TO THE TITLE OF GOD

TO THE TITLE OF GOD
E47 keberhasilan


__ADS_3

...


Saat ini Zhang Xin, Yu Lan Cheng dan Shen Yaoshan tengah melawan monster kodok yang memiliki kemampuan untuk menciptakan gelembung racun. Mereka sangat kesusahan sebab lidah dari monster kodok itu sangat panjang dan jumlahnya lebih dari 7. Ditambah gelembung racun dengan efek yang berbeda-beda mengarah bersamaan ke mereka, membuat mereka hanya dapat menghindar dan bertahan tanpa bisa melawan.


"Kak dengarkan aku kalian berpencar, setelah aku berhasil mengurungnya baru kalian menyerangnya." Kata Zhang Xin.


Hal itu disetujui oleh kedua kakaknya. Kini hanya Zhang Xin Yu yang diincar dan hal itu membuat kedua kakaknya bisa bersiap. Zhang Xin mengeluarkan bubuk sutra, ia tiupkan kearah monster itu, dengan cepat monster itu diam tidak dapat bergerak. Melihat kesempatan, Zhang Xin melanjutkan dengan menciptakan kurungan terbuat dari asteroid mengurung si monster kodok.


"Sekarang!."


Setelah mengatakan itu, serangan gabungan dari Shen Yaoshan dan Yu Lan Cheng mengarah ke monster kodok. Ledakan terjadi ketika serangan itu berhasil mengenai tubuh dari monster kodok, tapi masalah baru dimulai ketika monster kodok itu mati. Ia menyebarkan gelembung racun yang berhasil mengenai Zhang Xin, membuatnya tidak sadarkan diri.


Untungnya mereka dalam kondisi akan menuju alam dewa, sehingga mereka telah menemukan semua tumbuhan obat-obatan yang dicari. Terdapat sebuah masalah yakni Shen Yaoshan tidak tahu cara pembuatan obat lantas ia memberikan tanaman obat pada kakaknya. Alhasil dengan terpaksa Yu Lan Cheng lah yang membuat obat itu. Singkatnya Zhang Xin pun berhasil bangun setelah 2 hari, dan mereka bergegas kembali ke altar utama alam dewa.


...


"Kamu yakin akan kesana?" Kata Zi Yuan Xing.


"Aku tidak masalah jika kamu pergi tapi untuk ke planet itu bukankah sangat beresiko?!" Lanjutnya.


"Kak hanya 2 tahun, aku tidak yakin planet itu akan bertahan apalagi hanya planet itu yang sangat rapuh." Jawab Zhang Xin Yu.


Karena tidak mengerti kedua saudaranya membicarakan tentang apa akhirnya Yu Lan Cheng mengatakan sesuatu.


"Kalian membicarakan tentang apa? Aku tidak faham apa yang kalian maksud!."


"Bumi, adalah tujuanku tapi sebelum pergi aku memberikan bulu 4 warna ini pada kalian. Jika terjadi sesuatu, kalian bisa aktifkan bulu itu" Zhang Xin.


"Tunggu sebentar kamu akan ke planet itu sekarang juga?." Shen Yaoshan.


"Tidak, aku masih ada urusan mengenai satu hal." Zhang Xin.

__ADS_1


"Menghidupkan ibu?."


"Jangan melawan takdir Shao Lin, apakah kau tidak mendengar permintaan ibu disaat rohnya berhasil dikumpulkan waktu itu?."


"Aku tahu kak namun aku menginginkan jawaban atas semua rahasia yang ada, apalagi sekarang ayah telah naik ke alam keabadian."


"Shao Lin apakah kau tidak mau mendengarkan kakakmu ini!." Tegas Yu Lan Cheng.


"Aku tidak memiliki waktu aku pergi." Ingin mereka bertiga mertanya akan satu hal tapi itu tidak bisa, karena Zhang Xin telah pergi juga penghalang antar alam telah aktif.


"Mau bagaimana lagi dia sangat keras kepala."


"Kak apakah kita akan menyusulnya?."


"Apapun itu kita harus mendukungnya."


...


Di alam yang sama, tempat dimakannya ibu dari ke-4 bersaudara. Zhang Xin berdiri tepat didepan sarkofagus, tidak jauh dari sana terdapat kepompong dari Luo Yin yang sebelumnya tubuh dari Luo Yin telah dikendalikan oleh Mo Ya.


Pembacaan mantra itu membuat waktu terhenti, semua aktivitas di seluruh alam telah terhenti seakan waktu telah menghilang. Mata Zhang Xin mebubah menjadi merah dengan aura emas. Semua elemannya berubah menjadi buliran cahaya berwarna yang menangkap kepingan dari roh seseorang yang tidak lain adalah ibunya. Zhang Xin menyatukan kepingan roh menjadi satu, lalu menggabungkannya kedalam tubuh yang ada dalam sarkofagus.


"Aku tidak peduli apa yang akan terjadi, apa yang engkau ucapkan dimimpiku. Aku akan melakukan apapun sampai engkau dapat hidup kembali."


Retakan waktu telah pecah, alam surga dan neraka telah bergemuruh siap melancarkan petakanya. Ketika waktu telah berjalan kembali, ribuan petir menyambar kearah Zhang Xin tapi dihalau dengan sigap oleh buliran elemennya. 3 saudaranya datang melihat proses yang Zhang Xin lakukan, membuat mereka tergerak untuk membantu sang adik.


"9 kehidupan, asal dari nirwana, kekuatan dihiasi cahaya, kokoh dengan keyakinannya"


Kubah putih emas menghiasi area dimana 3 saudara dan Zhang Xin berpijak, itu membuat petaka surga dan neraka dapat dihalau walau tidak semua. Mereka yakin petaka ini masih belum sepenuhnya, alhasil mereka bertiga memperkuat kubah itu. Dengan sekejap, murka surga dan neraka semakin kuat dan kuat hingga kubah yang mereka bentuk retak.


"Hidup kembali menyatu dengan alam" ucap Zhang Xin, lantas satu ledakan terjadi, mementalkan semua yang menjadi halangan untuk ledakan itu.

__ADS_1


Seorang wanita berdiri dengan pakaian yang menyejukkan jika dipandang. Ia perlahan membuka matanya dan melihat 4 saudara tengah berdiri memandangnya. Melihat itu ia berjalan dan mereka saling berlari, dilanjutkan dengan pelukan menghanyutkan bagi mereka, yang telah lama mereka rindukan.


"Ibu" ucap mereka bersamaan.


"Yu Lan Cheng, Zi Yuan Xing, Shen Yaoshan dan kamu Lin-lin kecil. Ibu merindukan kalian" balasnya dengan senyuman yang merekah nan teduh. Mereka duduk memandangi langit yang gelap. Bercerita mengenai kehidupan mereka yang penuh suka duka.


"Ibu sudah memberitahu padamu sebelumnya Lin-lin, jangan melawan takdir hanya untuk keegoisan-mu tapi kamu masih bandel."


"Jadi ibu tidak senang hidup kembali?."


"Bukan begitu tapi ibu takut kamu akan terluka jika menghidupkan ibu, dengan melawan takdir."


"Tapikan itu tidak terjadi ibu." Ucap Zhang Xin. Dibalas senyuman oleh sang ibu.


Zhang Xin melanjutkan membicarakan akan rencananya untuk pergi ke planet bumi, hal itu tidak dipermasalahkan oleh sang ibu.


"Ibu aku bertanya mengenai satu hal, aku bukan saudara asli dari ke 3 kakak kan?" Pertanyaan itu membuat bingung 3 saudara itu dan rasa keterkejutan terlihat dari wajah si ibu (Dewi ibu bunga). Dari keterkejutannya membuat Zhang Xin tau bahwa gulungan itu benar. Dari sini Dewi ibu bunga tersenyum dan menceritakan semua yang terjadi pada ke 4 anaknya.


"Sudah waktunya kamu tahu ya Lin-Lin."


...


Zhang Xin membuka sebuah portal menuju arah dimana bumi berada. Kali ini ia akan terlebih dahulu menyelesaikan pengamanan planet, kemudian setelahnya ia akan menyelesaikan masalahnya sendiri. Sesudah berpamitan Zhang Xin pergi memulai perjalanannya menuju bumi, yang dimana disana adalah tempat bertemunya 2 kekuatan dalam satu tempat.


Miliaran bintang dan celah ia lalui banyak kejadian yang diluar dugaan dari perkiraan Zhang Xin Yu di awal keberangkatan. Ternyata menuju planet bumi tidaklah hal yang mudah, sebab berbagai lapis ruang harus ia lalui dengan jalan yang sesuai. Kerap ia singgah dari satu planet ke planet lain untuk mencari informasi, dan sekarang ia singgah kembali di sebuah planet biru.


Dalam planet itu Zhang Xin tidak menemukan seorang pun baik itu manusia maupun kutivator. Hanya ada tumbuhan yang aneh dengan hewan kecil yang hinggap di setiap daun dan batangnya dari setiap tanaman yang ada. Karena tidak menemukan apapun disana akhirnya Zhang Xin pergi sesuai dengan insting yang ia punya.


3 tahun berlalu dan sampailah Zhang Xin disebuah planet yang ia tuju yakni bumi. Ini tidak sesuai dari dugaan sebelumnya, bahwa bumi telah mengalami kekacauan. Zhang Xin bergegas masuk ke bumi dengan melewati pelindung yang telah memiliki sebuah lubang besar, karena gempuran dari monster luar bumi. Zhang Xin melihat sekelilingnya, sungguh ia tidak menduga akan hal ini.


"Aku terlambat."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...BERSAMBUNG......


__ADS_2