
Jendral iblis ke-4 sangat senang karena tidak ada halangan untuknya kali ini, namun sayang seribu sayang ketika peperangan akan pecah kembali, terdapat dewa yang turun dari langit dan berkata.
"Saatnya kembali ke alam asal kalian cukup untuk membuat kekacauan ini"
"Siapa kamu, hanya dewa lemah seperti mu tidak akan bisa menghentikan kami" jawab jendral iblis ke-5 dengan tawa diakhir.
"Baiklah jika kamu memaksa" ujar sang dewa.
Dewa tersebut meluruskan tangan kanannya kedepan, dari telunjuknya terdapat air tapi tampak seperti cahaya yang siap menetes dan jatuh ke tempat itu. Saat air cahaya itu menetes, dari langit muncul cahaya dengan berbagai warna menghantam setiap kultivator dan iblis.
Cahaya itu memindahkan mereka yang telah terkena cahaya ke alam asalnya. Orang dari paviliun matahari senja yakin dewa itu adalah Zi Yuan Xing dengan sihir bawaan ( hukum kuasa ). Setelah kejadian itu dewa tersebut pergi kembali ke alam dewa.
Sementara Zhang Xin Yu kini berada disebuah tempat yang tandus, hawa disana tidak lembab dan kering seperti alam kultivator, tidak panas seperti alam iblis juga tidak memiliki hawa kehidupan seperti alam lainnya. Ia sadar para iblis itu telah memindahkan dirinya ke alam terkutuk yakni alam roh.
Alam roh adalah alam yang berisi jiwa manusia, kultivator dan iblis berkumpul setelah kematian dan disinilah tempat dimana keputusan akan diambil apakah direinkarnasi atau tidaknya.
Keadaan di alam roh sama dengan alam lainnya namun perbedaan yang menonjol adalah tanah yang tandus, udara yang dingin dan panas secara bersamaan, Zhang Xin berjalan mengikuti hatinya yang menuntun jalannya. Sepanjang perjalanan ia hanya dapat melihat untuk saat ini adalah gurun berwarna hijau lumut dan bergradasi dengan abu-abu gelap, hal itu membuat Zhang Xin bingung ia harus pergi kemana.
Gelap panas dan dingin yang Zhang Xin rasakan, namun semua itu sirna ketika ia melihat sebuah desa yang sedang mengadakan pesta besar-besaran. dan terlihat suasana yang meriah. Zhang Xin pergi ketempat itu dengan langkah yang lemah bahkan ia belum istirahat selama berada di alam roh ini.
__ADS_1
Tibanya di desa itu Zhang Xin melihat orang-orang disana nampak seperti yang ada di alam lainnya, bedanya mereka bergerak dengan melayang. Desa itu terlihat meriah banyak makanan yang dijual sepanjang jalan, juga ada yang berlalu-lalang menjajakan dagangannya. Sampai Zhang Xin merasakan kepalanya sakit dan tubuhnya lemas sehingga ia jatuh pingsan.
Saat terbangun Zhang Xin kebingungan ia berada disebuah kamar yang bernuansa abu-abu, Zhang Xin bangkit dan merasakan kepalanya sedikit sakit. Tidak lama dari itu datanglah seorang roh pelayan membawakan makanan, roh pelayan itu berkata makanan mereka sama dengan makanan di alam lain. Pelayan itu menyuruh Zhang Xin untuk memakan makanan yang ia berikan, sebelum menemui penguasa alam roh.
Setelah Zhang Xin makan ia keluar mengecek ia sedang berada dimana dan ternyata saat ia membuka pintu kamar. Zhang Xin berada disebuah istana yang melayang, ia dapat melihat keramaian di desa yang ia lewati sebelumnya.
Salah satu roh muncul di belakang Zhang Xin berkata bahwa penguasa alam roh telah menunggu, Zhang Xin mengikuti kemana roh itu menuntunnya. Sampailah Zhang Xin di aula istana dengan takhta yang sedang diduduki oleh seorang perempuan cantik dengan balutan busana seperti langit malam.
Zhang Xin memberi hormat pada perempuan itu dan ditanggapi dengan anggukan, perempuan itu bertanya pada Zhang Xin.
"Kamu datang kemari dari alam kultivator?" Tanya si wanita.
"Iya yang mulia"
Zhang Xin yang mendengar perkataan perempuan itu lantas berpikir siapa yang bisa pergi ke alam roh ini, pasalnya alam roh adalah alam yang tidak mudah untuk di datangi maupun di jelajahi. Zhang Xin tidak sadar bahwa orang yang di maksud si perempuan adalah dirinya pada masa lalu.
"Kau tidak mengenalku?" Tanya perempuan itu.
"Tidak"
__ADS_1
"Sangat mudah untuk melupakan seseorang ya,,, Lin Lin"
"Panggilan itukan ada saat kecilku dulu sebelum reinkarnasi" batin Zhang Xin.
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Zhang Xin ingat wanita itu bernama Yue Ling ia adalah bibi dari Li Shao Lin dan ke-3 saudaranya. Zhang Xin beralasan ia tidak mengenalnya sebab wajah sang bibi sangat berbeda dengan saat ia manjadi Li Shao Lin.
Yue Ling telah tahu semua kejadian yang dialami oleh Zhang Xin, dan Zhang Xin bertanya apakah yang menyeret dirinya ke alam roh adalah sang bibi. Yue Ling yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa tersenyum, Yue Ling berkata jika dirinya tidak menyeret Zhang Xin ke alam ini dapat dipastikan alur Novel ini akan tamat.
Beralih ke paviliun matahari senja Zhang Dan tengah dibuat kebingungan dengan keberadaan anaknya karena saat terkena senjata yang dilemparkan oleh iblis, ia tidak dapat merasakan aura keberadaan Zhang Xin, dalam benaknya apakah anaknya telah mati.
Zhang Fei adik dari Zhang Xin menatap langit malam yang bertaburan bintang disana. Ia rindu dengan ke 2 kakaknya pasalnya kakak angkatnya telah mati saat melindungi sang ayah (Zhang Dan), sedangkan kakak kandungnya tidak ada yang tahu apakah dia masih hidup atau tidak.
Di paviliun langit Bo Xuan Ji tidak dapat memastikan keadaan dari masternya ia kebingungan. Ingin sekali dia menanyakan pada salah satu dewa di alam dewa tapi dia tidak dapat izin untuk masuk kesana.
5 tahun telah berlalu.
Zhang Dan dan anaknya Zhang Fei sudah mengikhlaskan kepergian Zhang Xin, begitu juga dengan kepala dekan Bo Xuan Ji yang telah yakin bahwa masternya telah pergi, ia percaya akan bertemu walaupun itu membutuhkan waktu yang cukup lama.
Sedangkan Zhang Xin sendiri ia sedang berlatih di suatu tempat di alam roh didampingi dengan bibinya, tempat yang di gunakan untuk Zhang Xin berkultivasi berada di puncak gunung bernama gunung pilar harapan. Dinamakan demikian karena dulu terdapat pilar biru menjulang ke langit menghubungkan antar alam, sehingga banyak roh yang melewatinya demi harapan mereka untuk dapat hidup kembali, sayangnya pilar itu hancur karena murka surga.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG...