Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 57


__ADS_3

...HappyReading🌻...


"Sial!"


"Jejak kita sudah terlihat."


Wanita itu menggeram marah, menatap nyalang sosok wanita di depannya.


"Kerja lo ngak becus."


Wanita yang lain, itu tidak melawan saat di perlakukan kasar, ia masih menyayangi nyawanya. Tak ingin mati di tangan manusia ular seperti wanita di hadapannya ini.


"Gue harus bunuh, si jalang itu." ucapnya tersenyum devil.


"Lo gila? Itu lebih bahaya lagi!"


Wanita itu mencekram dagu wanita yang ada di hadapannya dengan kuat sedikit menusuknya dengan kuku-kukunya yang tajam. Membuat wanita itu meringis merasa kesakitan.


"Lebih bahaya lagi, kalau lo bongkar rencana gue." ujarnya tajam lalu melepaskan cengkramannya.


Setelah itu ia berlalu meninggalkan wanita itu yang meringis kesakitan. Setelah wanita tadi hilang dari pandangannya ponselnya berbunyi menandakan ada pesan yang masuk. Dengan cepat wanita itu mengambil ponselnya, ada dua pesan dari wanita tadi.


Lo bakal tau akibatnya, kalau mulut busuk lo itu membongkar semuanyakan?


Jadi hati-hati dan bersenang-senanglah, Febri cantik.


Febri bergidik ngeri tak berniat membalas, ia mengambil tasnya lalu keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


...🌻...


Jam pulang sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu tapi Mikayla masih melanjutkan kegiatan menulisnya, kelas sudah sangat sepi hingga menyisakan ia sendiri. Intan dan Vian sudah pulang duluan karena urusan mendadak entahlah Mikayla juga tak terlalu peduli dengan urusan mereka.


Seseorang memasuki kelas Mikayla dengan santai tapi sepertinya gadis itu belum menyadari kedatangan seseorang.


Hingga 5 menit kemudian Mikayla sudah selesai dengan catatannya.


"Akhirnya." ucap Mikayla lalu merenggangkan ototnya.


"Aaa!!" Mikayla berteriak saat tiba-tiba ia merasa tangannya dipegang seseorang.


"Astaga! Dari kapan kamu di sini?" tanya Mikayla kepada si pelaku.


Septian mengangkat tangannya menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ya pria itu adalah Septian.


"Kenapa ngak ngasih tau?" tanyanya lagi


"Kamu serius bangat jadi ngak mau ganggu." jawab Septian membuat Mikayla terdiam. Seserius itu kah dia? Sampai-sampai kedatangan Septian tidak ia sadari. Dengan cepat Mikayla menggelengkan kepalanya membuat Septian menatapnya bingung.


"Kenapa?" tanya Septian mengusap rambut Mikayla sebentar


Mikayla tak menjawab ia masih sibuk memasukkan barang-barangnya ke dalam tas, setelah selesai ia menyampirkan tasnya di salah satu bahunya.


"Ayo pulang!" ajak Mikayla tanpa sadar menggenggam tangan Septian berjalan menuju parkiran.


Koridor sekolah sudah sangat sepi, menyisahkan beberapa murid yang mungkin masih memiliki kegiatan ekstrakulikuler.

__ADS_1


Mikayla yang teringat sesuatu menatap Septian.


"Kita langsung ke bandara?" tanya Mikayla membuat Septian menoleh sekilas.


"Ganti baju dulu." jawabnya singkat.


"Tapi aku ngak bawa baju ganti." balas Mikayla polos.


"Kita ke rumah kamu dulu." kata itu menjadi akhir dari obrolan mereka hingga kini keduanya sudah sampai di parkiran sekolah.


Septian menyalakan mesin setelah dipastikan Mikayla sudah memasang seatbeat-nya. Septian sedikit mengundurkan mobilnya lalu keluar dari pekarangan sekolah.


15 menit menempuh perjalanan yang tidak begitu padat membuat mereka telah sampai di depan rumah Mikayla. Tanpa mengulur waktu, Mikayla segera turun masuk ke dalam rumah di ikuti Septian di belakangnya.


"Tunggu bentar ya, aku ganti baju dulu." pamit Mikayla yang langsung berlari ke kamarnya setelah mendapati anggukan singkat dari Septian.


Septian berdiri mengamati bingkai foto yang berada di lemari sudut ruangan. Kebanyakan foto Mikayla di sana, waktu ia masih bayi hingga tumbuh nenjadi gadis cantik seperti sekarang. Tanpa sengaja ia menatap satu bingkai foto yang di sana terdapat dua anak yang kira-kira berumur 10 tahun mereka saling berpelukan dan berpose sangat lucu tidak mirip tapi Septian yakin itu pasti Mikayla dan Putra.


Aktivitas Septian terhenti saat ia merasa ada seseorang menepuk bahunya pelan, ia sedikit terlonjak tapi dengan cepat menetralkan ekspresinya. Septian berbalik mendapati Marchel dengan penampilan rapinya.


"Ngapain lo?" tanya Marchel lalu menidurkan dirinya di sofa. Tas kantor pria itu sudah berada di atas meja sejak tadi.


********


Gimana? Dapat feelnya ngak?


Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk.

__ADS_1


__ADS_2