There'S Of Us Schools

There'S Of Us Schools
SCHOOL HARD (part 14)


__ADS_3

Bell berbunyi menandakan waktunya pulang


"Yuri tunggu gw di parkiran " sahut Jefri dengan berbisik


"Ngapain? Malu-maluin "


"Ya.. Lu maunya di mana?! " ujar Jefri dengan sedikit kesal


"Gw tunggu lu di depan minimarket, ok?! "


Jefri hanya menghela napas nya


"Ok... " jawab Jefri dengan suara yang lemas


.....


"Yuri gw duluan!! " sahut yura sembari menepuk lengan yuri


"O-oh iya... Dahh" ucap yuri dengan sedikit terkejut


"Lu sama jidan?! " tanya yuri


"Ya.. Lu sama siapa?! "


"Gw... Sendirian! "


"Lho... Lu jangan sendirian.. Lu sama dino aja yuri "


"Mm... Dino ya? Nggak ah makasihh"


"Kenapa? Nggak mau? Ya.. Sama bara aja gimana?! "


"Nggak yura... Udah lu pulang aja sana... Di tungguin tuhh sama jidan "


"Iya... Tapi lu jangan sendirian ya?! "


"ya emangnya kenapa yura?! "


"Nggak bolehh" ujar yura dengan singkat kemudian pergi meninggalkan yuri yang sedang menatapnya


Yura pulang bersama jidan sementara yeri pulang bersama Dimas


......


Yuri berjalan ke arah minimarket ia melihat yura sama jidan sedang berbelanja


"*lho mereka belum pulang ya? *" batin yuri


Yuri menghampiri mereka berdua


"Lagi pada ngapain nihh?! "


Jidan dan yura terkejut atas kedatangan yuri


"Lu ngagetin tau gak?! " ujar yura


"Ya... Mangap ,habis kalian lagi ngapain?! "


"Kami lagi beli cemilan.. Lu belum pulang yuri?! " ujar jidan


"Gw... Belum"


"kenapa?! "


"Gw mau beli cemilan dulu kesini "


"Oohh" jawab mereka hampir berbarengan


Tiba-tiba Jidan melihat seseorang masuk ke dalam minimarket


Jidan menatap orang itu dengan tatapan datar


"* ngapain dia kesini? *" batin jidan


Jefri masuk ke dalam minimarket ia mengambil dua minuman kaleng kemudian menghampiri mereka bertiga


"Lagi ngapain?! " ujar Jefri sembari menghampiri yuri


"Lu ngomong sama siapa?! " ucap yuri


"Sama kalian " jawab Jefri sambil menatap jidan yang sedang memilih makanannya


"Oh.. Kami lagi beli cemilan " ujar yura


Namun Jefri tak menghiraukan perkataan yura ia terus menatap jidan


"Jidan!!! " panggil Jefri membuat jidan terkejut ia menatap Jefri begitu juga sebaliknya


"Maafin gw!! " ucap Jefri dengan sedikit lemas


Yura dan yuri hanya saling tatap nggak ngerti apa maksud mereka berdua


Jidan hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


Kemudian Jefri menatap yuri


"Yuk! " sahut Jefri sambil pergi mendahului yuri


Yuri hanya tersenyum ke arah jidan dan yura yang sedang menatapnya


"Aku duluan dah " ucap yuri kemudian ia pergi menyusul Jefri ke kasir


Selesai membayar mereka berdua pun pulang


.....


"Tumben Jefri ngajak yuri!! " ujar yura ketika mereka di perjalanan pulang dari minimarket


"Nggak tau.. Mungkin dia kasihan karena yuri pulang sendirian"


"Hmm... Tapi, kok yuri langsung paham ya? Padahal kan Jefri cuman bilang Yuk! "


Jidan hanya tertawa kecil


........


Jefri dan yuri telah sampai di rumah Jefri


"Selamat siang sayang " mereka di sambut dengan teriakan mama Amanda


"Selamat siang ma" ujar Jefri sambil tersenyum


"Selamat siang tante" ucap Yuri dengan tersenyum pula


Mereka berdua menyalami tangan mama Amanda


"Bagaimana kabarnya? " sahut mama Amanda sambil merangkul Yuri


"Alhamdulillah baik, bagaimana tante?! "


"Baik-baik kok , yuk duduk!! " sahut mama Amanda sambil menarik pergelangan tangan Yuri


Mereka berdua mengangguk sambil tersenyum


"Yuri, mama mau ngajak kamu diam disini mau nggak?! "


"Maksudnya tante?! "


"Yaa.. Jadi gini Yuri di rumah sendirian kan? Jadi mama mau kamu diam di sini , kan kalau disini ada mama ada Jefri ada papa gimana?! "


Yuri hanya tersenyum


"Terserah tante" jawaban Yuri membuat Jefri tertawa kecil


"Yaa... Kalau terserah mama, mama maunya kamu diam disini!! " ujar mama Amanda dengan tersenyum


"Apa paman tau ini?! "


"Aman.... Paman kamu tau ini kok. "


Yuri hanya mengangguk paham


"Ok.. Mulai sekarang kamu disini yaa!"ujar mama Amanda dengan tersenyum manisnya


"yaa... Tapi bukannya Yuri harus pulang dulu"


"Ngapain? Udah... Jangan bawa apa-apa udah di siapin semuanya di kamar kamu Yuri "


Yuri menatap mama Amanda dengan tersenyum


"Makasih tan.. Ngerepotin banget ya! "


"Nggak... Mama sayang kamu Yuri "


Yuri tersenyum ke arah Jefri


Jefri hanya mengangkatkan ujung bibirnya


"Ya.. Sudah Yuri kalau mau mandi, mandi dulu sana nanti mama panggil kalau mau makan "


"Makasih banyak tante"


"Dan... Jangan panggil tante lagi Yuri, anggap aja mama, mama kandung kamu Yuri.. "


"Kalau mama kandung.. Nggak bisa tunangan sama Jefri dong mah?! " ujar Jefri membuat mama Amanda tertawa


"Ya.. Nggaklah.. Udah mandi dulu sana"


Jefri berjalan ke lantai dua


"Yuri.. Lu tau kan kamar lu dimana?! "


"Tau " jawab Yuri dengan singkat


Jefri kembali berjalan ke kamarnya


Begitu juga dengan yuri yang sedang berjalan memasuki kamarnya


"* kamar gw sebelahan sama Jefri ya? *" batinnya sambil berdiri di depan cermin


.......


Tak berapa lama mama Amanda memanggil mereka berdua untuk makan siang


Mereka berdua turun ke ruang makan dengan berbarengan


"Sini makan dulu " ujar mama Amanda


Mereka berdua hanya mengangguk pelan kemudian duduk bersebelahan


"Papa nggak makan di rumah lagi ma?" ujar Jefri


"Mmm... Mungkin papa masih banyak kerjaan nanti mama mau kesana! "


"Kapan?? " ucap Jefri sambil mengunyah makanannya


"Nanti setelah makan!! "


Jefri hanya mengangguk paham


......


Beberapa menit kemudian


"Jefri...!!? " sahut mama Amanda


"Mmm.. " hanya itu jawaban Jefri


Mama Amanda menghampiri yang sedang rebahan di atas sofa sambil memainkan HPnya


"Yuri mana??! "


"Di kamarnya "


"Yaa.. Sudah mama pergi dulu yaa... Oh iya jef... Mungkin mama sekarang pulangnya agak sorean jadi Jefri ajak yuri jalan aja.. Kasian dia takutnya galau diam di kamar mulu"


"Mmm... "


"Jefri dengerin mama ngomong nggak?! "


"Iya... Iya... Di dengerin kok"


"Yaudah ajak jalan-jalan yaa... "


"Iya"


"Yaudah bye"


"Mm.. "


Setelah mama Amanda pergi


Jefri pergi ke lantai dua


Ia mengetuk pintu kamar yuri


"Yuri!! "


"Iya.. Bentar... " sahut yuri sambil membuka pintu kamarnya


"Ada apa jef?! "


"Lu lagi apa?! "


"Nggak lagi ngapain-ngapain, kenapa?"


"Lu mau main keluar nggak?"


"Nggak... "


"Tapi mama bilang gw harus ajak lu jalan "


"Bohong lu??! "


"Iya gw bohong... "


Yuri hanya menatap Jefri dengan tatapan kesal


"Yuri kalau gw main keluar lu mau ikut nggak?! "


"Ngapain??! "


"Iya mau ikut nggak?"


"Nggak!! "


"Yaudah gw pergi dulu.. Lu sendirian di rumah ya"


"sendirian?! "


"Hmm... "


"Mama??! "


"Mama ke kantor papa "


"Lu jangan tinggalin gw Jefri!! "


"Gw mau main ,yuri "


"Gw ikut!! "


"Yaudah yukk"


"Bentar gw dandan dulu "


"Jangan lama"


"Nggak ihh bentar doang kok"


Yuri kembali masuk ke kamarnya


Tak berapa lama yuri kembali dengan berdandan


"Lu mau kemana? " ujar Jefri sambil menatap yuri dengan tersenyum


"Main, napa??! "


"Nggak yaudah yuk" sahut Jefri sambil meraih kunci motor nya


Yuri hanya menatap Jefri dengan tatapan tajam


Jefri menatap yuri dengan menahan senyumannya


"Jadi pergi nggak? " ucap Jefri sambil menatap yuri dengan sedikit tersenyum


"Lu nggak asik jef... "


"Lu marah yuri?! " tanya Jefri dengan perasaan bersalah


"Nggak..!! " jawab yuri singkat


"Lu marah ya...?? "


"Udah ahh... Yukk berangkat!! " ujar yuri dengan ketus


Jefri hanya tertawa ringan


"Yaudah yukk"


....

__ADS_1


Di perjalanan


"Yuri?? Masih marah kah?! "


"Mm... "


"Yuri napa coba gw senyum- senyum mulu..? Ya lihat lu lah yang begitu cantik, tapi menurut gw lu lebih cantik kalu nggak pakai make up"


"Jadi gw nggak cantik kalu pakai make up, hmm..? "


"Yaa.. Cantik.. Tapi lebih cantik kalau nggak pakai make up"


"Owhh.. Btw ini mau main kemana?! "


"Maunya??! "


"Kalau mau gw, gw pengen ke seoul pengen ketemu bias"


"Gaje ahh... Bias nya kan udah ada di depan mata "


"Siapa?! "


"Nggak tau... Beneran nih maunya kemana?! "


"Terserah" ujar yuri seketika motornya berhenti


"Kenapa??? " ujar yuri dengan penasaran


Jefri menolehkan kepalanya ke belakang


"Gw nggak suka sama kata terserah yuri!! "


"Yaudah terserah lu.. Eh... " ujar yuri dengan tertawa


"Terserah?? Gw pengennya ke rumah jio, udah jangan bilang nggak mau!! "


"Ngapain ke rumah jio?? "


"MAIN!! " ujar Jefri dengan mengeraskan suaranya


"Ngapain sihh ,nggak ahh malu"


"Mau turun disini? " ujar Jefri sambil menatap yuri


"Bolehh" jawab yuri dengan antusias


"Nggak , kita main aja! " ujar Jefri dengan tersenyum


"Iihh... Gaje lu jef!! "


"Yaudah kalau nggak mau, gimana kalau kita ke rumah jidan?! "


"Lu gila ya jef.. Nggak mau "


"Yaudah.. Maunya kemana? Jangan terserah!! "


"Mmm... Gatau yaa.. Kita ke rumah yeri aja gimana?? "


"Lu yang lebih gila yuri"


Yuri hanya tertawa ringan


"Gw nggak tau banyak tempat wisata jef... Ya.. Makanya gw bilang terserah... Mungkin lu tau tempat mana yang pantas kita kunjungi lu kan anak Sultan jef.. Lu pasti main sana sini kan??! "


"Lu ngomong apa sihh yuri, gw tuh anaknya rebahan mulu.. Gw nggak suka keluar kek orang- orang "


"Benarkah??! "


Jefri hanya menganggukkan kepalanya


"Oohh... Kita sama-sama anak rumahan dong.. "


"Yaudah kita balik lagi .. Kita diam di rumah aja" sahut Jefri membuat yuri tertawa


Mereka kembali ke rumahnya jefri...


.....


Keesokan harinya


Semua murid sudah ada di dalam kelas


Begitu juga dengan gurunya


"Murid-murid... Nanti di pelajaran kedua kita akan mengadakan kerja kelompok...


Nanti guru IPA yang akan membagikan setiap grupnya... Dan sekarang silahkan kerjakan soal kalian!! "


"Bu guru?! " sahut yura sembari mengangkat kan satu tangannya


"Ya yura?! " tanya  bu guru sambil menatap yura


"Kerja kelompoknya di sekolah atau di rumah ?! "


"Oh iya... Nanti kerja kelompoknya di rumah ya... Misalnya sekarang di rumah yura berarti besok di rumah yang lain yang satu grup sama yura... Paham?! "


"Paham bu...! "


"Oke jangan berisik...!! "


Seketika kelas hening...


Beberapa menit kemudian


Bell berbunyi menandakan waktunya istirahat


Semua murid pun berhamburan keluar kelas


"Jio ke kantin yuk?! " ajak Vano


Jio hanya menganggukkan kepalanya dan pergi bersama Vano


Mereka berdua pun ke kantin


Dimas pergi bersama yeri dan jidan pergi bersama yura sementara yuri pergi sendirian


Tiba-tiba dino menghampiri yuri


"Bareng gw yuk" ujar dino sambil berjalan di sebelah yuri


Yuri hanya menganggukkan kepalanya


"Lu sakit yuri?! "


"Nggak.. Kenapa?! "


"Kirain... Lu kalau kerja kelompok mau satu grupnya sama siapa?! "


"Sama siapa aja"


"Kok siapa aja... Kalau satu grup sama gw mau?! "


"Ya nggakpp sama lu juga "


Tiba-tiba Jefri berjalan diantara mereka berdua membuat dino tertawa


"Lu apaan sihh jef? "


"Maaf... Sengaja" ujar Jefri sambil menatap mereka berdua kemudian pergi mendahuluinya


"Konyol lu... " sahut dino dengan berteriak


Yuri hanya menatap Jefri dengan wajah tanpa ekspresi


......


Di kantin


"Vano duduk di tempat yang sepi yuk!! " ajak jio


"Kenapa? Di sebelah jefri aja yukk"


Ujar Vano sambil menunjuk ke arah jefri yang sedang duduk bersama putra


"Nggak... Gw mau di sana aja!! " ucap jio sambil menunjuk ke ujung kantin


"Yaudah sana lu" ucap Vano dengan tersenyum


"Gw mau sama lu Vano... Gw mau curhat! "


"Idih... Curhat apaan?! "


"Yaudah makanya disana yukk! " ujar jio sambil menarik tangan Vano


Vano hanya menuruti perkataan jio


Mereka pun duduk di ujung kantin yang sepi


.....


"Putra... Suruh dino duduk di sini" bisik jefri ke arah putra


Putra hanya menganggukkan kepalanya dan menatap dino


"Dino...!! " sahut putra dengan sedikit berteriak


Dino menatap ke arah putra


"Duduknya disini yaa... " ujar putra


Dino hanya menatap yuri


"Lu mau duduk di sana!!? "


Yuri hanya menganggukkan kepalanya


Mereka pun bergabung dengan jefri dan putra


Putra menatap dino begitu juga sebaliknya


"Napa?! " ujar dino dengan suara yang kecil


"Napa lu ajak yuri duduk disini?! " ucap putra dengan berbisik


"Lu yang nyuruh tadi?! "


"Kapan?! "


"Yaa.. Tadi.. Lu nyuruh gw duduk disini kan?! "


"Gw cuman nyuruh lu doang nggak sama yuri "


"Emangnya kenapa?! " ujar dino sambil mengunyah makanan pertamanya


"Nggak... Gw nggak suka kumpul kek gini terus ada ceweknya!! "


"Terus... Lu pindah aja!! " ujar dino sambil tersenyum


"Kenapa??! " sahut jefri membuat mereka terkejut


Dino hanya tersenyum ke arah putra


"Lu risih yaa...?! " ujar jefri


"Risih?! " ucap putra sambil menatap dino


"Nggakpp gw pergi.. Yuri.. Pindah yukk! " ujar jefri


Putra dan dino hanya saling tatap


Mereka berdua pun pindah ke meja yang lain


"Jefri... Kenapa kita pindah?! " ujar yuri


"Kasian sama putra... Diakan alergi terhadap wanita... "


Yuri hanya tersenyum mendengar perkataan Jefri


Di tempat jio dan Vano


"Vano... Lu semenjak putus sama yeri.. Lu nggak suka sama perempuan lagi kah? "


"Napa lu tanya gitu?! "


"Gw cuman tanya kok... "


"Gw... Ada yang gw sukai di sekolah ini .. "


"What? Siapa?! "


"Mm... Nggak ada "


Jio hanya tersenyum


"Lho... Kok gitu... Gimana perasaan lu saat lu lihat yeri bersama dimas? "


"Biasa aja" sahut Vano dengan cepat


"Bohong lu... Lu masih menyukai yeri kan?"


"Lu apaan sihh jio.. "


"Gw cuman tanya... Lu kangen masa-masa lu sama yeri kan?! "


"Kalau di bilang kangen sih kangen... "


"Lu kangen?! "


"Nggak...!! "


"Dia baikkah Vano?! "


"Siapa?! " ujar Vano dengan berpura-pura polos


"Ishh... Yeri?! "


"Ohh... Hmm... Dia baik" ujar Vano sambil mengabgguk


"Lu pasti sakit hati kan lihat yeri sama dimas?!"


"Lu kali jio?! "


"Apaan...? Vano... Yeri pernah beri hadiah lu apa?! "


Vano menatap jio dengan tersenyum


"Kenapa lu tersenyum?! " ujar jio dengan bingung


"Nggak... Jio... Yeri nggak pernah kasih gw apa-apa namun entahlah gw sangat nyaman sama dia... Karena yang di cari sama gw bukan harta ataupun kecantikan.. Gw cari perempuan yang asik dan baik.. Yaa seperti yeri.. "


"Owh... Lu nyesal mutusin dia?! "


Vano hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya


"Yaudah... Masuk yukk!! " ajak jio


Mereka berdua pun kembali ke kelas


Namun di tengah perjalanan Vano berbelok ia ingin  ke lapangan basket untuk berlatih


"Jio... Gw latihan dulu!! "


"Okayy" sahut jio dengan berteriak


Jio ke kelas ternyata semua murid masih di luar kelas  ia pun berbaring di atas kursinya


Tiba-tiba dimas dan yeri memasuki kelas membuat jio terbangun dari tidurnya


Dimas dan yeri duduk


Tiba-tiba Bara memasuki kelas


"Dimas... Latihan basket yukk"


"Nggak ahh males.. "


"Lu mau di laporin sama pak Rudy !! "


"Iya.. Iya.. Yeri.. Gw latihan dulu yaa.. "


"Ok... Semangat!! "


Dimas keluar kelas bersama bara


Beberapa detik kemudian


"Yeri..?! " sahut jio sambil menatap yeri


Yeri menatap jio


"Ya.. Apa?! "


"Gw mau ngobrol bolehh nggak?! "


"Tentu saja boleh"


"Lu nggak kasihan sama Vano?! '


" kasihan kenapa?! "


"Yaa.. Tadi dia ngobrol sama gw di kantin.. Dia bilang dia kangen masa-masa indah bersama lu.. Bahkan dia sekarang nggak mau pacaran katanya gamonin lu... Dia nggak lihat perempuan dari kecantikannya ataupun dari hartanya.. Dia hanya melihat dari kebaikannya yaa... Kata dia seperti lu yeri.. Mungkin dia masih menginginkan lu yeri... Tapi sayangnya lu malah sama dimas.. Dan... "

__ADS_1


Jio melirik ke arah pintu ia melihat dimas memasuki kelas sendirian


"Lu udah latihannya?! " ujar jio sambil menatap dimas


"Jio... Kapan Vano bilang kek gitu?! " dimas tak menjawab pertanyaan jio justru dia membuat pertanyaan


"Lu dengar?! "


"Iya lahh... Gw kan nggak latihan... Gw hanya duduk di depan kelas.. " ucapan dimas membuat jio panik


Jio hanya menatap yeri


"Jio...?! " sahut dimas sedikit membentak


"Ya.. " ujar jio dengan terkejut


"Kapan Vano bilang kek gitu?! "


"Mmm... Nggak.... Itu... "


Dimas hanya menatap jio dengan malas kemudian dimas menatap yeri


"Gw keluar dulu"


Yeri hanya menatap dimas kemudian menatap jio


Dimas keluar dari kelas ia menghampiri bara


"Bara... Bilangin sama Vano... Nanti pulang sekolah gw mau ngobrol dulu sebentar!! "


"Ngobrol apaan lu...?! "


"Nggak,ini penting"


"Gw nggak di ajak?! "


"Nggak dulu,.. "


Bara hanya memasang mukanya dengan datar


"Bilangin ya!! "


Bara hanya menganggukkan kepalanya


........


Kelas pun kembali masuk dan belajar


Tiba-tiba guru IPA memasuki kelas


"Murid-murid sekarang bapak akan membagikan grup yang setiap grupnya terdiri dari lima orang... "


"Lima?! " ujar murid-murid dengan saling tatap


"Ok... Kita langsung aja... Grup 1 Jae, Dino, Jidan, Putra dan Yuri " ujar pak guru dengan lantangnya


Jefri menatap yuri begitu juga sebaliknya


"Lu satu grup sama jae?! " ujar Jefri


Yuri hanya menjawabnya dengan tersenyum


"Ok... Grup 2 Jefri, Vano, Jio, Dika dan Yeri... "


Seketika jio kaget dan juga terharu


"Jef... Kita segrup!! " ujar jio dengan tersenyum sebenarnya dia senang bukan karena satu grup sama jefri melainkan satu grup sama yeri


Jefri hanya tersenyum melihat tingkah jio


"Ok... Grup 3 Bara, Dimas, Arya, Aldi dan Yura "


Jidan menatap yura begitu juga sebaliknya


"Ok...  Sekarang nggak ada pelajaran jadi Silahkan berkemas dan pulang nanti mulai kerja kelompoknya jam 03 sore.. Ingat itu... "


"Iya Pak"


Dimas menghampiri bara


"Bara... Udah?! "


"Apa?! "


"Yg tadi?! "


"Oh iya udah- udah... Kata dia ,dia nunggu di parkiran!! "


"Oke" ujar dimas sambil meninggalkan bara


Dimas tetap di kelas ia menunggu semua murid pulang


"Yeri lu duluan aja ya! "


"Kenapa?! "


"Nggak... Lu antar sama dino aja yaa"


"Mm.. Nggak usah.. Gw bareng yuri aja "


"Yaudah... Dahh"


Yeri melihat yuri pergi bersama Jefri


"Lha.. Baru aja mau bareng... Yaudah gw naik taxi aja dehh"


Yeri menatap Vano yang sedang duduk di atas motornya


"*andaikan gw masih bersama Vano... Gw udah samperin dia... Emangnya dia lagi nungguin siapa si*"


Yeri menghentikan taxi kemudian masuk ke dalam taxi dan pulang


Vano hanya menatap yeri dari kejauhan


Tiba-tiba dimas menghampirinya


"Vano...?! " ujar dimas


Dimas menatap ke arah dimas


"Ya apa? "


Tiba-tiba dimas menampar pipi Vano membuat Vano terkejut


"Lu ngapain dimas?! "


"Vano lu jangan mengganggu yeri lagi yaa...lu hanya  mantannya... "


"Maksud lu?! "


"Lu curhat sama jio... Kalau lu masih menginginkan yeri kan?! "


"Jio?! "


"Iya... Lu jangan pura-pura yaa Vano"


Vano hanya menatap jalanan dengan ekspresi datar


"Lu jangan salah paham dim... "


"Maksud lu?! " sahut dimas


"Iya.. Memang gw tadi curhat sama jio tapi gw nggak bilang kalau gw masih menginginkan yeri... Gw hanya bilang yeri itu baik dan asik... Cuman gitu...!! "


"Lu jangan bohong... "


Tiba-tiba teman-teman Vano menghampiri nya


"Ada apa ini?! " sahut salah satu temannya


Vano hanya menatap mereka dengan tersenyum miring


"Ada apa bos?! " ujar mereka sambil menatap Vano..


Vano menatap mereka satu persatu kemudian menatap dimas


"Dimas kami pulang dulu.. " sahut Vano diikuti teman-teman nya


Dimas hanya menatap kepergian vano dan teman-temannya


.......


Sore harinya


Jefri ke rumah Jio dengan Vano dan Dika sedangkan Yeri pergi sendirian


Jefri menelpon yuri


"Yuri nanti pulangnya bareng ya! "


"Oke... Jemput aja "


"Memangnya di rumah siapa kerja kelompoknya?! "


"Di rumah Jae "


"Oke... Siap.. "


"Lu di rumah siapa kerja kelompoknya?! "


Ujar yuri


"Gw di rumah Jio... Dahh dulu yaa... Nanti kita lanjutin... "


"Okay.. Dahh"


......


Di rumah Jio


"Vano pipi lu kenapa?! " ujar Dika sambil menatap Vano


"Apa? Nggakpp.. "


"Bohong lu... Lu kek abis di tampar gitu... Lu ketemu siapa tadi di jalan?! " ucap Jio


Vano hanya menatap Jio dengan tersenyum miring


Yeri menatap Vano kemudian menatap teman-temannya


"Yaudah sini duduk... " ujar Jio sambil duduk di sofa


Mereka pun duduk


......


Jidan ke rumah Jae bersama putra sementara yuri berangkat bersama dino..


"Yuri... " panggil dino di tengah perjalanan menuju rumah Jae


"Ya...? " sahut yuri sambil menatap dino


"Lu sama Jefri... Ada hubungan apa?! "


"Jefri... Mm.. Kenapa?! " ujar yuri dengan bingung


"Yaa... Setiap gw satu grup sama lu... Dia selalu bilang.. Dino jagain yuri yaa... Yaa padahal lu udah besar ya? Tapi Jefri kok.. Kek perhatiin lu mulu.. Terus dia sekarang sering ajak lu pulang bareng..jadi gw penasaran... "


"Mungkin itu cuman kebetulan dino.. "


"Kebetulan? Nggak.. Ini nggak kebetulan.. Lu kek ada hubungan spesial sama Jefri?!"  


"Mm... Lu apaan sihh... Dino... Dah sampe tuh... "


"Eh iya.. "


Dino dan yuri memasuki halaman rumah Jae


"Kalian udah ada disini?! " ujar dino saat melihat Jidan sama putra sedang duduk di ruang tamu


"Udah lha.. Emangnya kek lu.. " ucap putra


"Biasa aja kali putra.. Gw juga nggak terlambat kan?! "


"Nggak kok nggak" ujar Jae


Mereka duduk melingkar di lantai


"Kenapa kita disini.. Bukannya ada sofa?! "


Tanya Jidan


"Kalau di sofa nggak fokus ngerjainnya.. " ujar Jae tanpa melirik ke arah Jidan


"Yaudah kita mulai... " sambung Jae


Mereka pun mengeluarkan alat tulisnya kemudian mengerjakannya


......


Tepat jam 05;51 mereka selesai mengerjakan tugas nya


"Kalian mau nginep di rumah gw?! " ujar Jio sambil melirik teman-temannya


Mereka hanya saling tatap


"Gimana nanti aja... Kalau nggak ada yang jemput gw, gw mau nginep... " ujar Dika


"Kalau lu Jef..?! " ucap jio


"Gw.... Nggak.. Mau pulang aja" jawab jefri


"Lu jangan dulu pulang, kita istirahat dulu jef.." ujar Jio sambil menatap Jefri


Jefri hanya mengangguk sambil memainkan HPnya


"Yeri.. Lu pulangnya bareng siapa?! " ujar Jio sambil menatap yeri dengan hati-hati


"Nggak tau" jawab yeri dengan singkat


"Bareng jefri aja..! " ujar Dika dengan tersenyum


"Iya.. Lu pulang sendirian kan?! " sambung Jio


"Nggak... Gw bareng bokap gw.. " jawab Jefri tanpa melirik ke arah teman-temannya


"Lu jangan bohong jef... Kasian nihh yeri pulang sendirian.. " ucap jio sambil tertawa


Jefri menatap Jio kemudian menatap teman-temannya


"Gw pulang duluan dahh... " pamit Jefri kemudian meraih kunci motornya dan pergi meninggalkan teman-temannya


"Lah.. Ni orang kenapa sihh!! " ucap Dika sambil menatap kepergian Jefri


......


Jefri menelpon yuri


"Hallo.... " ujar Jefri


"Iya Jef... " jawab yuri di seberang telpon


"Lu sudah belum kerja kelompoknya... Gw nunggu di depan minimarket nihh"


"Udah... Bentar gw kesana..! "


"Oke.. " sahut Jefri sembari mematikan sambungan telponnya


.....


"Teman-teman , gw pulang duluan yaa.. " ujar yuri sambil meraih alat tulisnya


"Napa.. Yuri.. Lu kan rumahnya dekat kok pulang duluan nggak asik lu!! " ucap dino


"Nggak... Mm... Gw mau pulang duluan aja soalnya gw mau belanja ke minimarket ... "


"Mau gw antar..? " ujar dino


"Nggak makasih..gw pulang yah dahh.. "


"Ya.. Dahh.. "


Jawab mereka


"*ada apa yaa dengan yuri... Gw yakin pasti dia punya hubungan spesial sama Jefri... Dan gw yakin dia bukan berbelanja di minimarket.. Kemungkinan dia akan ketemuan sama Jefri disana...tidak biasanya dia cuekin gw kek tadi.. *" batin Jae


"Jae...!! " sahut Jidan mengejutkan Jae


"Mm.. Ya apa? "


"Gw pulang yaa.. " ujar Jidan sambil meraih jaketnya


"Iya.. Dah.. Hati-hati.. "


"Ya.. Makasihh.. Dahh"


Jidan pulang langsung ke rumahnya tanpa menjemput yura terlebih dahulu...


..........


maaf lama up nya...

__ADS_1


bantu share dan like yaa kawan...


__ADS_2