Three In One Transmigration

Three In One Transmigration
#31 - Acara Syukuran VI


__ADS_3

Setelah menyaksikan Brandon bersujud di depannya dengan penuh ketundukkan, Slatanis pun memintanya untuk berdiri.


"Ini Adalah perintah pertamaku padamu, dengarkanlah," ucap Slatanis. "Mulai Sekarang, kamu akan menginformasikan segalanya tentang dunia aristokrasi kepadaku setiap waktu, mau apapun itu. Kamu adalah mata-mataku di dunia aristokrat, mengerti?"


"Mengerti, Wahai Dewi," Ucap Brandon langsung berlutut.


"Ehmmm, Berdirilah," ucap Slatanis, dan Brandon pun berdiri dengan sopannya. "Kuharap Kamu sudah tahu siapa Sasha bagimu sekarang."


"Tentu Wahai Dewi," Ucap Brandon menunduk patuh.


'Sihir suci otak sangat berbahaya sekali,' pikir Slatanis.


"Dan Juga, karena kamu sudah banyak mengetahui tentang diriku sekaligus untuk perantara juga nantinya, mau tidak mau kamu harus terus mengikutiku … apakah kamu mengerti?” Ucap Slatanis menatap Sasha.


“Tentu nona,” ucap Sasha.


‘Jika aku melihat Sasha sekarang, ia tampak begitu polos dan terkesan tidak akan berkhianat,’ Pikir Slatanis, kemudian menoleh ke arah Brandon. ‘Dia juga … aku tidak ingin ada faktor x yang melepas segel budaknya, dan ujung-ujungnya malah berkhianat tanpa aku ketahui. Jadi untuk jaga-jaga ….’


“[Summon Medium Tier Evil Creature]!” Ucap Slatanis dan Shadow Daemon pun keluar. Lalu tak berselang sepersekian detik, Shade juga keluar terpanggil.


“A-a-apa yang anda—” Sasha tampak terkejut, namun tampak kagum secara bersamaan. "Apa yang telah anda panggil?"


Tampak Sasha yang sudah terbiasa melayani Slatanis dan juga sudah sangat percaya dengannya karena ia menganggap Slatanis memiki kesamaan dengannya, ia tampak tidak takut dengan kedua makhluk itu yang mungkin saja bisa melukai atau bahkan membunuhnya. Berebeda dengan reaksi Undeil dan Dorian yang nyatanya belum mengenal Slatanis secara langsung.


"Dia Adalah shadow daemon," tunjuk Slatanis. "Dan Ini adalah shade, seorang devil."


"Apakah Ada daemon yang seperti ini? Jika Ada, daemon macam apa yang tampak seperti ini? Saya Sama sekali tidak pernah menyaksikan, atau bahkan mendengar bahwa ada Daemon selain dari kepala botak, kulit abu-abu dan gigi runcing." Tanya Sasha menatap sang Shadow.


'Di dunia ini, sepertinya hanya ada daemon kelas rendah atau kelas dasar,' pikir Slatanis.


“Tidak tahu bukan berarti tidak ada,” ucap Slatanis. “Dan yang terpenting sekarang adalah aku akan memberikan mereka ke kalian untuk menjaga kalian.”


‘Untuk membunuh kalian jika kalian berkhianat,’ pikir Slatanis sementara itu.


Keduanya, Sasha dan Brandon pun hanya lihat satu sama lain.


“Sekarang, Shade masuklah ke bayangan Sasha dan Shadow masuklah ke bayangan brandon,” ucap Slatanis dan keduanya pun langsung masuk ke dalam bayangan mereka.

__ADS_1


“No-Nona … apa yang—” ucap Sasha terhenti.


“Mereka akan melindungi kalian,” ucap Slatanis memotong. “Berikan mereka makan daging, jangan lupa, setidaknya tiga hari sekali.”


“Ba-baik Nona,” ucap Sasha.


“Tentu, wahai Dewi,” ucap Brandon dengan tunduk.


“Sekarang, kalian keluarlah,” ucap Slatanis, dan mereka berdua pun langsung keluar tanpa pikir panjang.


“Untuk saat ini, hanya medium tier evil creature ke bawah saja yang bisa saling berkomunikasi melalui telepati ... Yaps, untuk saat ini setidaknya," ucap Slatanis.


‘Nyonya, bagaimana jika kamu memanggil yang lain untuk menjadi perantaramu? Karena aku pikir itu akan sangat berisik jika mendengarkan laporan mereka secara langsung," saran Lilith dari dalam inventory.


“Ide bagus Lilith,” ucap Slatanis kemudian berdiri dan mulai mengarahkan tangannya ke depan. Lalu, ia pun kembali memanggil makhluk Shade dan Shadow Darmon lain untuk bersembunyi di balik bayangannya.


Sesaat Shade terpanggil Slatanis pun langsung berkata kepadanya. “Kalian akan menjadi perantara antara aku dan saudara-saudaramu, apakah kalian mengerti?"


“Mengerti, Nyonyaku,” ucap Shade dan Shadow hampir bersamaan.


“Untuk sekarang, hubungi para Shade dan Shadow untuk menjaga sekaligus mengawasi ke-empat kaki tangan ku itu. Dan juga, minta mereka yang sedang bersama dengan Dorian dan Undeil untuk memperingati mereka agar tidak mencoba hal-hal bodoh, mengerti?” Perintah Slatanis.


………


Sementara itu di wisma tamu di dalam komplek Istana Bellwyne.


“Euughhh, kenapa masih ada bayangannya!?” Keluh Undeil berusaha menerangi seluruh bagian tubuhnya dengan sihir cahaya dan beberapa penerangan lainnya, seperti sinar matahari yang ia biarkan masuk melalui jendela dan beberapa lilin yang ia nyalakan di dekatnya. Sementara bayangan di bawah kakinya tidak bisa hilang seakan itu sudah bagian dari tubuhnya.


“Menyerahlah Tuan, kita tidak akan bisa melakukan apapun lagi. Untuk sekarang kita ikuti saja kemauannya. Lagipula, dia sudah berada di pihak kita bukan?” Ucap Dorian berusaha menenangkan Undeil yang sedang kesal.


“Tsk,” gumam Undeil yang akhirnya menyerah dan pasrah. Ia pun kemudian berjalan ke arah sofa, namun belum sempat ia menaruh bokongnya, tiba-tiba terdengar di dalam kepala nya sebuah suara yang berat dan mistis.


“Nyonya Kami meminta kalian untuk jangan bertindak bodoh, jika kalian tidak mau tubuh kalian kami makan dari dalam. Mengerti? Dan jangan pernah untuk berpikir untuk mencoba menghapus bayanganmu, karena di setiap lipatan tubuhmu akan selalu menghasilkan bayangan. Bersyukurlah kami hanya muncul di bawah kaki kalian, bukan dari telinga kalian,” ucap Shadow Daemon yang bersemayam di dalam bayangan Undeil.


Undeil pun hanya bisa terdiam sementara matanya terbelalak. Ia kemudian secara perlahan menoleh ke arah Dorian, dan melihat Dorian juga tampaknya mengalami hal yang sama sepertinya. Dorian tampak terdiam sambil menutup wajahnya dengan tangannya yang terus gemetar.


Dorian juga mendengar perkataan yang sama, hanya saja suaranya terdengar tinggi, mistis, serak dan misterius. Lebih mengganggu dan menyeramkan daripada suara Shadow Daemon yang berat.

__ADS_1


***************


Acara syukuran pun telah selesai, dan para tamu pun kembali ke wisma tamu mereka masing-masing, dan sebagian pergi kembali ke penginapan-penginapan yang telah mereka sewa di Bellhive. Sementara itu, Slatanis saat ini sedang menikmati air hangat di dalam bathtub nya di dalam kamar, setelah bertemu dengan Willem di dalam ruang kerjanya dan menerima dokumen tanah dan peta lokasi lahan.


“Huhhh, apakah kalian se-begitu nyamannya berada di dalam Inventory?” Tanya Slatanis sambil bersandar dengan kepala menoleh ke luar jendela.


“Iya Nyaman, entah kenapa. Ini seperti kita sedang berbaring di bawah pohon dengan angin yang sejuk sambil tidak melakukan apa-apa, meskipun di sekelilingku gelap gulita,” ucap Lilith.


“Apakah kamu juga seperti itu, Raphaela?” Tanya Slatanis kembali.


“Iya, kurang lebih,” balas Raphaela.


‘Aku ingin sekali memberitahukan mereka tentang dua tubuhku yang lain, aku takut mereka akan merasa terkejut dan akhirnya malah mengkhianatiku karena aku bukanlah Slatanis secara utuh apabila nanti aku sudah bisa menggonta-ganti karakter di dunia ini. Lagipula, apakah itu masuk ke akal mereka jika aku berkata bahwa aku memiliki tubuh lain?’ Pikir Slatanis bertanya-tanya.


“Hei, apakah masuk akal jika aku mengatakan bahwa aku memiliki dua tubuh lain?” Tanya Slatanis. “Aku mengingat bahwa tujuan kita sekarang adalah ingin membuka seluruh pori-pori Mana yang ada di dunia ini agar kita bisa lagi mengaktifkan sistem dari Farland. Aku hanya ingin memastikan saja, bagaimana? apakah itu masuk akal bagi kalian?”


“Tentu, semua Hero memiliki tiga tubuh di Farland. Kami tahu itu,” ucap Lilith.


‘Eh?’ Pikir Slatanis terkejut. 'Apakah mereka sadar akan hal tersebut?'


“Benar,” ucap Raphaela membenarkan. “Lagipula salah satu alasan kenapa kalian terpilih oleh Dewi Prithvi sebagai Hero adalah karena kalian memiliki jiwa yang padat dan fleksibel, sehingga kalian bisa bangkit kembali dan bisa menggunakan lebih dari satu tubuh.”


‘Sebentar … logika mereka memang benar sih sama seperti yang ada di lore pada woc, tapi entah kenapa … itu terdengar sangat nyata … mereka seakan-akan memang tinggal di dunia yang benar-benar ada. Apalagi tentang bagaimana para player bisa menggunakan lebih dari satu tubuh … sumpah, aku tidak pernah mendengar ataupun membaca lore seperti itu ada di dalam woc,’ pikir Slatanis mengerutkan keningnya.


“Haha, ya … aku hanya ingin memastikan saja, bahwa nanti ketika kita sudah bisa menggunakan fitur dari Farland, aku ingin kalian tidak terkejut ketika aku berada di dalam tubuh lain,” ucap Slatanis tertawa canggung.


“Tenang saja Baginda, ketika kita sudah bisa mengakses fitur Farland, nanti kita tidak hanya bisa merasakan Mana dari dalam tubuh seseorang, tetapi juga Jiwa mereka,” ucap Raphaela.


‘Jiwa? Apakah itu equivalent dari stats? Ya … mereka juga menyebutnya sebagai stats sih, tapi jiwa? Apakah itu yang dimaksud sebagai nickname dan nomor id? Atau email akunnya juga termasuk?’ Pikir Slatanis semakin bertanya-tanya.


“Dari jiwa sendiri, kita bisa mengetahui identitas seseorang, jadi anda tidak perlu khawatir, wahai Baginda,” jelas Raphaela.


‘Oh benar, jadi nickname dan nomor id,’ pikir Slatanis.


Ketika di dalam game, setiap karakter memiliki nickname, nama dan nomor id. Untuk Slatanis sendiri memiliki Nickname atau ID name; 666slatanis, dengan Nama; Slatanis, dan Nomor ID; 7099####. Sedangkan untuk email akun, itu adalah tanda identitas yang menyatukan ketiga karakter, jadi tiga karakter akan memiliki email akun yang sama, selain itu player juga bisa memilih untuk menampilkannya atau tidak ke publik. Dan untuk Nama sendiri, itulah yang akan muncul di atas kepala karakter, bukan ID name nya. Kecuali spectator ingin melihat informasi yang lebih detail, maka mereka hanya butuh untuk mengklik karakternya saja, maka ID name dan No ID akan muncul bersamaan dengan Email Akun (jika diperlihatkan).


*****************

__ADS_1


Bersambung ….


__ADS_2