
...HappyReading🌻...
Putra menghela napasnya, akhirnya ia sampai dengan selamat. Ia sedang berada di bandara, menunggu seseorang menjeputnya. 15 menit yang lalu Marchel sudah memberikan alamat rumah sakit tempat Mikayla di rawat sekarang dan alamat rumah yang akan ia tinggalin beberapa minggu kedepan.
"Excuse me sir, is it really you who is named Putra?" tanya seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian khas seorang supir.
"Yes, are you the person told by my brother Marchel?" balas Putra kembali bertanya, takut-takut ia salah orang.
"Yes, this way sir." ucapnya menunjukkan jalan.
"Can you speak Indonesian?" tanya Putra di sela-sela perjalanan mereka menuju parkiran.
"Iya tuan." jawab pria itu membuat Putra tersenyum simpul.
"Nama bapak siapa?"
"Sumanto, tuan."
__ADS_1
"Ah, bapak terlalu formal, saya ini masih muda belum juga 18 tahun sudah di panggil tuan." Putra berujar dengan nada jenakanya membuat, Sumanto si supir tersenyum singkat.
"Saya harus sopan terhadapan anak atasan saya, tuan." balas Sumanto sembari membukakan pintu mobil bagian penumpang.
"Saya duduk di depan aja pak." ujar Putra bersiap membuka pintu mobil di samping pengemudi.
"Tapi tuan..."
"Wah, bapak mau bantah saya?" Putra berujar masih dengan nada jenaka tak lupa dengan wajah kaget yang ia buat-buat agar terlihat dramtis.
"Maaf, tuan." ujar Sumanto menundukkan kepala.
"Bapak kayaknya hapal betul dengan jalanan di negara sini yah." Putra membuka suara tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela mobil.
"Iya, tuan." balas Sumanto tersenyum simpul.
Putra menoleh menatap Sumanto dengan tatapan takjub.
__ADS_1
"Bapak sudah berapa lama tinggal di sini?" tanya Putra berbasa-basi.
"Mungkin sudah 5 bulan tuan, karena Pak Pratama sering pulang-balik dari sini." jawab Sumanto masih fokus dengan jalanan di depannya.
"Iya, Om Pratama emang selalu sibuk sih pak." Putra kembali menglihkan pandangannya ke arah jendela, menikmati pemandangan negara yang sudah lama ia dan Mikayla impikan untuk berada di sini. Negara tempat Ayah dan Bundanya Mikayla di pertemukan.
Putra mengehela napasnya perlahan, lalu kembali menoleh ke arah Sumanto.
"Pak, nanti malam antar saya ke rumah sakit ya." pinta Putra di balas anggukan singkat dari Sumanto. "Iya, tuan."
"Berapa lama lagi perjalanannya pak?" tanya Putra, ia ingin cepat-cepat istirahat agar bisa menggunakan energinya dengan baik nanti.
"Ini sudah mau sampai, tuan." jawab Sumanto sekaligus menjadi akhir dari perbincangan mereka. Putra tak lagi membuka suara, ia masih terus menatap ke luar jendela melihat bangunan-bangunan besar yang menjulang tinggi seolah-olah bersaing ingin mencapai tingginya langit.
"Oke Putra, ini bukan akhir dari segalanya."
*******
__ADS_1
Sudah mau menuju ending nih") kira-kira endingnya bakal gimana? Wkwk tunggu part selanjutnya yaa. Jangan lupa jejaknya.