TO THE TITLE OF GOD

TO THE TITLE OF GOD
E32 Siluman


__ADS_3

Ketika sampai di hadapan Li Shao Lin perempuan itu berkata lirih yang intinya sampai kapanpun dirinya tetap mencintai Li Shao Lin, bahkan jika ia reinkarnasi menjadi bintang pun dirinya tetap akan ingat Li Shao Lin sebagai kekasihnya. Zhang Xin ingin menghentikan peristiwa ini, sayangnya tangan serta kakinya di ikat oleh tali misterius membuatnya terpaku di tempat.


Perempuan itu mencium sekilas pipi Li Shao Lin dan meraih tangan Li Shao Lin yang sedang memegang payung merah miliknya. Perempuan itu tersenyum sebagai ucapan perpisahan terakhir, lalu melebur lah tubuh perempuan itu. Li Shao Lin sempat melarang si perempuan menggunakan teknik pengorbanan ini tapi sayangnya, si perempuan telah bertekad untuk merelakan hidupnya demi kedamaian semua alam. Dengan meleburnya si perempuan membuat Li Shao Lin dapat menggunakan kekuatan yang baru saja ia ciptakan yaitu benang penangkap langit.


Benang penangkap langit yang dikeluarkan oleh Li Shao Lin itu menciptakan bentangan ribuan benang yang menutupi seluruh langit dan berhasil menahan murka surga, teknik ini juga dapat menghentikan murka dari surga. Sayangnya setelah kejadian ini Li Shao Lin sangat amat tersiksa ia menyesali kenapa dirinya tidak menggunakan sedikit sihirnya untuk menggagalkan rencana si kekasihnya itu.


Zhang Xin melihat kejadian itu merasa sangat nyeri dihatinya, dirinya tidak dapat menahan gejolak amarah, tanpa sengaja Zhang Xin mengaktifkan salah satu dari ke 10 teknik terkuat miliknya sebelum reinkarnasi. Teknik penangkap langit juga salah satu dari 10 teknik terkuat miliknya. Kali ini teknik yang di keluarkan oleh Zhang Xin adalah citra mata.


Teknik tersebut menciptakan 1 mata tambahan di dahi Zhang Xin, membuat dirinya dapat terlepas dari ilusi tersebut. Tapi karena sedang menggunakan teknik citra mata, ia tidak dapat membuka ke-2 mata utamanya. Mau tidak mau Zhang Xin harus melihat objek sekitar dengan mata yang berada di dahinya untuk sementara waktu, ia juga beruntung karena dengan mengaktifkan teknik ini dirinya dapat melihat siapa yang menyerang dan menyeretnya ke masa lalu.


Zhang Xin melihat sekitar tidak membutuhkan waktu lama ia sudah menemukan siapa yang menciptakan kabut dan yang menyerangnya. Sosok itu adalah monster laut bertubuh hiu putih namun memiliki sisik naga silver kebiruan, monster laut yang menyadari Zhang Xin telah menemukan keberadaannya langsung menjauh dari jangkauan Zhang Xin. Sayangnya payung Zhang Xin telah lebih dahulu membelah tubuhnya menjadi 3 bagian.


Setelah kematian monster laut tersebut kabut mulai hilang dan Zhang Xin telah melihat sebuah portal yang sangat besar di tengah laut. Bersaman dengan itu teknik citra mata Zhang Xin menghilang sehingga ia dapat membuka matanya kembali. Perlahan Zhang Xin berjalan diatas air mengarah ke portal, ia telah merasakan pancaran kuat sebuah elemen yang Zhang Xin cari. Tanpa berlama-lama dirinya melayang dan terbang masuk ke portal itu.

__ADS_1


Sebuah tempat yang indah, pepohonan tumbuh subur berdaun emas memancar. Seseorang berdiri menatap angkasa, berangan memikirkan seseorang.


"Tidak butuh waktu lama kamu akan kembali menatap kami?" Ucap seseorang dengan hamparan bunga merah di kakinya.


"Sayang, akankah adikmu kembali secepatnya?" Tanya seorang wanita yang tidak lain adalah pasangan seseorang tadi. Pertanyaan itu dijawab dengan tatapan sendu oleh seseorang itu.


Kembali ke Zhang Xin yang tengah menyusuri lorong panjang nan gelap, dirinya hanya di temani zhu-zhu payungnya yang menyala merah menerangi jalan. Semakin berjalan terasa Zhang Xin makin jauh dari energi elemen yang ia rasakan, yang membuatnya terhenti dari berjalan memikirkan kenapa dengan tempat ini. Saat ingin berjalan kembali, mendadak tempat itu bergoyang hebat dan menciptakan lubang besar yang menyeret Zhang Xin kedalamnya.


Zhang Xin terjatuh kedalam ruangan yang sangat besar hanya ada pilar-pilar yang menjulang tinggi, Zhang Xin membersihkan pakaiannya menggunakan tangan. Ketika sedang membersihkan pakaiannya, serangan berupa cincin hijau mengarah ke Zhang Xin, beruntung ia dapat menghindar. Zhang Xin sekarang dalam mode waspada ia mengkloning zhu-zhu menjadi 2, serangan cincin hijau kembali mengarah ke dirinya dan lebih banyak dari sebelumnya.


Benar saja laba-laba tersebut sedang menyerap energi sejati yang Zhang Xin rasa, itu adalah elemen asteroid yang ia cari. Karena merasa hal buruk akan segera terjadi Zhang Xin menyerang laba-laba itu menggunakan teknik monokrom tapi sudah terlambat laba-laba tersebut telah mulai bermetamorfosis menjadi siluman laba-laba wanita.


Mereka bertarung Zhang Xin menggunakan zhu-zhu sedangkan siluman laba-laba itu menggunakan tangannya yang telah berubah menjadi kaki laba-laba. Pertempuran mereka seimbang satu sama lain, dan karena siluman laba-laba telah memiliki akal dia bermain licik dengan menggunakan jaring laba-laba untuk mengurung Zhang Xin dan itu berhasil menjeratnya.

__ADS_1


"Kultivator bodoh mana yang berani melawanku, selama lima ribu tahun aku hidup tidak ada seorangpun yang berani mengusik ku. Namun sekarang kau kultivator bodoh berani menginjakkan kaki kotormu di sini" ucap sombong siluman laba-laba.


"Aku hanya mengambil apa yang harus aku ambil" jawab Zhang Xin.


Setelah mengucapkan kalimat itu, Zhang Xin dapat terlepas dari jeratan siluman laba-laba. Ternyata tadi sebelum siluman itu memerangkapnya, Zhang Xin telah mengeluarkan kupu-kupu sutra kecil untuk membantunya jika kejadian tidak terduga ia alami. Dan dugaan Zhang Xin benar, ia terperangkap tapi syukurlah kupu-kupu itu dapat memotong jaring laba-laba yang cukup kuat itu.


Siluman itu awalnya terkejut namun segera ia menyungging senyum, siluman itu menciptakan lingkaran hitam yang berelemen kegelapan dan kematian ia namakan teknik ini pelebur angkasa, yang menyerap segala sesuatu yang terjangkau dan merubah apa yang diserap menjadi energi si pemakai sebagai alat peningkatan level. Zhang Xin dengan santai mengeluarkan benang sutra langsung mengenai serangan itu sekaligus menyerap tekniknya.


Keterkejutan sang siluman nampak di wajahnya ia bingung siapa orang yang berada di hadapannya saat ini. Tapi siluman laba-laba itu tidak memikirkan lebih jauh, dirasa dirinya masih bisa menang, siluman itu memunculkan sebuah senjata sihir miliknya berupa giok hitam. Siluman laba-laba tertawa sangat kencang sebab ia berpendapat Zhang Xin akan kalah dan terbunuh.


Zhang Xin kali ini tahu jika ia menahan atau melawan dengan kemampuan biasa miliknya ia pasti akan tewas. Karena senjata sihir yang dikeluarkan oleh siluman laba-laba itu sangat kuat apa lagi setahu Zhang Xin, semua alat sihir berupa giok telah di tempa oleh seorang dewa dengan julukan dewa pengrajin dimasa lalu sebelum peperangannya dengan sang kakak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2