
...HappyReading🌻...
Pacar barunya kah?
"Bawel bangat sih, heran." balas Septian membuat Salsa mendelik kesal.
"Emm... Aku duluan ya." pamit Mikayla namun belum sempat ia melangkah Septian lebih dulu menahan gadis itu.
"Jangan salam paham, sini aku kenalin."
"Tuyul sini lo." panggil Septian yang mendapatkan pukulan keras di lengannya.
"Sialan." umpat Salsa menatap Septian kesal.
"Eh, mulutnya ya, anak kecil ngak boleh kasar." peringat Septian menyentil dahi gadis itu, membuat Salsa mengadu kesakitan.
"Kenalin ini, Mikayla, calon kakak ipar lo." ucap Septian tersenyum geli.
"Wah, cantiknya." pekik Salsa menatap Mikayla yang di balas gadis itu dengan senyum canggung.
"Nah, sayang, kenalin ini Salsa, adik aku."
"A-adik?" tanya Mikayla tak percaya, gadis itu menutup mulutnya kaget mendengar tuturan Septian.
Jadi selama ini punya adik?
Septian hanya terkekeh geli, lalu dengan cepat ia mencium pipi kiri gadis itu. Mikayla yang mendapat serangan tiba-tiba hanya terdiam mencoba mencerna kembali hal tersebut. Sedangakan Salsa dengan cepat menutup kedua mata.
"Astagah, zinah mata, zinah mata." pekik Salsa heboh sendiri, membuat Septian dan Mikayla menatap gadis itu.
Dengan cepat Mikayla menyubit perut Septian, membuat Septian memekik kesakitan.
"Lo mending pergi deh." usir Septian tidak ada kesan lembut-lembutnya sedikit pun.
"Dasar jelek!" ejek Salsa lalu dengan cepat meninggalkan tempat itu.
Septian menoleh, menatap Mikayla dengan serius.
"Jadi, selama satu tahun kamu kemana?" tanya Septian membuat gadis itu ikut menatapnya.
__ADS_1
"A-aku..."
"Mikayka!" suara panggilan seseorang membuat ucapan Mikayla terpotong.
Apa lagi sih ini.
Septian menggerutu tidak jelas, kedatang Putra membuat Mikayla kembali terdiam.
"Ayo pulang." ajak pria itu dengan wajah datarnya, mencoba menarik lengan Mikayla tapi dengan cepat di tepis oleh gadis itu.
"Gue bareng Septian." balas Mikayla membuat Putra menatapnya tak suka.
"Gue ngak bisa percaya kalau lo bakal baik-baik aja bareng dia." ujar Putra tajam membuat Septian ikut menatapnya.
"Ayo kita pulang!" lanjutnya dengan nada yang tidak ingin di bantah di ikuti dengan wajah datarnya.
"Dia pulang bareng gue." ujar Septian ikut membuka suara membuat Putra kembali menatapnya dengan tatapan tak suka.
"Mikayla, ayo pulang!" ajak Putra lagi mencoba menarik gadis itu.
"Putra!" sentak Mikayla membuat Putra menoleh, menatap sahabatnya itu tak suka.
Dasar keras kepala!
"Operasi?" beo Septian tak mengerti.
Keceplosankan bangsat!
Putra menggerutu dalam hati, meratapi kebodohannya sendiri.
"Gue butuh penjelasan." Septian berucap, menatap Mikayla yang masih terdiam.
"Lo ngak per..."
"Putra!" ucapan Putra terpotong akibat teguran dari sahabatnya itu, membuat ia berdecak sinis.
"Aku baru pulang dari China." ujar Mikayla memulai.
"China?"
__ADS_1
"Iya China, lo ngak denger? Tuli lo?" Putra berujar dengan sewotnya membuat Mikayla dengan cepat menendang tulang kering milik pria itu.
"Mikayla sakit!" adu Putra menatap Mikayla kesal.
"Ya, makanya diem." balas gadis itu membuat Putra mendelik tak suka.
"Aku baru selesai di operasi jantung, karena jantung aku infeksi akibat terkena racun yang di suntikkan oleh suster misterius itu." jelasnya lagi, Septian menatap gadis itu dengan tatapan khawatir.
"Tapi kamu ngak apa-apa kan?" tanya Septian meneliti tubuh gadisnya itu.
"Kalau aku kenapa-napa, aku ngak bakal ada di depan kamu sekarang." balasnya membuat Putra terkekeh, Mikayla menolehkan kepalanya, dengan cepat pria itu mentralkan kembali ekspresinya.
"Mending lo pindah deh." usir Mikayla dengan kasarnya.
"Lo ngusir gue?" tanya Putra tak percaya, membuat Septian menahan tawanya, pria itu mengulum bibirnya ke dalam.
"Kurang jelaskah?" Mikayla menjawab dengan pertanyaan membuat Putra menatapnya sinis. Kebiasaan.
Putra mengalihkan pandangannya, beralih menatap Septian tajam.
"Awas lo, kalau sesuatu terjadi sama Mikayla, abis lo." peringat Putra mengangkat jari telunjukkan tepat di depan wajah pria itu.
"Lo apa-apaan, sih?" Mikayla menarik jari telunjuk milik sahabatnya itu, menepisnya dari hadapan wajah Septian. "Ngak sopan, sana pergi." usir Mikayla lagi, yang mendapatkan pelototan tajam dari Putra.
"Belain terus, belain. Gue mah cuman apa atuh, remahan rengginang." Putra berteriak tanpa menghentikan langkahnya,membuat Mikayla mendesis tak suka.
"Jadi kita baikankan?" tanya Septian membuat Mikayla kembali menatapnya, pria itu mengangkat jari kelingkinnya.
Mikayla tersenyum, senyum yang membuat Septian ikut melengkungkan bibirnya dan senyum yang selalu menjadi candunya.
"Baikan." balas Mikayla mengaitkan kelingking miliknya dengan kelingking milik Septian, membuat pria itu semakin melebarkan senyumnya.
Septian kembali memeluk Mikayla, tidak lama hanya berselang beberapa detik tapi mampu memberikan kehangatan kepada gadis itu.
"Ayo kita pulang." ajak Septian menggenggam jari-jari gadis itu, menyatukan dengan ruas-ruas jarinya.
Mikayla menatap jari tangannya yang di genggam penuh oleh jari tangan milik Septian, ia tersenyum lalu beralih menatap Septian yang fokus mentap ke arah depan.
Makasih Sep, makasih banyak. Aku sayang kamu
__ADS_1
********
Tinggal beberapa bab lagi akan selesai cerita ini:)