
Disisi lain kediaman Zhang pertemuan ke 4 keluarga diadakan, dipertemuan itu terdapat keluarga Zhang, Cheng, Gu, dan Zu. Meninggalkan keluarga Yan yang tentu pertemuan ini diadakan karena nasib dari masing-masing keluarga.
Kecemasan terpampang diwajah para pemimpin keluarga semua kota telah terambil alih oleh keluarga Yan, membuat pendapatan setiap keluarga menurun drastis. Mereka memikirkan cara agar keuangan keluarga mereka dapat kembali seperti semula.
"Apakah kita harus menyerah begitu saja" kata pemimpin keluarga Gu (Gu Zhou).
"Tidak kita harus tetap menjunjung tinggi martabat keluarga kita, aku punya saran tapi ini sedikit beresiko" ucap pemimpin keluarga Zu (Zu Fan).
"Katakan" Zhang Dan menanggapi.
"Salah satu dari 4 keluarga harus ada yang menyerah dan bergabung pada keluarga Yan, setelah itu mencari Informasi tentang rencana mereka selanjutnya, untuk tindakan mengatasi itu kita bisa rundingkan bersama" terang Zu Fan.
Banyak yang setuju dengan rencana itu tapi tidak dengan pemimpin keluarga Zhang yakni Zhang Dan, ia berpendapat jika rencana itu dilakukan akan menimbulkan masalah baru bisa jadi rencana ini akan berbalik ke mereka.
Setelah berunding cukup panjang mereka memutuskan akan bekerja sama melawan keluarga Yan yang telah bergabung dengan sekte elang hitam.
Kemudian datanglah penjaga melaporkan bahwa kediaman keluarga Zhang telah terkepung oleh orang-orang dari sekte elang hitam dan keluarga Yan, mendengar itu Zhang Dan mengerahkan seluruh pasukan untuk memasang formasi.
Namun terlambat satu persatu orang dari keluarga Zhang tumbang mereka dikalahkan oleh pasukan dari sekte elang hitam, dan tibalah pemimpin keluarga Yan disertai ketua sekte elang hitam.
"Kejutan" ucap Yan Duan sambil tersenyum.
Ke-4 pemimpin keluarga memasang formasi untuk menyerang. Cheng Zao diposisi terdepan, Zu Fan dan Gu Zhou diposisi samping lalu paling belakang adalah Zhang Dan.
Cheng Zao mulai dengan mengaktifkan sihir pelindungnya tapi dapat di hancurkan dengan mudah oleh ketua sekte elang hitam, tidak berhenti dari situ Zhang Dan merentangkan kedua tangannya.
Terbentuk siluet bunga Aster teknik berelemen kristal dan air ini bernama kelopak air mata kesedihan, ia mengarahkan langsung kearah ketua sekte elang hitam dan Yan Tian.
Diikuti dengan ribuan pedang yang dikeluarkan oleh Gu Zhou, juga kalajengking iblis dari Zu Fan. Dengan tenangnya ketua sekte elang hitam bernama Tian Xiang itu menahan semua teknik sihir yang mengarah padanya dengan hanya menggunakan satu tangan.
Sekali mengayunkan tangannya ke-4 pemimpin keluarga itu tumbang dengan darah yang keluar dari mulut mereka, Yan Tian menantikan hal ini ia mengeluarkan teknik sihir pelahap jiwa dan berencana untuk membunuh ke-4nya.
Secara tidak terduga suara kecapi muncul diiringi dengan seruling juga harpa, mereka tidak tahu asalnya dari mana. Suara alat musik itu membuat kepala Yan Tian, Tian Xiang juga para pasukan mereka sakit yang teramat sangat.
__ADS_1
Karena teknik suara alat musik yang menyerang mental mereka sangat kuat, mereka memutuskan untuk pergi ketempat yang aman dan membatalkan untuk membunuh ke-4 pemimpin keluarga.
Setelah kepergian Yan Tian dan lainnya terdapat seorang pria tua menghampiri pemimpin keluarga ia memperkenalkan dirinya sebagai kepala desa penjaga alam, ke-4 pemimpin keluarga terkejut karena heran kenapa masih ada desa penjaga alam yang mereka tahu desa tersebut telah musnah ribuan tahun yang lalu.
"Kenapa kalian bisa kemari" tanya Zhang Dan.
"Kami ditugaskan seseorang untuk menjaga keluarga anda" jawab kepala desa dengan sedikit membungkuk.
"Siapa itu" Zu Fan bertanya.
"Maaf saya tidak bisa menjawabnya" jawab kepala desa lagi.
Para Pemimpin keluarga sangat berterimakasih pada penduduk desa penjaga alam yang telah membantu mereka, lalu Zhang Dan menyarankan untuk membentuk sebuah kelompok bernama matahari senja, Ke-3 pemimpin keluarga menyetujui.
"Apakah kamu rindu dengan kelompok itu" ucap Zu Fan.
"Betul kenapa kamu memilih itu, sepertinya kamu menginginkan kejayaannya kembali" sambung Gu Zhou berbicara pada Zhang Dan.
Dengan tertawa Zhang Dan membenarkan perkataan mereka, walaupun formasi mereka tidak lengkap tapi itu cukup untuk mengguncang dunia kata Zhang Dan dengan tawanya.
Namun tidak berlangsung lama sebab orang-orang yang mengisi kelompok itu memiliki kehidupan tersendiri, satu-persatu dari kelompok matahari senja keluar dan mereka menjadi pemimpin setiap keluarga yang sekarang.
Mengingat masa-masa itu mereka tertawa dan serentak menyatakan ke-4 keluarga resmi bubar, digantikan dengan berdirinya paviliun matahari senja dengan 4 Aula yakni aula keluarga Zhang, Gu, Zu dan Cheng.
Tidak lama dari itu muncul 3 pengawal dari keluarga Gu, Zu dan Cheng mengabarkan, jika kediaman mereka diserang dan hancur tapi para anggota keluarga berhasil melarikan diri dan menuju kemari.
"Keterlaluan" kata Cheng Zao marah.
Tapi kemarahannya dapat di redam oleh Zhang Dan dengan perkataan yang intinya masih ada keluarga yang selamat, Zhang Dan menuruh bawahannya pergi menemui sisa anggota keluarga Gu, Zu dan Cheng lalu mengantar mereka dengan selamat ke kediaman baru mereka.
Keesokan harinya tepat di paviliun langit Zhang Xin bingung dengan langkah selanjutnya, ia sudah tahu jika ke-4 keluarga sudah berkumpul dan berubah menjadi sebuah paviliun.
"Tidak lama lagi pasti perang akan terjadi namun apakah aku dapat membantu mereka pada saat itu tiba" ucap Zhang Xin.
__ADS_1
"Kau pasti bisa membantu mereka" tiba-tiba suara seseorang datang keluar dari portal tepat disamping Zhang Xin.
Tidak lain dia adalah kepala dekan Bo Xuan Ji, ia mengatakan jika Zhang Xin mencapai tingkat kuasa sihir mungkin dapat membantu peperangan itu. Setelah mengatakan hal tersebut Bo Xuan Ji kembali kedalam portal itu.
Saat ini Zhang Xin sudah mencapai tingkat penyihir suci level 65 masih jauh dengan tingkat kuasa sihir. Mengetahui hal itu Zhang Xin memutuskan untuk mengikuti turnamen antar akademi 2 minggu kedepan.
Sekarang Zhang Xin tengah belajar mengendalikan elemen miliknya dibantu dengan arahan guru Qin, sangat sulit untuk mengendalikan elemen agar setabil terbukti dengan beberapa murid yang putus asa dan kelelahan.
Berbeda dengan Zhang Xin dengan mudahnya ia mengendalikan dan menstabilkan elemen, hal ini pasti ia lewati dengan mudah karena dulu dia master sihir tentu sangat mudah baginya.
Setelah kegiatan belajarnya Zhang Xin Yu pergi kedanau untuk merilekskan tubuh dan pikiran, disana tidak sengaja ia melihat Luo Yin sedang duduk diam ditepian danau ia berencana untuk mendatanginya.
Langkahnya ia hentikan setelah berpikir itu adalah ide yang buruk karena ia beranggapan seperti mencuri kesempatan. Tanpa diduga Luo Yin berdiri lalu berbalik tepat saat itu juga kedua mata mereka bertemu. Jantung Zhang Xin berdegup kencang dan terpaku akan kecantikan Luo Yin, tidak ia sadari Luo Yin memanggil Zhang Xin untuk datang ke arahnya.
Luo Yin tersenyum dengan menggelengkan kepalanya ia menghampiri Zhang Xin yang sedari tadi terpaku dihadapannya, Luo Yin menarik tangan Zhang Xin membuat Zhang Xin sadar dengan lamunannya.
"Ayo tunggu apa lagi" ajak Luo Yin dengan menggandeng tangan Zhang Xin.
Mereka duduk dipinggiran danau lalu Luo Yin menceritakan semua kejadian yang ia alami setelah pulang dari benua selatan, Zhang Xin setia mendengarkan ucapan Luo Yin.
"Pertama kali aku bertemu kamu saat ujian masuk akademi aku hanya ingat nama Zhang Xin Yu tapi aku lupa akan wajahmu saat itu aku berpikir, apa cuman halusinasiku saja" ujar Luo Yin.
"Kamu ini sudah ganti penampilan saja" lanjut Luo Yin sambil tertawa.
"Kamu juga bertambah cantik dan anggun" kata Zhang Xin menimpali.
Mendengar ucapan Zhang Xin membuat pipi Luo Yin sedikit memerah, Luo Yin tersenyum bahagia akhirnya bertemu dengan orang yang ia nantikan. Begitu juga dengan Zhang Xin yang merasakan hal yang sama.
Zhang Xin menunjukkan sebuah gelang yang Luo Yin berikan saat perpisahan dulu, Luo Yin juga menunjukkan gelang yang sama dengan milik Zhang Xin bedanya jika milik Zhang Xin memiliki liontin bentuk simbol yin dan milik Luo Yin memiliki simbol bentuk Yang.
Mereka berbagi cerita hingga terdengar bunyi lonceng yang menandakan para murid harus segera kembali ke asrama mereka, Zhang Xin dan Luo Yin pun berpisah dengan rasa bahagia yang dirasakan keduanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BERSAMBUNG.....