Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 81


__ADS_3

...HappyReading🌻...


Waktu berlalu begitu cepat, seolah tidak membiarkan kita menikmatinya. Baru saja kemarin ia mendaftar SMA, sekarang Putra sudah lulus S2 di negaranya sendiri dan menyandang status sebagai Sarjana Hukum.


Pria dengan kemeja hitam bermotif kotak-kotak itu sedang menunggu kehadiran seseorang, sudah satu jam lebih ia menunggu di lobi bandara tapi tak ada tanda-tanda kehadiran orang yang di tunggu membuat Putra jadi bosan sendiri.


Ponsel pria itu sudah mati total, ia lupa mencharger ponselnya semalam karena terlalu lelah. Tak berselang lama, seorang gadis tiba-tiba datang memukul lengannya dengan begitu keras membuat Putra terpekik kaget dan kesakitan secara bersamaan.


"Shit." umpat Putra menahan rasa sakit yang menjalar di lengan kirinya.


"Lo apa-apaan sih? Baru datang, tiba-tiba mukul gue ngak jelas. Harusnya yang marah kan gue, karena lo buat gue nunggu kelamaan." Putra mengomel tanpa menatap gadis yang sekarang berada di hadapannya.


"Lo yang apa-apaan, gue kan udah bilang tunggu di dalam." gadis itu membalas dengan nada ketus dan dinginnya membuat Putra menyengir tidak jelas.


"Males, di dalam rame bangat." ujar Putra memberi alasan yang tidak masuk akal.


"Kalau ngak rame bukan bandara namanya." jawab gadis itu gemas sendiri. "Gara-gara lo nih, gue jadi tersesat." lanjutnya lagi, lalu menarik kopernya meninggalkan Putra yang masih memegang lengan kirinya.


"Sok-sokan pake tersesat segala."


"Gue masih marah ya sama lo." Mikayla mempercepat langkahnya membuat Putra sedikit berlari kecil menyusul gadis itu.


"Harusnya gue yang marah, lo udah mukul gue." balas Putra masih tidak terima.


"Lebay banget." gadis itu melirik sekilas lalu memasang wajah datarnya.


"Lo juga ngak datang pas gue wisuda kemarin." Putra kembali membuka suara membuat gadis itu menghentikan jalannya lalu menatap Putra sengit, seolah mengajak pria itu bergelut saat ini juga.


"Lo mau gue tendang?" tanya Mikayla berusaha bersabar.


"Jangan dong! Sakit." tolak pria itu dengan cengiran khasnya yang di balas Mikayla dengan tatapan datar.


"Gimana caranya gue mau datang, gue juga wisuda." gadis itu berujar dengan gemas membuat Putra lagi-lagi menyegir tak berdosa. Sama dengan Putra, Mikayla baru menyelesaikan S2-nya di Jepang, gadis itu sengaja melanjutnya study-nya di luar negeri dengan alasan ingin mencari pengalaman baru.


"Iya, ya, lupa gue." balas pria itu cengengesan sendiri.

__ADS_1


...🌻...


"Apa rencana lo selanjutnya?" tanya Jeon membuat Alvian dan Septian menatapnya.


"Gue masih lagi mikir ini." jawab Alvian lalu mengesap kopi caramel latte yang baru saja ia pesan.


"Lo sendiri, Sep?" Jeon bertanya, beralih menatap pria itu yang sedari tadi hanya fokus dengan ponselnya. Entah apa yang tengah dipikirkan Septian.


"Gue udah punya." jawab Septian seadanya.


"Apa?" tanya Jeon dan Alvian kompak yang di balas senyum penuh arti oleh pria itu.


"Tapi, gue butuh bantuan lo berdua."


Jeon tersenyum lalu mengesap pelan kopi hitamnya.


"Selagi bisa, kita bakal bantu." jawab Jeon yang di balas anggukan setuju dari Alvian, membuat Septian kembali tersenyum.


"Thanks." balas pria itu tersenyum penuh arti.


Mikayla tersenyum bangga, senang melihat wajah kesal sahabat kecilnya itu. Menurut Mikayla, Putra sangat menggemaskan ketika kesal. Bagaimana tidak, bibir yang di tekuk ke bawah serta mata yang membulat membuat Mikayla jadi gemas sendiri.


"Lo marah sama gue?" tanya Mikayla tidak bersungguh-sungguh, ia mati-matian menahan senyumnya.


Putra tak menjawab, pria itu bahkah enggan menatap Mikayla yang berada di sampingnya. Putra sengaja melakukan, menunjukkan bahwa ia sedang kesal kepada gadis itu.


"Masa gitu aja marah." Mikayla berujar dengan santai membuat Putra mengumpat dalam hati.


Sialan.


Mikayla terkekeh kecil saat melihat wajah Putra yang semakin menunjukkan kekesalannya, lalu gadis itu mengambil sesuatu yang sengaja ia sembunyikan di bawah meja.


"Lo ngak mau? Yaudah." saat Mikayla hendak menarik piring itu, Putra dengan cepat mengambilnya.


"Siapa yang nolak, sih." ujar pria itu sedikit sewot membuat Mikayla kembali terkekeh kecil.

__ADS_1


"Halah, muna banget." ejek gadis itu, yang di balas Putra dengan lirikan sinisnya. Mikayla kembali di buat terkekeh akibat balasan dari sahabat kecilnya itu. Jarang-jarang ia mendapatkan momen berdua bersama sahabatnya, mengingat mereka bukan lagi remaja labil yg baru mengenal cinta. Sekarang mereka sudah tumbuh dewasa, dan rasanya waktu tidak mengijinkan mereka untuk kembali berkumpul.


"Putra." panggil Mikayla pelan, membuat pria itu menatapnya sebentar pertanda ia mendengarkannya.


"Hm?"


"Ngak apa-apa, sih, manggil doang." jawab Mikayla santai yang di balas Putra dengan tatapan heran.


"Ngak jelas bangat, lo." balas pria itu cuek, yang kembali mengundang kekehan kecil Mikayla.


"Gue perhatiin, akhir-akhir ini lo sering ketawa. Kenapa lo?" tanya Putra heran, pasalnya Mikayla hanya sering menampilkan wajah datarnya dan nada ketus. Jangankan ketawa, senyum pun nyaris tak pernah di lakukan gadis itu.


"Salah?" tanya Mikayla, kebiasaan buruk Mikayla yang paling di benci Putra yaitu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Ya, takutnya lo sakit jiwa." jawab pria itu yang di balas Mikayla dengan decakan tak suka.


"Gimana hubungan lo sama Putri?" tanya Mikayla mengalihkan topik pembicaraan.


"Ya, gitulah." jawab Putra ambigu.


"Gitunya kayak gimana?" tanya Mikayla kesal, jawaban macam apa itu.


"Baik-baik aja." jawab Putra jujur yang di balas anggukan singkat gadis itu.


"Lo sendiri? Gimana hubungan lo sama Septian." Putra balik bertanya.


"Gue mandi dulu." Mikayla beranjak dari tempatnya, enggan menjawab pertanyaan dari Putra yang membuat pria itu menatapnya bingung.


Ada apa?


*********


Gimana? dapat feelnya?


Alhamdulillah update lagi, sisa 2 part ini wkwk. Siap menuju ending? siap dong. Gimana nih endingnya? Sad? Happy? tunggu ya besok.

__ADS_1


__ADS_2