
...
Zhang Xin berdiri tepat di altar yang menampilkan pemandangan wilayah sekte pedang kaca, terdapat balon udara yang melambung tinggi. Tidak hanya itu di langit juga dihiasi orang-orang yang melayang mengunakan pedang maupun sayap mekanik, dan mereka terlihat sangat menikmatinya.
"Pertama aku ingin kau awasi tetua yang mengantarkan ku sebelumnya, kalau bisa bunuh ditempat." Ucapan itu tidak dimengerti oleh Wu Jinghua.
"Aku tahu kau tidak mengerti, jadi singkatnya dia akan bekerjasama dengan kekacauan."
"Tapi tetua ketiga tidak mungkin-."
"Dunia memang tidak pernah adil jika dalam sudut pandang mu seorang."
"Saya mengerti tuan, namun apa yang anda maksud sebelumnya? Saya benar tidak begitu mengerti mengenai itu."
"Kau tidak mengerti? Tapi bagaimana dengan ramalan itu!."
"Ramalan? Tidak mungkin terjadi secepat itu. Dalam ramalan dikatakan ketika cahaya kekacauan muncul dari langit dengan lingkaran api, dan-. Apakah anda orang itu?" Dengan terkejut ketua Wu Jinghua menatap Zhang Xin.
"Bukan, aku hanya utusan tepat 100 tahun dari sekarang hal itu akan terjadi. Aku memberitahumu lebih awal untuk bersiap dengan rencana yang matang."
"Saya mengerti, junior Wu Jinghua berterima kasih telah mengingatkan dan saya mohon bimbingannya."
"Tidak perlu sekarang untuk merencanakan itu semua, dalam 3 hari ke depan temui aku di laut timur. Bawa orang yang sekiranya perlu untuk di ajak."
Setelah mengatakan demikian Zhang Xin Yu menghilang, untungnya waktu di bumi dengan waktu di alam lain itu berbeda. Sehingga mereka dapat menyiapkan apa yang sekiranya perlu dilakukan.
Wu Jinghua kembali ke area pertandingan, yang sedang menampilkan pertempuran antar murid. Wu Jinghua menghentikan paksa pertandingan selanjutnya untuk sementara waktu, kemudian Wu Jinghua menginginkan agar semua ketua sekte mengikutinya ke sebuah tempat perundingan. Disana para ketua sekte bingung apa yang akan dibicarakan oleh Wu Jinghua, karena sekembalinya dia menemui orang itu raut wajahnya berubah serius.
"Aku menyuruh kalian kesini untuk membicarakan suatu, dalam sebuah ramalan yang akan menimbulkan kekacauan di bumi. Dan hal itu terjadi 100 tahun dari sekarang."
"Apakah ramalan itu benar?." Kata ketua sekte 3 kebebasan.
"Tidakkah kau memastikan siapa yang meramalkannya?." Ujar ketua sekte putaran ilahi.
"Aku tidak yakin dengan ramalan seperti itu." Tegas ketua sekte pedang jiwa.
"Aku tau pemikiran kalian yang tidak akan percaya dengan mudah, tapi tidakkah kalian merasa aneh ketika melihat orang yang datang menemui ku?. Kita saja tidak bisa membaca ranah dari orang itu."
"Jadi orang itu menemui mu mengatakan hal demikian dan nanti kau akan menemuinya di salah satu tempat?."
"Bagaimana kau tau?." Tanya ketua sekte api bintang.
__ADS_1
"Ketua sekte pembaca pedang tidak akan meleset dengan perkiraannya."
"Jadi aku kira kalian sudah faham dengan situasi mendatang, jadi apakah kita menemuinya? Dia bilang akan menunggu 3 hari mendatang di laut timur."
"Kita akan mengujinya."
Tidak begitu lama persetujuan pun terjadi, kemudian mereka bubar kembali ke arena pertandingan yang sejak tadi terhenti karena permintaan ketua sekte pedang kaca.
...
Tempat dengan menampilkan kepompong seseorang yang kini telah usang dan mulai terbuka. Cairan hijau muncul disela-sela kepompong, menetes jatuh ke tanah. Kulit dari kepompong kian terkikis akibat cairan itu, tanpa menunggu lagi kepompong tersebut mengeluarkan sesosok perempuan dengan dilumuri cairan hijau.
Wanita itu bangkit membersihkan dirinya kemudian merubah sihir bawaannya dari 2 ikan koi kembar menjadi ikan naga giok. Wanita itu tersenyum jahat, kemudian wanita itu pergi kesebuah tempat yang menampilkan jutaan kepompong yang tergantung di antara langit. Dengan sedikit kekuatannya, ia mampu menghancurkan kepompong yang tengah mengikat ribuan iblis, puluhan ras dan siluman kuno.
"Ras siluman naga kegelapan, ras raksasa dan ras tanduk dewa kristal siap mengabdi kepada yang mulia Mo Ya."
"Bagus-bagus itulah yang aku inginkan, sekarang kalian pulihkan kekuatan, bangun pasukan dan setelah tiba saatnya kita akan melakukan pergerakan."
"Baik yang mulia."
"Li Shao Lin, akankah kau mampu menangani bencana kali ini. Sungguh malang, kehidupan sebelumnya kekasihmu telah mengorbankan dirinya dan di kehidupan sekarang, dia telah menjadi bagian dari ku." Kata Mo Ya disertai tawa puas.
"Ini adalah balas dendam ku padamu Luo Ding."
...
"Ling Mei kemana kamu akan pergi." Tanya seorang pria yakni sang paman Zi Yuan Xing.
"Aku hanya ingin bermain keluar paman." Ucapnya dengan gugup.
"Yasudah aku kira kau ingin menggunakan sihir portal ruang untuk menemui seseorang."
"Ah,, itu, tidak kok aku juga tidak mengerti akan hal itu."
"Jika kau ingin keluar maka bawalah seseorang untuk di sampingmu agar kamu dapat ketenangan." Setelah mengatakan demikian Zi Yuan Xing pergi.
"Untung saja aku hampir ketahuan."
Ling Mei melanjutkan perjalanannya, dan tidak lama dari itu ia sampai dihadapan sebuah pohon berdaun biru. Disana ia memunculkan sihir bawaannya yang ternyata berhubungan dengan portal teleportasi bernama kubus tidak berujung yang memiliki elemen kristal dan asteroid.
"Aku ingin ke bumi." Gerbang seukuran dirinya muncul nampak seperti membelah pohon daun biru itu, juga dibarengi dengan decitan antar ruang. Ling Mei pun masuk kedalamnya, lantas ia menghilang bersamaan dengan tertutupnya dari gerbang yang tercipta.
__ADS_1
"Ling Mei kau sangat keras kepala, walaupun begitu aku tidak bisa berbuat apa-apa." Kata Zi Yuan Xing dari kejauhan yang sedari tadi melihat apa yang dilakukan oleh Ling Mei.
"Kak apakah anakku telah-." Ucap Shen Yaoshan yang baru tiba.
"Terlambat, nantikan saja kepulangannya. Semoga dewa ruang tidak menyulitkan dirinya."
"Tapi kak dia masih kecil tidak seharusnya ia pergi melewati ruang. Apalagi ranahnya yang masih di tingkat master sihir."
"Walaupun kau berusaha sekuat tenaga, kekuatan ruang dan waktu di angkasa sangat rumit dan kuat."
...
"Bagus-bagus, aku memujimu tapi tidak dengan apa yang kau rencanakan."
"Tuan bukankah lebih baik melakukan sedemikian rupa, apalagi penghalang itu masih kokoh."
"Masalahnya bukankah ada larangan setiap pembuatan penghalang?."
Raja siluman ular sedang kebingungan mengenai hal yang harus dilakukan untuk melakukan aliansi dengan para iblis. Ia juga dibantu dengan ras lain yang berpihak pada dirinya, namun hingga sekarang ia belum memiliki titik terang.
"Ratu siluman laba-laba apakah kamu memiliki cara." Tanya raja siluman ular.
Ratu siluman laba-laba menghela nafas panjang, kemudian ia menjelaskan sebuah analisisnya. "Dalam serangkaian yang telah diperbuat oleh Li Shao Lin sebelum-sebelumnya. Aku telah mencocokkan semua bahwa kita bisa menembus dan menghindari larangan, tapi masalahnya disini di alam siluman, tidak ada satupun siluman yang telah mencapai tingkat 10 untuk saat ini. Dan untuk menghindari larangan, aku telah memiliki harta kuno yang fungsinya untuk mengabaikan dampak dari larangan."
Raja dari siluman elang berkata, "ada siluman yang telah mencapai tingkat sembilan tapi siluman itu tidak ada di pihak kita."
"Apa maksud mu itu raja siluman naga biru?." Pernyataan dari raja siluman ular dijawab anggukan oleh raja siluman elang dan berkata. "Ya, memang hanya pihak mereka yang memiliki kekuatan terbesar diantara kita walaupun siluman naga biru hanya sedikit populasinya."
"Aku memiliki cara untuk membujuk para siluman naga biru namun aku memerlukan bantuan dari ras siluman rubah." Ujar ratu laba-laba.
"Apakah kalian hanya mengingat ras naga biru saja yang memiliki kekuatan terbesar?." Ucap siluman yang tidak dikehendaki kehadirannya oleh para pemimpin siluman di sana.
"Kaisar raja siluman naga hydra." Lama tidak bertemu, sapaan itu dilontarkan oleh seorang perempuan yaitu kaisar ratu siluman ular.
Melihat kehadiran 2 orang leluhur kuat membuat pertemuan itu kian menegang. Bersamaan dengan itu munculah beberapa leluhur lainnya yakni kasar ratu siluman laba-laba, kaisar raja siluman elang, kaisar ratu siluman kalajengking dan ketujuh kaisar raja dari siluman naga 7 elemen.
Kini kekuatan tekanan kian beradu satu sama lain, karena keadaan semakin tidak kondusif mengakibatkan seorang yang telah dilupakan oleh semua orang akan kekuatannya muncul. Kedatangannya membawa tekanan yang sangat besar ditambah paras yang anggun nan tegas, menjadikan ia disegani.
"Hormat pada leluhur Maha kaisar siluman tidak berwujud."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BERSAMBUNG...