
"Kok gw juga" ujar Dino
"Lu berisik tadi di kelas" sahut Jefri
"Diem lu... Gw nggak nanya sama lu yaa" kata Dino sambil menatap Jefri dengan tatapan marah
Jae menatap Jefri dan Dino sambil menghela napasnya
"Jae gw juga hukum" sahut Jio tiba-tiba
"Gila lu Jio" ujar Jefri dengan pelan
"Jelaslah Jio... Harusnya kan lu yang di hukum bukan gw" sahut Dino lagi
"Udah- udah... Jidan, Jio, Dino silahkan ke lapangan.. " kata Jae
Jidan menarik Jio dan berlari ke lapangan upacara sementara dino hanya menatap Jae dan Jefri
"Kenapa lu masih disini Dino? " tanya Jefri
"Gw juga kah, Jae? " kata Dino sambil menunjuk dirinya sendiri
Jae hanya mengangguk
Dino pun menyusul Jidan dan Jio ke lapangan upacara dan hormat bendera
......
(Sementara di depan kelas)
"Kasian banget yaa Jidan" ujar Yuri
Yura dan Yeri hanya mengangguk sambil tersenyum
Yuri menatap yura
"Yura lu kasian nggak? " ujar Yuri
"Kasian kenapa? " tanya Yura
"Ya kan Jidan di hukum" jawab Yeri
"Emang Jidan apanya gw? " sahut Yura
Mereka berdua hanya saling tatap dan tersenyum
"Kita nggak mau ke kantin nih? " ujar Yura
"nggak ah gw malas" kata Yeri
"Yuri..? "
Yuri hanya menggeleng kan kepalanya
"Yaudah kita duduk disini aja" sahut Yura
Tiba-tiba Jefri menghampiri mereka
"Lagi pada ngapain? " sapa Jefri
Mereka bertiga menatap Jefri
"Lagi malas aja" jawab Yura
Jefri duduk di kursi sebelah Yeri
Yeri menatap teman-temannya sambil tersenyum
"Kenapa? " tanya Yura dengan suara pelan
Yeri hanya menggeleng kan kepalanya
"Yura... Lu nggak kasian sama Jidan? " sahut Jefri sambil menatap Yura
Yura menatap Jefri
"Kenapa harus kasian? " tanya Yura
"Yaa... Nggak" ujar Jefri sambil menatap jidan dan lainnya
"Nggak? Apaan sih lu Jefri? " kata Yura
"Yura lu nggak suka Jidan yaa... Padahal Jidan menyukai lu tau" sahut Jefri
"Apaan sih lu... Ngaco.. Gw mah sukanya sama lu Jefri" ujar Yura
Yeri menatap Yura begitu juga sebaliknya
Jefri menatap Yura yang sedang menatap Yeri
"Yura... Terus kalau Jidan nembak lu kgak bakalan di terima nih? "
"Tau ahh.. Jefri.. Kata gw juga gw sukanya sama lu"
Jefri tersenyum sambil memalingkan mukanya lalu berdiri dari duduknya
"Kalian jangan suka sama gw... Karena gw hanya menyukai Yuri"
Setelah kata itu berakhir Jefri memasuki kelasnya dan meninggalkan mereka bertiga yang sedang saling tatap
"Itu tadi Jefri serius ngomongnya? " ujar Yeri
"Yaa mana tau" kata Yura
"Yuri... Lo senang nggak? " tanya Yeri
Yuri menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum
"Kok Jefri sukanya sama lu sihh Yuri? " sahut Yura
"Yaa nggak tau lahh" ujar Yuri
"Yuk ahh Yura.. Ke kantin tinggalin Yuri sendiri di sini" ajak Yeri
"Yukk ahh.. Dahh.. Blee" ujar Yura sambil menjulurkan lidahnya ke arah Yuri
Yuri hanya menatap mereka berdua dengan bingung
"Heii tunggu" teriak Yuri
Yura dan Yeri segera berlari ke kantin
Yuri berdiri menatap mereka berdua dan berbalik ke kelas
Sesampainya di kelas dia menemui Jefri yang sedang memainkan hpnya
......
Di kantin
"Yeri kok...Lu gitu sama Yuri" sahut Yura
"Kan gw cuman bercanda" ujar Yeri sambil tertawa
"Oohh... Tapi kasian yaa... Dia jadi nggak ke kantin"
"Yaa apa susahnya ke kantin" ujar Yeri
"Udah- udah.. Kita lanjutin makannya" sambung Yeri
Mereka berdua pun makan
......
"Jefri... " panggil Yuri sambil duduk sebelah Jefri
Jefri menatap Yuri
"Kenapa lu tadi bilang begitu? " sahut Yuri
"Emangnya nggak boleh? " tanya Jefri
"Ya bukan begitu.. Lu tau kan kalau Yeri menyukai lu... Terus lu ngapain tadi bilang kek gituan buat dia marah aja" kata Yuri sambil memainkan hpnya kemudian Yuri meletakkan kepalanya di atas meja sambil membelakangi Jefri
"Emang sekarang dia marah sama lu? " tanya Jefri
Yuri mengangkat kan kepalanya dan menatap Jefri yang sedang menatapnya
"Iya... Dia marah sama gw.. Makanya lu jangan bilang kek gituan lagi.... Kita kan nggak ada hubungan apa-apa... Ngerti jef? "
"Gw tau.. Kita nggak ada hubungan apa-apa... Tapi tadi kan gw cuman bercanda... " ujar Jefri sambil menatap Yuri yang sedang menatap ke kursinya Jae
"Yuri...? " sahut Jefri
Yuri tidak menatap Jefri dia hanya menghela napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya pelan-pelan
"Yuri lu udah ada pacar yaa? " tanya Jefri
Yuri menatap Jefri namun bukannya menjawab pertanyaan Jefri dia malah memegangi pipinya Jefri
"Makasihh yaa jef" ujar Yuri
Lalu Yuri keluar kelas
Jefri menatap Yuri sambil memegang pipinya
"Barusan dia bilang makasihh... Makasih? Untuk apa? " gumam Jefri pelan
......
__ADS_1
Yuri ke kantin
"Yuri sini!!! " seru Yeri
Yuri menatap Yeri dan Yura sambil tersenyum
"Nggak makasih" jawab Yuri sambil berjalan menjauhi mejanya Yura dan Yeri
"Lho.. Yuri marah kah? " tanya Yura
Yeri hanya menatap kepergian Yuri
......
Tak berapa lama waktunya istirahat pun selesai
"Huh panasnya" ujar Jio sambil duduk di kursinya
Jio menatap ke arah kursi Jefri
"Jefri.. Lu nggak ke kantin? "
Jefri hanya menggelengkan kepalanya pelan
"Lu kenapa sihh? " tanya Jio sambil melemparkan buku ke wajahnya Jefri
Jefri menatap Jio
"Apaan? "
"Lu kenapa? " tanya Jio
"Nggak.. Gw nggak kenapa-kenapa" jawab Jefri
Jio hanya tersenyum sambil memalingkan mukanya
Tak berapa lama semua murid pun memasuki kelas
Jefri menatap Yuri begitu juga sebaliknya
"Kenapa? " tanya Yuri
"Nggak" jawab Jefri sambil memalingkan mukanya
Yura menolehkan kepalanya ke arah Yuri
"Yuri... Kata Yeri.... Nanti pulang sekolah kita ke mall dulu"
Yuri hanya menganggukkan kepalanya
"Katanya marah? " ujar Jefri sambil menatap yuri
Yuri tersenyum
"Kan udah baikan" kata Yuri
Jefri hanya tersenyum
......
Waktunya pulang
Yuri menghampiri Yura dan Yeri
"Yura, Yeri.. Maafin gw yaa... Gw nggak jadi ke mall nya.. Itu paman gw dah nungguin. . Dahh" ujar Yuri dengan lemas
"Ohh yaudah dah... Hati-hati" kata Yeri
"Ya... Maaf ya teman-teman.. Dahh" ujar Yuri dan pergi meninggalkan sahabatnya yang sedang menatap nya
Yuri pun pulang bersama pamannya
......
Tiba-tiba mamanya yeri menghampiri Yeri dan Yura yang sedang menatap Yuri
"Yeri... Pulang bareng mama yukk" ajak mamanya yeri
Yeri dan Yura menolehkan kepalanya ke arah mamanya yeri
"Lho... Mama... Sama siapa? " tanya Yeri
"Mama sama papa... Mama sengaja ke sini mau menjemput kamu... Karena mama mau langsung ke rumah paman dan kamu harus ikut yaa"
"Tapi ma.. " ujar Yeri
"Kenapa? "
"Yeri baru aja mau belanja ke mall sama Yura" sahut Yeri sambil memanyunkan bibirnya
"Oh mau belanja yaa... Gimana kalau nanti aja belanjanya? Inikan mendesak Yeri sayang.. " ujar mamanya yeri sambil tersenyum ke arah Yeri
"Ma.. Tapi ini besok harus di bawa ke sekolah" ujar Yeri
"Ini lo keperluan sekolah.. Untuk semua murid Diamond ma" jawab Yeri
"Yaa kan ini juga mendesak... Nanti aja deh malam ya belanjanya.. Gimana? "
Yeri menatap Yura begitu juga sebaliknya
"Gimana? " tanya Yeri dengan suara pelan
"Ayuk aja" jawab Yura
"Yaudah yuk ma... Dahh yaa Yura... Sampai jumpa... " sahut Yeri sambil masuk ke dalam mobil bersama mamanya
Dan mereka pun pergi meninggalkan sekolahnya
Kini hanya yura seorang
Dia pun berjalan ke arah mall dan berbelanja
"Aduuhh... Gimana sih mereka... Katanya mau bertiga ke mallnya... Tapi... Hahh udah lah" gerutu yura
Tak berapa lama yura sudah berada di depan mall dengan belanjaan di tangannya
Yura pun pulang namun tak berapa lama hujan deras mengguyur kota itu
"Duuh... Hujan... Gimana ini? " tanya yura ke dirinya sendiri
Yura berteduh di bawah pohon yang tidak begitu besar membuat yura tetap basah karena air hujan
"Gw telpon mama aja dehh" sahut yura sembari mengeluarkan HP dari sakunya
"Yahh... Apes... Kok baterai habis sihh... Gimana ini... Masa gw di sini terus ,
Taxi juga nggak ada yang lewat lagi"
Yura menatap jalanan yang kini sepi
"Apa gw berteduh dulu yaa di rumah itu.. Tapi.. Gw malu" sahut yura sambil menatap sebuah rumah di ujung jalan
"Ya deh.. Gw teduh di sana dulu.. Daripada gw kemaleman disini"
Yura berlari ke arah rumah itu
.....
Yura berdiri di depan pagar rumah itu
"Nyari siapa? "
Yura membalikkan badannya dan menatap orang yang baru menyapanya
"Nggak....eh....Jidan!!!" Ujar yura sambil melebarkan matanya
Jidan hanya menatap Yura yang kini lebih pendek darinya
"Ini rumah lo Jidan? " tanya Yura
Jidan mengangguk pelan
"Kenapa? " kata Jidan
"Gw... " Yura menatap halaman rumah Jidan
"Kenapa? Yuk masuk... Lu kan bajunya basah... " sahut Jidan membuat Yura melebarkan matanya
"Lu..? "
"Kenapa? Yaudah yukk masuk" ajak Jidan sambil berjalan mendahului Yura
Yura berjalan menyusul Jidan
"Jidan... Kemana mama-papa lo?"
"Mama gw sama papa gw lagi pergi ke Shenzhen.. Kenapa emang? "
"Nggak.. Pantesan aja sepi gitu"
"Ooh.. Dah cepetan mandi sana" ujar Jidan
"Sebelah mana kamar mandi nya? " kata Yura
"Sini aku tunjukin" Jidan berjalan mendahului Yura
Sesampainya di kamar mandi
"Nihh... Cepetan yaa"
__ADS_1
"Emang kenapa harus cepetan? " ujar Yura
"Kepo lu ahh" kata Jidan sambil pergi meninggalkan Yura
......
Tak berapa lama Yura selesai mandinya
Jidan menghampiri Yura
"Lu bisa masak gak Yura? "
"Bisa... Kenapa? " kata Yura
"Yaa... Kalau lu masak buat makan malam mau gak? "
Yura hanya mengangguk
"Kok hanya ngangguk? Gimana jawab dong" ujar Jidan
"Ya mau Jidan... Emang lu pengen di masakin apa? " kata Yura sambil berusaha tersenyum
"Terserah lu Yura"
"Kok terserah gw sihh"
"Ya... Lu bisanya masak apa? "
"Masak air... Gimana...mau?"
" jangan air dong... " kata Jidan sambil menahan tawanya
"Terus apa dong? " ujar Yura sambil duduk di kursi sebelah nya
"Lu bisanya masak apa? Tapi jangan masak air lah"
"Ya.. Iya.. Lu suka udang gak? " tanya Yura
Jidan hanya mengangguk pelan
"Yaudah .. Gw masak udang aja" ujar Yura sambil berdiri dari duduknya
"Jangan pedas ya" kata Jidan
"Apa? " teriak Yura sambil berlari ke arah dapur
"Jangan pedas!!!! " Jidan kembali berteriak
"Apaansih nggak kedengaran!!! " sahut Yura sedikit berteriak
"Jangan pedasss!!! " teriak Jidan sambil menatap Yura yang sedang membuka lemari es
"Apaansihh nggak kedengaran tau... " ujar Yura sambil tersenyum
Jidan hanya menatap Yura sambil tersenyum kemudian berjalan ke arah kamarnya
......
"Kok cowok nggak suka pedas sihh" gumam Yura
"Awas lu Jidan... Dah.. Nyuruh gw masak terus ngatur-ngatur lagi... Gw pedesin nih udang" ujar Yura sambil mengambil beberapa potong cabai rawit
Beberapa menit kemudian Yura selesai menyiapkan makanannya
"JIDAN...!! " teriak Yura sambil menata makanannya
"Ya.. " sahut Jidan sambil berjalan ke arah ruang makan
"Nihh silahkan dimakan jangan protes dulu langsung aja makan ok"
Jidan hanya menatap Yura
"Lu nggak makan? " tanya Jidan
"Gw belum laper" jawab Yura
"Yaudah gw makan yaa" ujar Jidan sambil duduk
"Yaa... " kata Yura sambil tersenyum kemudian Yura berjalan ke arah kamar yang di siapkan oleh Jidan
Tak berapa lama Jidan mengetuk pintu kamar Yura
"Yura... Keluar lu..!! "
"Apaan? " teriak Yura sambil tersenyum lebar
"Keluar dulu" sahut Jidan
Yura membuka pintu kamarnya dan menatap jidan sambil tersenyum
"Apaan sihh...!? "
"Lu kenapa masaknya pedas? "
"Nggakpp" jawab Yura sambil tertawa
"Gw kan udah bilang jangan pedas udangnya.. Kok lu nggak dengerin gw sihh" kesal Jidan
"Yaa... Nggak taulah... Mungkin udangnya emang pedas.. " ujar Yura
"Mana ada... " kata Jidan sambil menatap mata Yura
Yura tersenyum kecil sambil menatap Jidan
"Yaa maaflah Jidan... Lagian lu cemen banget kok nggak suka pedas sihh"
Jidan menyenderkan badannya ke daun pintu
"Gw orangnya anti pedas Yura... "
"Terus gw di maafin gak? " tanya Yura
Jidan hanya menggelengkan kepalanya
"Yahh kok nggak di maafin... " ujar Yura sambil cemberut
"Emang mau di maafin sama gw? " tanya Jidan
"Tentu.. Gw kan ngindep di rumah lo"
Jidan tersenyum sambil menatap Yura yang sedang menatap ke arah ruangan lain
"Yura... Kalau mau di maafin sama gw... Temenin gw sekarang "
"Temenin apaan? " kata Yura
"Temenin ngobrol di balkon kamar gw"
Yura tersenyum sambil menatap Jidan yang kini menatapnya
"Bolehh" putus Yura
Jidan tersenyum sambil berpura-pura batuk
"Yaudah yukk" ajak Jidan sambil menarik pergelangan tangan Yura
.....
Di rumah Yeri
Yeri menelpon Yura
"Kok Yura nggak di angkat sihh... Kemana dia? " gumam Yeri sambil terus menatap layar HP nya
Yeri pun menelpon Yuri
"Hallo Yuri? " sapa Yeri
"Ya apa? " jawab Yuri di seberang telpon
"Lu kesini ya... "
"Mau apaan? "
"Kita kan belum belanja... Terus kata mama gw nanti belanjanya malam.. Yaa... Sekarang aja yukk" ujar Yeri
"Cuman kita berdua kahh? " tanya Yuri
"Nggak nanti kita telpon Yura... Tapi tadi gw telpon Yura nggak di angkat-angkat sama Yura nya apa dia udah tidur yaa"
"Ya kali padahal gw juga ngantuk lo"
"Yaa... Terus yang mau belanja siapa? "
"Bukannya lu daritadi telpon gw nya "
"Ya kan tadi gw belum pulang dari rumah paman gw.. Lu ahh gimana sihh... "
"Udah-udah ahh kok lu marah sama gw Yeri? "
Yeri tertawa
"Abis lo ngeselin bangett" ujar Yeri yang masih tertawa
"Nanti pagi aja dehh" kata Yuri
"Apanya? " tanya Yeri
"Belanjanya Yeri... Yaampun" jawab Yuri membuat Yeri tertawa lepas
__ADS_1
........
next jangan yaa