Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 73


__ADS_3

...HappyReading🌻...


"Maaf ya, maaf bangat." ujar Septian tiba-tiba, mencium pucuk kepala Mikayla.


Mikayla memundurkan wajahnya tapi dengan cepat Septian menahan pergerakan gadis itu. "15 menit! Aku kangen bangat." Septian berucap, masih mengelus rambut milik gadisnya itu.


Setelah ia menyakiti gadis ini berkali-kali, apa ia masih pantas meminta maaf. Dalam hati Septian tertawa miris.


Lo emang bodoh Septian, sangat bodoh!


Setelah ia rasa cukup lama, Septian melepaskan pelukannya.


"Kamu nangis?" tanya Mikayla heran, pasalnya ia tak mendengar suara isakan atau suara Septian yang bergetar. Pria itu terlalu pandai menyembunyikan suaranya.


"Kelilipan." jawab Septian. Tentu saja pria itu berbohong.


Mikayla mengusap pipi Septian pelan, menatap wajah pria itu di bawah sinar rembulan. Mikayla tak bisa berbohong jika malam ini Septian benar-benar tampan.


"Jadi gimana?" tanya Septian akhirnya.


"Apa?"


"Kita."


"Maksudnya?"


"Hubungan kita gimana sekarang?" tanya Septian membuat Mikayla terdiam, pasalnya Septian tak mengerti arti hubungannya saat ini. Satu tahun ia menunggu tanpa kepastian, jadi seperti ini rasanya menunggu. Rasanya Septian ingin menertawakan dirinya sendiri.

__ADS_1


Miris bangat sih hidup gue.


"Maaf." ujar Mikayla membuat Septian menghembuskan napasnya gusar.


...🌻...


Mikayla berjalan ke arah pintu toilet, setelah menyelesaikan panggilan alamnya, gadis itu segera bergegas tak ingin Putra menunggunya terlalu lama.


Karena tidak fokus memperhatikan jalan, Mikayla tidak sengaja menabrak seorang pria yang berjalan berlawanan arah dengannya.


"Maaf." ujar Mikayla tanpa menatap pria itu.


"Mikayla?" Mikayla hendak melanjutkan langkahnya, namun terhenti saat pria itu menyebut namanya.


"Eh?" ujar Mikayla terkejut saat pria itu tiba-tiba memeluknya dengan erat.


Mikayla tak menjawab, rasanya bibirnya terlalu keluh hanya untuk sekedar berbicara. Dan tak lama Mikayla membalas pelukan pria itu.


"Gue juga." Balas Ratu membuat pria itu tersenyum. Dan tanpa mereka sadari ternyata dari jauh Rafael menyaksikan kejadian itu dengan tangan terkepal kuat, Rafael segera meninggalkan tempat itu tak ingin menyaksikan lebih lama drama menjijikkan itu.


"Tapi, itu dulu." lanjut Mikayla melepaskan pelukannya.


"Maksudnya?" tanya Malik masih tak mengerti.


"Gue juga kangen dan sayang sama lo, Mal..." ujar Mikayla menggantung. "Tapi itu dulu." lanjutnya lagi.


"Sebelum gue punya Septian." ucap Mikayla menatap Malik dengan senyum tipisnya, membuat pria itu hanya diam termangu. Ternyata Malik sudah menemukan penggantinya

__ADS_1


"Sekarang gue sudah punya Septian, gue sayang sama dia."


"Dan gue harap, lo bisa lupain semua tentang kita." kalimat itu menjadi akhir dari percakapan mereka, Mikayla kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda.


...🌻...


"Maaf." untuk kesekian kalinya Septian kembali meminta maaf saat Mikayla menyelesaikan ucapannya. Ternyata selama ini dia hanya salah paham.


Lo memang bodoh, Septian.


Mikayla tersenyum, senyuman yang tidak pernah Septian lihat sebelumnya. Senyuman yang membuat hati Septian kembali merasakan sayatan kecil. Sangat sakit.


Septian tersenyum kecut, sepertinya takdir sengaja menghukumnya saat ini.


"Kak, Septian." suara seseorang mengintrupsi kegiatan mereka berdua. Dengan cepat Mikayla menjauhkan tangannya dari genggaman Septian, entah sejak kapan pria itu menggenggam tangannya. Tapi saat Mikayla menarik tangannya, secepat itu pula angin malam menembus kulitnya.


"Salsa." panggil Septian, membuat Mikayla melihat ke arahnya.


"Salsa?" beo Mikayla pelan, namun masih bisa di dengar oleh pria itu.


"Aku cariin juga, ternyata di sini. Kenapa ninggalin aku?" Salsa mengomel dengan nada kesal khasnya, membuat Mikayla menatapnya heran.


Pacar barunya kah?


*******


Gimana? Dapat feelnya ngak?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk.


__ADS_2