TO THE TITLE OF GOD

TO THE TITLE OF GOD
E5 ingatan


__ADS_3

Zhang Xin Yu lalu pergi dengan pertanyaan-pertanyaan yang masih melekat apakah dia memiliki hubungan dengan master sihir itu, dan sekarang Zhang Xin berprasangka bahwa dia memiliki masalalu yang sama sekali belum ia ingat.


Kemudian Zhang Xin menghampiri adiknya ( Zhang Fei ) karena dia terlalu lama bicara dengan ayahnya sehingga dia tidak jadi mengantar sang adik kepasar, Zhang Fei mengerti dengan apa yang dialami oleh kakaknya walaupun Zhang Fei merasa kesal dengan kakaknya tapi dia tidak boleh egois.


Ke esokan harinya Zhang Xin mulai berlatih dengan serius berbagai teknik dia baca dan praktikan, ia tidak bisa fokus dengan satu teknik sihir karena ia terlalu bersemangat sampai sang ayah datang menegur dan memarahi anaknya itu yang tidak fokus belajar dengan 1 teknik terlebih dahulu.


3 tahun berlalu sekarang Zhang Xin sudah menguasai beberapa teknik sihir tanpa elemen diantaranya tekanan, langkah hampa, pembatasan sihir, kendali benda, dan sihir penyerap. Di sisi pelatihan itu ketika waktu senggang Zhang Xin Yu mencoba melatih keterkaitan sihir bawaan dengan dirinya dan ia tanpa sengaja menemukan beberapa teknik yang ada dalam sihir bawaannya yakni sentuhan sutera penghancur , jeratan benang, dan tubuh sutera.


Ditengah-tengah latihan Zhang Xin Yu didatangi ayahnya yang mengajaknya pergi kesuatu tempat warisan leluhur keluarga Zhang, karena saat ini umur Zhang Xin sudah menginjak 14 tahun mengartikan sudah saatnya leluhur tahu akan penerus keluarga Zhang.


Ketika berada dalam sebuah ruangan rahasia Zhang Xin melihat pola sihir yang terukir di lantai nampak seperti segel yang menyimpan sesuatu, benar saja saat ayahnya mengaktifkan pola sihir di lantai itu. 2 buah pilar muncul dari tanah dan diantara kedua pilar itu terbentuk seperti portal yang mengarah kesuatu tempat, Zhang Dan masuk dan diikuti oleh Zhang Xin.


Setelah masuk kedalam portal itu Zhang Xin terkejut dengan apa yang dituju oleh portal itu, terlihat semacam gua yang setiap dindingnya terdapat senjata tingkat tinggi dan ditengah tempat itu terdapat kolam kecil diatasnya melayang suatu benda tidak berwujud. Zhang Dan berkata bahwa ini adalah harta warisan leluhur keluarga Zhang berupa senjata beberapa ditingkat mistik dan sebagian lain ditingkat legenda.


Melihat hal itu Zhang Xin langsung bertanya kepada ayahnya apa yang ada ditengah tempat itu, ayahnya menjawab bahwa ketika leluhur ada disini saat itu jatuh sebuah meteor yang membentuk kolam kecil itu lalu tidak lama dari itu muncul benda yang tidak berwujud dari dalam kolam itu.


Zhang Dan juga mengatakan leluhur juga sudah berusaha mencari tahu tentang benda apa itu, namun ketika leluhur mencoba mengambil benda yang ada di tengah kolam malah mendapatkan serangan, yang setelah itu leluhur menyatakan bahwa benda yang tidak berwujud itu bernama cahaya langit dewa.

__ADS_1


Zhang Xin setelah mendengarkan penjelasan ayahnya itu merasa ada sesuatu yang menariknya ke kolam kecil itu. Ia pun berjalan mendekati kolam itu sempat dihentikan oleh Zhang Dan tetapi dia meyakinkan Zhang Dan untuk percaya kepadanya.


Didepan kolam itu Zhang Xin menatap sebuah cahaya yang membuat kepalanya sedikit sakit tapi dia bisa menahannya, saat berniat untuk berbalik arah cahaya itu masuk ke dahi Zhang Xin yang membuat dia pingsan.


Zhang Dan melihat itu bergegas menghampiri Zhang Xin dan membawanya kembali ke keluarga Zhang, semua anggota keluarga sangat khawatir sebab sudah belasan tabib yang terkenal di kerajaan tidak bisa mengobati Zhang Xin. Semua semakin khawatir disaat tubuh Zhang Xin panas dingin secara bergantian, Zhang Dan melihat anaknya seperti itu pergi mencari tabib dari akademi sihir.


Di alam bawah sadar, Zhang Xin berada disebuah hamparan rumput dengan pohon maple di sekelilingnya, ia berjalan dan bertanya-tanya tempat apa yang ia datangi kali ini. Tidak lama dari itu Zhang Xin mendatangi sebuah pohon sakura, Zhang Xin mengingat pohon itu adalah tempat dimana pria yang membawa payung itu berdiri ketika dia sedang pingsan saat membangkitkan sihir bawaan.


Tidak lama dari itu saat Zhang Xin duduk bersandarkan batang pohon sakura dihadapannya, lalu ia didatangi oleh pria yang sama memakai payung berwarna putih dengan corak merak merah dengan baju putih yang dikenakannya lantas pria itu berkata.


"Kamu disini"


Pria itu mengatakan bahwa Zhang Xin sudah menemukan satu dan saatnya kesadarannya kembali, yang membuat Zhang Xin bingung dengan ucapan si pria. Pria itu mengubah payungnya menjadi tongkat dengan sekali hentakan tongkat itu memberi getaran, hentakan kedua membuat pohon yang ada disana tumbang, sebelum hentakan ketiga pria itu berkata "aku adalah kamu dan kamu adalah aku" ketika itu juga pria itu menghentikan kembali tongkatnya membuat Zhang Xin sadar dari pingsan.


Perlahan lahan Zhang Xin membuka matanya saat ingin bangun ternyata ada Zhang Fei yang tengah tertidur diatas tangan kanan Zhang Xin. Ia pun membelai rambut Zhang Fei yang membuatnya terbangun dan perkataan yang keluar dari mulut Zhang Fei pada Zhang Xin saat itu " kak ayo pergi kepasar " Zhang Xin menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Tidak lama Zhang Dan datang melihat anaknya sudah siuman ia sangat bergembira sudah 2 minggu Zhang Xin tidak sadarkan diri.


4 hari setelah Zhang Xin sadar saat ini ia berada di kamarnya dengan gumamnya ia berpikir.

__ADS_1


"Jadi aku bereinkarnasi ditubuh ini" sambil mengeluarkan sihir bawaannya.


"Sudah ada elemen cahaya, dengan elemen ini saja aku bisa melatih elemen lain dengan pengetahuanku dimasa lalu" kata Zhang Xin sambil menatap sihir bawaannya.


"Sekarang aku sudah tahu kenapa aku berada disini besok aku akan memulai latihan tinggal 8 bulan lagi kompetisi antar keluarga akan diadakan" pikir Zhang Xin.


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dengan disertai panggilan "kakak" Zhang Xin langsung tahu apa yang dimaksud adiknya itu, ia pun pergi ke pasar bersama adiknya disana apa yang adiknya inginkan Zhang Xin turuti dan tidak terasa uang yang ia bawa tinggal sedikit Zhang Xin memberitahu adiknya uang yang ia bawa tinggal sedikit, tapi Zhang Fei menenangkan kakaknya karena ia juga membawa uang yang cukup banyak.


Setelah cukup lama berjalan-jalan dan membeli berbagai makanan, Zhang Fei mengajak pulang kakaknya tapi Zhang Xin ingin membeli sesuatu. Merekapun pergi kesebuah toko perlengkapan sihir untuk mencari sebuah alat sebagai senjata Zhang Xin.


Didalam toko itu mereka disambut dengan baik oleh pelayan disana, Zhang Xin lalu bertanya kepada pelayan itu apakah disana menjual sebuah alat sihir berbentuk sebuah payung. Pelayan yang mendengarnya menatap Zhang Xin dengan aneh karena alat sihir seperti itu tidak mungkin ada.


Zhang Fei juga berpikir demikian ia mengira kakaknya sedang bercanda tapi melihat dari ekspresi wajah kakaknya yang serius Zhang Fei pun berkata kenapa tidak membuatnya sendiri, mendengar itu Zhang Xin menepuk dahinya sebab ia tidak berpikir untuk membuatnya sendiri. Oleh karena itu Zhang Xin pun memutuskan untuk membeli sebuah bahan yang terkenal sangatlah langka yaitu kayu merak merah.


Pelayan itu menjawab bahwa toko mereka tidak memiliki harta yang berharga seperti itu. Tapi pelayan berkata ia pernah mendengar dari para pembeli yang datang ke toko mereka dalam 1 Minggu lagi ada pelelangan yang melelang sebuah kayu cukup berharga, dan pelelangan itu akan diadakan di kota Meng.


Zhang Xin pun mengungkapkan terima kasih kepada pelayan itu atas informasi yang ia berikan. Sebelum pergi Zhang Xin membeli sebuah cincin penyimpanan, setelah itu ia dan Zhang Fei pergi dari toko sihir.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...BERSAMBUNG......


__ADS_2