TO THE TITLE OF GOD

TO THE TITLE OF GOD
E24 KITA


__ADS_3

Setelah turnamen ketua dekan Bo menghampiri Luo Yin yang sedang termenung di tepi tebing mereka bercengkrama mengenai tujuan dari Luo Yin kedepannya, apakah setelah ini Luo Yin akan mengembara atau menetap di akademi. Luo yin menghela nafas dan mengatakan mungkin dia akan pergi disaat yang tepat.


Kemudian setelah pembicaraan dengan Luo Yin kepala dekan Bo pergi menghampiri Zhang Xin di kamarnya. Kedatangan kepala dekan Bo membuat Zhang Xin lagi dan lagi terkejut sebab setiap ia datang pasti secara tiba-tiba.


"Maaf master telah membuat anda terkejut" ucap kepala dekan Bo pada Zhang Xin disertai membungkukkan badannya.


"Iya tidak masalah" jawab Zhang Xin.


"Master saya mau memberi informasi, beberapa minggu ini paviliun matahari senja sedang ditekan oleh sekte elang hitam beserta keluarga Yan bahkan saat ini, ke-4 kerajaan di benua selatan telah ditaklukkan oleh mereka."


Mendengar itu Zhang Xin memikirkan sebuah cara tapi dia harus mengerti situasi yang ada, ia menyuruh Bo Xuan Ji untuk mengawasi setiap pergerakan sekte elang hitam dan keluarga Yan. Juga tidak lupa Zhang Xin menyuruh Bo Xuan Ji untuk mengumpulkan batu hati mendalam.


Bo Xuan Ji mengerti ia bergegas menuruti semua perintah masternya itu, kemudian Zhang Xin menepukkan kedua tangan munculah seorang yang dulu pernah menyerang Zhang Xin secara diam-diam di asramanya, yang bernama Wan Donghae.


"Apakah desa penjaga alam telah membaik"


"Sudah master bahkan mereka membantu paviliun matahari senja saat sekte elang hitam dan keluarga Yan menyerang rapat keluarga besar waktu itu"


"Baik aku memberimu sebuah tugas"


Zhang Xin memberikan Donghae tugas untuk pergi ke pulau hitam untuk menemukan arca emas, dengan Zhang Xin juga memberikan alat sihir yang berupa kipas miliknya kepada Wan Donghae.


"Alat sihir kipas ini dapat membantumu menemukan arca emas sekaligus dapat melawan iblis tingkat berlian level menengah yang setara dengan penyihir tingkat kuasa sihir level 86-93"

__ADS_1


"Baik master saya lakukan"


Donghae pun pergi dengan disertai kabut, sementara Zhang Xin sendiri meneruskan berkultivasi supaya ia dapat dengan cepat mencapai tingkat master sihir kembali.


Luo Yin saat ini masih tengah menyendiri di tepi tebing, ia sedang dibuat bimbang akankah ia menyimpan rasa yang selama ini di pendam dan perlahan melupakan. Atau melanjutkan kisah dibalik diam tetapi dengan konsekuensi yang pasti ia dapatkan jika ketahuan.


Tanpa sadar Luo Yin meneteskan air mata yang membuat angin tiba-tiba berhenti digantikan dengan tetesan hujan yang anehnya ia tidak terkena hujan itu sama sekali. Ternyata Zhang Xin menggunakan proyeksi dirinya untuk menemui Luo Yin sambil membawa payung sihirnya.


"Kenapa kamu masih disini ayo kedalam disini sangat dingin" kata Zhang Xin lembut.


"Tidak akan aku sedang gembira menyaksikan hujan ini" jawab Luo Yin.


"Apakah kamu yakin aku lihat tadi ada wanita yang sedang bersedih"


"Tidak aku tidak sedang bersedih kau tahu!" Timpal Luo Yin dengan kesal.


"Di- disini cuma aku sendiri dan juga aku wanita" bala Luo Yin malu sekaligus gugup.


Mereka bercanda satu sama lain hingga hujan itu berhenti berubah menjadi suasana yang romantis. Bunga berguguran degan angin malam bersatu, bintang dan bulan bersinar dengan indahnya setelah hujan.


"Aku mau mengatakan sesuatu padamu" Zhang Xin mulai berbicara. Disambut dengan tatapan Luo Yin yang penuh tanya.


"Aku mencintaimu Luo Yin"

__ADS_1


Kata itu membuat Luo Yin terkejut tidak percaya, kata yang selama ini ia ingin dengar ternyata malam ini terjadi. Dengan senang hati Luo Yin menerima Zhang Xin sebagai pasangannya, dan merekapun bermesraan ditengah suasana malam yang indah.


Pagi harinya saat semua akan kembali ke paviliun langit, tiba-tiba langit menjadi merah kehitaman. Kejadian ini membuat panik diseluruh paviliun mutiara pencerahan, Kepala dekan Bo Xuan Ji dan kepala dekan An Xionglue tengah bersiap-siap seakan pertempuran akan dimulai.


Tidak lama dari itu, portal merah muncul dan keluarlah sesosok iblis tingkat guru iblis setara dengan penyihir tingkat setengah dewa. Iblis itu membawa sebuah tongkat yang ditengah dari tongkat itu terdapat tengkorak manusia, Zhang Xin melihat tengkorak itu terasa sangat familiar dengannya.


Iblis itu melancarkan serangannya kearah Bo Xuan Ji dan An Xionglue mereka berhasil menahan tetapi iblis itu sudah menyiapkan serangan dadakan. Rantai merah mengelilingi ke-2 dekan itu menciptakan sebuah formasi yang mengurung mereka.


Sementara Zhang Xin masih memantau kejadian itu, sebab ia mengerti perbedaan kekuatan antara ia dan sang iblis. Ia menyiapkan beberapa rencana, setelah rencana itu selesai baru ia akan segera menyerang.


Zhang Xin melesat kearah si iblis, sang iblis yang tahu akan hal itu melancarkan serangannya dan berhasil mengenai Zhang Xin dengan telak yang membuat ia memuntahkan darah.


Iblis itu mengangkat tongkatnya ke atas dan muncullah kepala tengkorak yang berterbangan, mengerang dan menyerap semua energi kehidupan para penyihir disana. Bo Xuan Ji dan An Xionglue menyatukan kekuatan mereka membentuk energi menyerupai pedang dan diluncurkan, menghancurkan penjara yang mengurung mereka.


Namun sayang serangan itu masih tidak bisa mengalahkan si iblis itu sekaligus, alhasil Bo Xuan Ji mengeluarkan sebuah token giok dan mengaktifkannya yang berfungsi memanggil bala bantuan dari alam dewa.


Tidak lama dari itu sebuah daun emas turun dari langit, setiap daun menyembuhkan dan melenyapkan seluruh terknik dari sang iblis. Si iblis yang melihat ada dewa yang datang ia membuka portal berniat untuk kabur, sayangnya dewa itu langsung berada didepan si iblis.


Dengan sekali hentikan jarinya iblis itu musnah menjadi debu, suasana kembali seperti semula. Walaupun kejadian itu memakan korban tetapi mereka dapat bernafas lega, dewa yang dipanggil adalah seorang dewa ditingkat dewa pemelihara level 122 dengan julukan dewa penyembuh bintang.


Di paviliun matahari senja persiapan peperangan besar-besaran telah disiapkan. Sama dengan paviliun matahari senja, sekte elang hitam beserta keluarga Yan juga telah menyiapkan semua kebutuhan perang. Tidak lama kemudian pasukan keluarga Yan datang membawakan pesan bahwa Yan Duan telah mati dalam pertandingan antar akademi, pengawal itu menyebutkan kematian Yan Duan karena Zhang Xin.


Mendengar kabar tersebut Yan Tian dibuat geram ia berjanji akan membalaskan kematian anaknya kepada keluarga Zhang terutama kepada Zhang Xin. Yan Tian telah menyiapkan kartu utamanya yang telah ia siapkan puluhan tahun demi mengambil kekuasaan diseluruh benua.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG...


__ADS_2