
1 hari sebelum upergi dari desa. Zhang Xin menuliskan seluruh cara menggunakan teknik itu, saat berpamitan kepala desa menayangkan tujuan Zhang Xin sekarang. Lantas ia menjawab akan pergi ke akademi paviliun langit.
Kepala desa menyarankan untuk menggunakan portal yang menghubungkan hutan luar, tapi portal itu sudah lama rusak. Zhang Xin menyetujui lalu ia diantarkan ketempat portal itu berada, tidak butuh waktu lama untuk Zhang Xin memperbaikinya.
Zhang Xin dipanggil oleh kepala desa menayangkan nama dan asalnya, ia menjawab pertanyaan kepala desa setelah itu. Kepala desa memberikan sebuah mutiara yang bercahaya dan terdapat pola dimutiara itu.
Mutiara yang bernama mutiara bintang ini sangat unik, karena mutiara tersebut memiliki elemen didalamnya, tapi semua penduduk bahkan kepala desa tidak tahu tentang jenis elemennya.
Kepala desa menemukan mutiara itu disebuah reruntuhan kuno 2 bulan yang lalu. Karena dirasa berharga ia mengambilnya tapi sampai sekarang dia tidak dapat menggunakan mutiara tersebut.
"Akan percuma jika kami simpan tapi tidak seorangpun tidak dapat menggunakannya" begitu kata kepala desa.
Zhang Xin enggan menerima itu karena dia membantu dengan senang hati, tapi tatapan penduduk juga kepala desa mengisyaratkan seperti memaksa Zhang Xin untuk menerima itu, dengan berat hati ia menerima mutiara itu.
Setelah menerima hadiah Zhang Xin memberikan 6 gulungan berisi teknik yang ia ajarkan selama disana, dengan senang hati kepala desa menerima itu, Zhang Xin Yu berpamitan mengucapkan selamat tinggal dan ia memasuki portal dengan kudanya.
Ia pun sampai di sebuah hutan dan tidak jauh dari sana terdapat desa yang cukup makmur ditandai dengan gerbang luar desa yang megah, lalu ada altar sihir, juga akademi pemula tapi anehnya tidak ada penduduk sama sekali.
Zhang Xin yang sedang lewat dengan kudanya di desa itu dibuat bingung karena sangat disayangkan jika desa semakmur ini tapi ditinggalkan begitu saja, terlintas dalam pikiran Zhang Xin apakah ini karena ulah iblis.
Tidak mau berlama-lama untuk menyusuri desa ia pun kembali memacu kudanya, tanpa disadari Zhang Xin ia sedang diintai dari kejauhan oleh seseorang berjubah, dan didalam desa itu ia juga diintai oleh kumpulan iblis tapi untungnya iblis itu tidak menyerang.
__ADS_1
Dan akhirnya ia sampai juga di akademi paviliun langit, ketika di gerbang masuk Zhang Xin sudah dibuat familiar dengan bentuk gerbangnya, empat pilar berjejer dengan corak emas dipadukan dengan dasar biru dan putih.
Ketika masuk ia dihadang oleh 2 murid penjaga, Zhang Xin dimintai menunjukkan identitas dirinya. Ia pun menunjukkan itu tapi ke 2 penjaga itu dibuat bingung dengan sihir bawaan yang tidak tertera disana.
Zhang Xin beralasan dia belum membangkitkan sihir bawaannya, ke 2 murid penjaga itu meremehkan Zhang Xin dan berlagak sombong. Tapi saat itu juga dari dalam terdengar suara yang mengatakan.
"Yang sudah membangkitkan atau belum membangkitkan jika dia punya potensi maka akan menjadi master dari segala master" kata seorang guru wanita menuju kearah Zhang Xin.
Guru wanita itu tersenyum dan mengatakan dirinya bernama Qin Ling lalu berbisik pada Zhang Xin tepat ditelinganya.
"Jangan menekan kekuatanmu"
Zhang Xin terkejut bagaimana guru ini bisa tahu bahwa ia sedang menekan kekuatannya, Zhang Xin membungkuk dan memberi hormat pada guru Qin Ling. Lalu guru Qin Ling mengajak Zhang Xin untuk masuk ke akademi.
Dalam perjalanan guru Qin menjelaskan bahwa akademi ini dibangun oleh seorang master sihir yang melegenda, ia masih hidup hingga sekarang karena ia sudah mencapai setengah dewa yang tidak akan mati, kecuali mati sebab takdir dan orang dengan gelar dewa yang membunuhnya.
Sampailah mereka di altar luar akademi, Zhang Xin takjub paviliun langit ini memiliki design yang sangat mirip dengan aula langit ilahi milik Zhang Xin dahulu tapi perbedaannya hanya warna dan penempatan setiap kelas murid.
Zhang Xin sangat senang karena kerinduannya dengan aula langit ilahi miliknya akhirnya tersampaikan walaupun bukan yang asli tapi itu sangat mengobati rasa rindu. Guru Qin mengajak Zhang Xin untuk ke asrama murid untuk istirahat.
Malam hari tiba Zhang Xin masih penasaran siapa yang membangun paviliun ini apakah orang yang ia kenal sebelum reinkarnasi, daripada memikirkannya yang membuat ia sakit kepala ia memutuskan untuk berkultifasi.
__ADS_1
Besoknya para peserta ujian masuk keakademi sudah berkumpul di altar luar kecuali Zhang Xin yang sepertinya dia belum selesai berkultifasi, wakil dekan mengatakan berbagai peraturan dan tahapan ujian yang akan dilakukan.
Peraturan ujian yang terpenting adalah dilarang membunuh dan tahapan ujian yang harus dilewati ialah pengecekan level, pengecekan sihir bawaan dan elemen, dan pertarungan merebutkan 5 besar.
Dimana peserta ujian yang berhasil mencapai 5 besar akan diizinkan mengakses perpustakaan dan akan mendapatkan sumber daya lebih banyak untuk berkultifasi dan ada hadiah khusus untuk peserta yang menjadi juara.
Tidak lama kemudian Zhang Xin datang dengan nafas yang tersengal-sengal, dia berlari dari asrama ke altar tempat berkumpul para murid baru. Wakil dekan yang melihat Zhang Xin terlambat memanggilnya dan akan memberikan hukuman karena keterlambatannya.
"Kamu yang terlambat kemari" perintah wakil dekan yang bernama Chen Wu.
Zhang Xin menurut lalu wakil dekan Wu mengatakan akan menghukumnya dengan bertahan dalam tekanannya selama 1 menit, mau tidak mau Zhang Xin menyetujui karena dia tahu jika itulah konsekuensinya.
Zhang Xin berdiri tegap lalu wakil dekan Wu mengarahkan tangan kanan kedepan yang memberikan tekanan yang cukup hebat pada tubuh Zhang Xin, murid yang melihat itu meremehkan Zhang Xin yang tidak akan bertahan dan berujung kematian.
Zhang Xin kesulitan untuk bergerak dan bertahan bahkan untuk bernafas saja ia sudah kesulitan, namun Zhang Xin tidak menyerah ia sekuat tenaga mengeluarkan teknik sihir khusus yang bernama tubuh sutera.
Teknik ini memunculkan benang tidak terlihat yang membungkus kulit Zhang Xin membuat tekanan atau serangan akan dikurangi 50%, melihat Zhang Xin yang dapat berdiri tegap selama 30 detik dari tekanan wakil dekan Wu membuat semua orang tercengang.
Biasanya murid yang mendapatkan hukuman tekanan dari wakil dekan Wu dalam 3 detik sudah terkapar ditanah, Zhang Xin ialah satu-satunya murid pemula yang dapat menahan tekanan dalam waktu yang cukup lama. Setelah dihukum Zhang Xin diperbolehkan untuk kembali berkumpul dengan peserta lainnya.
Ujian dimulai dimana satu persatu murid akan mengecek level mereka disebuah pilar, rata-rata peserta berada di tingkat penyihir agung level 48, lalu dipanggil lah sebuah nama yang tidak asing di telinga Zhang Xin.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG...