
Putra berbisik ke arah Dimas sambil tersenyum Dimas hanya menjawab dengan senyuman
"nggak tau Jae, kalau mau hukum kami langsung hukum saja" pasrah Bara
"gw perlu alasan kalian dulu... Kenapa kalian kesiangan??" sahut Jae
"kami.... Kami memang sulit bangun pagi jadi... Jadi kami tuh dah biasa bangun jam segini" kata Dimas
"tapi kalau sekolah...???" tanya Jae
" tau ah Jae.. Gw ngantuk.. " jawab dino
"oke... Karena sekarang waktunya pulang..Dimas, Bara dan dino beresin tenda dan untuk Putra... Perasaan gw tadi pagi lihat Putra nyuci piring sama anak yg lain benar itu kamu Putra??"
Putra hanya mengangguk
"ok... Jadi untuk Putra bebas.. Silahkan beresin barang-barang kamu Putra dan sebentar lagi kita akan pulang... Tapi kalian beresin tendanya dulu yaa"
Mereka bertiga mengangguk
"gw paling maless.. Nge beresin tenda.." gerutu Dino
"lo nggak sendiri kok" sahut Dimas
"Putra..Bawain barang-barang kita dong ke mobil" kata Bara
"hmm... Mana sini" kata Putra
Bara menyodorkan barang-barang nya dan bergegas keluar tenda
........
Beberapa menit kemudian
Semua murid pun masuk ke dalam mobil masing-masing
Bara masuk ke dalam mobil dan dia mendapat dirinya duduk di belakang yura
"Yura... " panggil Bara sambil meraih pundak yura
Yura menolehkan kepalanya ke belakang dan menatap Bara
"Apaan Bara? " tanya yura
"lo sebelah gw napa??" sahut Bara
"emang disana nggak ada siapa-siapa?"
"nggak ada... " jawab Bara
"yaudah... "
Yura pun duduk sebelah Bara dan mengobrol mereka berhenti mengobrol ketika melihat Jidan masuk ke mobil yang mereka tumpangi
"lu di sini juga??" tanya Bara
Jidan hanya menganggukan kepalanya
.......
Jefri memasuki mobil namun saat dia masuk ada seseorang yang memegang tangannya dari belakang
Jefri menoleh ke belakang
"Jefri gw dulu dong" sahut yeri
"Ohh ya silahkan"
Yeri pun masuk duluan dan di susul sama Jefri dan lainnya kini Jefri duduk sebelah yeri
"lu nggak semobil sama Vano? " tanya Jefri
"nggak..." jawab yeri sambil Menatap Jefri
Jefri merebahkan badannya dan
menutupi wajahnya dengan hoodie dan dia pun tertidur
"Jefri lu ngantuk??" tanya yeri
Jefri hanya menganggukan kepalanya
"yee.. Padahal baru aja gw mau ngajak ngobrol" sahut yeri
"ngobrol apaan?? "
Jefri bertanya dengan suara pelan
"ngobrol apa kek" jawab yeri
"tapi gw ngantuk" sahut Jefri
"yaudahh..." pasrah yeri
Jefri pun kembali memejamkan matanya
Jio menatap ke arah pintu mobil dan dia tersenyum
"Lu disini juga? " ke arah yuri
Yuri hanya mengangguk pelan sambil melihat sekeliling
"Gw duduk dimana? " tanya Yuri dengan bingung
"Sini.. Sebelah gw" jawab Jio sambil menepuk kursi sebelah nya
..........
Mobil pun melaju
...
Di tengah perjalanan yeri dan lainnya merasa lapar dan mobil mereka pun berhanti tepat di depan supermarket
"Jefri... " panggil yeri sambil Menatap Jefri
Jefri membuka hoodie nya
"lu mau beli cemilan dulu gak... Semua murid keluar tuh pada beli cemilan.." kata yeri
"nggak dehh... Gw ngantuk.." sahut Jefri
"ohh yaudah.. " kata yeri
"lu juga nggak beli cemilan?? " tanya Jefri
"nggak ahh..." jawab yeri
Semua murid pun keluar dari dalam mobil sementara Jefri sama yeri diam di dalam mobil
Jefri pun kembali tertidur tapi kini dia nggak menutupi wajahnya
Yeri menatap Jefri Yg sedang tertidur
"tampan juga lu Jefri kalau lagi diam .. Imut banget lu, kek bayi " batin yeri
Yeri kembali melihat ke arah pintu mobil
"sudah??" tanya yeri Ke arah dino
Dino hanya menganggukkan kepalanya
Yeri kembali menatap Jefri namun kali ini Jefri terbangun dan menatap dino
"dino... Gw mau es nya.." kata Jefri
"enak aja ...beli bang.. " sahut dino
"cuman sedikit kok" kata Jefri sembari menarik minumannya dino
Dino menatap Jefri tajam namun
Jefri hanya tersenyum
........
Beberapa menit kemudian mobil mereka pun sampai di rumah masing-masing karena mereka menginginkan langsung sampai di rumah mereka
Yeri memasuki rumahnya
"Kok gw ngebayangin wajah Jefri mulu sih" gumam yeri sambil memasuki kamarnya
Selesai membersihkan badannya
yeri pun ke balkon kamarnya
Yeri meraih HPnya dan dia menelpon yuri
"Hallo" kata yeri
"Iya ada apa yeri? " tanya yuri
"Main yukk" ajak yeri
"Gila lu... Gw masih capek emang lu nggak capek? " sahut yuri
__ADS_1
"Mmm.... Capek sihh... Kan mainnya di rumah gw yuri" yeri
"Terus gw harus kesana nih? " tanya yuri
"Ya" jawab yeri sambil tertawa
"Males banget gw... Nggak ah yeri gw mager" sahut yuri
"Yah lu mah nggak asik"
"Lu sama yura aja, kenapa?" sahut yuri
"Gw tadi telpon yura, tapi katanya yura nya lagi tidur"
"Terus yang nerima panggilan lo siapa? " tanya Yuri
"Mamanya yura... Udah ah kok malah ngomongin yura , lu jadi nggak kesini nyh? "
"Siapa yang mau kesana? " sahut yuri
"Ah lu nggak asik" kata yeri sembari mematikan telponnya
.......
Hari kembali sekolah
"Yeri lu nggak bareng Vano? " tanya Yuri
"Nggak,, gw kan bareng yura"
"Ohh" jawab yuri sambil membuka bukunya
Tak berapa lama Jefri dan teman-temannya memasuki kelas
"Hi Jefri, apa kabar? " sapa yeri
"Hi baik " jawab Jefri sambil menatap sekilas ke arah yeri dan berjalan menghampiri kursinya
"Cuma Jefri nih yang di sapa? " tanya Jidan sambil menatap yeri
Yeri menatap jidan sambil tertawa
"Lu mau gw sapa? "
"Nggak" jawab jidan sambil duduk di kursinya
Jio menatap Jidan dan yeri dengan tatapan tak suka
Jidan menatap Jio dan tersenyum
Jio hanya mengangkatkan ujung bibirnya dan memalingkan mukanya
Tak berapa lama Vano masuk kelas
Vano duduk sebelah yeri
"Yeri,,berangkat bareng siapa? "
"Gw bareng yura" kata yeri
"Yeri,, terus yura nya mana? " tanya yuri setengah berteriak
"Nggak tau tadi dia nyuruh gw masuk duluan" jawab yeri
Mereka menatap pintu karena disana terlihat yura bersama Bara dan lainnya
"Lu darimana? " tanya yeri sambil menatap yura
"Dari sana" jawab yura sambil berjalan ke arah kursinya alias sebelah Jio
Jidan menatap yura begitu juga sebaliknya namun yura segera menundukkan kepalanya
Tak berapa lama Guru memasuki kelas dan seperti biasa mereka belajar sambil mengobrol
Yeri menghampiri salah satu murid dan membisikkan sesuatu dan yeri pun kembali ke tempat duduknya
........
Waktunya istirahat
"Ke kantin yukk" ajak Vano ke arah yeri sambil menutup buku pelajarannya
"Duluan aja gw nggak laper" sahut yeri sambil memainkan pulpennya
"Yaudah gw ke kantin dulu ya"
Vano pun ke kantin sama teman-temannya
Dimas menatap Dino
"Nggak ah gw di sini aja" sahut Dino
Dimas menghela napasnya sambil menepuk lengan Putra
"Kantin yukk"
"Nggak ah gw ngantuk" kata Putra
"Anjrr pada kenapa sih kalian" sahut Dimas
Mereka hanya saling tatap
"Yaudah gw bareng Bara aja" kata Dimas sambil menghampiri Bara yang sudah keluar kelas
Mereka berdua pun ke kantin
"Jio, ke kantin yuk" ajak Jefri
Jio mengangguk pelan sambil berdiri dari duduknya dan menatap Jefri
"Yuk" kata Jio
Jefri dan Jio menatap Jidan
"Jidan.. " sahut Jefri
Jidan menatap mereka berdua
Mereka hanya memberi kode dengan kata "yuk" dan Jidan pun menyusul mereka berdua
Mereka bertiga pun ke kantin
Yuri menatap teman-temannya
"Nggak mau pada ke kantin nih" sahut yuri
"Nggak ah gw males" kata yura
"Gw juga lagi males" kata yeri
"Yaudah nggakpp gw ke kantin sendiri aja" sahut yuri sambil berjalan keluar kelas
Yuri pun ke kantin
Sesampainya di kantin
"Sendirian aja" sahut Jidan sambil menatap yuri yang kebetulan lewat ke samping Jidan dan lainnya
"Iya.." jawab yuri singkat namun tetap sambil tersenyum
"Sini gabung" sahut Jefri sambil menatap yuri
"Ya.. Di sini aja.. Kebetulan ada satu kursi lagi nih" kata Jidan sambil menatap kursi sebelahnya
"Makasihh" kata Yuri sambil menundukkan kepalanya dan yuri pun duduk sebelah Jidan
Di meja Vano dan teman-temannya
Salah satu murid laki-laki menghampiri Vano
"Vano... Gw mau ngomong sebentar boleh? " kata laki-laki itu
Vano menatap murid itu dengan tatapan heran
"Mau apaan? " tanya Vano
"Mau ngomong sesuatu.. Tapi perasaan gw ini penting... "
"Ngomong aja" sahut Vano
"Tapi jangan disini Vano " kata laki itu lagi
Teman-teman Vano menatap murid itu
"Lu ngapain,, ganggu orang lagi makan aja" kata salah satu temannya Vano
Vano menatap teman-temannya
"Gw pergi dulu" pamit Vano
"Lho.. Mau kemana lo Vano? " kata salah satu temannya
"Nggak gw sebentar kok" kata Vano sambil pergi menyusul murid itu
"Vano... Kalau ada apa-apa hubungi kami" ujar salah satu temannya Vano
__ADS_1
Vano hanya mengangkat kan sebelah tangan nya tanpa berbalik
Di kelas
"Yura menurut lo Jefri tampan gak?" tanya yeri
Karena disana hanya ada mereka berdua jadi mereka leluasa mengobrol
"Kenapa lu tanya gitu??" yura balik tanya
"Nggak... Gw cuman pengen tau aja menurut lo gimana gitu"
"Menurut gw... Dia memang tampan.. Tapi gw... Nggak tertarik" sahut yura
"Bohong lu nggak tertarik" kata yeri
Yura menganggukkan kepalanya
"Iya beneran nggak tertarik"
"Yura... Kok gw tiba-tiba suka sama Jefri" sahut yeri
"Gila lu... Lu kan masih punya Vano"
"Ya... Nggak tau gw juga.. Gimana yaa.. Gw suka dua-duanya" kata yeri sambil tersenyum
"Yaampun yeri kok lo gitu... Kasian tau sama Vano" sahut yura
"Ya gw juga kasian... Tapi gimana ya... Malah sekarang gw dah kirim surat ke Jefri" kata yeri
"OMG... Serius lu!!!" kata yura sambil melebarkan matanya
Yeri hanya menganggukkan kepalanya
"Lu... Jangan gitu yeri... Nanti kalau lu ketahuan sama Vano gimana? "
"Nggak bakalan!! " sahut yeri
Yura hanya menatap yeri dengan tatapan tak suka
"Lu kenapa natap gw gitu? " tanya yeri
"Nggak... Gw nggak suka dengan sikap lu... " sahut yura sambil tersenyum
"Lu ngiri yaa? " tanya yeri lagi
Yura hanya bergidik ngeri
..........
Di tempat yang sepi
"Ngapain lu ajak gw kesini? " kata Vano ke arah murid yang tadi menemuinya
"Duduk sini Vano" sahut murid itu sambil duduk di sebuah kursi
Vano pun duduk sebelah murid itu
"Vano... Lu putus sama yeri? " tanya murid itu
"Nggak... Kata siapa lu? " kata Vano
"Nggak gw cuman nanya" kata murid itu lagi sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celananya
"Terus... Apa yang di maksud dengan ini? " tanya murid itu sambil memberikan secarik kertas ke arah Vano
"Apaan? " tanya vano dengan suara pelan tapi penasaran
"Baca saja!!! " kata murid itu
Vano membaca tulisan yang ada di kertas itu...
Itu adalah surat yeri untuk Jefri
Di dalam surat itu yeri bilang 'kalau yeri menyukai Jefri jika Jefri menyukainya juga, bagaimana pun caranya hancurkan lah hubungan yeri sama Vano'
Selesai membaca surat itu Vano menatap murid itu
"Lu dapet dari mana surat ini? " tanya Vano
Murid itu mengeluarkan hpnya dan dia memutar sebuah video
"Tadi dia nyuruh gw anterin surat ini ke Jefri terus dia nyuruh gw temenin dia, karena tadi dia nulisnya di depan R, OSIS,,, yaudahh gw temenin aja... Tapi karena perasaan gw ini penghianatan yaudahh gw langsung pasang kamera... Gitu ngerti? "
Vano hanya mengangguk sambil menatap HP yang sedang memutar video yeri yang sedang menulis
"Hmm... Makasihh" kata Vano
"Hm.. " kata murid itu
"Ini suratnya gw bawa yaa... Tapi jangan di bilangin ke yeri kalau suratnya sama gw,, ok" sahut Vano
Murid itu hanya mengangguk dan tersenyum
"Dahh gw makan dulu" kata Vano
"Yaa... Maaf ya mengganggu" ujar murid itu
"No problem" jawab Vano sambil pergi meninggalkan murid itu
Vano pun kembali ke kantin
"Kenapa ? " tanya temannya Vano
"Nggak ada" jawab Vano singkat sambil duduk
.....
Tak berapa lama bel pun berbunyi
Semua murid pun kembali masuk kelas
Vano duduk sebelah yeri namun tatapannya ke arah kursi Jefri
Vano menatap Jefri yang sedang membuka-buka bukunya
Jidan menghampiri Jio
"Jio bilangin sama yura nanti pulang ke belakang sekolah dulu"
Jio mengangguk
"Hm... Tapi nanti yaa karena kalau sekarang yura nya lagi mengobrol sama Bara ok"
Jidan mengangguk sambil berjalan ke arah kursinya dan guru pun datang
"Murid-murid.... Dengarkan ,ibu nggak akan kasih soal banyak tapi ibu akan kasih pr dan yg selesai nulis soalnya segera pulang... " sahut bu guru
"ok Buu... " jawab murid-murid
. .....
Pulang sekolah
Jio menghampiri yura yang ada di parkiran
"Yura... " panggil jio
Yura menatap Jio sambil memicingkan matanya karena panas
"Lu di suruh ke belakang sekolah sama Jidan"
"Mau apaan? " tanya yura
"Nggak tau" jawab Jio
"Tumben" gumam yura
Jio pun pergi
Yura menghampiri yuri yang sedang mengobrol sama Vano
"Hei... Lagi apaan? " tanya Yura
Vano dan yuri menatap yura
"Nggak... Lu belum pulang? " tanya yuri
"Belum... "
"Dah dulu ya yuri... Gw pulang dulu" pamit Vano
"Ya hati-hati" jawab yuri
Vano mengendarai motor nya dan pergi dari sekolahan
"Lu abis apaan? " tanya Yura
"Tadi Vano nyuruh gw ajak yeri ke taman bunga yang ada di sebelah minimarket itu... Lu mau ikut? "
"Tapi... Tadi gw di suruh ke belakang sekolah sama Jidan" sahut yura
"Jidan? Mau apaan? " tanya yuri
"Nggak tau gw juga... Tapi gw mau ikut lo.. Gimana dong"
__ADS_1