Three In One Transmigration

Three In One Transmigration
#17 - Semua Orang Memiliki Rencana


__ADS_3


(Hezekiah : diilustrasikan menggunakan Playground AI)



(Drusilla : diilustrasikan menggunakan playground AI)



(Hosea : Diilustrasikan menggunakan playground AI)


Di kuil agung Alundris, Hezekiah kembali melakukan pertemuan dengan dua kawan persekongkolannya tanpa sepengetahuan kuil pusat di Solem.


“Katakan, apakah kita telah salah melakukannya?” tanya Hosea yang duduk di kursi meja kerja Hezekiah.


“Saya telah mengirim pasukan templar dan beberapa paladin ke utara, tepatnya ke wilayah-wilayah Minotaur untuk mencari keberadaannya, namun masih belum ada kabar yang menyenangkan datang dari pasukan yang saya kirim,” ucap Hezekiah yang berdiri menghadap jendela.


"Apakah Flanderis ikut campur?" Tanya Hosea.


"Tidak, mereka membiarkan para paladin dan templar berkeliaran di wilayah mereka, entah kenapa," balas Hezekiah menoleh ke arah Hosea.


"Hmmm, mereka sepertinya sedang berusaha mengorek para paladin dan templar dalam diam. Lebih baik, anda menariknya kembali, wahai yang kudus Hezekiah," ucap Hosea sambil jarinya mengetuk-ngetuk meja.


"Yang kudus Drusilla, bagaimana dengan anda?" Tanya Hezekiah menoleh ke arah Drusilla.


“Sebenarnya, kita kekurangan sumber daya manusia untuk melakukan hal seperti ini yang mana kita belum pernah melakukannya sebelumnya,” ucap Dursilla yang sedang bersandar di kursi panjang sambil meluruskan kakinya. “Terutama di Fishsyre. selain dari kuilnya yang kecil, abdi dalam nya juga sedikit. Saya hanya memiliki delapan penyihir suci dengan pangkat archpriest, yang mana sihir mereka hampir tidak berguna sama sekali.”


“Hmmm benar benar, karena sejak dulu hal seperti ini memang masih menjadi sebuah masalah yang mengesalkan, khususnya bagi kita para Grand Cleric sebagai penyihir yang dikategorikan kuat oleh kehirarkian kongregasi. Semuanya seakan bertumpu pada kita yang memiliki Mana yang lebih banyak dan kemampuan sihir lebih mumpuni daripada yang lain,” ucap Hosea sambil menukar buku yang ada di sebelahnya ke tumpukan yang ada di sisi satunya.

__ADS_1


“Tapi, apakah kalian benar-benar sama sekali tidak memiliki petunjuk tentang wanita itu?” Tanya Hezekiah menoleh.


“Tidak ada sama sekali,” ucap Drusilla. “Apalagi untuk wanita berambut merah memang cukup banyak ditemukan di Bellhaven, jadi ya … memang sangat sulit untuk mencari jarum diantara tumpukan jerami.”


“Dan … bagaimana dengan Prophetess? apakah kalian mendapatkan surat darinya?” tanya Hosea sambil membuka buku yang ada di sisinya.


Drusilla merespon dengan menggelengkan kepalanya sambil mengangkat bahunya.


“Tidak …, untuk akhir-akhir ini, tidak,” ucap Hezekiah menoleh, kemudian berjalan ke arah kursi panjang dan duduk.


"Saya mendapatkan surat dari Baginda untuk datang ke solem untuk membantunya memberkati para peziarah," ucap Hosea sambil mengeluarkan sepucuk surat dari dalam pakaiannya.


Hezekiah pun meraih surat itu, lalu membacanya, "sepertinya benar."


"Saya khawatir surat ini beliau kirim karena tahu akan rencana kita untuk mencari seorang wanita pemilik sayap emas," ucap Hosea sambil mengambil surat itu kembali.


"Mungkin saja tidak, mungkin saja iya. Jadi datanglah untuk mengurangi kecurigaan," ucap Hezekiah dan Hosea pun mengangguk.


“Bagaimana jika meminta bantuan dengan Duke Winston?” ucap Hosea. “Mengingat beliau adalah bangsawan penyumbang paling besar untuk Elahirim dan bangsawan paling saleh juga.”


“Saya sempat memikirkan hal tersebut, namun masalahnya adalah beliau adalah seorang yang sangat saleh, saya khawatir beliau malah melaporkannya ke Prophetess. dan jika beliau benar-benarnya melaporkannya, maka kita akan dianggap makar,” ucap Hezekiah bersandar di kursinya sambil menatap langit-langit.


“jadi, kita buntu?” tanya Drusilla.


“tentu saja tidak,” ucap Hezekiah. "Saya sedang membentuk tim pelacak khusus yang terdiri dari para penyihir dalam kuil."


"Seberapa kompeten mereka?" Tanya Drusilla.


"Mereka adalah para penyihir pagan yang telah kita tangkap lalu kita beri siil budak," ucap Hezekiah. "Salah satu dari mereka, mampu melacak jejak Mana yang telah tertinggal lebih dari sebulan."

__ADS_1


"Oh iya, priest Fretlen, bukankah dia seorang pelacak juga? Dan bukankah dia juga dari kalangan para pagan penyihir yang kami tangkap? Oleh karena itu dia ditempatkan di dalam ordo templar," ucap Hosea.


"Benar, namun kemampuan pelacaknya hanya mampu melacak jejak Mana yang tertinggal lebih dari dua hari," ucap Hezekiah menjelaskan.


"Jadi kapan tim ini akan dikerahkan?" Tanya Drusilla.


"Secepatnya," ucap Hezekiah.


*********


Di kediaman Ringwyne, mereka bertiga pun kembali mendiskusikan hal yang sebelumnya mereka diskusikan. Lalu setelah memundurkan rencana Brandon, Undeil pun memulai giliran.


"Aku Mendapatkan kabar dari mata-mataku, bahwa Willem sedang berencana untuk membuat acara syukuran," ucap Brandon sambil melepaskan kembali burung pembawa surat di jendelanya.


"Lalu?" Ucap Undeil yang duduk di kursi panjang.


“Ya, kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk membawamu langsung kesana, karena aku yakin dia tidak akan mengundang bangsawan manapun yang berada di bawah gelar Baron. Jikapun iya, mereka adalah bawahannya,” Saran Brandon.


“Lalu Dorian akan mencoba mengutuknya lagi? Apakah itu rencanamu?” Tanya Undeil.


“Betul,” ucap Brandon.


“Bukankah kita sudah tahu bahwa wanita itu memiliki kekuatan yang tidak terukur menurut Dorian?” Ucap Undeil berusaha menyangkal rencana Brandon.


“Ya … benar sih, tapi setidaknya datang terlebih dulu untuk memastikan lebih lanjut. Untuk urusan kutukan, kita singkirkan terlebih dulu. Apalagi sang penyihir yang menyembuhkannya itu masihlah belum terkonfirmasi instansi mana ia berasal, bukan? Bayangkan jika dia adalah penyihir bebas, atau salah satu dari kita? Hmmm?” Ucap Brandon berusaha meyakinkan Undeil yang tampak mulai ragu.


“Baiklah, aku akan usahakan itu,” ucap Undeil mengangguk.


**********

__ADS_1


Bersambung ….


__ADS_2