Three In One Transmigration

Three In One Transmigration
#21 - Sebelum Perhelatan


__ADS_3

Seminggu sebelum acara syukuran dihelat, Sasha secara diam-diam menuliskan surat dan dikirim ke Tuannya, dan satu hari kemudian, surat itu pun sampai.


Sementara itu di kediaman Ringwyne.


“Wanita Itu adalah salah satu dari kita,” ucap Brandon sambil membaca surat kecil yang dikirim oleh Sasha. “Dan seminggu lagi duke Willem akan mengadakan Syukuran.”


“Hanya Itu saja?” Tanya Undeil.


“Benar,” Ucap Brandon mengangguk.


“Seperti Yang kuduga,” Undeil mengangguk sambil mengusap dagunya. “Kamu Sempat bilang bahwa dia memiliki rambut berwarna merah, apakah dia memiliki tanduk?”


“Tidak … Seingatku, dia tidak memilikinya, memangnya ada apa?” Tanya Brandon Membalik badannya menatap Undeil yang tampak sedang berpikir dalam.


“Di Alundris, Pihak kuil sempat menyebar sketsa seorang wanita berambut merah dan bertanduk, namun satu hari kemudian, mereka menariknya kembali seakan telah terjadi sesuatu,” Dorian menjelaskan sebagai gantinya.


“Sungguh Mencurigakan bukan?” Tanya Undeil.


“Entahlah, Tapi dengan ini, jika benar dia adalah seorang pagan seperti kalian, aku pikir ini akan sangat menguntungkan kalian jika aku bisa mengontrol wanita itu,” ucap Brandon mulai tersenyum lebar.


“Benar. Namun pertanyaannya adalah, apakah kamu yakin bisa mengontrol wanita itu dengan alat magis mu itu?” Tanya Undeil Menatap serius seakan mengetes keyakinan Brandon akan rencananya, kemudian melirik ke arah sebuah gelas kaca.


“Kita lihat saja nanti,” ucap Brandon dengan wajah yang berubah dari percaya diri menjadi datar. “di acara syukuran nanti, yang dimana aku yakin dia akan hadir juga. Aku akan mendekatinya dan memberikan dia wine dengan gelas ini,” lanjutnya sambil mengangkat gelas wine tersebut.


“Baiklah,” ucap Undeil setuju. “Tapi sebelum kamu melakukan cara keras, aku akan mencoba merekrutnya terlebih dulu.”


“Iya, lakukanlah sesukamu,” ucap Brandon kembali tersenyum lebar sambil menatap gelas wine yang ada di tangannya.


‘Ini adalah gelas segel kutukan yang aku peroleh dari sebuah reruntuhan, yang dimana gelas ini bisa membuat penyihir manapun menjadi budakku jika dia minum dari gelas ini, hehehe,’ Pikirnya.


****************



(King Cael Waldengrace III)



(Queen Katherine Waldenfrey )

__ADS_1



(Prince and the rightful heir to the throne, Prince Tristan Waldengrace)



(Princess Diana waldengrace)


Di Ruang tahta di dalam istana Kerajaan. Di ibukota kerajaan Houlus di Mareen. Saat ini Cael III, sang Raja saat ini sedang duduk di atas tahtanya sementara seorang utusan baru saja datang dari kediaman Bellwyne sambil membawa pesan.


Bersamaan dengannya, terdapat pula sang Ratu yang duduk di atas tahta di sebelah Cael, dan seorang Pangeran dan Putri berada di bawah berdiri bersama dengan empat perwakilan dari empat duke, dan seorang tangan kanan Raja.


“Salam kepada paduka Raja,” ucap sang pembawa pesan sambil merendahkan bahunya. “Saya ingin menyampaikan pesan dari duke Willem Bellwyne, berikut adalah pesannya.”


Sang pembawa pesan pun mulai menyampaikan pesannya yang berisi, bahwa Raja telah diundang oleh duke untuk datang ke acara Syukurannya perihal kesembuhannya yang bertepatan pada hari senin, 7 hari yang akan datang sejak pesan ini sampai.


“Sayang?” Tanya sang Ratu, Katherine Waldenfrey dari keluarga Duke Waldenfrey menatap bingung Cael.


“Dia telah sembuh … si sialan itu telah sembuh, ahahaha,” tawa Cael dengan gembiranya. “Ia bahkan mengundangku seminggu sebelum perhelatan dimulai! Ahahahah.”


Seluruh yang ada di ruangan pun terdiam canggung, namun juga ikut tersenyum. Sementara itu, sang pangeran dan putri raja sedang berbincang dan berbisik di antara para bangsawan yang berdiri.


“Hmph, aku itu seorang yang pemilih,” ucap sang Pangeran, Tristan Waldengrace.


“Pemilih?” Tanya Diana.


“Benar, aku adalah tipe pria yang pilih-pilih,” jawab Tristan dengan santainya.


“Semoga kamu bisa membedakan mana yang pemilih dan mana yang pemain,” ucap Diana agak menekankan, dan Tristan hanya membalasnya dengan tersenyum miring.


“Cepat siapkan perjalanan!” Ucap Cael tiba-tiba sambil berdiri. “Kalian, ikutlah! hahaha, aku akan bertemu dengan si sialan itu dalam keadaan sembuh,” lanjutnya sambil menunjuk Diana dan Tristan.


“Dan juga tuan Edgar dari baron Isemberd, sebagai duta dari duke bellwyne, ikutlah bersama dengan kami.” tambah Cael sebelum ia beranjak dari singgasananya. “Kamu bersiaplah, wahai ratuku yang cantik,” lanjutnya menoleh ke arah Katherine yang masih duduk di atas tahtanya sambil menggodanya.


“Hmm, baik rajaku,” ucap Katherine tersenyum manis, sementara Edgar menunduk dengan patuh.


Cael pun turun dari panggung tahta nya, kemudian menghampiri Edgar.


“Saya telah mendengar bahwa putra anda, Rodrik telah keluar dari templar,” ucap Cael sambil mulai merangkul Edgar.

__ADS_1


“Benar sekali paduka,” jawab Edgar membiarkan Cael merangkulnya.


“Ajaklah dia untuk masuk ke anggota elit, aku dengar dia memiliki kekebalan terhadap sihir, yang mana itulah yang menjadi alasan kenapa dia bisa berada di dalam ordo templar satu tahun belakangan ini,” ucap Cael dan terus berjalan meninggalkan ruang tahta bersama yang lain.


***************



(Rodrik Isemberd)


Di kota para bangsawan di Joundr, di kediaman baron Isemberd. Saat ini Rodrik sedang mengelap pedangnya sambil duduk di dalam ruang penyimpanan senjata dan zirah.


“Setelah Fretlen menggantikanku, pihak kuil langsung benar-benar meragukan keimanan ku,” ucap Rodrik sambil mengelap pedangnya. “Hahh~ wanita itu, syukurlah dia berhasil melarikan diri— ah tidak tidak, kenapa aku jadi terus memikirkannya?”


‘Aku melihat wajahnya yang ketakutan saat itu di dalam kurungan Rey, ia benar-benar tidak terlihat berbahaya dan malah terlihat tidak berdaya. Namun hanya karena asalnya yang berasal dari sihir pemanggilan Pagan, ia jadi diperlakukan sekejam itu oleh pihak Kuil,’ pikirnya sambil mengingat-ingat kejadian itu.


Ketika di kuil agung, Rodrik membujuk Hezekiah untuk memberikan Slatanis kebebasan karena dia telah menjadi korban penculikan. Ia juga meyakinkan bahwa kekuatan Slatanis bukanlah sebuah ancaman, melainkan kekuatannya bisa dimanfaatkan oleh pihak kuil jika Hezekiah bisa meyakinkannya.


Karena saran itu, Hezekiah pun memerintahkan beberapa penyihir untuk memberikannya penawar racun lalu mengintrogasinya secara bertahap tanpa memberikan ancaman sedikitpun.


‘Aku adalah seorang kesatria dengan kode kekesatriaan yang melekat pada diriku, oleh karenanya aku melakukan itu. Semoga saja aku melakukan hal yang benar, dan semoga saja dia benar-benar tidak berbahaya,’ pikir Rodrik.


Tok tok tok!


Suara ketukan pintu pun terdengar.


“Masuklah,” ucap Rodrik yang masih membersihkan peralatan kesatrianya.


“Tuan Rodrik, anda baru saja mendapatkan undangan dari teman kecil anda, Tuan muda Roland,” ucap sang butler sambil memberikan sepucuk surat kepada Rodrik.


“Baik, terima kasih,” ucap Roland sambil menerima surat tersebut.


Ia pun membuka dan memulai membaca surat tersebut, kemudian tersenyum.


“Hahh~ syukurlah Tuan Willem akhirnya sembuh juga,” Gumam Rodrik sambil menutup surat itu kembali. Surat yang berisi undangan Syukuran yang akan digelar 7 hari yang akan datang.


*************


Bersambung ….

__ADS_1


__ADS_2