TO THE TITLE OF GOD

TO THE TITLE OF GOD
E53 rencana


__ADS_3

...


Ling Mei berjalan melewati para pemimpin dari sekte maupun asosiasi di bumi. Tatapan aneh mengarah pada dirinya, membuat ia mengumpat karena kebodohannya yang ingin berpetualang membantu sang paman. Para pemimpin itu meremehkan keberadaan Ling Mei karena melihat dirinya yang masih muda. Ling Mei yang menyadari itu ia semakin gugup, ditambah ketika duduk dan memandang wajah setiap pemimpin.


"Aku mengundang kalian kemari, untuk membicarakan kekacauan 100 tahun mendatang. Sepertinya terlalu dini untuk membahas hal tersebut, tapi bukankah perubahan waktu bisa terjadi?." Semua orang disana terkejut dengan apa yang dikatakan Ling Mei, hal ini sesuai dengan apa yang Zhang Xin rencanakan.


"Tapi siapa kau? Setahuku senior itu pria tapi kenapa sekarang?." Tanya Wu Jinghua.


"Apakah perubahan tubuh bukan hal yang bagus?." Jawab Ling Mei.


"Memangnya kau tahu apa tentang ramalan itu? Katanya kamu tahu tentang sebuah ramalan 100 tahun ke depan." Ujar ketua sekte 3 kebebasan.


"Benar, kami kesini untuk membicarakan mengenai kemalangan yang akan dihadapi oleh bumi, bukan untuk bermain-main!." Tegas ketua asosiasi darat.


"Kenapa kalian terlalu terburu-buru? Bukankah bersikap santai akan lebih baik!."


"Terlebih kekacauan itu masih sangatlah lama." Lanjut Ling Mei santai, karena ia mulai bisa tenang tidak gugup seperti sebelumnya.


"Apa maksud mu itu bocah, bukankah sebelumnya kami diundang untuk kemari? Tapi apa sekarang? Bermain-main?." Marah dari ketua sekte api bintang.


"Ketua sekte api bintang tenang lah bukankah sedari tadi pembahasan ini belum dimulai?." Lerai dari ketua sekte pedang jiwa membuat semua kembali kondusif.


"Baiklah kita mulai pembahasan kali ini. Dan kumohon untuk tenang ya." Ucap Ling Mei sembari melirik ketua sekte api bintang.


"Hewan liar akan bermunculan ketika ramalan itu terjadi baik dari bumi maupun dari luar. Aku berharap kalian memiliki solusi mengenai ini."


"Jika boleh saya tahu tingkat berapa yang akan datang." Tanya ketua asosiasi udara.


"Aku tidak tahu hal sedetail itu tapi yang pasti-."


"Jika kamu tidak tahu tingkatan dari monster nantinya buat apa kita merencanakan hal yang tidak pasti? Dan jika terdapat kejadian diluar perkiraan bagaimana?." Sanggah ketua sekte api bintang.


"Maka dari itu kita persiapkan-."


"Tidakkah terlalu naif jika memanggil semua orang kemari hanya untuk mempersiapkan hal yang tidak pasti?." Sanggah ketua asosiasi udara.


Ling Mei menghela nafas kemudian ia berkata "sekarang apa yang kamu mau? Santai dan membiarkan semua terjadi?." "Aku tahu kau ingin memimpin dan menguasai semuanya bukan?." Lanjutnya.

__ADS_1


"Dasar bocah tutup mulutmu." Ketua sekte api bintang menerjang dengan tangan yang dipenuhi kekuatan. Ketua sekte pedang jiwa ingin menahan amukan ketua sekte api bintang namun tiba-tiba ketua sekte pedang jiwa tidak bisa bergerak sama sekali. Bersamaan dengan itu Ling Mei menghilang digantikan dengan Zhang Xin yang menunjukkan dirinya.


"Bagaimana jika-." Suara jentikan Zhang Xin terdengar kemudian ia melanjutkan perkataannya. "-aku mengambil kultivasimu." Zhang Xin kini menggenggam kultivasi dari ketua sekte api bintang terkejut, karena ia sekarang adalah manusia biasa.


"Namun jika aku mengembalikan ini pada tubuhmu-." Zhang Xin menyentil apa yang ia ambil sebelumnya "bukankah itu sebagai kebanggaan mu?."


Mereka semua bersiap demi melawan Zhang Xin kecuali ketua sekte pedang jiwa dan Wu Jinghua. Dipikiran para ketua, sebelumnya Zhang Xin adalah penyelamat. Namun berbeda dengan sekarang, ia seperti penjahat yang bermain sebagai teman.


"Kalian!, apa yang akan kalian lakukan hentikan pikiran dan rencana itu!" Halang Wu Jinghua.


"Bisakah kalian tenang! Orang ini pasti tidak akan bermain-main seperti anak itu." Peringatan ketua sekte pedang jiwa.


"Aku memujimu karena mengetahui keberadaan ku sebelumnya, ketua sekte pedang jiwa." Kata dari Zhang Xin membuat semuanya terkejut. Sebab sebelumnya ketika mereka masuk, hanya ada ruangan yang kosong tanpa ada satupun entitas.


"Bedebah sialan." Umpat ketua asosiasi pembunuh.


Mereka secara bersamaan menyerang dengan kombinasi serangan yang cukup mumpuni dari segala sisi.


"Bagaimana jika aku menghilangkan semua apa yang kalian banggakan." Jentikan jari Zhang Xin keluarkan, dengan cepat para ketua itu ambruk tidak berdaya.


"Namun jika aku mengembalikannya sedikit akankah berpengaruh?." Lagi-lagi Zhang Xin menjentikkan jarinya, itu membuat para ketua sekte dan asosiasi marah serta geram karena mereka merasa diinjak-injak sekaligus dipermalukan.


"Tapi jika aku meng-adakan kalian apakah kalian sama seperti sebelumnya." Kini Zhang Xin meniup telapak tangannya, tanpa diduga para ketua itu kembali namun dengan penampilan dan kekuatan yang berbeda. Jentikan jari yang terakhir Zhang Xin keluarkan dengan sekejap merubah penampilan ketua sekte serta asosiasi seperti semula ketika mereka baru tiba di altar pertemuan.


...


Bangunan megah nan agung terlihat dengan para pasukan yang kian bertambah. Sebelumnya alam kekosongan adalah alam dimana tempat menyegel makhluk yang telah diluar ketentuan surga. Namun sekarang tempat itu telah menjadi seperti kerajaan, dengan jutaan pasukan makhluk masa lalu yang memiliki kekuatan tidak terbayangkan.


Mo Ya berjalan melihat semua kehidupan di alam kekosongan, ia secara langsung mengamati setiap tugas dari bawahannya. Fluktuasi energi yang kuat muncul ketika seseorang dengan paras yang cantik turun dari langit. Wanita itu menghampiri Mo Ya yang tengah fokus pada tugasnya.


"Mo Ya kau menggunakan tubuh baru lagi?."


Mo Ya yang diajak bicara pun menoleh, "oh,, Dewi ibu bunga, apakah aku harus menyambut kedatanganmu dengan sebuah perayaan besar?." Ucapnya angkuh.


"Aku tahu kau sedang merencanakan untuk menguasai alam bawah kan?."


"Hmm!, sepertinya kamu ingin kita bekerjasama, sama seperti sebelumnya."

__ADS_1


"Benar, tapi dengan syarat yang sama."


"Sayangnya aku keberatan. Bagaimana jika aku meminta mahkota kekaisaran, sebagai tambahan syarat."


"Mo Ya apakah kau tidak puas dengan apa yang akan engkau dapatkan?."


"Bukan seperti itu, namun tidakkah menarik jika aku menjadi penguasa yang sesungguhnya. Tapi jika kamu menolaknya maka aku akan mengumumkan rahasiamu."


"Baiklah aku setuju dengan persyaratan itu, tapi ingat kesepakatan ku tetap sama."


Dewi ibu bunga pun pergi bersamaan dengan itu Mo Ya pun berkata "sungguh pengasuh yang malang."


"Penguasa, semua yang anda perintahkan telah siap. Hanya saja ada sedikit masalah" ucap seorang bawahan Mo Ya yang berkata ragu dan takut di bagian akhir.


"APA! SETELAH SEMUA YANG DIPERSIAPKAN SEKARANG TERDAPAT MASALAH!" Amarah dari Mo Ya tidak lagi terbendung.


"P-penguasa k-ami mohon maaf, tapi masalah itu terjadi karena k-kurangnya bahan" bawahan itu menjelaskan disertai ketakutan yang menjalar keseluruhan tubuhnya.


"Bahan apa yang kurang."


"Em,, bahan yang bisa bekerja selama 100 tahun tanpa henti, ditambah bahan itu harus memiliki atribut ruang."


"Maksud mu kotak teorema?"


"Sepertinya i-iya."


"Baiklah aku akan mencarinya, dan sekarang lanjutkan tugasmu sebelumnya."


Kini Mo Ya sendirian, ia sedang memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan kotak teorema yang keberadaannya saja dikatakan sebagai mitos. Mo Ya tidak ada cara lain selain mencarinya sendiri. Ia pun memanggil semua petinggi alam kekosongan, dirinya memberitahu agar semua petinggi mencari keberadaan kotak teorema itu.


"Aku tidak mau tahu, pergi ke seluruh penjuru alam yang bisa dijajaki dan ingat, aku tidak menginginkan kegagalan."


"Baik Penguasa."


"Kotak teorema, mungkin aku harus mencarinya juga di suatu tempat" kemudian Mo Ya menghilang tidak menyisakan apapun disana."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


__ADS_2