
Mereka pergi mencari ramuan obat demi mengembalikan kesadaran Zhang Xin. Zi Yuan Xing menghampiri adiknya yang sedang tidak sadar itu, ia mengatakan akan mengusahakan sekuat tenaga untuk menyembuhkan Zhang Xin. Lai Yue datang mencari sang suami, Zi Yuan Xing pun mengatakan tujuan kepergian Shen Yaoshan dan Yu Lan Cheng.
Anak kecil berusia 16 tahun dengan paras yang rupawan menghampiri mereka berdua, ia bingung siapa yang sedang berbaring diatas tempat tidur. Lai Yue mengatakan itu adalah pamannya, kata itu membuat anak kecil itu sangat senang lantas ia menghampiri Zhang Xin. 'tampan' gumamnya ia pun terus memandangi wajah Zhang Xin dan tidak lama ia melihat nadi hitam yang terlihat di kening Zhang Xin, menjalar ke lehernya.
"Ibu ada sesuatu yang berwarna hitam di wajah paman."
Zi Yuan Xing terkejut ia tidak mengira bahwa dampak yang Zhang Xin terima sangat mengancam nyawanya. Segera ia menyalurkan sedikit energi vitalitasnya, namun dihentikan oleh Lai Yue. Lai Yue mengatakan menyalurkan vitalitas akan menyebabkan nadi hitam semakin cepat menyebar.
Sedangkan kini Zhang Xin berada dalam lautan yang sangat gelap, air laut disana berwarna hitam tidak ada cahaya yang dapat menembusnya. Zhang Xin bingung akan keberadaannya sekarang, ia juga tidak bisa menggunakan energi sihirnya, tidak lama datanglah bibi Zhang Xin yang bernama Yue Ling penguasa alam roh. Ia memberikan petunjuk agar Zhang Xin menyucikan hatinya agar bisa melewati masa kritisnya.
"Pandanglah hatimu, rasakan dan ikuti, jangan ada ego maupun amarah hanya tenang dan terbuka" setelah mengucapkan itu ia menghilang. Zhang Xin lalu bersemedi menetralkan semua rasa amarah, dengki, dendam dihatinya. Ia dapat melihat ada cahaya yang menuntunnya untuk keluar dari tempat gelap itu, sampai ia dapat merasakan panggilan dari seseorang. Panggilan itu tidak asing di telinganya sangat lembut dan menenangkan, ia mencari asal sumber suara itu, ia menemukan sosok yang selama ini ia rindukan.
Zhang Xin mendatangi sosok itu, sosok wanita itu memberi pesan. 'jangan merubah takdir, biarkan takdir berjalan sesuai semestinya'. 'aku tahu ibu, tapi apa latar belakangku sebenarnya'. Pertanyaan itu dijawab dengan senyuman oleh sang ibu, setelah itu sosok itu menghilang meninggalkan pertanyaan dipikiran Zhang Xin. Benang merah muncul mengelilingi tubuh Zhang Xin lalu dengan sigap mengangkat tubuh Zhang Xin.
Sementara itu Zi Yuan Xing menyalurkan energi sihirnya untuk memulihkan energi sihir Zhang Xin. Tidak lama dari itu nadi hitam perlahan menghilang, itu membuat Zi Yuan Xing senang. Ia meracik sebuah ramuan di tempat peracikan khusus obat untuk sedikit memulihkan luka dalam Zhang Xin terima sebelumnya. Setelah selesai ia berniat memberikannya tapi saat sampai di ruang tidur ia dikagetkan dengan Zhang Xin yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur bersama dengan anak dari Lai Yue. Mereka berbincang tentang banyak hal sampai pembicaraan itu dipotong oleh Zi Yuan Xing membuat gadis yang bernama Ling Mei itu kesal.
"Sudah membaik?."
"Tidak juga."
"Aku kira kau akan tidak sadar selama beberapa tahun."
__ADS_1
Zhang Xin hanya menghela nafasnya mendengar penuturan dari sang kakak
...
"Paman Yu apakah aku bisa berlatih dengan mu? Sebab ayah terus menyuruhku berlatih teknik yang sama sekali tidak aku sukai" adu Ling Mei, itupun membuat Zhang Xin Yu dan Zi Yuan Xing tertawa.
"Ling Mei kau,,, ah adik ipar kau sudah bangun ya!."
Mereka lantas berbincang tentang banyak hal sembari Zhang Xin memulihkan diri dibantu ramuan yang telah dibuat oleh Zi Yuan Xing. Zhang Xin pun kebingungan sedari tadi kakak ke-1 dan ke-3nya kenapa ia tidak kelihatan sama sekali. Lantas ia bertanya pada Lai Yue dan dijawab oleh Zi Yuan Xing.
"KALIAN GILA MEMBIARKAN MEREKA MENCARI TANAMAN ITU KESANA?!."
"Hutan emas bukanlah sesuatu yang sederhana, aku akan menyusul mereka." Lanjut Zhang Xin.
"aku memiliki teknik kak."
Zhang Xin memunculkan cahaya unik di tangan memancarkannya keseluruh tubuh, ini adalah teknik terkuat Zhang Xin nomor 10 bernama tanpa lelah. Seketika luka dalam dari fisik maupun mental dan vitalitas Zhang Xin kini sembuh total tapi ia sangat menyayangkan atas penggunaan teknik ini, karena ia hanya bisa menggunakannya sebanyak 1 kali dalam 1000 tahun untuk dirinya sendiri. Ling Mei ingin ikut Zhang Xin untuk menjemput ayahnya tapi ia dilarang oleh semua orang yang ada disana, setelahnya Zhang Xin pergi menuju hutan emas.
...
Ketika tiba di hutan emas Zhang Xin langsung disuguhkan dengan mayat monster yang bergeletakan, sisa sihir tersebar memenuhi hutan itu. Zhang Xin berjalan sesuai arah dari mayat monster yang bergeletakan. Tidak jauh ia berjalan, ia telah menemukan mayat monster dengan level setingkat dewa. Melihat itu Zhang Xin mempercepat perjalanannya, dalam perjalanan itu ia juga menyebarkan kupu-kupu untuk mengetahui keberadaan kakaknya.
__ADS_1
"Dimana mereka sebenarnya, semoga mereka baik-baik saja".
Sungguh disayangkan saat ini Zhang Xin dihadang dengan monster yang berlevel dewa yang sedang berkerumun mengelilinginya. Ia bisa melawan tapi akan sangat merepotkan jika monster lainnya ikut mendekat dan menyerang. Zhang Xin memperhatikan situasi yang ia alami saat ini, ia memikirkan berbagai cara tapi semua berujung buntu dan ia hanya bisa menghela nafas.
"Aku akan meladeni kalian", satu persatu monster mendekat menyerang Zhang Xin, keunikan monster ular sayap es adalah pengendalian elemen air dan kristal sangat tinggi. Ditambah kecepatan dan keuletan mereka dalam menyerang membuat monster ini termasuk monster dewa yang mendekati level mustahil untuk dilawan.
"Buang-buang waktu" Zhang Xin melemparkan zhu-zhu, mengendalikannya menyerang ular sayap es dari jarak jauh. Namun hal itu tidak dapat mengenai mereka satupun, serangan yang Zhang Xin lepaskan juga dapat ditahan dan dihindari oleh monster itu. Zhang Xin kian bingung bagaimana ia bisa bertemu dengan kakaknya jika hal ini terus berlanjut.
Sampai akhirnya Zhang Xin menemukan cara walaupun ia telah lama tidak menggunakan teknik ini tapi ia yakin ini akan berhasil. Zhang Xin mengambil zhu-zhu secepat mungkin lalu ia langsung membaginya menjadi 2, 1 ia bawa dan 1-nya lagi ia lempar lurus kedepan, ia menunggu waktu hingga saatnya tiba. Zhang Xin melanjutkan menyerang kumpulan ular sayap es itu menggunakan payungnya bertujuan untuk mengulur waktu.
"Melakukan 2 hal disaat yang bersamaan tidak semudah yang aku kira."
Waktu telah berjalan dan Zhang Xin merasa ia telah cukup dan bisa kabur, Zhang Xin memfokuskan pikirannya. Saat ini ia berada tepat di ujung jurang dengan payung tepat di atas kepalanya hampir saja ia jatuh ke jurang itu. Zhang Xin mendengar seperti ada pertempuran tengah terjadi, tidak lama dari itu ia melihat sebuah cahaya merah menjulang keatas dan itu membuat Zhang Xin bergegas mengarah ke sana.
....
Sebelumnya, Shen Yaoshan dan Yu Lan Cheng saat itu baru tiba di hutan emas. Mereka saling memandang meyakinkan satu sama lain untuk masuk kedalamnya, tidak butuh waktu lama hanya 100 meter dari awal mereka berdiri. Mereka telah dikepung oleh puluhan monster tingkat tinggi seperti akan menginjak tingkat dewa, dengan cepat mereka membereskan monster itu lalu melanjutkan perjalanan.
Dalam perjalanan mereka, Shen Yaoshan dan Yu Lan Cheng terus membunuh monster yang mendekat hingga sampailah mereka di hadapan sebuah ngarai. Di ngarai itu mereka dihadang oleh monster di level dewa tapi sedikit lebih kuat, monster itu bernama singa bertanduk petir. Kemudian monster itu menerjang ke arah Shen Yaoshan, karena tidak siap akhirnya ia terkena serangan yang cukup parah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BERSAMBUNG...