar mawar sambil duduk di sebelah Jefri alias kursinya yuri
Jefri hanya menatap mawar sekilas kemudian kembali melanjutkan memainkan HP-nya
Jio, jidan dan yura masuk ke kelas
"Ekhem... Selamat pagi... " ujar jidan dengan berdehem membuat Jefri menatap mereka dengan tatapan kesalnya
"Hi... Pagi too... " ujar mawar dengan tersenyum
Yura hanya menatap mereka dengan tatapan datar
Tiba-tiba yuri dan yeri masuk ke kelas namun yuri segera kembali ke luar sekolah
"Yeri...! " sahut yuri
Namun yeri tak mendengarkan omongannya yuri ia segera menghampiri dimas
"Hi... Good morning... " ujar yeri sambil duduk sebelah dimas
"Hi.. Morning too.. " jawab dimas sambil tersenyum
__ADS_1
Jio hanya menatap mereka dengan tatapan tajam
"Kenapa kemarin nggak sekolah?! " tanya dimas
"Mm... Kemarin nggak enak badan.. " jawab yeri sambil menatap jio dengan sekilas membuat jio mengalihkan perhatian nya
"Kenapa nggak ngasih tau gw...?! " ujar dimas tak terima
"Nggak... Takutnya ngerepotin..! "
"Ahh nggak lah cewek setia kagak bakalan ngerepotin... " ujar dimas
Jio menatap Jefri yang kini sedang melihat ke arah jendela dengan tatapan kosong
"Jef..?! " sahut jio
Jefri menoleh ke arah jio
"Keluar yukk... Gw muak nihh... " ujar jio dengan suara yang kecil
"Yaudah yukk... " ucap Jefri
Mereka berdua pun berjalan ke luar kelas
"Jidan... Keluar yukk... " ajak jio
"Sebentar lagi kan masuk... " ujar jidan yang kini sedang duduk bersama yura
"Kan cuman duduk di depan kelas... " jelas jio
"Nggak ahh... "
"Yaudah yuk Jefri! " ajak jio sambil menatap Jefri
Mereka keluar kelas namun Jefri segera berhenti karena ia melihat yuri sedang memainkan hpnya di kursi depan kelas
Jefri menatap jio begitu juga sebaliknya
Jefri duduk sebelah yuri dan jio pun duduk sebelah Jefri
"Ngapain..?! " sahut Jefri sambil menatap yuri
Yuri segera menatap ke arah mereka berdua
"Nggak ada.. " jawab Yuri kemudian berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka namun Jefri segera berdiri dan menahannya
"apa?! " ujar yuri sembari menatap wajah Jefri
Jio hanya menatap mereka dengan menahan senyumannya kemudian ia segera memainkan hpnya
"Lu marah sama gw..?! " ujar Jefri
Yuri tak menjawab apa-apa ia hanya menunduk
"Jef jangan halangi gw, gw mau masuk.. " ujar Yuri dengan suara yang kecil
Tiba-tiba dino menghampiri mereka
"Ekhem... Guru datang...!!! " ujar dino dengan berjalan di antara mereka
Yuri hanya menatap Jefri dengan datar
"Gw masuk dulu .. " ujar Yuri sambil pergi meninggalkan Jefri dan Jio
"Jef?! " ujar jio
Namun Jefri segera menatap jio dan menyuruhnya masuk
Mereka berdua pun masuk ke kelas
. ....
Mereka pun belajar
Selesai pembelajaran mereka pun istirahat
Semua murid pun ke kantin
Tiba-tiba Arya menghampiri yuri
"Yuri boleh gw bilang sesuatu?! " sahut Arya
"Yuri... Tadi gw ke kantin dan disana banyak murid cewek yang sedang memperbincangkan lu dan Jefri yang katanya bertunangan namun tiba-tiba datang mawar dan mawar bilang kalau lu memang bertunangan sama Jefri tapi katanya sekarang dia yang jadi tunangannya dan kata orang-orang mawar menunggu lu ke kantin ia mau menjebak lu di kantin... Jadi tolong lu jangan ke kantin yaa.. "
"Mmm... Iya makasihh ya... Lu kesana sama siapa?! " ujar yuri
"Gw tadi sama aldi.. " jawab Arya
"Hm... Makasih Arya... "
"Iya... "
Yuri kembali ke kelas tanpa mereka ketahui ternyata jio dan Jefri mendengarkan perkataan mereka
Jefri dan jio hanya saling tatap dengan sikap Arya yang biasanya tidak begitu akrab sama yuri
Di kantin
"Yani... Kok yuri nggak ke kantin ya?! " ujar mawar dengan geram
Yani hanya mengangkatkan bahunya
Tiba-tiba bell kembali berbunyi menandakan waktunya istirahat berakhir
"Yaudah yukk masuk... Yani nanti pulang sekolah kita hadang mereka... " ujar mawar ke arah yani
Dan mereka pun masuk ke kelasnya
Arya menatap yani dan mawar dengan senyuman sinis
"Yani... Yuri nggak ke kantin yaa?! " ujar Arya
"Kok lu tau.. ?! " ucap Yani
"Gw yang nyuruh dia supaya dia nggak ke kantin karena kalian akan menjebaknya.. "
"Sialan lu.. " ucap mawar sembari menatap Arya dengan tajam
"Kenapa? Nggak baik mem-bully orang..! "
"Awas lu... "
Tiba-tiba guru datang
Mawar kembali menatap Arya
"Arya kita belum selesai... " bisik mawar dengan geram
Arya hanya menatap mawar dengan datar
"Terserah.. " bisik Arya dengan penuh penekanan
. .....
pulang sekolah
Jio dan Jefri menghampiri Arya
"Arya... Ikut kami.. " ujar jio
Arya tak menjawab apa-apa ia hanya mengikuti perintah jio
Ia pun mengikuti jio dan Jefri ke belakang sekolah
"Arya... Lu tadi tau mawar akan menjebak yuri dari mana?! " tanya Jefri setelah mereka duduk di belakang sekolah
"Mawar yang bilang... Kata dia, dia akan menunggu yuri ke kantin karena ia akan menjebaknya.."
"Kenapa lu memberitahu yuri?! " tanya jio
"Gw kasihan sama dia... Karena kemarin juga mawar mem-bully yuri dengan menumpahkan minumannya ke pakaian yuri.. ".
"ohh... Jadi begitu.. Bisakah lu membantu kami..?! " ujar Jefri
"Membantu apa?? " sahut Arya dengan penasaran
"Lu selidiki apa yang akan di lakukan mawar terhadap yuri jika itu membahayakan lu segera kasih tau yuri .. "
"Gw siap... Tapi gw nggak bisa melakukannya sendiri karena mereka sedang mencari gw... Bisakah gw bersama murid lainnya... " pintar Arya
__ADS_1
"Oke... Lu nggak sendirian , lu akan di bantu sama Dino... Bentar gw telpon dulu..." Ujar Jefri
Kemudian Jefri pun menelpon dino dan ia menyuruh dino ke belakang sekolah
Tak berapa lama dino ke belakang sekolah
"Ada apa?! " ujar dino
"Lu bantuin Arya yaa... " ujar Jefri
"Bantuin apa ?! " tanya dino dengan bingung
"Lu sama Arya awasin mawar yaa... Jika kelakuan mawar membahayakan yuri lu segera kasih tau yuri dan juga beritahu gw... " jelas Jefri
"Oke-oke... Gw ngerti... " ujar dino sambil menganggukkan kepalanya
"Yaudah gw pulang dulu... " ujar Jefri kemudian ia pergi ke parkiran sendiri
Jio menghampiri yeri
"Yeri... Mama bilang lu pulang sama gw ke rumah mama gw..! "
"Kapan mama bilang gitu.. ? " ujar yeri tak Terima
"Tanyain aja kalau nggak percaya.. "
"Malas... " jawab yeri dengan sikap malasnya
"Yaudah... " putus jio kemudian ia pergi menyusul Jefri
Sementara jidan dan yura sudah pulang
Yuri pun pulang bersama Yeri
Mawar dan temannya diam-diam mengikuti yuri dan yeri dan
Tiba-tiba....
Mereka menumpahkan ember yang berisi air dan tanah ke mereka berdua (yuri dan yeri)
Kemudian mereka kembali berlari menjauh
"Hahaha... Mbak pulang sekolah apa pulang memulung...? " ujar temannya mawar dengan diiringi gelak tawa yang mengerikan
Yuri hanya menatap mereka dengan tatapan kesalnya
Namun tiba-tiba mawar dan temannya di siram oleh air yang di campur dengan sampah
"Aaaaa..... Sial siapa sihh...?! " teriak mawar sambil menatap ke arah rooftop dan disana ia melihat Arya bersama Dino
"Turun kalian!!! " teriak mawar dengan kesalnya
Yuri menatap dino dan Arya
"* thanks... Dino, Arya... *" batin yuri dengan tersenyum
Dino dan Arya turun ke bawah dimana mawar dan temannya berada
"Lu mau mati yaa..?! " ujar mawar sembari menghampiri dino dan Arya
"Nggak... Lu kali yang mau mati... " ucap dino
Kemudian dino menghampiri yuri dan yeri
"Kalian segera pulang... Biarin kami yang beresin...!! " ujar dino
"Ya... Yukk yuri... " ajak yeri
Yuri dan yeri pun segera pulang
"Dino.... Apa yang lu lakuin anj*... " ujar mawar sambil mengejar yuri dan yeri namun dino segera menarik tangan mawar kemudian mendorongnya
"Awww.... Mama... Sakit.... " teriak mawar
Dino dan Arya segera ke parkiran dan pergi meninggalkan mereka
.......
Yeri menelpon jio
"Jio... Lu dimana?! " ujar yeri
"Apaan..?! "
"Gw di suruh ke rumah lu sama mama... Tapi katanya gw harus sama lu datangnya... "
"Tadi gw bilang apa?! " ujar jio denganĀ kesal
"Apa? Nggak tau... Cepetan kesini lu.."
"Iya iya... Bawell... "
Kemudian jio mematikan telponnya
"Jefri gw pulang ya... "
Dan ternyata jio lagi main di rumah Jefri
"Kenapa lu?! " tanya Jefri
"Nggak... Gw pulang yaa dahh.. "
"Yaa dah... "
Jio pun ke rumah yeri
"Lama banget lu.. ?! " ujar yeri dengan tatapan kesalnya
"Sengaja... " ujar jio yang tak kalah kesalnya
Mereka pun ke rumah jio
............
Dino ke rumah yuri
"Yuri lu lagi ngapain?! " ujar dino sambil duduk di ruang tamu
"Nggak... Ada apa?! "
"Lu di suruh ke rumah gw dulu sama mama.. "
"Mau ngapain.. ?! "
"Entah... " jawab dino dengan singkat
"Yaudah yukk.. "
Mereka pun ke rumah bu Lea (mamanya dino)
Sesampainya di rumah dino
"Dimana mama lu dino?? " ujar yuri sambil menatap ke arah dino
"Bentar... Ma...!! " sahut dino sambil berjalan ke arah kamarnya bu Lea
"Iya.... Ohh sudah datang yuri nya.. " ujar bu Lea sembari berjalan menghampiri yuri
Yuri hanya menganggukkan kepalanya
"Yuri... Sebenarnya tante nggak mau bilang ini karena mungkin ini akan membuatmu menangis... " ujar bu Lea sembari menatap yuri dengan tatapan kasihan
"Bilang aja tante... " ujar yuri
Dino hanya menatap Yuri dengan tersenyum
"Padahal tante menolak ini tapi paman kamu memaksa tante untuk menyampaikan ini... Jadi kamu jangan menangis yaa... "
Yuri hanya menatap dino kemudian menatap bu Lae
"Oke... Jadi gini... Kemarin ada pak Eric ke sini kata pak Eric tunangan kamu sama Jefri di batalkan karena ternyata Jefri sudah mempunyai seorang wanita... Jadi kamu harap sabar yaa... Jangan menangis apalagi sampai bunuh diri... Tante ada di sebelah mu... Yuri... " jelas bu Lea yang sebenarnya keberatan karena ia menyayangi yuri ia nggak mau yuri terluka namun suaminya memaksanya
Yuri hanya tersenyum dengan getir
"Tante.... Kenapa pak Eric nggak ngomong langsung sama Yuri?! " ujar Yuri dengan hati-hati
"Nggak tau... Mungkin karena rumah Yuri jauh... Jadi ia bilangnya sama paman... "
................... ....................... ...............
__ADS_1