
Sesampainya di kediaman keluarga Zhang, Zhang Xin menemui ayahnya bahwa besok ia ingin pergi ke kota Meng untuk mengikuti acara pelelangan. Zhang Dan yang mendengar hal itu bertanya apa yang sedang anaknya cari di pelelangan, Zhang Xin menjawab bahwa ia mencari sebuah kayu merak merah.
Zhang Dan yang telah mengetahui apa yang dicari anaknya pun mengizinkan Zhang Xin pergi ke kota Meng dan bersamaan dengan itu, Zhang Dan mengatakan bahwa besok juga ada rombongan keluarga Zhang untuk mengantar suplai bahan toko dikota Meng dan menyuruh Zhang Xin untuk pergi bersama mereka, Zhang Xin menyetujui dan ia pun pergi ke kamarnya.
Didalam kamar ia memikirkan tentang kakaknya di masa lalu juga sang ayah dia melamun hingga tak terasa malam hari tiba. Zhang Xin menatap langit dari jendela ia merasakan ada hawa yang berbeda dimalam itu angin yang berhembus bukan seperti angin malam biasanya iapun mengeceknya keluar
Kecurigaan Zhang Xin benar ia melihat segerombolan iblis mengobrak abrik desa keluarganya, Zhang Xin tak tinggal diam dengan Zhang Fei ia berusaha membunuh semua Ibis itu. Namun apa daya iblis yang muncul terlalu banyak membuat Zhang Xin dan Zhang Fei kuwalahan apalagi Zhang Xin belum memiliki alat sihir yang ia butuhkan.
Saat itu juga dari langit muncul hujan kristal disertai dengan meluapnya air sungai yang menghempaskan dan melenyapkan grombolan iblis itu dalam sekejap. Zhang Xin dan Zhang Fei terkejut dengan kekuatan yang datang secara tiba-tiba, ternyata sihir itu adalah milik Zhang Dan ia memiliki sihir bawaan teratai kaca berelemen kristal dan air.
Kedatangan Zhang Dan membuat anak anaknya terkejut bagaimana tidak selama ini Zhang Dan selalu menyembunyikan kekuatan sihirnya dan terkesan ia lemah. Dan kali ini Zhang Dan menampilkan sihir begitu besar sampai Zhang Xin berkata dalam hati.
"Ayah sangat hebat aku kira dia lemah, aku tidak menyangka akan dilahirkan kembali dikeluarga seperti ini"
Zhang Dan lalu menanyakan keadaan anak-anaknya dan mereka menjawab baik-baik saja, Zhang Dan pun menyuruh anaknya untuk pulang sebab mereka sudah bekerja keras.
Keesokan harinya Zhang Xin dan rombongan pergi ke kota Meng, sebelum pergi dia menyiapkan sebuah senjata sihir untuk sementara dengan bahan dasar benang sutera dari sihir bawaan miliknya. Ia membuat sebuah kipas yang nampak sederhana tetapi memiliki kekuatan yang cukup untuk berjaga-jaga, tak lupa dia berkultifasi untuk menyiapkan keberangkatannya esok hari. (Zhang Xin penyihir pemula level 19)
__ADS_1
"Tinggal satu tingkatan lagi aku mencapai tingkat penyihir ahli" katanya selesai latihan.
Dalam perjalanan Zhang Xin sangat menikmati selama ia dalam perjalanan belum ada yang mengganggunya. Tapi itu tidak berlangsung lama saat para rombongan Zhang Xin sedang melewati hutan, Zhang Xin dan rombongan dicegat oleh para bandit hutan yang ingin mengambil seluruh barang bawaannya.
Rombongan Zhang Xin berusaha melawan bandit-bandit itu tapi tidak ada yang bisa mengalahkan satupun bandit malah rombongan Zhang Xin yang terpojok. Disaat saat terakhir Zhang Xin keluar dari kereta lalu berkata.
"Kenapa kalian ini suka mengganggu orang yang lewat, jika kalian pergi sekarang aku akan mempersilahkan" kata Zhang Xin serius.
Mendengar itu para bandit meremehkan Zhang Xin sebab ia masih kecil dan sangat berani untuk berkata seperti itu kemereka, tanpa basa basi Zhang Xin mengeluarkan sihir khususnya (jeratan benang) membuat para bandit itu langsung tidak dapat bergerak, lalu dilanjutkan dengan sihir tanpa elemen (sihir penyerap) membuat para bandit tak berdaya seketika.
Sedikit demi sedikit energi sihir bandit-bandit itu diserap oleh Zhang Xin menjadi sumber kultifasinya. Karena tidak ada cara lain para bandit itupun meminta maaf dan akan menuruti semua perkataan Zhang Xin, Zhang Xin Yu menyetujui dan melepaskan ikatan pada bandit-bandit itu, lalu ia memberi mereka perintah untuk menjaga ia dan rombongan sampai ke kota Meng.
5 hari mereka berjalan menuju ke kota Meng, akhirnya mereka sampai juga dikota itu. Zhang Xin berpisah dengan rombongan untuk berjalan-jalan sekaligus untuk melihat-lihat keadaan kota. Keadaan kota Meng sangat makmur tidak ada keributan antar pembeli maupun penjual apalagi dikota Meng juga terdapat sebuah akademi sihir yang cukup terkenal yaitu akademi roh abadi, Setelah puas melihat dan mengamati, Zhang Xin pergi ke penginapan untuk beristirahat sebab 2 hari lagi lelang akan digelar.
2 hari kemudian Zhang Xin tengah bersiap-siap dan mencoba untuk menyamar agar tidak terjadi masalah.
"Zhu Zhu (nama payungnya dahulu) sepertinya kita akan bertemu kembali" ucapnya dengan senang.
__ADS_1
"Kakak pertama kedua dan ketiga juga ayah nanti pasti kita bisa berkumpul lagi" sambil berjalan keluar menuju acara lelang.
Ditempat lelang tepatnya di aula harta Zhang Xin menempati ruang VIP tingkat 1 merupakan ruang VIP tingkatan paling rendah namun fasilitas yang ia peroleh sudah seperti standar ruang VIP tingkat 3.
Acara pelelangan dimulai pemimpin pelelangan itu mengatakan tidak ada aturan khusus dalam penawaran tapi hanya ada 1 aturan yang berlaku yakni tidak boleh menggunakan sihir apapun itu, untuk tidak membahayakan peserta lelang yang lain.
Barang pertama hingga barang sebelum terakhir tidak ada satupun yang membuat Zhang Xin tertarik. Akhirnya barang yang paling terakhir tiba membuat Zhang Xin sangat terkejut melihatnya, barang tersebut dibawa dengan keadaan didalam peti kaca dengan ornamennya yang khas.
Pemimpin lelang mematok harga pertama sebesar 100 ribu keping emas, para peserta lelang langsung berebut menaikkan harga selangkah demi selangkah hingga barang itu mencapai 2 juta keping emas harga yang sangat mahal.
"Aku harus mendapatkan barang itu, karena barang inilah yang sangat aku butuhkan untuk membuat alat sihir" kata Zhang Xin.
Ia pun menawar dengan harga yang tidak wajar yakni 100 batu sihir kelas 3 yang membuat para peserta diam seketika dan tidak berani melakukan penawaran lagi, membuat barang itu menjadi milik Zhang Xin.
[ Didunia sihir ini selain ada mata uang tael dan keping emas ada juga batu sihir dan memiliki kelas tersendiri dari 1 hingga 5 yang tertinggi ]
"Akhirnya aku mendapatkan barang ini kayu merak phoenix, di kehidupan sebelumnya aku mencari kayu ini tapi tidak dapat menemukannya. Bahkan alam dewa sekalipun aku tidak dapat menemukan keberadaan kayu ini aku merasa sangat beruntung kali ini" kata Zhang Xin sambil memegang kayu itu.
__ADS_1
Lalu Zhang Xin memutuskan untuk pergi dari aula harta menuju ke penginapan, sebab besok pagi Zhang Xin akan segera kembali ke keluarga Zhang dan membuat alat sihir yang ia inginkan. Sebelum pulang ia menyempatkan diri untuk membeli beberapa barang untuk sang adik.