
Kaisar mengajak Zhang Xin ke gudang harta kerajaan bertujuan untuk memberikan hadiah pada Zhang Xin atas kemenangannya dalam pertandingan antar keluarga. Sesampainya di gudang harta kerajaan, kaisar mengatakan Zhang Xin dapat memilih semua harta yang dia inginkan.
Saat Zhang Xin sedang melihat-lihat dan memilah-milah harta sihir, Zhang Xin Yu merasakan perasaan yang sangat familiar berada di lantai kedua yang menarik dirinya untuk masuk ke sana, Zhang Xin bertanya pada kaisar apakah ia boleh memilih harta di lantai 2 tanpa berpikir panjang sang kaisar menyetujui permintaan itu.
Dari dulu lantai ke dua berisi alat sihir dan benda-benda yang tidak dapat digunakan kembali, di lantai 2 Zhang Xin melihat ditengah ruangan tertancap dua buah benda yang satu berbentuk pedang patah dengan 3 elemen darah, api dan angin lalu tongkat dengan ujungnya berbentuk trisula yang bagian tengahnya telah hilang berelemen air dan tanah.
"Ini apakah aku bermimpi" tanya Zhang Xin tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Kaisar bingung dengan yang dilihat dan dikatakan Zhang Xin karena menurut kaisar itu hanya sebuah pedang dan trisula yang rusak. Tapi tidak dengan Zhang Xin, ia menghampiri trisula dan pedang itu namun, serangan formasi yang melindungi kedua alat sihir itu sangat kuat hingga membuatnya terpental.
Zhang Xin berusaha menghancurkan formasi pelindung dari 2 alat sihir itu sangat kuat dan merepotkan, hingga Zhang Xin dibantu oleh kaisar untuk menghancurkan formasi itu. Dengan kekuatan mereka yang disatukan, mereka berhasil menghancurkan formasi tersebut.
Lalu Zhang Xin meminta kedua alat sihir itu, kaisar ragu dengan pilihan Zhang Xin dikarenakan ke 2 alat sihir itu telah menewaskan beberapa kultivator sihir ditingkat master sihir yang mencoba untuk memilikinya. Namun karena tekat yang dimiliki Zhang Xin mau tidak mau kaisar pun mengiyakan dan menyuruh Zhang Xin untuk mencoba menguasai kedua senjata sihir itu.
Saat Zhang Xin mencoba untuk mendekat dan mengambil 2 alat sihir itu terasa tekanan yang begitu besar menekan dan menyerap energi sihir Zhang Xin, tapi Zhang Xin tidak menyerah ia mengeluarkan sihir bawaannya untuk menahan tekanan juga penyerapan energi sihirnya, seketika itu juga tekanan yang diberikan oleh 2 alat sihir itu perlahan-lahan menghilang.
Lantas Zhang Xin mengambil ke 2 alat sihir tersebut dengan kedua tangannya dan langsung ia simpan dalam cincin penyimpanan, lalu sang kaisar memberikan selamat dan berterima kasih karena dapat mengendalikan kedua alat sihir itu, sehingga kaisar dapat mengakses dengan bebas semua alat sihir yang ada di gudang harta kerajaan dari lantai pertama hingga ketiga.
Kemudian Zhang Xin pamit pulang kepada kaisar karena ia sudah terlalu lama berada di kerajaan membuat banyak orang yang iri padanya sebab diperlukan spesial oleh kaisar, kaisar mengerti dan mengizinkan Zhang Xin pergi dari kerajaan, Zhang Xin keluar dengan senang sambil mengenakan jubahnya untuk menyamar ia pun bergumam.
__ADS_1
"Kak, ayah tidak lama lagi kita akan berkumpul kembali tunggu aku, setelah mendapatkan semua yang aku butuhkan untuk mencapai setingkat dengan kalian" ucapnya dengan senyuman.
Sesampainya dirumah Zhang Xin bergegas menuju gua yang ia temukan saat menjelajah di gunung Zhang, didalam sembari berkultifasi ia menyatukan 2 alat sihir ke payungnya dan elemen yang berada di senjata itu ia transfer ke sihir bawaannya menggunakan sihir khususnya Benang pelahap yang akan menyerap apapun sesuai dengan keinginan si pengguna.
"Aku masih tidak percaya bahwa leluhur kerajaan ini dapat membuat alat sihir dengan 3 elemen sejati milikku, tapi anehnya darimana mereka mendapatkan 3 elemen sejatiku, apa mereka ikut peperangan saat itu atau mereka menemukan reruntuhan yang menyimpan elemen sejati ku" kata Zhang Xin bertanya-tanya.
Tapi Zhang Xin tidak serius memikirkannya yang terpenting ia harus berfokus untuk mengembalikan seluruh elemen sihir bawaannya, tidak butuh waktu lama Zhang Xin sudah dapat memulihkan elemennya dengan inti sejati dari tiap-tiap elemen. Sekarang Zhang Xin sudah bisa menggunakan 6 elemen tanpa melakukan metode sihir untuk menggunakan elemen lebih dari 2.
"Akhirnya berhasil juga kurang 6 elemen lagi tapi bagaimana aku menemukan ke 7 elemen ku yang tersisa pengecualian untuk 1 elemen" kata Zhang Xin bingung.
"Tapi aku harus tetap merahasiakan elemen baru ini jika tidak aku akan diincar untuk dibunuh" ucapnya
Dialam bawah sadar Zhang Xin berlatih teknik demi teknik, sekarang ia mempelajari 3 teknik sihir yang sangat kuat di tingkat kultifasinya sekarang. Teknik sabit emas berelemen cahaya, teknik alam darah elemen darah dan teknik gelembung penjerat elemen air dan angin.
Di alam lain disebuah istana yang megah dengan ornamen yang sangat memanjakan mata, ditambah dengan ukiran Yin Yang disetiap pilarnya juga patung-patung emas yang menambah kesan kemegahan.
"Akhirnya kamu kembali apakah disana kamu kesulitan" ucap seorang pria sambil menatap cermin yang menampilkan sesuatu.
2 tahun kemudian
__ADS_1
"Sudah lama sekali setelah pertama kali aku disini" ucap seorang pria sambil meregangkan otot-ototnya.
"Aku akan pulang aku rindu dengan adikku"
Ditempat keluarga Zhang, krisis besar menimpa mereka semua hasil panen menurun, saingan dagang semakin banyak juga ditambah tekanan dari keluarga lain membuat beberapa toko milik keluarga Zhang harus ditutup secara paksa.
"Ayah aku pulang" ucap seorang gadis muda.
Sang Ayah tersebut tersenyum melihat anak gadisnya yang pulang, ia menanyakan apa yang ia lakukan selama 1 tahun ini. Gadis itu bercerita tentang petualangannya selama 1 tahun penuh.
Tidak berselang lama seseorang datang yang memotong cerita si gadis 'kakak' panggilnya. Zhang Fei berlari lalu memeluk erat kakaknya 'apa kabarmu baik' tanya Zhang Xin. Mereka bercerita semua kejadian yang dialami keluarga Zhang akhir-akhir ini.
Zhang Xin mendengar kemerosotan ekonomi keluarganya lantas ingin membantu dengan menjual beberapa alat sihir dan pil yang telah ia buat saat disela-sela kultifasinya. Pada awalnya Zhang Dan menolak bantuan Zhang Xin tapi karena desakan Zhang Xin, Zhang Dan pun menyetujui dengan catatan, Zhang Xin tidak boleh menyerahkan semua hasil penjualan kepada keluarga tapi hasil penjualan harus dibagi rata mendengar itu Zhang Xin menyetujui.
Dilain tempat keluarga Yan, Yan Tian tidak terima dengan kekalahan anaknya waktu itu walaupun ia berhasil menurunkan ekonomi keluarga Zhang, tapi dia tidak kunjung puas selagi keluarga Zhang masih ada di benua ini juga Yan Tian ingin membunuh Zhang Xin dengan tangannya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG...
__ADS_1