
Dalam indra penglihatan Zhang Xin Yu semua manusia telah berubah. Mereka memiliki 2 kepala dengan 4 tangan, ada juga monster yang sedang mengejar sebuah praktisi bumi. Zhang Xin pun menyerang monster itu dan tewas seketika, praktisi itu terlihat ketakutan akan kehadiran Zhang Xin.
"Jangan takut aku disini akan membantumu."
"Ceritakan apa yang terjadi padaku." lanjut Zhang Xin.
"Tuan terima kasih atas bantuan sebelumnya. tolong saya tuan, ribuan monster telah menyerang sekte kami dan hanya saya saja yang bisa kabur. Tapi teman-teman saya masih berada di sekte, saya tidak bisa membantu mereka, banyak bayangan hitam, kabut gelap dan mematikan tolong kami tuan." ucap praktisi sembari gemetar.
"Aku akan membantumu sekarang tunjukkan arah ke sekte dan aku akan membantu."
Mereka pun pergi ke sekte yang dimaksud, di setiap wilayah yang mereka lewati banyak mayat monster dan praktisi bertebaran. Setiap wilayah telah di dominasi oleh monster-monster, Zhang Xin pun tidak bisa membantu karena pada dasarnya ia bisa dikatakan cukup bahkan telah terlambat. Dirinya telah mencoba mendeteksi seluruh wilayah yang ia lewati, hasilnya tidak ada manusia maupun kutivator yang hidup di wilayah tersebut.
"Maaf."
Sampailah Zhang Xin Yu di sebuah sekte yang telah hancur lebur, praktisi itu menunjukkan dimana letak teman-temannya berada. Zhang Xin pun tanpa curiga mengikuti arah praktisi itu berjalan, hingga ia sampai di sebuah perbukitan yang dirasanya cukup aneh.
"Formasi alam pengorbanan, jadilah pelindung bagi kami."
Ucapan itu membentuk pola sihir putih, formasi itu menjebak Zhang Xin. Praktisi yang sebelumnya telah bergabung bersama teman-temannya, mereka berniat untuk menjadikan Zhang Xin sebagai alat perantara untuk mengaktifkan kembali pelindung bumi yang telah hancur. Zhang Xin menggelengkan kepalanya, ia menghentakkan kakinya dan seketika formasi itu hancur.
Zhang Xin mengeluarkan elemen kematian, ia mengikat leher dari 7 praktisi yang ada di sana. Ditambah dengan elemen darah, Zhang Xin menyerap energi kehidupan dari mereka bertujuh. Tiba-tiba dalam pendengaran Zhang Xin ia mendengar tetesan air, suara itu membuatnya melepas apa yang tadi ia keluarkan dan lakukan. Hal tersebut membuat Zhang Xin seperti terjun kedalam samudra yang dingin.
Kesendirian tidak berujung bersamaan dengan suara yang memekikkan telinga. Gempuran lonceng dan derap kuda menjadi satu, aura dari kekuatan yang terpancar menghancurkan permukaan. Tarikan panah, hamparan ombak, sambaran petir mengarah ke segala penjuru.
__ADS_1
"Nak." Suara hangat nan lembut.
Zhang Xin Yu mendengar suara perempuan yang tidak ia kenali sebelumnya, tapi panggilan itu terasa dekat dan hangat. Seperti panggilan yang merindukannya untuk kembali ke suatu tempat. Panggilan itu membuat Zhang Xin tersadar dari apa yang ia alami.
Zhang Xin terbangun dan melihat sekelilingnya yang ternyata dia masih dalam tempat yang sama. Bukan bumi, melainkan planet yang menjadi tempat dimana Zhang Xin singgah yakni planet biru. Tanpa Zhang Xin sadari sebelumnya, sebuah hewan memberikan serbuk ilusi pada Zhang Xin. Kemudian diperkuat dengan tanaman yang ada disana, membuatnya tanpa sadar jatuh kedalam ilusi itu.
Zhang Xin Yu bergegas pergi dari planet biru tapi, sebesar apapun usahanya ia tetap gagal. Zhang Xin merasa ia terjebak dalam ilusi yang berlapis, pada akhirnya ia-pun mengkonsentrasikan penglihatannya untuk menemukan apa yang sebenarnya telah terjadi. Pada akhirnya Zhang Xin menemukan apa yang menyebabkan dia terjebak dalam ilusi.
"Hanya perlu menghancurkannya." Suara jentikan jari Zhang Xin keluarkan, itu berhasil melepaskan dirinya dari ilusi. Kemudian Zhang Xin pergi secepat kilat menggunakan sebuah portal antar dimensi.
"Seharusnya planet ini tidak jauh dari bumi." Dan benar saja sekarang Zhang Xin telah sampai di planet bumi. Ia melihat 7 lapisan pelindung dari bumi, tapi sayangnya semua pelindung itu telah melemah.
"Seharusnya ada dewa yang menjaga bumi dari makhluk asing. Tapi dimana dia, apakah telah naik ke alam lain?."
"Apapun itu aku harus melindungi bumi."
"Kekuatan kultivasi dan teknologi, mereka saling bekerjasama itu membuat ku terkejut dan tertarik."
Zhang Xin melihat sebuah desa, karena penasaran ia turun dan merubah dirinya seperti penduduk asli bumi. Di desa itu penduduknya sangat makmur mereka memanfaatkan kekuatan magis untuk melakukan segala aktivitas. Tidak hanya itu di desa tersebut juga terdapat persenjataan yang cukup canggih. Sampai disini Zhang Xin merasa sangat terkesan dan tertarik.
"Di desa saja sudah seperti ini, lantas bagaimana jika di kota sana!."
Seorang wanita muda menghampiri Zhang Xin, ia menanyakan "apakah tuan ini adalah pengelana yang ingin menetap sementara di sini?". Hal itu dibenarkan oleh Zhang Xin, kemudian wanita itu membawanya ke kepala desa untuk persetujuan pendatang. Dalam rumah kepala desa banyak orang berkumpul mereka sedang membicarakan tentang kejadian-kejadian yang diluar batas kemampuan mereka.
__ADS_1
Si kepala desa mengatakan "jika begitu kita harus bersiap untuk melawan binatang liar dari hutan hitam, kita harus mengeluarkan seluruh kemampuan kita demi melindungi desa agar tidak hancur oleh binatang liar."
"Aku setuju dengan tuan kepala desa, tapi persediaan makanan kita menipis, kita tidak mungkin terus menerus menjaga area sekitar desa dalam waktu yang lama. Karena makanan dalam hal ini cukup penting dari pada persenjataan." Ucap salah satu warga.
"Benar, aku memiliki saran kita sebaiknya membangun sebuah perlindungan dengan artileri ditambah dengan kekuatan sihir. Itu akan membantu mengurangi dampak yang kita peroleh, secara artileri adalah senjata terkuat sekarang." Lanjut warga lain.
"Iya aku menyetujui akan hal itu, tapi persediaan bahan untuk membangunnya tidaklah murah dan mudah. Ada beberapa tahapan yang cukup penting, jika dibangun dengan bahan yang berbeda itu tidak mungkin karena hasil kerjanya akan berbeda." Kata kepala desa.
Zhang Xin beserta wanita yang mengantarnya telah sampai di rumah kepala desa. Terlihat pembicaraan kepala desa dengan warga terhenti, mereka ingin mendengar apa yang akan disampaikan oleh si wanita. Setelah disetujui oleh kepala desa, Zhang Xin pergi diantar wanita muda yang sebelumnya. Namun sekilas Zhang Xin mendengar apa yang dibicarakan oleh kepala desa yakni mengenai binatang liar.
"Tuan ini adalah kamar anda, dan saya mohon pamit, jika anda menginginkan sesuatu anda bisa memanggil saya."
"Baiklah." Kemudian Zhang Xin memikirkan tentang yang dibicarakan oleh kepala desa dengan sebagian warga. Ia heran apakah monster di bumi itu kuat-kuat, sehingga membuat mereka takut. Jika dipikir ulang memang kekuatan monster itu sangat diluar pikiran kultivator, karena monster selalu menyesuaikan dengan siapa ia hadapi saat ini.
"Binatang liar? Mungkin itu sama dengan penyebutan monster di alam lain."
"Tersisa 1 tahun dan kemalangan bumi akan terjadi."
Zhang Xin iseng melihat buku waktu, dan ia sangat terkejut sebab waktu di bumi jauh lebih lambat dari waktu di alam lain. Itu membuat Zhang Xin sangat senang karena ia memiliki waktu yang panjang supaya bisa matang untuk mengatur strategi.
"Satu tahun sama dengan seratus tahun bumi, untung saja! Jika tidak mungkin dalam ilusi itu pasti akan terjadi."
Di lain tempat, bongkahan meteor terpecah menjadi 4 bagian. Menyebar ke 4 titik di bumi, tidak ada yang dapat merasakannya bahkan Zhang Xin sekalipun. Meteor itu mengakibatkan anomali tidak terduga di tempat yang meteor itu tempati saat ini.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG...