Three In One Transmigration

Three In One Transmigration
#27 - Acara Syukuran II


__ADS_3


“Jadi apa yang ingin kalian bicarakan?” Tanya Slatanis berdiri di pinggir teras.


“Saya akan langsung ke intinya,” ucap Undeil. “Kami adalah penyihir.”


‘Sudah tahu, dan juga tampaknya kalianlah yang membantu brandon untuk mengutuk Willem,’ pikir Slatanis menatap Undeil dengan tatapan malas.


“Dan …,” ucap Undeil sekali lagi yang tampak ragu sesaat melihat tatapan Slatanis.


“Nona Slatanis,” Ucap Dorian menyalip dari belakang Undeil. “Kami bukan hanya penyihir biasa, atau apalagi dari kuil. Bukan, kami bukan penyihir seperti itu. Kami adalah salah satu dari anda.”


‘Pagan huh? Sepertinya Sasha masih memberitahukan tentangku, meskipun tampaknya tidak semuanya,’ pikir Slatanis mulai melipat tangannya.


“Lalu?” Tanya Slatanis menatap dengan judes.


“Kami ingin mengajak anda bergabung dengan gerakan penyihir kami demi menyelamatkan saudara-saudara kami yang ditangkap oleh pihak kuil, khususnya mereka para penyihir,” ucap Dorian menatap tegas Slatanis.


“Apakah Sasha yang memberitahu kalian?” Tanya Slatanis.


“Bukan, tapi Marquis Brandon yang memberitahu kami. Sementara Sasha adalah orang yang bekerja di bawahnya,” ucap Dorian.


“Apakah ada hal lain yang kamu ketahui selain diriku yang seorang pagan juga?” Tanya Slatanis menegaskan.


‘Ngomong-ngomong, aku juga tidak tahu apa itu pagan,’ pikir Slatanis.


“Anda adalah seorang penyihir yang mampu menghilangkan kutukan kematian yang sudah saya lemparkan,” ucap Dorian.


“Jadi itu kau?” Tanya Slatanis tersenyum miring.


“Benar,” balas Dorian.


“Hei Dorian, apa yang kamu katakan?” Bisik Undeil.


“Padahal aku baru saja ingin mengatakannya kepada Roland jika Marquis Brandon yang melakukannya, tapi kalian datang terlalu cepat,” ucap Slatanis dan mulai bersandar di tembok pendek pembatas teras.


“Apakah anda akan mengadukannya?” Tanya Dorian sambil menunduk namun matanya tetap menatap Slatanis.


“Hmmm, itu tergantung,” ucap Slatanis.


“Tergantung?” Ucap Dorian bertanya-tanya.

__ADS_1


Slatanis pun terlihat terdiam dan tampak sedang berpikir sambil memangku dagunya.


‘Baginda, bagaimana jika kita membuat para penyihir pagan sebagai kaki tangan kita di luar? Seraya kita terus membuka pori-pori Mana. Dan sepertinya itu akan sangat menguntungkan jika kita melakukan hal tersebut,’ ucap Raphaela yang sekarang berada di dalam Inventory-nya.


‘Mereka lemah, itu akan sangat tidak berguna,’ ucap Slatanis melalui pikiran. ‘Ditambah, akan sangat menguntungkan jika aku menggunakan perk [Summoner of Evil] dan spell-spell dari Class [Prophetess] ku sepenuhnya untuk membuat kaki tangan sendiri.’


‘Tapi itu akan sangat ketara jika kita mengirim mereka ke pemukiman manusia, bukan?’ Ucap Raphaela memberikan argumennya.


‘Benar juga sih,’ ucap Slatanis setengah setuju. ‘Tapi, kita tidak bisa menjamin kesetiaan mereka, karena bisa saja mereka akan mengkhianati kita di luar sana dan memberitahu keberadaan kita.’


‘Gunakanlah Shadow Daemon atau Shade untuk bersembunyi di bayangan mereka. Kita bisa menggunakan jenis Daemon dan Devil dari medium tier ini untuk berbagai tujuan. Seperti halnya kita bisa menggunakan mereka sebagai pengawas dan penyadap kaki tangan kita, sekaligus bisa juga sebagai pelindung mereka jika suatu saat mereka sedang diincar untuk dibunuh ataupun disandera,’ jelas Lilith yang tiba-tiba ikut pembicaraan.


‘Hmmm, Shadow Daemon berlevel 70, sedangkan Shade adalah Devil berlevel 75 Aku belum begitu yakin dengan spell-ku apakah bisa memanggil mereka lebih dari satu atau tidak. Karena mengingat ketika di dalam game, mereka hanya bisa dipanggil sekali saja setiap rentang waktu cooldown, dengan cooldown 10 menit, dan batas munculnya yang hanya sekitar 35 menit. Dengan kata lain di dalam game, kita hanya bisa memanggil mereka paling banyak tiga ekor untuk bertarung bersama. Tapi karena di dunia ini cooldown dan batas waktu muncul tidak berlaku, apakah aku bisa memanggil mereka sebanyak yang aku mau?’ Pikir Slatanis.


‘Apakah aku bisa memanggil diri kalian yang lain?’ Tanya Slatanis.


‘Tidak untuk high tier creature. Karena kami memiliki identitas tersendiri,’ ucap Lilith. ‘Diri kita hanya satu saja, kecuali kamu memiliki cara untuk menciptakan kita lagi dengan Mana sedikit ini di dunia ini.’


‘Oke, aku paham,’ balas Slatanis.


“Nona Slatanis? Kenapa anda diam saja?” Tanya Undeil sementara Slatanis untuk sementara waktu hanya terdiam dan tampak sedang berpikir dalam.


"Nona, jika boleh saya lancang. Maukah anda bergabung? Saya yakin kami akan bisa membantu anda di banyak hal. Karena saya yakin, sebagai pagan, kita tidak bisa hidup sendirian," ucap Dorian mulai meyakinkan.


“Baiklah, namun aku akan memberikan kalian syarat …,” ucap Slatanis terjeda, kemudian mulai berjalan mondar mandir sambil terus tampak berpikir dalam.


"Syarat?" ucap Dorian bertanya-tanya.


“Benar ... Syaratnya adalah, kalian harus tunduk kepadaku. [Dimensional Lock], [Mirror Dimension],” ucap Slatanis, dan daerah di sekitar teras pun terkunci, terkloning dan terpisah ke dalam dimensi cermin.


“A-apa ini? Apa yang sedang terjadi?” Tanya Dorian yang terkejut sesaat seluruh area di sekitarnya tertutupi oleh suatu energi yang transparan. Tak sampai disitu, seketika, suara musik dan suara alam pun ikut menghilang dan menjadi senyap begitu saja.


“Kita berada di dimensi cermin, dan sebelum itu aku juga sudah mengunci area ini dengan dimensional lock, sehingga dari luar, tidak ada yang bisa menyadari ada apa disini," ucap Slatanis dan berhenti berjalan.


“Luar biasa, bagaimana anda bisa sekuat ini?” Tanya Undeil yang sama terkejutnya.


“Beritahu kami, apa syaratnya!” ucap Dorian tampak tidak sabaran.


“Sebelum itu, karena kalian sudah menyaksikan kekuatanku, maka aku tidak mau cerita ini keluar begitu saja,” ucap Slatanis, kemudian mengarahkan tangannya ke depan. “[Summon : Medium Tier Evil Creature].”


Sebuah makhluk bertanduk yang tampak seperti manusia dengan tinggi tiga meter, serta memiliki ekor dan sayap pun muncul. Makhluk itu tampak telanjang, namun hampir seluruh tubuh makhluk ini ditutupi oleh aura gelap yang menyerupai kepulan asap, dan itu adalah Shadow Daemon.

__ADS_1



Bersamaan dengan dipanggilnya makhluk tersebut, Slatanis juga dapat merasakan dengan jelas bahwa di dalam pikirannya seakan tumbuh garis saraf baru yang berfungsi untuk akses transmisi komunikasi telepati jarak jauh yang terintegrasi. Namun karena sudah tahu dengan jelas apa fungsi dari saraf tersebut, ia pun menghiraukan hal tersebut dan melanjutkan untuk memanggil makhluk kedua.


“[Summon : Medium Tier Evil Creature],” sekali lagi Slatanis merapalkan Spell-nya.


Sebuah makhluk berwarna merah gelap yang tampak seperti manusia dengan tinggi rata-rata, serta memiliki sayap dan ekor, memiliki tanduk memanjang ke atas dan berkuping seperti elf pun muncul. Ia tampak mengenakan jubah penyihir yang warnanya sama merahnya serta ditutupi oleh kepulan asap gelap kemerahan, dan Itu adalah Shade.



Undeil yang melihat itu pun ketakutan bukan main sampai-sampai duduk terjengkang. Sementara Dorian langsung berlutut sambil mendongak melihat kedua makhluk mengerikan itu sampai-sampai matanya terbelalak lebar.


“Mi-mi-mimpi buruk! Apakah aku sedang bermimpi buruk?!” ucap Undeil penuh dengan rasa mencekam.


“Te-tenanglah Tuan Undeil!” Ucap Dorian berusaha menenangkan Undeil, namun dirinya sendiri sama ketakutannya.


“Shade, Masuklah ke bayangan Dorian,” ucap Slatanis, dan Shade pun masuk ke dalam bayangan Dorian.


“A-a-a-apa yang anda lakukan!!!???” Dorian Tersentak dan berusaha merangkak, namun Shade sudah terlanjur masuk ke bayangannya.


Undeil pun tampak berdiri dan berusaha untuk kabur, namun energi transparan yang menutupi area mereka sama sekali tidak bisa dibuka.


“Tolong! Siapapun!” Teriak Undeil sambil mengetuk-ketuk lapisan dimensi cermin, namun suaranya tidak bisa di dengar dari luar, begitu pun pemandangan dari luar yang tampak tidak ada apa-apa disana.


“Shadow Daemon, Masuklah ke dalam bayangan Undeil,” ucap Slatanis, dan Shadow Daemon pun langsung masuk ke dalam bayangan Undeil yang sedang merangkak itu.


“Tenanglah, mereka tidak akan membunuh kalian. Bahkan sebaliknya, mereka akan melindungi kalian,” ucap Slatanis sekali lagi berusaha menenangkan keduanya.


“Sebenarnya Syarat apa yang ingin anda berikan ke kami?” Tanya Dorian yang sudah mulai tenang, namun tetap terduduk.


“Pertama, pastikan bahwa Brandon tidak melakukan hal seperti itu lagi ke keluarga duke Bellwyne. Kedua, ajak seluruh gerakan kalian untuk menjadi bawahan dan kaki tanganku. Nanti aku akan mengirimkan letaknya ke dua makhluk itu. Ketiga, jadilah kaki tanganku di dunia ini,” jelas Slatanis.


“Dunia ini?” Tanya Dorian.


“Keempat, jangan coba-coba untuk mengkhianatiku,” ucap Slatanis, dan langsung menonaktifkan spell [dimensional lock] dan [mirror dimension]-nya sambil berjalan masuk ke arah Istana. “Baru setelah itu, aku akan mencoba membantu kalian. Dan juga, selamat karena aku sudah menjadi bagian dari kalian.”


"Ba-baik, Nona Slatanis," ucap Dorian.


‘Aku tidak mengira bahwa aku bisa menghubungi dua makhluk itu dari jarak jauh, karena tingkat mereka yang rendah tidak seperti Lilith ataupun Raphaela. Ternyata ini sungguh sangat memudahkanku,’ pikir Slatanis.


Dan Slatanis pun terus berjalan meninggalkan mereka berdua yang tampak masih sangat ketakutan.

__ADS_1


******************


Bersambung ....


__ADS_2