Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 59


__ADS_3

...HappyReading🌻...


Setelah menempuh perjalaan yang sedikit memakan waktu akhirnya Mikayla dan Septian tiba di bandara.


Septian melirik Mikayla sekilas, gadisnya itu terlihat sedikit gugup. Septian mengusap kepala Mikayla sekilas membuat gadis itu menatapnya. Septian tersenyum lalu meraih tangan Mikayla, menggenggamnya erat mencoba meyakinkan gadisnya bahwa semua akan baik-baik saja.


15 menit mereka menunggu tapi tak ada tanda-tanda kedatangan orang yang di tunggu. Hingga akhirnya Mikayla membuka suara.


"Tian." panggil Mikayla lirih tapi masih bisa di dengar oleh prianya.


Septian berbalik menatap Mikayla yang kini menatapnya.


"Kenapa?" tanya Septian mendekat, tangannya terangkat mengusap kepala Mikayla lembut. Mikayla memejamkan matanya sekilas menikmati usapan Septian di kepalanya, akhir-akhir ini Septian sering mengusap kepalanya dan Mikayla menyukai itu.


"Aku mau ke toilet sebentar." izin Mikayla masih menatap Septian lekat.


"Mau aku temenin?" tawar Septian masih setia mengusap lembut kepala gadisnya.


Mikayla menggeleng sebagai jawaban. "Aku cuman sebentar."


"Yaudah, jangan lama-lama."


Mikayla mengangguk lalu beranjak ke arah toilet.


Sampai di toilet Mikayla langsung membasuh wajahnya, ia menatap pantulan dirinya di cermin. Mikayla menghembuskan napasnya gusar rasa takut yang ia rasakan kini kembali menjalar mengganggu hati dan pikirannya.

__ADS_1


Mikayla kembali membasuh wajahnya setelah itu ia segera keluar daru toilet tak ingin membuat Septian menunggunya terlalu lama.


Karena tak terlalu fokus menatap jalan membuat Mikayla tak sengaja menabrak seseorang.


"Sorry, I did not mean it." ujar gadis tersebut merasa bersalah.


Mikayla sedikit terkejut tapi dengan cepat ia menetralkan ekspresinya.


"Yes, it is ok." balas Mikayla singkat lalu beranjak dari sana, Septian pasti sudah menunggunya terlalu lama.


Mikayla memelankan langkahnya saat dari jarak 10 meter ia melihat Septian sedang berbincang dengan seorang pria, ia tak tau pasti apa yang mereka bicarakan tapi dari raut wajah Septian ia seperti sedang mencari seseorang. Jika di lihat pria itu sudah berumur kepala 3 tapi setelannya sangat berwibawa, Mikayla yakini orang itu pasti papa Septian.


Mikayla meremas kedua tangannya tiba-tiba ia merasa gugup, ia melangkahkan kakinya mencoba mendekati Septian.


Septian yang menyadari keberadaan gadisnya itu tersenyum simpul, membuat Pak Frans menatapnya heran. Belum sempat beliau bertanya, Septian langsung membuka suara.


"Siapa Sep?" belum sempat Mikayla menjawab, Pak Frans sudah membuka suara.


"Kenalin pa, Mikayla, pacar Septian." ujar Septian memperkenalkan Mikayla.


Mikayla hanya tersenyum canggung, menyalim tangan Pak Frans. "Mikayla om."


"Sorry, did i miss something?" ujar seseorang mengintrupsi percakapan mereka.


Septian berbalik menatap orang itu di ikuti dengan Mikayla dan Pak Frans.

__ADS_1


"Do you miss me?" tanya wanita itu mencoba menggoda Septian.


"Ngak usah sok Inggris deh, kamu masih bisa bahasa Indonesia." ujar Septian yang di balas kekehan kecil dari wanita itu.


"Hei." sapa Wanita itu saat melihat Mikayla berdiri dengan kikuk.


Mikayla membalasnya dengan senyum canggung, mengapa ia tak merasa asing dengan wanita ini.


"Kamu yang di toilet tadi ya?" tanyanya, membuat Mikayla memutar otaknya pada kejadian beberapa menit yang lalu.


Ah iya, Mikayla ingat sekarang wanita ini adalah orang yang sama yang ia tabrak tadi.


"Kalian saling kenal?" tanya Septian bingung.


"Oh ngak kak, tadi aku ngak sengaja nabrak dia." jelas wanita itu membuat Septian mengangguk singkat.


"Oh iya, kenalin ini Mikayla, pacarku."


"Mikayla." ujar Mikayla menjabat tangan wanita tersebut.


"Salsa. Panggil aja Caca."


Deg


*******

__ADS_1


Gimana? Dapat feelnya ngak?


Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk.


__ADS_2