
Keesokan harinya
Hari ini libur sekolah
Yuri pergi ke rumah Yeri bersama Yura
Mereka akan pergi berbelanja sekaligus bermain-main
Karena kata mereka , mereka sudah lama tidak berkumpul kek dulu lagi
Mereka pun pergi ke mall dan pergi main ke taman bunga mawar
Tepat Jam 09;00 malam
"Jefri?! " sahut mama amanda
"Ya ma...! " jawab Jefri
"Yuri belum kembali... ?! " tanya mama amanda
"Belum... Mungkin dia pulang ke rumahnya ma..!! "
"Kalau pulang ke rumahnya sihh nggakpp... Tapi kalau kenapa-napa gimana...?! " ujar mama amanda dengan khawatir
Namun sebenarnya Yuri masih bermain bersama teman-temannya
Yuri nggak ngasih mama amanda pesan karena baterai HPnya habis dan posisinya sekarang lagi di taman terbuka
"Jefri... Diam di rumah yaa... Mama mau ke rumah yuri dulu... " ujar mama amanda sedikit mengeraskan suaranya
"Iya ma... " sahut Jefri dengan malas
Mama amanda pun pergi ke rumah yuri dengan sopir pribadinya (Monica) remaja wanita berumuran 26 tahun
Sesampainya di rumah yuri
"Yuri.... Ini mama buka pintunya sayang...!"
Sahut mama amanda sembari mengetuk pintu rumah yuri
"Nyari siapa bu...?! " tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkan mama amanda
"Ohh.. Ini mau nyari yuri..kamu siapa ya?! " ujar mama amanda sembari menatap orang itu
"Yuri.... Bukannya dia sudah lama tidak ada di sini...?! " ujar orang itu
"Iya... Memang yuri sudah lama tinggal di rumah saya.. Tapi sekarang dia belum pulang.. Jadi saya kesini.. Siapa tau dia pulang ke rumahnya... "
"Yuri tinggal di rumah ibu? Memangnya ibu siapa?! " tanya orang itu dengan penasaran
"Saya mamanya Jefri... Calon mertua yuri.. Ngomong-ngomong kamu siapa... Kok ada disini..?! "
Orang itu tak menjawab ia hanya menatap mama amanda kemudian menatap pintu rumah yuri
"Mmm...selamat tinggal bu.. " ujar orang itu kemudian pergi menjauhi mama amanda
"Aneh banget orang itu..! " gumam mama amanda
"Nyonya... Mungkin yuri masih bermain bersama teman-temannya... Lihatlah disini tidak ada tanda-tanda ada orang, bukan?! "
"Benar juga... Mari pulang... "
Mereka pun pulang
DI TAMAN BUNGA MAWAR
"Hei... Pulang yukk... " ajak yuri ke arah teman-temannya
"Yaudah yukk... " ujar yeri
"Yura jam berapa sekarang..?! " tanya yuri tanpa menatap ke arah yura
"Jam 10;07 " jawab yura dengan singkat
"Bohong lu..?! " sahut yeri
"Serius anj.. " ujar yura sembari menatap yeri
"Mampus... Yaudah cepetan kita pulang.."
Mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing
Keesokan harinya
DI SEKOLAH
"Yura... Malam main yukk.. " ajak jidan sembari menatap yura
"Ayok aja... "
"Lu juga ikut ya.. Jio.. " ujar jidan
"Nanti gw jadi nyamuk gitu... " ucap jio dengan sebalnya membuat jidan tertawa
"Lu juga yaa jef..?! " ujar jidan lagi
"Gw..? Gimana nanti aja.. Memangnya mau main ke mana?! " ucap Jefri sembari menatap jidan dan teman lainnya
"Gw dengar di dekat apartemen kepala sekolah ada wahana baru... Kata orang-orang disana lebih indah lebih nyaman di banding wahana yang lainnya... Gimana kalau kesana aja?! "
"Apartemen kepala sekolah? Itukan luar kota.. Anjirr..?! " ujar Jio sambil menatap jidan dengan bingung
"Ya... Sekalian aja kita liburan.. "
"Liburan? Bukan saatnya boy.. " ujar yura membuat semua orang tertawa
"Ya.. Sekali-kali kita main ke luar kota bareng-bareng..! "
"Masalahnya.. Gw sama siapa?! " tanya Jio
"Lu ajak mama lu Jio.. " ujar Jefri membuat jio menampar nya
"Gimana nanti aja... " putus Jio dan mereka pun mengangguk
"Yaudah....Gw kantin dulu.. " ujar jidan
"Iya.. " jawab Jefri singkat
MALAM HARINYA
Jefri menghampiri kamar yuri
"Yuri..?! " sahut Jefri sembari mengetuk pintu kamar yuri
"Ya.. Apa?! " teriak yuri sembari membuka pintu kamarnya
"Anak-anak akan pergi ke luar kota.. Lu ikut nggak?! "
"Luar kota? Ngapain?! "
"Yaa... Main.. "
"Lu juga jef.. ?! "
Jefri mengangguk pelan
"Yaudah gw ikut.. "
"Oke... Tapi lu berangkatnya sama Jio yaa...! "
"Why...?! " ujar yuri dengan bingung
"Gw nggak enak badan...takutnya kenapa-napa.. Udah lu sama Jio aja.. "
"Nggak Jef... Lu lebih baik nggak pergi.. Gw siap nemenin lo kok... "
"Nggak yuri... Gw kuat kok... Kita pergi aja tapi lu berangkat duluan yaa sama Jio... Gw pasti nyusul... "
Yuri hanya menatap Jefri dengan perasaan terharu
"Iya... Jef... " ujar yuri dengan pelan namun masih terdengar oleh Jefri
Jefri menatap yuri kemudian memeluknya
Yuri hanya berdiri mematung...
"Yuri lu jangan menangis kalau gw kenapa-napa... " ujar Jefri yang masih memeluk yuri begitu juga sebaliknya
__ADS_1
"Jef... Lu jangan bilang begitu... "
Tak berapa lama Jefri menelpon jio
"Jio... Lu ajak yuri ya..?! " ujar Jefri
"Kenapa harus di ajak....? Oh iya lu mau tembak dia disana...?! "
"Apaan sihh lu Jio... Pokoknya lu ajak ya! "
"Siap boss.. "
Beberapa menit kemudian
Yuri pergi keluar rumah Jefri ia pun pergi ke halte bus dan ia menemukan Jio lagi memainkan HPnya
"Jio..?! " ujar yuri
Jio menoleh ke arah yuri
"Sudah yukk berangkat... "
Yuri pun naik ke atas motor jio
"Yuri kenapa lu nggak bareng Jefri ?! " tanya jio di tengah perjalanan
"Jefri?!'" tanya yuri dengan panik
"Yuri... Padahal Jefri sangat menyukai lu... Ia bilang dari dulu kalau dia suka sama lu.. Lu juga ngerasa nggak..?! "
Yuri hanya tersenyum mendengar perkataan jio
"Siapa tau lu di tembak disana sama Jefri..!! "
"Ihh.. Apaan sihh lu Jio nggak asik tau nggak...!! "
"Yaudah maaf... "
Perjalanan pun berlangsung
"Jio jauh banget yaa... " keluh Yuri
"Iya... Lu tau nggak...?! "
"Apaan?! " ujar yuri dengan penasaran
"Ini sekolah gw dulu sama Jefri dan jidan... Dan itu belakang nya.. Rumah kami yang kami jual... " ujar jio sembari menunjuk ke arah sekolahan dan perumahan
"Ohh... Lu nggak sedih Jio...?! "
"Sangat- sangat sedih... " ujar Jio dengan pelan
"Kenapa tuh...?! " tanya yuri sambil memainkan HPnya
"Makam papa gw ada disini...!! " jawab Jio dengan tersenyum
"Makam...? Papa lu udah meninggal?! " tanya yuri dengan terkejut
Jio hanya mengangguk pelan
"Owh... Sabar jio...!! " ujar yuri
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di wahana yang mereka tuju
Disana terlihat Jidan bersama yura sedang duduk dan minum jus kesukaan mereka
"Kita gabung kesana yaa...!! " ujar jio sembari berjalan mendekati meja jidan
Dan mereka pun duduk
"Jefri nya mana?! " tanya jidan sambil menatap jio
"Nggak tau.." jawab jio singkat
Yuri kembali berdiri membuat yura, jio dan jidan menatapnya
"Kenapa yuri..?!" ujar jio
"Nggak... Gw kesana dulu yaa.. " ucap yuri sembari menunjuk ke salah satu tempat
" oke hati-hati... "
"Hallo... Ma.. "
"Iya sayang... "
"Mama, Jefri masih di rumah kah?! " tanya yuri dengan bingung
"Jefri udah berangkat 40 menit yang lalu"
"Owh... Iya ma makasih... "
" hm.. Memangnya belum nyampe kesana?! "
"Siapa? "
"Jefri nya...!! "
"Kalau Jefri belum nyampe kalau yuri dari tadi udah nyampe... "
"Coba tunggu lebih lama lagi mungkin sebentar lagi dia akan datang...! "
"Iya ma... Udah dulu ma.. "
Yuri kembali menghampiri teman-temannya
30 menit yang lalu
Jefri berangkat dari rumahnya sendirian
Ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang namun karena ia tak enak badan ia merasa matanya berkunang- kunang ia selalu merasa ada seseorang yang menghalanginya di depan motornya
Ia pun membelokkan motornya ke kanan dan ke kiri dan tak sengaja ia menabrak sebuah pagar pembatas jalan dan ia pun tertabrak oleh sebuah truk kemudian ia pun ambruk di trotoar dalam keadaan tidak sadar
Tak berapa lama ada seseorang yang menghampirinya
Orang itu pun segera menelpon ambulance kemudian membawanya ke rumah sakit
Dan sekarang pun Jefri masih di rumah sakit dalam keadaan tidak sadar..
Jio segera menelpon Jefri karena ia tak kunjung datang namun yang menjawab telponnya bukaan Jefri melainkan seorang wanita
"Hallo jef... "
"Mm... Ini siapa... Bang keluarganya bukan?! "
"Gila... Kau siapa?! " sahut Jio dengan sebal
"Maaf bang... Tadi saya menemukan Jefri di trotoar dalam keadaan tidak sadar dan berlumuran darah lalu saya panggil ambulance.. Dan sekarang Jefri masih di rumah sakit... Tolong bang kasih tau keluarganya..?! "
"Kecelakaan? Lu siapa kok tau kalau dia namanya Jefri..?! "
"Lebih baik segera kasih tau keluarganya dan suruh kesini... "
" oke.. "
Setelah memberikan lokasi rumah sakitnya mereka pun mengunjungi rumah sakit nya dan tak lupa untuk memberi tahu pak Eric dan mama Amanda
Mereka pun ke ruangan Jefri namun sayangnya meski mereka menangis Jefri tak akan menyadarinya
Jio menatap orang yang ada di dalam ruangan Jefri
"Mawar?! " gumam jio
Jio pun menghampiri mawar
"Mawar?! Lu.. "
" Hi jio iya gw mawar... "
"Apa yang lu lakuin disini..?! " tanya Jio
" jio gw yang menemukan Jefri di trotoar.. Lalu gw yang bawa dia ke rumah sakit.. Kok lu tanya gitu...?! "
"Nggak gw cuman terkejut ,mawar "
Yuri menatap jio dan mawar kemudian menatap Jefri yang tak sedikit pun membuka matanya
__ADS_1
Tak berapa lama mama Amanda muncul bersama Pak Eric
" Jefri......!!! " sahut mama amanda sembari teriak sekaligus menangis namun tak ada perubahan apapun dari Jefri
Pak Eric menghampiri temannya Jefri
"Apa kalian tau kejadiannya..?! " ujar Pak Eric
Mereka hanya saling tatap kemudian menggeleng
Dokter pun datang
"Maaf yaa... Semuanya keluar dulu... " ujar Jefri
Mereka pun keluar dari ruangan Jefri
Yuri menghampiri Jio
"Jio lu kenal dia..?! " ujar yuri sambil menunjuk ke arah mawar
"Dia teman kami ketika masih di sekolah sana... "
"Ohh.. Pantes aja lu tadi kek terkejut.. "
"Hm... Gw nggak sekedar terkejut karena teman satu kelas... Namun gw terkejut karena dia dulu suka sama Jefri...!! "
"What... Benarkah..?! "
Jio hanya mengangguk pelan
Dokter pun keluar dari ruangan Jefri
"Bagaimana dok?! " ujar mama amanda sambil masih menangis
"Nggakpp bu... Dia masih bisa hidup.. Dia mungkin tertabrak sesuatu kemudian mengeluarkan banyak darah.. Dan darah Pasien Jefri tergolong O adalah disini yang golongan darahnya sama... Karena dia perlu donor darah...!! "
"donor darah?!!? " sahut mama amanda kemudian ia melemas namun Jidan segera menahannya
"Jio... Mama amanda pingsan gimana ini..?! " ujar jidan
Yuri segera menatap jidan dan juga mama amanda begitu juga dengan Pak Eric
"Jidan kita bawa ke ruang istirahat aja... " putus Jio
Jio pun membawa mama amanda bersama jidan ke ruangan istirahat
Yuri menarik tangan yura
"Yura kita kesana yukk!! " yuri menunjuk ke arah dimana jio dan jidan membawa mama amanda
"Iya.. Yura sama yuri jagain mama aja lalu jio sama jidan suruh kesini lagi.. " ujar Pak Eric namun Pak Eric tak menatap ke arah mawar karena dia rasa mawar adalah orang lain yang sedang duduk di dekatnya
Yura sama yuri segera menyusul jio dan jidan
"Jidan lu sama Jio di suruh kesana sama pak Eric.. Biarin mama amanda sama kami dulu.. " ujar yuri
Mereka berdua pun mengangguk
Jio kembali ke ruangan Jefri bersama Jidan
"Apakah kalian golongan darahnya sama kek Jefri?! " tanya pak Eric
"nggak pak... " jawab jio begitu juga dengan jidan ia hanya mengiyakan apa perkataan jio
"Bisakah kalian bantu bapak untuk menemukan orang yang golongan darahnya sama kek Jefri... "
"bisa pak... "
"Oke... Sekarang... Ingat tidak ada pemaksaan jika orang itu tidak mau kalian jangan memaksanya...!! "
" oke Pak... " jawab mereka serempak
Mereka pun keluar dari ruangan Jefri
Jio menghampiri Mawar
"Mawar bantu kami.. "
"Bantu apa..?! "
"Ikut aja.. "
Mawar pun ikut bersama jio dan jidan
Mereka pun mencari kesana kemari untuk mendapatkan orang yang akan di donor kan darahnya
Sementara di ruangan mama amanda
"Ma... Bangun... " ujar yuri sembari menahan tangisannya
Yura hanya menatap yuri kemudian menatap mama amanda
Perawat masuk ke dalam ruangan yang ada mama amanda
"Maaf mbak... Kita obati dulu mamanya..!!"
"Iya silahkan ... "
Mereka pun berdiri sambil menatap mama amanda dengan perasaan kacau
Sementara di sisi Jio, Jidan dan Mawar
"Kok sulit yaa...?! " ujar Jio sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Jio... Kalau boleh gw tau... Golongan darahnya Jefri tuh apa?! " sahut Mawar
"O kenapa?! "
"Serius lu... ? Jio gw golongan darahnya O bisakah gw yang harus di donor kan darahnya... Gw rela apapun demi Jefri "
" really...? Dari tadi kek... Eh.. Lu jangan ada maunya yaa...?! " ujar Jidan
"Yaudah kalau lu mau kita kembali ke ruangannya Jefri... "
Mereka pun kembali ke ruangannya Jefri
"Ada , Jio...?! " tanya pak Eric yang dari tadi menatap ke arah pintu masuk
"Ada pak... Dia.. " jio menunjuk ke arah Mawar
"Kamu golongan darahnya O?! "
Mawar mengangguk pelan
Pak Eric pun menyuruh Jidan untuk memanggil dokter
Tak berapa lama dokter pun datang
Dan pendonoran pun di mulai..
Jio dan Jidan memutuskan untuk ke ruangan Mama amanda dan pak Eric pun mengangguk
"Yuri... Mama amanda sudah bangun...?! "
Sahut Jio sembari masuk ke dalam ruangan mama amanda
Yuri menatap jio
"Tadi bangun tapi kata dokter biarin mama istirahat karena dia keknya kecapean atau mungkin karena efek terkejut tadi...!! " ujar yuri
Mereka pun duduk bersebelahan
"Sekarang sudah jam 01;22 kalian mau tidur dulu.... ? " ujar Jidan sambil menatap Yuri dan Yura
"Gw nggak mau tidur disini... Gw harus pulang karena besok gw harus sekolah...!!" ujar Yura mereka hanya mengangguk
"Tapi... Yura.. Gw nggak bisa mengantarkan lu..." ujar Jidan...
"Telpon anak lain aja.. " sahut Jio sambil menguap
"Yaudah... " putus Jidan
......................................................................
dukungannya kawan
jangan lupa share, like dan coment...
__ADS_1
follow IG : yoon_yuricarat