TO THE TITLE OF GOD

TO THE TITLE OF GOD
E52 tiba dengan selamat


__ADS_3

...


"Apakah aku akan selamanya terjebak di dalam konsep ruang yang entah kapan akan berhenti ini?" Keluhan dari Ling Mei terdengar oleh dewa ruang yang sebelumnya tengah menjaga lubang hitam. Melihat kultivator sihir yang berada dalam konsep ruang miliknya, dewa ruang menghampiri Ling Mei yang sedang kebingungan dan menyediakan.


"Kau tersesat? Seharusnya kau tidak melewati celah ruang di angkasa."


"Mau bagaimana lagi, aku hanya ingin bertemu paman ke-tiga."


"Paman?."


"Benar, seseorang yang memiliki kemampuan sutra."


Mendengar pernyataan Ling Mei, dewa ruang pun sadar siapa yang tengah dicari oleh gadis ini. Tapi karena dewa ruang memiliki kuasa akan ruang yang ada di angkasa, maka ia berniat untuk bermain sebentar dengan Ling Mei.


"Baiklah, aku akan menunjukkan jalannya. Tapi untuk sampai ke paman mu itu aku kembalikan pada kemampuan mu sendiri." Ling Mei hanya mengangguk dan dewa ruang membukakan portal kemudian menyuruh Ling Mei masuk.


Di dalam sana, Ling Mei seperti berada dalam labirin ruang yang jalannya selalu berubah, mungkin telah mustahil untuk keluar dari labirin ruang ini. Sementara dewa ruang kini tertawa keras melihat wajah kebingungan dari Ling Mei.


"Dasar bocah sialan dia menjebakku, awas kau dewa ruang." Kesal Ling Mei, ketika sadar jika dirinya dipermainkan oleh dewa ruang.


Waktu terus berjalan namun Ling Mei tidak dapat menemukan jalan yang sesuai, sehingga ia menggunakan teknik sihirnya yakni penyempitan kubus elemen asteroid dan kristal. Dengan kubus itu dinding antar ruang yang membentuk sebuah labirin pun dapat ditahan oleh kubus itu.


Dewa ruang yang melihat teknik Ling Mei menjadi semakin senang. Ia pun segera memperluas juga mempercepat pergesekan ruang. Berkat itu teknik Ling Mei menjadi sia-sia, sehingga Ling Mei menggunakan teknik lain yang tidak salah lagi itu adalah teknik persamaan ruang sejajar berelemen kristal.


Persegi panjang terbentuk dengan ruang ditengahnya, membungkus dan memerangkap Ling Mei di dalam sana. Kemudian disamping tepat dari dewa ruang berdiri, munculah persegi panjang yang menampilkan Ling Mei keluar dari sana. Karena kesal Ling Mei pun menarik telinga dari dewa ruang.


Dilihat dari postur tubuh memang dewa ruang seperti seorang anak dengan umur sekitar 12 tahun. Tapi jika dihitung melalui umur maka Ling Mei tidak ada artinya.


"Hei bocah, apakah begini kau bersikap dengan orang yang jauh lebih tua?."

__ADS_1


"Walaupun umurmu 14.000 lebih tua dari ku tapi aku lebih tinggi jauh dibandingkan dengan kamu." Hinaan Ling Mei disertai menjulurkan lidahnya.


Kesal akan penghinaan itu, dewa ruang pun membuat portal ruang yang langsung menyerap Ling Mei kedalamnya.


"Tidak tahu diuntung." Kata dewa ruang kesal.


"Siapa yang tidak tahu diuntung, dewa ruang?" Suara yang tidak asing terdengar dari segala penjuru, membuat dewa ruang gugup karena ketakutan.


"Ah, t-tidak ada dewa pedang krisan merah" jawaban dewa ruang disertai tawa kecil yang canggung.


...


Di tepian pantai 6 ketua sekte ditambah dengan perwakilan dari 4 asosiasi yakni asosiasi udara, asosiasi darat, asosiasi laut dan asosiasi pembunuh ikut serta dalam pertemuan di laut timur. Mereka terkesima dengan apa yang ada didepan mereka, sebab bangunan megah telah tercipta seakan membelah lautan luas dengan deburan ombaknya.


Zhu-zhu berubah menjadi roh primordial berjalan mendatangi kumpulan orang yang segan untuk menginjakkan kaki diatas tanah, karena Zhang Xin telah merubahnya menjadi bebatuan meteorit. Zhu-zhu menyambut mereka dengan senang, lantas ia mengajak para petinggi sekte maupun asosiasi datang ke altar pertemuan.


Seakan tidak percaya, para petinggi itu tidak henti-hentinya mengagumi keindahan dari bangunan yang mereka pijak sekarang. Ditambah dengan ikan yang berenang kesana-kemari mencari makan, itu seakan ilusi betapa menakutkannya kekuatan yang dimiliki si pembuat tempat ini.


"Apakah kita harus melakukan itu? Melihat dari apa yang ditunjukkan pada kita sekarang, sepertinya keberhasilan rencana kita hanya sebatas angan-angan." Kata ketua sekte api bintang.


"Aku harap kalian tidak melakukan apapun pada master, karena aku tidak ingin darah berserakan disini. Untuk itu silahkan masuk." Wejangan dari zhu-zhu, kemudian ia membuka pintu besar nan tinggi dengan ukiran kristal meteor.


Di dalamnya apa yang dilihat oleh ketua sekte maupun asosiasi membuat mereka tidak dapat mengatakan apapun. Seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Atap dari aliran air, kristal untuk tempat duduk beserta lantainya, juga angin sebagai pelengkap dari ukiran pilar yang terbuat dari batuan tanah murni.


Zhang Xin Yu duduk dengan santainya tepat di ujung dari aula, Ia tengah melihat gerak-gerik dari para pemimpin itu. Salah satu dari mereka melihat akan kehadiran Zhang Xin membuat raut terkejut tercetak jelas diwajahnya. Pemimpin itu berbisik tentang siapa yang sedang duduk itu pada Wu Jinghua, namun Wu Jinghua tidak melihat apapun. Setelahnya mereka duduk dengan tenang sembari menunggu kehadiran Zhang Xin.


"Ah,, rupanya mereka semua tidak sadar dengan kehadiran orang itu sejak tadi, tapi kenapa dia hanya duduk diam disana?." Pikir orang yang sebelumnya melihat Zhang Xin, yakni ketua sekte pedang jiwa.


...

__ADS_1


Ling Mei kini telah berada diambang bumi tepat dihadapan lapisan pertama dari pelindung. Dirinya bingung, bagaimana ia bisa masuk apalagi kekuatan dari pelindung bumi sendiri yang sangatlah kuat.


Ling Mei teringat sesuatu "Kenapa aku tidak memikirkan hal itu!."


Ling Mei membuat kubus dengan merefleksikannya tepat melewati pelindung bumi, ia membuat diagram cahaya mensejajarkan dengan kubus yang ia buat. Tanpa pikir panjang Ling Mei memasukkan sedikit elemen asteroid untuk sedikit melubangi pelindung. Suara pecahan terdengar menandakan ia berhasil melakukan trik itu, kemudian Ling Mei masuk kedalam bumi, tidak lupa ia menutup kembali lubang kecil itu.


"Akhirnya aku sampai di bumi."


Ling Mei mengagumi apa yang ada di bumi, tidak henti-hentinya ia melakukan transaksi makanan. Rasa yang berbeda antara masakan bumi dan alam lain, sedang asiknya makan manisan sebuah retakan muncul di bawah kakinya. Ling Mei ingin melompat untuk menghindarinya namun ia sama sekali tidak bisa bergerak, ditambah retakan itu semakin besar.


Sebuah bayangan hitam muncul dari dalam, memegang kepala Ling Mei dengan erat. Tangan itu memberi tekanan yang kuat agar Ling Mei masuk kedalam retakan itu. Dengan sedikit paksaan akhirnya Ling Mei masuk kedalamnya, seakan tidak terjadi apapun. Orang-orang yang sibuk atas diri mereka tidak menyadari akan sesuatu yang janggal sebelumnya.


"Apa kamu bersenang-senang di sini?." Perkataan dingin itu membuat Ling Mei yang pingsan, bangun seketika.


"P-paman ke-tiga."


"Jawab."


"Ah, i-iya ha,ha itu benar." Jawab canggung Ling Mei membuat Zhang Xin mengeluarkan auranya dan memberikan tekanan yang besar.


"P-paman aku minta maaf, t-tapi mereka pasti sudah tahu." Ucap Ling Mei dengan kesulitan menahan tekanan, Zhang Xin menghela nafas kemudian menarik tekanan yang ia berikan sebelumnya.


"Karena kamu sudah sampai disini maka kau harus membantuku."


"Tapi paman aku tidak-."


"Ingin melewati jalur mana untuk pulang?."


"Jangan kirim aku pulang!,, Baiklah aku bersedia." Jawab Ling Mei terpaksa.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG...


__ADS_2