Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 63


__ADS_3

...HappyReading🌻...


Putra keluar dari ruang guru di ikuti Pak Hatta sang wali kelas di belakangnya.


"Kamu hati-hati ya, semoga Mikayla cepat sembuh." ujar Pak Hatta memberikan sebuah surat bewarna putih ke arah muridnya ini.


"Makasih pak." balas Putra menyalimi tangan sang wali setelah mengambil surat yang di sodorkan.


"Tapi, kamu yakin, bakal izin selama itu? Ngak takut ketinggalan pelajaran kamu Putra?" tanya Pak Hatta mengkhawirkan muridnya ini


Putra tersenyum simpul mencoba mengerti maksud wali kelasnya ini. "Saya sudah pikirkan matang-matang pak sampai-sampai hampir gosong, saking lamanya saya mikir." jawab Putra terkekeh kecil membuat Pak Hatta menggelengkan kepalanya.


"Kamu ini, masih saja sama."


"Loh, iya lah, pak, cuman bedanya aja sekarang saya lebih ganteng. Iya, ngak, pak." ujar Putra dengan nada jenakanya yang membuat Pak Hatta terkekeh kecil.


"Yasudah, kamu tidak berniat berpamitan sama teman-temanmu?" tawar Pak Hatta dengan logat Jawa khasnya, berhenti saat sudah sampai tepat di depan kelas kewaliannya yang juga kelas Putra. Kebetulan hari ini Pak Hatta sedang mengajar di kelasnya.


Putra tersenyum sambil menggeleng singkat. "Saya ini cuman izin sebulan loh pak, bukannya mau pindah sekolah, Bapak ini gimana toh." ujar Putra mengikuti logat Jawa milik Pak Hatta.

__ADS_1


Pak Hatta terkekeh kecil. "Ya, takutnya nanti kamu rindu toh." balas Pak Hatta dengan nada jenaka khasnya, membuat Putra kembali terkekeh.


"Putra pamit ya pak, takutnya ketinggalan pesawat ini." pamit Putra sedikit menyombongkan diri.


Putra tertawa mendengar tuturan wali kelasnya ini, ia memang sudah biasa bercanda bersama Pak Hatta jadi tidak ada rasa canggung di antara mereka.


Tawa Putra yang memang terlalu keras atau koridor sekolah yang sepi karena sekarang jam pelajaran, membuat teman kelas Putra yang sedang mengerjakan tugas dari wali kelas mereka, menoleh ke arah pintu tak terkecuali Septian sekali pun.


Septian berdiri dari kursinya, membuat Jeon yang duduk di sampingnya menatapnya heran.


"Mau kemana lo?" tanya Jeon, sebenarnya ia tau maksud Septian karena ia juga mendengar suara tawa Putra. Hanya saja ia ingin berbasa-basi biar di kata temen perhatian. Sungguh pencitraan.


"Toilet, bentar." jawab Septian tak sepenuhnya berbohong.


Pak Hatta dan Putra mengalihkan perhatiannya saat melihat Septian keluar dari kelas.


"Mau kemana kamu Septian?" tanya Pak Hatta masih dengan sikap ramahnya.


Septian tak langsung menjawab, ia melihat ke arah Putra sekilas memperhatikan penampilan pria itu yang mengenakan celana jeans di padukan dengan kemeja lengan pendeknya. Terlihat staylish dengan sneakers yang ia kenakan. Membuat Septian sedikit mengernyit, mengapa Putra tak mengenakan seragam sekolah?

__ADS_1


"Septian, mau kemana kamu?" tanya Pak Hatta mengulangi. Septian sedikit tersentak, kembali ke dunia nyata. Ia segera menetralkan ekspresinya tak ingin membuat Putra berpikir yang aneh-aneh tentangnya.


"Saya izin ke toilet sebentar pak." pamitnya yang di angguki Pak Hatta.


"Jangan lama, habis dari toilet kamu harus kembali lagi." peringat Pak Hatta yang di balas anggukan singkat dari Septian.


"Yasudah pak, saya pamit permisi dulu, takutnya telat." pamit Putra kembali membuka suara, lalu menyalimi tangan Pak Hatta.


"Oh iya, kamu hati-hati ya Putra, salam sama Mikayla."


"Saya duluan ya pak." ujar Putra berlalu hingga hilang di pembelokan koridor.


"Lah, kamu ngapain masih di sini?" tanya Pak Hatta kaget melihat keberadaan Septian yang masih tak bergeming.


"Ah, saya ngak jadi ketoilet deh pak, udah ngak mules lagi." ucap Septian menggaruk pelipisnya, sedikit bingung ingin bereaksi bagaimana.


"Yasudah, masuk sana." suruh Pak Hatta yang di angguki Septian.


********

__ADS_1


Gimana? Dapat feelnya ngak?


Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk.


__ADS_2