There'S Of Us Schools

There'S Of Us Schools
SCHOOL HARD (part9)


__ADS_3

"Yaudahh kita pagi aja belanjanya ok? " sahut Yeri


"Hmm... Udah ahh Yeri gw ngantuk.. "


"Yaudahh dahh good night"


"Yaa dahh"


........


Di rumah Jidan


Jidan duduk di balkon kamar nya bersama Yura sambil menatap langit yang di taburi bintang


"Yura... Lu tadi belanja apaan? "


"Belanja buat kerja kelompok"


"Kapan kerja kelompok? "


"Besok"


"Kok gw baru tau Yura" ujar Jidan


Yura menatap Jidan


"Serius? "


"Ya... Kok nggak ada yang ngasih tau gw ya" ujar Jidan


"Kan memang guru juga belum ngumumin"


"Terus lu tau darimana? "


"Gw tau dari Jae"


"Jae yang ngasih tau lo? "


"Ya nggak lha...  Jae ngasih taunya cuman sama Yuri... Terus Yuri kasih tau gw sama Yeri"


"Emang Yuri sama Jae deket banget yaa"


"Ya lahh orang bertetanggaan"


"Serius? " tanya Jidan sambil melebarkan matanya


"Iya... Kan mereka sering main bareng.. Liburan bareng... Pokoknya apa-apa bareng"


Jidan menatap ke sebuah rumah seberang rumahnya yang tak lain adalah rumah Jefri


"Kalau lu? " tanya Jidan


"Gw...? " tanya Yura sambil menunjuk dirinya sendiri


"Iya.. Lu!? "


"Nggak gw nggak suka liburan... Tetangga gw juga nggak pada akrab"


"Ah masa?! "


"Iya... Serius.. Gw nggak pernah liburan bareng teman-teman"


"Sama Jio? " ujar Jidan


Yura menatap Jidan dengan tatapan tajam


"Kenapa? " tanya Jidan


"Nggak tau ahh... Gw ngantuk"


"Kok lu gitu Yura.. " ujar Jidan sambil menatap Yura yang sedang menguap


Yura tak menjawab dia hanya memejamkan matanya


"Yaudah sana tidur! " sahut Jidan


"Nggak ah kasian sama lu Jidan" kata Yura sambil bergumam


Jidan tersenyum


"Yaudah yukk.. Masuk.. " ujar Jidan


"Kenapaa? " tanya Yura sambil menatap Jidan yang sedang berdiri di sebelahnya


"Lu kan ngantuk!? "


"Nggak kok... " ujar Yura


"Yaudah" sahut jidan sambil duduk sebelah Yura


Yura mengambil hoodienya


Kemudian Yura pun merebahkan badannya sambil meletakkan hoodie di kepalanya


Jidan menatap Yura sambil tersenyum


.....


Jidan membiarkan Yura tertidur dan diapun memainkan hpnya sendirian


Kemudian Jidan menatap Yura


Jidan mendekatkan wajahnya ke wajah Yura


"Kok lu manis banget sihh Yura... " bisik Jidan sambil terus menatap wajah Yura


Jidan memegang pipi Yura


"Yura... Kenapa lu nggak tau... Kalau gw sangat menyukai lu! "


Jidan pun melepaskan tangannya dari pipi Yura... Namun Yura menahannya


"Jidan...! " gumam Yura


Jidan terkejut sambil menatap Yura dengan panik


"Lu masih bangun yura? " tanya Jidan


Yura membuka matanya sambil tersenyum


"Gw... Juga menyukai lu Jidan" ujar Yura dengan berbisik


Jidan menahan senyumannya


"Lu jangan mimpi Yura" sahut Jidan


"Nggak... Gw serius Jidan.. Lu juga suka gw kan..?! "


Jidan melepaskan tangannya


"Gw memang suka lo Yura... Tapi gw takut lo nggak suka sama gw.. "


"Kata siapa!? gw suka lo kok" sahut Yura


Jidan hanya tersenyum lebar sambil


Membelai rambut Yura


"Tidur yukk.. "


Yura hanya mengangguk pelan


Yura dan jidan masuk ke kamar masing-masing dan mereka pun tertidur


.......


Keesokan harinya


Yeri berjalan sendiri ke arah kelasnya


"Sendirian aja? "


Yeri menoleh ke arah suara yang baru menyapanya dan ia pun melihat Dimas yang sedang berdiri di belakang nya


"Iya.. " jawab Yeri sambil tertunduk


Yeri duduk di kursinya sambil menatap ke arah pintu kelasnya


"Mana yaa Yura sama Yuri.. Kok belum berangkat.. Katanya pagi mau berbelanja"


Tak berapa lama Yura datang bersama Jidan dan Jio


"Lu nggak bareng Yuri? " tanya Yura ke arah Yeri


Yeri hanya menggelengkan kepalanya


"Kok dia nggak ada di rumahnya.. Kirain gw dia udah berangkat? "


"Mungkin dia udah berangkat... Tapi masih di luar"


"Iya juga ya" ujar Yura sambil duduk sebelah yeri


"Lu berangkat bareng mereka? " tanya Yeri sambil menunjuk ke arah Jidan dan jio


Yura mengangguk sambil tersenyum


Yeri hanya tersenyum


"Kok nggak bareng Jefri? "


"Nggak tau... Tapi kata Jidan.. Jefri nggak mau masuk"


"Kenapa? "


"Mana gw tau" ujar Yura sambil tersenyum


......


Di ruang kepsek


Pak kepsek menerima dua panggilan dari pamannya Yuri dan papanya Jefri


Mereka mengatakan bahwa keponakan sama anaknya nggak masuk


Tak berapa lama bel pun berbunyi


Dan semua murid pun masuk ke kelas masing-masing


Jae menatap Jio dan Jidan

__ADS_1


"Jefri nggak masuk? " tanya Jae sedikit berbisik


Jidan hanya menggelengkan kepalanya


Guru pun masuk


"Selamat pagi murid-murid"


"Pagi juga bu"


"Murid-murid kita akan mengadakan kerja kelompok jadi murid yang di panggil namanya pindah duduknya dan harap jangan berisik.. Oh iya siapa yang nggak masuk selain Jefri sama Yuri? "


Semua murid saling tatap


"Nggak ada bu" jawab Jae


"Ok... Nanti Jefri sama Yuri suruh bergabung aja ya... "


Mereka mengangguk


"Oke.. Kita bagi yaa... "


Guru pun membagi murid menjadi 7 grup dan mereka di suruh kerja kelompok


"Yeri... Kita nggak se-grup " ujar Yura pura-pura bersedih


"Lebay lu ahh... Masih satu kelas juga"


Kata Yeri sambil tersenyum


"Yeri... Yuri se-grup sama lu kah? "


"Nggak... Yuri grup empat.. Gw dua.. Lu enam" ujar Yeri


"Ohhh" jawab Yura sambil manggut-manggut


Yura pun duduk di kursinya dan diapun menatap Jidan yang se-grup sama Jae dan lainnya


Jidan tersenyum sambil mengatakan


"I love you" dengan berbisik


Yura hanya tersenyum sambil membentuk hati dengan jarinya


.......


Sementara di rumah pamannya Yuri


"Yuri... Sini paman mau ngomong sebentar! " ujar pamannya Yuri yang bernama Nathan


Yuri berjalan dengan lemas karena sebenarnya dia enggan diam di rumah pamannya


"Ada apa paman? "


"Sini duduk! "


Yuri duduk sebelah pamannya


"Yuri...dulu sebelum ibu kamu meninggal beliau pernah bilang sama paman katanya kalau kamu sudah SMA tiga , kamu harus di jodohkan sama teman papa kamu.. "


"Maksudnya apaan? " kata Yuri dengan kesal


"Ya... Ibu kamu sama papa kamu dulu pernah bilang sama paman... Kalau kau harus di jodohkan sama anak teman papa kamu.. "


"Yuri masih sekolah paman... Masih banyak masa muda yuri , yuri nggak mau langsung di jodohkan kek gitu"


"Tapi yuri.. Ini wasiat mama papa kamu sebelum mereka meninggal... Bukannya kamu sayang sama mama papa kamu?! "


Yuri hanya menatap meja yang ada di depannya


"Kamu harus menerima nya yuri... Bagaimana pun itu keputusan mama papa kamu... Paman yakin mereka nggak bakalan nyakitin kamu"


"Tapi paman... "


"Tapi apa ? "


"Yuri nggak mau sekarang di jodohkan nya" ujar yuri dengan lemas


"Lalu kamu mau kapan? "


"Yuri pengen kuliah sama teman"


"Tapi kamu mau menerima nya? "


"Menerima apaan? " tanya Yuri


"Menerima perjodohan ini" sahut pamannya


Yuri hanya menatap pamannya dengan kesal


"Yuri... Kau anak baik... Paman yakin calon suamimu pasti baik" bujuk pamannya


"Nanti aja paman jawabnya.. Yuri ke kamar dulu.."


"Ya... " jawab pamannya.


Yuri pun berjalan ke kamarnya dan duduk di balkon kamarnya


......


Di sekolah


"Yeri gw udah beli peralatannya! " seru yura


"Kemarin.. " jawab yura


"Lu sendirian? "


Yura mengangguk


Yura dan yeri pun berbagi peralatannya


........


Jam istirahat pun tiba


"Kok jefri nggak sekolah ya?! " kata Jidan


"Mm.. " hanya itu jawaban jio 


"Jidan ke kantin yuk" ajak yura


Jidan menatap yura kemudian menatap jio


"Yuk.. Jio ke kantin yuk.. " ajak jidan sambil menatap jio


Jio hanya menatap mereka dengan tersenyum


"Duluan aja.. "


"Oh yaudah... Dahh"


Jidan dan yura pun pergi ke kantin


Jio menatap ke arah yeri yang sedang mengobrol sama Dino


"Kantin yukk" tiba-tiba jio di kagetkan oleh suara seseorang


Jio menolehkan kepalanya ke arah suara yang baru mengajaknya ke kantin


"Yuk" jawab jio


Jio dan Vano pun pergi ke kantin


......


Sesampainya di kantin


"Kenapa jefri nggak sekolah? " tanya Vano sambil duduk depan jio


"Nggak tau.. Dia nggak ngasih tau gw.. Kalau dia nggak sekolah"


"Emang rumah kalian berjauhan?! "


"Iya..." jawab jio singkat


......


Di Kelas


Jae menerima telpon dari yuri


"Ada apa yuri? " kata Jae dengan pelan


"Lu dimana? " tanya yuri


"Gw di kelas ,kenapa lu nggak masuk yuri? " sahut Jae


"Nggak... Gw nggak enak badan"


"Ooh... Terus lu sekarang dimana? Kata yura dan yeri lu nggak ada di rumah? "


"Gw lagi di rumah paman gw... Jae.. Besok... Gw mau bilang sesuatu sama lo"


"Sekarang aja kenapa? "


"Nggak... Gw nggak mau sekarang ngomongnya"


"Why? "


"Nggak... Ihh lu ngeselin banget sihh Jae"


"Yaudah maaf... Cepat sembuh yaa... Biar lu besok sekolah.. Terus curhat sama gw"


"Apaan sihh nggak jelas lu" sahut yuri


Jae hanya tertawa kecil


"Ehh.. Jae emang lo nggak belajar? "


"Kan sekarang lagi istirahat! "


"Ohh yaudah dah dulu yaa dahh"


"Ya dahh"


Jae pun menutup telponnya


Begitulah mereka jika ngobrol di handphone

__ADS_1


Tapi jika saling tatap mereka saling meragukan dirinya sendiri


............


Beberapa jam kemudian


Waktunya pulang


"Yeri gw pulangnya duluan yaa" kata yura


"Ya lu kenapa? " tanya yeri


"Gw mau bareng jidan! "


"Jidan... ? Anjer.. .. " sahut yeri sambil tertawa


"Apaan sihh nggak jelas banget lu.. Udah  ahh gw di tungguin tuh sama jidan dahh"


Yeri hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar


.......


Yeri menatap dino


"Dino... Gw ikut! "


Dino menghentikan motor nya sambil menatap yeri


Yeri berlari ke arah motor dino dan menaikinya dan mereka pun pulang bareng


Jio hanya menatap kepergian yeri dan dino


"Terus gw bareng siapa ?! " gumam jio


Namun jio tetap pulang sendirian


.......


Malamnya


"Yuri!! " sahut paman Nathan sambil mengetuk pintu kamar yuri


"Ya paman!! "


"Keluar dulu! "


Yuri membuka pintu kamarnya


"Ada apa paman? "


"Gimana ,kamu sudah memikirkan nya belum... Tapi meskipun kamu menolaknya paman tetap akan menjodohkan mu dengannya"


"Paman...!! Yuri sudah bilang kan.. Yuri nggak mau sekarang di jodohkan nya.. Yuri mau sekolah dulu"


"Ya sudah... Paman ke rumah calon suamimu dulu.. Jangan kemana-mana ya.. " sahut pamannya sambil menutup pintu kamar yuri


.......


Jio menelpon Jefri


"Jef.. Kenapa lu tadi nggak sekolah? "


"Gw... Mager aja"


"Anjrr.. Serius Jefri... Soalnya gw aneh banget gitu kok samaan sama yuri... Yuri juga nggak sekolah lo! "


"What?kenapa dia nggak sekolah? " tanya Jefri


"Mana gw tau" jawab Jio


"Sebentar jio gw di panggil papa gw dulu... Dahh dulu aja jio keknya penting dehh.. Maaf ya"


"Yahh... Baru aja nyambung... Ya nggakpp"


Jio pun mematikan telponnya


.........


Beberapa jam kemudian


paman Nathan kembali ke rumahnya bersama seorang pria yang lebih tua dari paman Nathan


"Yuri... Keluar dulu" sahut paman Nathan


Yuri keluar dari kamarnya sambil menatap pria itu


"Sini duduk" ujar paman Nathan


Yuri duduk sebelah pamannya


"Ini calon mertua kamu... Namanya pak Eric ucapkan salam dong"


"Hallo paman... Selamat malam "


Pak Eric hanya menjawab  mengangkat kan tangannya setinggi bahunya


"Kamu yang namanya yuri nak? " tanya pak Eric


Yuri mengangguk pelan


"Ok... Jadi kamu mau di jodohkan sama anak saya?! "


"Mau nggak mau saya harus mau pak" jawab yuri tanpa menatap pak Eric


"Oke... Kayaknya kamu juga sudah mengenal anak saya... Karena anak saya juga sudah mengenali mu"


"Sudah mengenaliku ? Siapa? " tanya yuri


"Jadi saya tanya dulu.. Kamu mau gak di jodohkan sama anak saya... Jika mau saya mau membawa kamu ke rumah saya dan bertemu dengan anak saya yang katanya sudah mengenaliku"


"Boleh..paman"


"Bolehh? jadi kamu mau menerimanya? " tanya pak Eric


Yuri mengangguk


"Tapi aku nggak mau sekarang di jodohkan nya.. Aku ingin kuliah dulu"


"Iya... Tenang... Dia juga masih sekolah kok.. Dia juga katanya mau kuliah dulu.. "


Yuri makin penasaran dengan sosok calon suaminya


"Ya saya mau menerimanya pak" putus yuri membuat paman Nathan sama pak Eric tersenyum


"Maukah kamu ikut saya ke rumah saya? "


Yuri hanya mengangguk pelan


"Yaudah... Segera dandan sana" sahut paman Nathan


Yuri masuk ke kamarnya dengan gelisah


"Gw ngapain sihh... Cuman karena penasaran gw mau menerimanya" gumam yuri


"Iihh kok gw bodoh sihh"


Yuri merebahkan badannya di atas sopa


"Yuri...??! Sudah belum di tunggu tuh sama pak Eric" sahut paman Nathan


Yuri terkejut


"Yaampun ngapain gw tadi... "


Yuri segera meraih alas dandannya


"Bentar paman!! "


Beberapa menit kemudian yuri selesai berdandan


"Sudah siap?! " sahut paman Nathan


Yuri hanya mengangguk


"Yuk keluar...!! "


Yuri pun keluar bersama paman Nathan dan berjalan ke arah mobik pak Eric


"Ya sudah naik sana" kata paman Nathan


Yuri hanya mengangguk pelan dan masuk ke dalam mobil pak Eric


"Paman Nathan kami berangkat dulu ya" pamit pak Eric


"Iya pak hati-hati" ujar paman Nathan


Mobil pun melaju ke arah rumah pak Eric


Sepanjang jalan yuri hanya menatap telponnya


"Yuri?? " panggil pak Eric


Yuri menatap pak Eric


"Kenapa? Kau gugup? "


Yuri hanya tersenyum


Pak Eric hanya tersenyum ke arah sopir nya


Beberapa jam kemudian mobil pun sampai di depan rumah pak Eric


"Sudah sampai nona.. Silahkan seluar" sahut sopirnya


Yuri hanya memiringkan bibirnya ketika mendengar dirinya di panggil noona


Yuri pun masuk ke rumah pak Eric yang begitu besar tak seperti rumah dirinya yang sedikit kecil


"Duduk dulu disini yaa yuri... Saya panggilkan anak saya dulu" sahut pak Eric sambil berjalan meninggalkan yuri sendirian di ruang tamu


Yuri menatap ke segala arah


"Bagaimana wajah calon suamiku yaa... Semoga saja mirip Kim Min Gyu...


Kok gw bisa gini sihh"


Yuri memainkan hpnya...


.........

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


beri aku semangat dong kawan


__ADS_2