
...HappyReading🌻...
"Gimana ferfom lo, ntar malam?" tanya Septian sesaat menatap Jeon yang sedang menyetel gitarnya agar menjadi alunan yang indah.
"Solo." jawab Jeon masih sibuk dengan gitarnya.
"Gue kira lo bakal duet?"
"Temen duetnya hilang." Jeon membalas, membuat Septian terdiam sesaat.
Alvian mendongak saat game yang ia mainkan sudah selesai. "Lo bakal pergi sama siapa, Yon?" tanya Alvian menatap pria itu.
"Belum tau juga." jawab Jeon seadanya.
"Lo, Sep?" Alvian beralih, menatap Septian yang juga menatapnya.
"Caca, maybe." Alvian hanya ber-oh ria, di ikuti Jeon yang hanya menganggukkan kepalanya, merasa tak heran jika pria itu mengajak cewek yang bernama Caca.
"Kira-kira Putra bakal datang ngak ya?" tanya Septian membuat dua pria itu kembali menatapnya.
"Dia bakal datang." jawab Alvian meyakinkan dua sahabatnya itu.
"Lo yakin?" tanya Jeon meragukan ucapan Alvian.
"Gue yakin." ujar Alvian mantap sembari menganggukkan kepalanya pelan.
"Kenapa lo bisa seyakin itu?" kini giliran Septian yang mengajukan pertanyaan kepada pria itu, yang hanya di balas Alvian dengan mengangkat kedua bahunya. "Gue cuman yakin aja, gitu."
Jeon dan Septian sama-sama menghembuskan napas kesal, meladeni Alvian lebih lama hanya membuat kepala mereka sedikit pening. Sahabatnya yang satu ini memang jarang menggunakan otaknya.
"Lo pergi bareng siapa, Al?" tanya Jeon menatap Alvian, entalah pertanyaan itu tiba-tiba muncul di kepala yang membuat ia penasaran sendiri.
"Gue bareng..." belum sempat Alvian menyelesaikan ucapannya, Jeon sudah menyelanya lebih dulu.
"Bareng siapa, elah, lo ngomongnya kelamaan." ujar Jeon tidak sabaran.
__ADS_1
"Sabar bangsat! gue belum selesai ngomong, diam makanya." geram Alvian kesal sendiri.
"Oke-oke."
"Gue bareng..."
Drrrttttt Drrrttttt
"Astaga, apa lagi ini." ujar Jeon kesal sendiri. Ia menatap Septian yang tak memedulikan ponselnya yang sedang bergetar menandakan ada yang menelponnya.
"Ponsel lo lagi nyanyi, Sep, lo ngak mau ikut nyanyi juga." ujar Alvian asal yang membuat Septian mendelik malas. "Udah abaikan aja, sih." jawab Septian malas.
"Tapi gue kehilangan konsentrasi ini." balas Alvian dramatis.
"Lebay bangat lo."
"Angkat aja sih, siapa tau penting." Jeon mencoba menegahi, membuat Septian mengecek ponselnya.
Siska is caling
"Halo." terdengar suara dari sebrang sana.
"Kenapa?" tanya Septian tidak ingin berbasa-basi.
"Ntar malam, lo datangkan?" tanya Siska memulai.
"Langsung inti!" ujar Septian, ia sangat malas untuk saat ini, apa lagi sekedar berbasa-basi dengan gadis yang ada di sebrang sana. Hanya sekedar membuang-buang waktu saja.
"Em... Lo mau jadi pasangan gue prom nanti, gue ngak punya pasangan soalnya." Siska berujar sedikit gugup.
"Sorry, tapi gue udah punya pasangan, Sis." jawab Septian, membuat hembusan kecewa keluar dari bibir gadis yang ada di seberang sana.
"Gitu ya, yaudah makasih Sep." balas Siska sedikit kecewa. Septian tak menjawab, pria itu langsung mematikan sambungan telpon secara sepihak, membuat Jeon dan Alvian yang sedari tadi memperhatikannya mengerutkan dahinya bingung.
"Siapa, Sep?" tanya Jeon heran.
__ADS_1
"Dari Siska." jawab Septian jujur.
"Yang anak MIPA-3 itu?"
"Iya, dia nawarin diri jadi pasangan gue, buat prom ntar malam." jawab Septian yang di balas Jeon dan Alvian dengan anggukan kepala secara bersamaan.
"Gue cabut duluan, udah jam 5 ini gue belum siap-siap." ujar Septian setelah melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
"Gue juga deh, gue harus dandan ini." balas Alvian membuat Jeon yang berada di sampingnya tak segan-segan menoyor kepala pria itu. "Jijik! Kayak cewek aja lo."
Sedangkan di tempat lain Putra sedang menatap gadis yang ada di hadapannya ini.
"Lo beneran mau pergi?" tanya Putra merasa tak yakin dengan gadis ini.
"Beneran." jawab gadis itu, membalas tatapan Putra.
"Lo udah sehat beneran kan?" tanya Putra lagi, mengkhawatirkan gadis itu.
"Makasih sudah khawatir sama gue, tapi gue beneran ngak apa-apa." balas gadis itu mencoba meyakinkan Putra bahwa keadaannya sudah baik-baik saja.
Putra menghembuskan napasnya pasrah, gadis ini memang sangat keras kepala.
"Oke, tapi lo harus bareng gue terus." ujar Putra lagi.
"Ngak ah, ntar gue di sangka PHO lagi." tolak gadis itu terkekeh geli yang di balas Putra dengan dengusan kesal.
"Iya atau ngak sama sekali." putus Putra final.
"Iya-iya, ih, imut bangat sih lo." ujar gadis itu mencubit kedua pipi Putra gemas.
"Gue siap-siap dulu."
********
Gimana? Dapat feelnya ngak?
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk.