
...HappyReading🌻...
"Iya den."
"Bibi bawain makanan ke kamar Mikayla."
"Siap den." ucap asisten rumah tangga Mikayla lalu melenggang pergi ke arah dapur.
Septian membuka pintu kamar Mikayla sedikit sulit, setelah terbuka ia langsung menidurkan Mikayla di atas kasurnya. Napas Septian sedikit terengah-engah.
"Kamu kecil tapi kok berat sih yank." ucap Septian entah kepada siapa.
Hingga Mikayla sedikit menggeliat dan perlahan membuka matanya.
"Eh.."
"Kenapa?"
"Ng..."
Tok tok tok
"Masuk bi!"
Ceklek
Pintu menampilkan Bik Surti yang sedang membawa nampan yang berisi nasi beserta lauk pauknya dan segelas air hangat.
Septian mengambil alih nampan yang berada di tangan Bik Surti lalu meletakkannya di atas nakas. Tak lupa ia mengucpakan terimah kasih sebSurfing Bik Surti kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Kamu makan dulu." ucap Septian mengambil nasi di atas nakas.
"Aaaa..." Septian mengernyitkan dahi tak kala melihat Mikayla yang sedang membuka mulutnya.
"Apa?" tanya Septian tak mengerti.
"Ck, katanya disuruh makan," jawab Mikayla kesal.
"Iya, ini nasinya." balas Septian sembari menyodorkan tangannya menyuruh Mikayla mengambil alih nasi yang ada ditangannya.
__ADS_1
"Ais, suapin." ujar Mikayla kembali membuka mulutnya.
"Heh?"
"Lah, kenapa?"
"Punya dua tangan yang masih berfungsikan?"
"Iya."
"Makan sendiri."
Septian meletakkan nasi ke atas pangkuan Mikayla, yang di balas Mikayla dengan mencibikkan bibirnya. Sedangakan Septian sudah mengambil posisi tiduran di atas sofa kamar milik Mikayla, Septian memejamkan matanya mencoba menghiraukan Mikayla.
"Katanya pacar aku, tapi ngak ada romantisnya sama sekali.
"Cih pacar macam apa itu."
"Di suruh suapin aja ngak mau."
Mikayla terus menyindir Septian, sedangkan yang disindir masih setia memejamkan matanya membuat Mikayla semakin mendedis tak suka.
"Buka mulutnya!"
Ucapan Mikayla terpotong, Septian tiba-tiba datang merampas piring yang berada di pangkuan Mikayla membuat Mikayla sedikit terlonjak kaget.
"Buka mulutnya! Katanya mau disuapin." ulang Septiam lagi.
Mikayla ternyum lalu dengan senang hati membuka mulutnya. Septian menyuapkan satu sendok sembari menatap Mikayla sinis.
"Dasar manja."
"Biarin sama pacar sendiri wleee." balas Mikayla tak mau kalah, ia menjulurkan lidahnya mencoba mengejek sang kekasih.
Septian mencibir, ia heran setelah kecelakaan itu Mikayla lebih banyak bicara dan sedikit manja padanya. Bukannya Septian tak suka hanya saja ia belum terbiasa dengan perubahan Mikyla yang sangat cepat.
...🌻...
Mikayla sudah kembali bersekolah sudah satu bulan saat dirinya benar-benar sembuh. Namun, ingatannya belum benar-benar pulih, hanya beberapa bagian yang ia ingat. Proses kejadian juga masih di tangani oleh pihak polisi karena merasa ada yang janggal atas kecelakaan ini.
__ADS_1
Jam istirahat sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu, Septian dan yang lain sedang berada di kantin saat ini.
"Lo kenapa sih Put? Suntuk amat tuh muka." tanya Alvian mengalihkan pembicaraan.
Seketika yang lain menatap Putra dengan kening yang berkerut.
"Gue lagi pusing ini." jawab Putra dengan nada prustasi.
"Pusing kenapa lo?" kini Jeon mulai kepo.
"Ngatasin cewek PMS itu kayak gimana?" Putra mulai mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi mengisi kepalanya.
"Lah lo tanya gue? Terus gue harus nanya sama siapa dong? Rumput yang dandutan? Atau tokek di dinding?" Ujar Alvian ngaco.
"Gue lagi serius tuyul." Putra tak segan-segan menjitak kepala Alvian membuat sang empu mengadu kesakitan.
"Emang kenapa lo tiba-tiba nanya kayak gini?" Septian membuka suara.
"Kemarin Putri marahin gue abis-abisan gara-gara gue telat jemput dia padahal kan gue udah bilang kalau gue bakal telat, eh dia malah marah-marah." Putra mulai menjelaskan.
"Terus dia minta gue turunin di jalan, awalnya gue nolak tapi dia maksa yaudah gue turunin eh pas gue suruh turun dia malah nangis katanya gue udah ngak sayang lagi sama dia, kan gue jadi pusing." lanjutnya ada nada keprustasian di sana.
Septian, Jeon, dan Alvian yang mendengar cerita Putra memecahkan tawanya sungguh kasihan sekali nasib sahabatnya ini.
"Emang lo tau kepanjangan PMS itu apa?" tanya Jeon sok misterius.
"Premenstrual Syndrome." jawab Alvian menebak.
"Salah!"
"Lah, terus apaan?" Putra mulai kesal sendiri.
"Perempuan menjadi singa."
********
Gimana? Dapat feelnya ngak?
Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk.
__ADS_1