
Sudah sekian lama Zhang Xin berkultivasi akhirnya ia membuka matanya dan sekarang telah menunjukkan perubahan pesat. Saat ini dirinya sudah mencapai tingkat kuasa sihir level 93, sangat amat cepat jika dibandingkan dengan kultivator pada umumnya.
"Perkembangan mu sungguh cepat hanya lima tahun kamu dapat menerobos sampai tingkat kuasa sihir padahal saat kamu datang kamu hanya berada di level 77 penyihir suci" sanjung Yue Ling.
"Tidak ini karena bantuan bibi, jika tidak aku akan tetap di level 77" jawab Zhang Xin merendah.
"Oh iya, aku memiliki kabar baik untukmu. Bibimu ini telah mendapatkan beberapa inti dari elemen yang kamu sebarkan dulu"
"Bagaimana bibi bisa tahu"
"Aku memiliki mata sayang haha,," goda Yue Ling disertai tawa diakhir.
Yue Ling pun memberikan 4 kristal elemen dan menyuruh Zhang Xin menyerap inti elemen itu, tapi Yue Ling tidak menyarankan untuk menyerap semuanya karena setiap elemen memiliki persyaratan agar dapat dikuasai.
Elemen yang diberikan oleh sang bibi adalah elemen kegelapan, elemen kehidupan dan elemen kematian. Bibinya hanya menyarankan ketiga itu untuk diserap, sedangkan elemen kristal Yue Ling menyarankan agar diserap ketika Zhang Xin berada dalam goa amethyst. Kerena elemen kristal yang dimiliki Zhang Xin sangat unik takutnya jika tidak tepat dalam penyerapannya akan berbahaya.
Zhang Xin mengerti dan mulai menyerap ke-3 elemen itu secara langsung. Melihat itu Yue Ling berjalan mendekati tempat Zhang Xin yang sebelumnya sudah berjalan menjauh untuk memulai proses penyerapan, setelah sampai di dekat Zhang Xin, Yue Ling menggeplak kepala Zhang Xin. Walaupun ia berwujud roh namun saat di alam roh tubuh semua roh akan dapat disentuh.
"Kau ingin mati hah" marah Yue Ling.
__ADS_1
"Ah,, bibi tenang saja aku bisa"
"Tidak tidak kau serap satu persatu, ini perintah mutlak dariku!"
Karena takut akan kemarahan bibinya yang makin memuncak, Zhang Xin menyerap elemen itu satu persatu sesuai perintah sang bibi. Sekian lama Zhang Xin menyerap sudah 1 bulan terhitung proses berjalan. Saat Zhang Xin bangun ia merasakan kekuatannya bertambah ia telah menerobos kembali dan sekarang dirinya berada di level 96.
Yue Ling menyuruh agar Zhang Xin keluar dari alam roh karena sudah saatnya dia menyelesaikan semua permasalahan, Zhang Xin mengerti lalu Yue Ling membuat portal sihir. Tidak mau berlama-lama Zhang Xin masuk kedalam portal tersebut tanpa mengucapkan apapun pada bibinya.
"Dasar keponakan kurang ajar!" Yue Ling berkata diakhiri senyuman.
Sampailah Zhang Xin di sebuah tempat indah yang dipenuhi pohon berwarna perak, ia tidak pernah tahu akan keberadaan tempat ini. Zhang Xin menelusuri semua sisi tempat itu, dan sampailah ia disebuah tempat seperti altar sihir namun telah rusak.
Zhang Xin mengedarkan pandangannya ia melihat gerombolan hewan sedang menuju ke satu arah. Tidak ingin melewatkan sesuatu Zhang Xin mengikuti kemana para hewan itu menuju, Zhang Xin Yu berhenti di kejauhan dan melihat patung seseorang penyihir wanita.
Zhang Xin mendekat kearah patung itu namun dihalangi oleh rusa bertanduk perak, rusa itu seakan berbicara dengan Zhang Xin seperti mengatakan 'biar kami yang membangunkannya ini adalah keputusan terakhir'. Sayangnya Zhang Xin malah nekat, ia menyalurkan benang sutra mengikat hewan yang akan mengorbankan diri mereka.
Setelah pengorbanan berhasil dihentikan Zhang Xin mendekatkan dirinya, hanya menyisakan 1 meter jarak antara ia dan patung. Zhang Xin memunculkan sehelai bulu sayap malaikat dan ia meletakkannya di kepala patung.
Karena bulu itu penyihir yang membatu itu berangsur membaik. Setelah kembali seperti semula penyihir itu mengungkapkan terima kasih pada Zhang Xin, sang penyihir memperkenalkan dengan julukan penjaga perak. Dirinya-lah yang bertanggung-jawab atas keselamatan penduduk hutan perak.
__ADS_1
"Kenapa kamu membatu" tanya Zhang Xin.
"Aku membatu karena ketidakmampuanku untuk melindungi hutan perak dari aura jahat" kata si penjaga perak.
"Aura jahat? darimana datangnya!"
"Dari arah Utara"
Mendengar ucapan penjaga perak Zhang Xin lalu berpamitan bergegas menuju kearah Utara. Sialnya Zhang Xin tidak bisa melayang dan terbang sebab ia belum mencapai tingkat master sihir. Dirasa terlalu lama Zhang Xin menciptakan ribuan kupu-kupu sutra dari tangannya, lalu ia merubah kumpulan kupu-kupu tersebut menjadi pijakan agar cepat sampai.
Benar saja di arah Utara tidak jauh dari Zhang Xin melakukan perjalanan, ia melihat banyak mayat yang bergeletakan. Baik itu dari pasukan iblis, sekte elang hitam beserta keluarga Yan maupun dari pasukan paviliun matahari senja. Zhang Xin mempercepat perjalanan dengan berlari diatas kupu-kupu yang berterbangan mengawalnya untuk sampai di wilayah yang ia tuju.
Tidak berapa lama sampailah Zhang Xin di tempat peperangan antara kelompok keluarga Yan dan sekte elang hitam bergabung dengan iblis melawan paviliun matahari senja di bantu oleh paviliun langit. Disana keadaan sangat kacau banyak mayat prajurit yang berserakan menjadi tumpukan mayat, namun peperangan masih saja berlanjut.
Zhang Xin turun dari kumpulan kupu-kupu, ia tengah berada diantara lautan mayat yang sudah bercampur antara mayat kultivator dan iblis. Zhang Xin memunculkan payungnya melemparkan kearah samping lalu membaginya menjadi beberapa serpihan kecil, menjadi bentuk seperti jarum yang mengurung semua mayat yang ada disekitarnya.
Kemudian Zhang Xin menggunakan teknik sihir pengekangan langit yang menimbulkan para mayat tersebut bangkit kembali, lantas Zhang Xin pun menyuruh para mayat hidup untuk mengikuti perang membantu paviliun matahari senja.
Di area peperangan pihak dari paviliun matahari senja sangat kuwalahan karena gabungan dari kultivator beserta para iblis. Zhang Dan menyuruh pasukan-pasukannya untuk mundur agar dapat mengaktifkan sihir pelindung, disaat sampai Zhang Dan ingin bergegas mengaktifkan sihir pelindung namun gagal sebab serangan dadakan dari Yan Tian.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG...