
...HappyReading🌻...
"Tara!"
Septian dan Tara berbalik menatap wanita paruh baya yang Septian terka masih kepala tiga.
"Mama." Tara memanggil sambil berniat turun dari gendongan Septian.
"Kamu dari mana aja sih mama nyariin kamu." ujar wanita itu matanya sedikit berair
"Tadi Tala ketemu sama kakak cantik ma ada kakak ganteng juga." ujar Tala membuat wanita paruh baya yang di panggil 'mama' itu menatap Septian yang di tatap hanya tersenyum kikuk.
"Maaf ya nak merepotkan, Tara memang suka nakal." ujar wanita itu tak enak.
Septian tersenyum simpul. "Ngak apa-apa kok bu." ucapnya. "Kalau begitu saya duluan bu, mari." lanjutnya sembari mengelus kepala Tara lembut setelah itu berlalu.
...🌻...
"Nih anak kalau mau romantisan ngak ingat tempat dan waktu." Alvian menggelengkan kepalanya saat memasuki ruang Mikayla mereka, lebih tepatnya Vian, Intan, Bang Marchel, Putra dan, Jeon di suguhi pemandangan dimana Septian dan Mikayla tidur dalam satu brankar.
Posisi mereka tidak terlalu intim, hanya Septian yang bersandar pada tumpuan brankar lalu Mikayla yang tertidur menjadikan paha Septian sebagai bantal tak lupa tangan mereka yang saling bertautan.
"Ya Allah mata gue udah ngak suci lagi," ujar Alvian sembari menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Lebay lo." balas Putra yang kini sudah duduk di sofa yang di ikuti Marchel dan juga Intan, sedangkan Vian kini berjalan ke arah toilet.
Septian sedikit mengerjap, merasa mendengar seseorang sedang berbicara. Septian mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke kornea matanya.
Badannya serasa sakit semua, ia merasa ada beban berat yang menindihnya. Setelah benar-benar sadar, Septian tersenyun menatap Mikayla yang masih tertidur di pahanya.
__ADS_1
"Bangun juga lo."
Suara itu mengalihkan perhatian Septian ke arah teman-temannya. Septian sedikit terkejut sejak kapan mereka ada di sini.
"Kayaknya gue butuh penjelasan." Septian menatap Jeon yang kini menatapnya dengan wajah datar, entalah Septoan tidak mengerti Jeon terlalu over kepada Mikayla hingga membuat Septian berpikir apa Jeon menyukai Mikayla?
Septian mengangkat kepala Mikayla mencoba memindahkannya lalu Septian beranjak sebelum keluar dari ruangan, Septian merenggangkan otot-ototnya sesaat lalu berjalan keluar di ikuti Jeon di belakangnya.
Dan di sini lah mereka, roftoop rumah sakit.
"Sebelum gue jelasin, gue mau nanya satu hal." ucap Septian membuka suara.
Jeon tak menjawab ia hanya menunggu kelanjutan dari ucapan Septian.
"Lo suka sama Mikayla?"
Hening. Jeon tak menjawab namun setelahnya.
Satu pukulan mendarat tepat di sudut bibir Septian. Septian yang belum siap dengan pergerakan tiba-tiba dari Jeom terhuyung ke belakang tapi dengan cepat ia menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
"Kok lo mukul gue?" tanya Septian tak terima.
Jeon tak menjawab ia malah berjalan ke arah Septian lalu menepuk bahu pria itu pelan. Sungguh Septian tak mengerti apa maksud dari Jeon, apa Jeon meremehkannya?
"Jelasin cepet! Gue ngak ada waktu buat ngurusin orang bego kayak lo." ujar Jeon lalu berjalan ke tepi roftoop. Jika saja Septian memiliki niat jahat mungkin sudah dari tadi ia mendorong temannya itu.
"*Kamu tidur ya, aku mau pulang dulu."
"Jangan!" cegah Mikayla menarik tangan Septian agar pria itu tidak meninggalkannya.
__ADS_1
"Loh kenapa? Katanya kamu mau istirahat."
Mikayla tak menjawab mata sudah berkaca-kaca yang hanya sekali kedip air sudah keluar dari pelupuk matanya.
Septian melihat itu semakin tak mengerti apa mau dari wanita di hadapannya ini?
"Jangan nangis, kamu mau apa?" tanya Septian dengan suara lembutnya.
Mikayla menggeser sedikit dirinya, memberi ruang agae Septian bisa ikut tidur di brankar yang ia tempati.
"Temenin aku tidur." lirih Mikayla.
"Tapi kan".
"Katanya kamu pacar aku, sayang sama aku, tapi kok gamau nemenin aku tidur sih" Mikayla memotong ucapan Septian dengan suara yang bergetar.
"Iya iya, tapi kamu jangan nangis." pasrah Septian akhirnya*.
Jeon mengangguk-anggukkan kepalanya setelah mendengar penjelasan dari Septian.
Jeon berdiri lalu beranjak dari roftoop sebelum ia benar-benar hilang dari pandangan Septian, Jeon berhenti di anak tangga kedua dari atas.
"Tadi lo nanya gue suka sama Mikayla?"
Septian diam tak tau harus menjawab apa, karena kenyataannya ia memang bertanya seperti itu.
Jeon menyeringai, cukup menyeramkan tapi tak membuat nyali seorang Septian menciut.
"Tenang aja, gue ngak mungkin suka sama pacar sahabat gue sendiri."
__ADS_1
********
Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk.