
Esok harinya Zhang Xin dalam perjalanan pulang dengan didampingi oleh rombongan juga para bandit hutan yang ia kalahkan, didalam perjalanan dia menyempatkan waktu untuk berkultifasi karena kejadian sebelumnya bisa saja terjadi lagi.
Untungnya Zhang Xin dan rombongan juga para bandit dapat melewati hutan tersebut tanpa ada hambatan. Zhang Xin pun menemui ayahnya dengan membawa para bandit untuk dijadikan bawahan, lumayan untuk tambahan kekuatan keluarga Zhang pikir Zhang Xin.
Zhang Dan yang mengetahui niat anaknya yang sesungguhnya langsung menyetujui itu, lalu Zhang Xin menyuruh para bandit itu untuk berkultifasi selama 2 tahun didalam hutan tanpa cahaya, sebuah tempat dalam wilayah kekuasaan keluarga Zhang untuk berkultifasi, lalu bandit-bandit itu menurut dan segera pergi untuk berkultifasi.
Zhang Xin sekarang bersama adiknya dan ia memberikan sebuah barang yang dirasa sangat bermanfaat bagi sang adik, barang itu berupa tongkat besi yang diujungnya terdapat bunga teratai didalam sebuah bola kaca transparan yang diapit oleh dua buah sayap berwarna putih seperti salju.
Zhang Fei yang mendapat barang itu sangat senang karena ia mendapatkan barang yang ia butuhkan sejak dahulu yakni tongkat teratai bulan, lalu Zhang Xin bercerita bahwa saat di kota Meng dan berniat untuk membeli sebuah barang di toko senjata sihir, ia bertemu dengan pedagang yang keadaanya sangat memprihatinkan.
Pedagang itu menawarkan makanan yang ia jual pada setiap orang tapi tidak ada satupun dari mereka yang membeli, karena Zhang Xin merasa kasihan ia membeli semua makanan yang dijual pedagang tersebut dan terlihat senyum bahagia terpancar diwajah si pedagang.
Karena Zhang Xin telah memborong semua dagangannya pedagang itu memberi hadiah sebuah cincin penyimpanan, yang ia temukan di dalam hutan saat ia sedang mencari tanaman herbal untuk istrinya yang sakit, lantas Zhang Xin menerima itu dengan senang hati.
Ketika dia mencoba mengeluarkan barang yang ada didalam cincin penyimpanan itu, seketika cincin tersebut mengeluarkan cahaya dan berubah menjadi sebuah tongkat yang saat ini ia berikan pada Zhang Fei.
Setelah diceritakan bagaimana Zhang Xin mendapatkan tongkat itu, Zhang Fei bertanya pada kakaknya kapan dia akan membuat alat sihir sebab Zhang Fei penasaran dengan cara membuat alat sihir milik kakaknya.
Zhang Xin pun menjawab ia akan membuat senjata itu besok karena ia tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat alat sihir yang ia mau, mendengar itu Zhang Fei sangat antusias dan bersedia untuk membantu kakaknya.
Lalu Zhang Xin pergi menemui ayahnya lagi untuk meminjam sebuah ruangan untuk ia berlatih sekaligus untuk membuat alat sihir.
__ADS_1
"Ayah bisakah besok aku meminjam ruang rahasia keluarga untuk membuat alat sihir" pinta Zhang Xin pada Zhang Dan.
"Bisa tapi kamu harus melakukan upacara terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang rahasia" terang Zhang Dan.
Zhang Xin menyetujui lalu keesokan harinya upacara diadakan. Para pemimpin dan tetua keluarga Zhang, baik cabang maupun utama datang untuk menghadiri upacara pembersihan, sebuah syarat untuk memasuki ruang rahasia keluarga Zhang.
Zhang Xin berdiri di atas altar dikelilingi oleh empat pilar yang memiliki berbagi sajak kuno. Ketika Zhang Dan memulai upacara, cahaya biru dari langit menghantam ke empat pilar itu dan mengaktifkan sajak kuno tersebut lalu memunculkan puluhan benang hitam yang langsung menancap tepat pada hati Zhang Xin, membuat Zhang Xin kesakitan karena penarikan kotoran dari hatinya secara paksa.
1 jam sudah berlalu cahaya biru itu mulai redup diikuti dengan menghilangnya benang hitam dari hati Zhang Xin, keadaan tubuhnya sangat lemas tapi dia tetap berdiri dan melanjutkan tahap selanjutnya.
Zhang Dan melanjutkan tahap selanjutnya yakni membuka portal ke ruang rahasia keluarga. Dia mengaktifkan pola sihir pada altar dibawah kaki Zhang Xin dengan sihir bawaannya ( bunga Aster berlian ) elemen air dan kristal, pola yang Zhang Dan aktifkan menciptakan dinding transparan diantara ke empat pilar dan terdapat portal yang langsung membawa Zhang Xin menuju ruang rahasia.
Didalam Zhang Xin langsung berkultifasi teringat keadaannya sekarang sangatlah lemah, ketika selesai berkultifasi Zhang Xin mengeluarkan kayu Merak Phoenix yang ia dapatkan dari pelelangan.
Zhang Xin memulai pembuatan alat sihirnya, ia mengeluarkan sihir bawaannya dan membuat untaian benang yang menutupi seluruh ruangan yang ada disana. Ujung benang ia ambil lalu benang itu mengelilingi kayu Merak Phoenix lalu berhenti di ujung dari kayu itu.
Benang yang lainnya-pun mengikuti benang yang pertama menyatu dengan sendirinya dan saling merajut satu sama lain hingga membentuk sebuah payung berwarna putih.
"Aku berhasil, tapi ini belum selesai aku harus mengukir pola merak dengan ekor Phoenix sesuai dengan kayu yang aku gunakan" gumam Zhang Xin.
Zhang Xin menguntai puluhan benang panjang berwarna merah lalu menambahkannya kedalam payung yang ia buat. Perlahan-lahan benang itu membentuk sebuah pola merak yang memiliki ekor Phoenix.
__ADS_1
"Akhirnya aku berhasil" kata Zhang Xin senang.
"Sekarang aku harus berkultifasi disini aku harus menjadi kuat, tinggal 4 bulan 2 minggu lagi pertandingan antar keluarga diadakan"
Zhang Xin mulai berkultifasi namun ia merasakan jika kultifasinya sekarang semakin lambat, ia berpikir teknik apa yang harus ia lakukan untuk mempercepat kultifasinya. Lalu Zhang Xin teringat akan sebuah teknik yang ia lakukan di kehidupan sebelumnya tapi Zhang Xin tahu tubuhnya sekarang tidak akan mampu menahan teknik ini.
"Cara ini sangat sulit tapi aku harus mencoba apapun resikonya"
Zhang Xin menghancurkan semua Meridiannya dan mengorbankan semua kultifasinya untuk membangun ulang titik Meridian ditubuhnya. Payung yang baru saja ia buat melayang diatas kepala Zhang Xin berputar dan memberikan penyembuhan milik burung Phoenix yang sangat membantu Zhang Xin membentuk Meridiannya dan menguragi rasa sakit.
Satu persatu Meridian terbentuk membuat Zhang Xin merasakan sakit yang luar biasa tapi ia masih beruntung karena penyembuhan Phoenix yang diberikan payungnya sangat berguna untuk meredam sakit dan memberi energi sihir.
Disisi lain Zhang Fei kesal dengan kakaknya karena ia tidak diperbolehkan ikut dengannya. Zhang Dan yang melihat anaknya yang kesal, mencoba untuk menghiburnya tapi tidak ada yang berhasil satupun. Kemudian ia teringat dengan sebuah teknik sihir tempo lalu yang Zhang Dan gunakan untuk melawan iblis.
Zhang Dan mengajak anaknya untuk mempelajari teknik sihir itu, mendengar ajakan sang ayah untuk berlatih sihir dia sangat bersemangat untuk berlatih nama teknik sihirnya adalah panah kristal laut salah satu teknik dengan dua elemen.
Zhang Fei bertanya pada ayahnya apakah dia bisa mempelajari teknik itu sebab elemen ayahnya dan dia sangat berbeda tapi Zhang Dan menyangkal hal itu selama Zhang Fei memiliki sihir bawaan berupa tumbuhan maka akan bisa menguasai teknik itu.
Lalu Zhang Fei bertanya lagi apakah kakaknya bisa menguasai teknik ini karena sihir bawaan Zhang Xin berupa benda, lantas Zhang Dan menjawab ia tidak tahu karena ia belum pernah melihat keluarga Zhang memiliki sihir bawaan berupa benda.
Disisi lain Zhang Xin mulai berkultifasi setelah dia membangun ulang seluruh Meridian ditubuhnya ia menggunakan teknik kultifasi yang saat ini hanya dapat menyerap energi sihir di tiga alam sekaligus diantaranya alam dewa, alam kultivator dan alam iblis. Seketika level kultifasi Zhang Xin naik sangat cepat bahkan yang tercepat diseluruh alam, Zhang Xin berlatih selama berbulan-bulan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...BERSAMBUNG......