TO THE TITLE OF GOD

TO THE TITLE OF GOD
E51 informasi dan pembuatan


__ADS_3

...


Sementara itu Zhang Xin yang kini tengah berjalan-jalan di sebuah pasar. Ia melihat berbagai barang dijual di sana, sampai ia menemukan sebuah papan pengumuman yang sedang dikerubungi oleh masyarakat. Terdengar bahwa pelelangan terbesar di bumi tahap pertama akan diadakan dalam waktu dekat, hal itu membuat Zhang Xin tertarik apakah ada barang yang cukup berharga di planet bumi ini.


"Aku dengar terdapat 3 barang utama dan langka bahkan hampir mencapai barang berlevel mitos yang akan dilelangkan."


"Barang langka yang hampir selevel dengan tingkat mitos! Bukankah itu hanya bisa dilelang di gedung pelelangan utama bumi?."


"Aku juga terkejut barang seperti bisa didapatkan oleh pelelangan kota kita."


Percakapan dari orang-orang itu membuat Zhang Xin tertarik dengan barang seperti apa yang dimaksud. Ia pun meneruskan perjalanan hingga sampailah dia di sebuah tempat makan. Zhang Xin memutuskan untuk makan terlebih dahulu sembari mengambil informasi. Ditemani sebuah lagu Zhang Xin melangkahkan kakinya menuju meja dimana ia akan makan, tidak lama pelayan datang ke mejanya.


"Apa yang anda pesan tuan."


"Aku ingin sebotol arak juga beberapa makanan dengan tambahan informasi mengenai barang lelang di kota ini."


"Tapi tuan kami tidak tahu-menahu mengenai benda dan barang apa yang ada di pelelangan itu."


"Sepertinya kamu memliki informasi yang cukup."


Zhang Xin yang tahu jika pelayan ini hanya berbohong ia pun mengeluarkan dua keping emas, ia meletakkannya diatas meja. Pelayan yang melihat itu sangat tergiur apalagi kepingan emas sangat berharga, sebab dengan itu dirinya dapat hidup 1 tahun hanya dengan sebuah keping emas.


"Ah, t-tuan aku dengar ada 3 barang yang akan di lelang, salah satunya adalah giok rajutan raja." Kata sang pelayan disertai tangan yang mengambil dua keping koin emas secara perlahan. "Akhirnya aku bisa makan dengan istriku selama dua tahun" monolognya dalam hati.


"Giok rajutan raja! benda apa itu?."

__ADS_1


"Menurut informasi yang saya dapatkan. Giok rajutan raja adalah benda yang dulunya meteorit jatuh, tepat ketika anak dari raja yang terkenal di antara 3 alam telah lahir. Sang raja menemukan meteorit itu tepat dibelakang halaman istananya, kemudian raja itu mengukir batu meteorit dengan tangannya sendiri untuk diberikan kepada anaknya. Batu meteorit itu memiliki kekuatan yang luar biasa, walaupun kini telah menjadi sebuah giok. Namun kekuatan yang dimiliki tidak berubah sama sekali, malah jauh lebih kuat dari pada yang pertama kali ditemukan sang raja. Bahkan sampai terdapat mitos bahwa sang raja mengorbankan jiwanya untuk menempa batu meteorit untuk menjadi giok rajutan raja."


"Saya juga menginginkan harta yang seperti itu karena giok itu dapat memberikan kekuatan yang tidak tertandingi di ketiga alam walaupun saya harus mengorbankan semua yang saya punya" Lanjut si pelayan.


Zhang Xin yang telah mendengar kisah dari sang pelayan-pun tertarik seperti apa batu giok rajutan raja yang telah dimaksud oleh si pelayan. Yang membuat serang pelayan saja menginginkan giok itu, walaupun harus memberikan semua harta yang ia miliki. Zhang Xin bangkit kemudian pergi tanpa meminum arak dan beberapa makanan yang ia pesan sebelumnya.


...


Di perjalanan menuju tempat yang ia sepakati yakni laut timur. Zhang Xin melewati banyak hutan dan pemukiman yang sangat maju akan teknologi. Mereka hidup berdampingan dengan kultivator walaupun masih ada perselisihan kecil diantara mereka. Perjalanan Zhang Xin terlihat sangat mulus tanpa hambatan. Buktinya saat ini ia telah berada tepat di bibir pantai dari laut timur.


"Penghuni lautan aku memanggil penguasa kalian" dilanjutkan dengan menebarkan bubuk sutra ke air laut. Dan itu membuat ombak disana yang awalnya tenang, kini menjadi tidak terkendali dahsyatnya. Kemudian munculah raja dari laut timur bersama dengan para pengawalnya. Dengan keangkuhannya sang raja laut timur menatap Zhang Xin, seakan mengisyaratkan untuk segera pergi dari wilayahnya.


"Siapa kau, beraninya kau mengganggu ketentraman laut timur."


"Aku tidak berniat buruk untuk wilayah mu, aku hanya menginginkan izinmu agar aku dapat membangun sebuah altar pertemuan sementara diatas laut ini."


Zhang Xin menghela nafas kemudian ia berkata "aku tidak ingin basa basi." Dilanjutkan dengan ia mengeluarkan kotak yang berisi mutiara mata biru, itu membuat raja laut timur terkejut. Sebab mutiara mata biru adalah bahan yang sangat berharga, bahkan dia saja telah menghabiskan hartanya demi mencari mutiara itu.


Raja laut timur berdehem "kalau seperti itu maka baiklah aku mengizinkannya" sembari ia mengambil kotak mutiara itu dari tangan Zhang Xin.


"Ingat. Setelah selesai bersihkan sisanya jangan sampai ada yang tertinggal" Jelas raja laut timur dan dijawab anggukan oleh Zhang Xin.


Raja laut timur kembali ke dasar laut, hal itu langsung membuat Zhang Xin bergerak. Ia melayang mengangkat tangannya dan mengacungkan dua jarinya, mengisyaratkan sesuatu untuk turun. Dari langit muncul puluhan pilar yang menancap hingga dasar laut, dari pilar itu terbentuk lah jalan diantara pilar yang berjejer rapih.


Zhang Xin berjalan maju mengikuti terbentuknya jalan, hingga ia sampai ditempat yang ia inginkan untuk membuat altar pertemuan. Zhang Xin Yu menggerakkan kedua tangannya dengan menggunakan elemen air, tanah, angin dan kristal, menciptakan gelombang air dahsyat ditambah elemen angin, tanah dan kristal yang ia satukan menjadi sebuah altar pertemuan yang megah bahkan hampir mirip dengan istana. Elemen dari air ia jadikan atap, elemen kristal ia jadikan tempat berpijak sekaligus kursi dan meja bersamaan dengan elemen tanah. Sementara elemen angin ia jadikan untuk ukiran dari tiang yang menjulang tinggi menopang atap dari air.

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga, waktunya untuk istirahat. Zhu-zhu."


"Iya tuan."


"Jaga altar ini sesuai semestinya."


"Siap tuan."


Zhang Xin pergi tidur diikuti dengan zhu-zhu yang membelah dirinya menjadi 4 dan berubah menjadi roh primordial demi menjaga altar.


Zhu-zhu yang sedang berjaga melihat laut sekitar merasa bosan, ia pun mencoba untuk pergi ke daratan. Zhu-zhu merubah dirinya menjadi bentuk padat seperti manusia, kemudian ia berjalan di pesisir pantai dengan bersenandung. Dari kejauhan ia melihat banyak lentera yang berterbangan, zhu-zhu pun mendekat dan mendapati kerumunan orang yang sedang mengucapkan doa sembari melepas lentera tersebut.


"Cukup aneh apa yang dilakukan para manusia ini."


"Tapi apa yang mereka lakukan membuat ku penasaran."


Zhu-zhu membuat lentera dengan api biru ia menerbangkannya dengan doa yang sama setiap ia berdoa. Orang-orang yang melihat lentera dengan api biru merasa heran, kenapa tiba-tiba terdapat lentera yang terbang dengan apu biru. Lentera dari zhu-zhu menyita perhatian kerumunan orang-orang karena, lentera berapi biru itu seperti sedang memimpin terbangnya lentera lain.


Setelah puas dengan apa yang ia lakukan, zhu-zhu kembali ke altar untuk meneruskan tugasnya yang dengan seenaknya ia tinggal. Sesampainya di altar, ia dihadapkan dengan kehendak Zhang Xin yang merefleksikan tubuh Zhang Xin tengah berdiri menatap zhu-zhu.


"T-tuan."


Zhang Xin menghela nafas dan senyum "lanjutkan sesukamu aku tidak akan menyalahkan mu." Perkataan Zhang Xin demikian membuat zhu-zhu khawatir, apakah tuannya sedang marah? Namun apapun itu ia harus minta maaf.


"Aku tidak marah, dan kau tidak perlu meminta maaf lagi pula tujuanku memintamu berjaga agar kau dapat melihat bagaimana planet bumi ini." Suara Zhang Xin yang entah dari mana. Ungkapan itu berhasil membuat zhu-zhu senang karena tuannya ternyata tidak marah kepada dirinya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG...


__ADS_2