Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 60


__ADS_3

...HappyReading🌻...


Deg


Mikayla terdiam mematung, tautan tangan mereka mulai melonggar hingga akhirnya terlepas.


Apa ini? Salsa? Rasanya Mikayla tak asing mendengar nama itu. Mikayla mencoba mengingat-ingat tapi nihil tak ada satu pun yang ia ingat.


Saat mereka mulai berjalan ke parkiran, Mikayla tiba-tiba memegang kepalanya. Septian yang melihat itu jadi panik sendiri.


"Kamu kenapa?" tanya Septian dengan nada khawatir yang sangat kentara.


Mikayla tak menjawab ia menjambak rambutnya kuat-kuat berharap sakit kepalanya mereda.


"Kita ke rumah sakit aja kak." usul Salsa yang di angguki Pak Frans.


"Yaudah kita ke rumah sakit." final Septian tapi belum sempat Mikayla menjawab, gadis itu sudah ambruk tak sadarkan diri untung dengan sigap Septian menangkapnya jadi Mikayla tak sampai terjatuh ke lantai.

__ADS_1


"Astaga, Kayla!" pekik Septian tertahan, ia dengan sigap menggendong tubuh gadinya lalu membawanya ke dalam mobil.


"Sal, kamu bisa nyetirkan?" tanya Septian yang di balas anggukan oleh Salsa. "Bisa kak."


"Kamu bawa mobil ke rumah sakit terdekat!" perintah Septian segera masuk ke dalam mobil yang di susul Salsa dan Pak Frans.


Dengan kecepatan rata-rata Salsa mengendarai mobil Septian menuju rumah sakit terdekat.


"Cepet dong Sal!" ujar Septian, ia tak tega melihat Mikayla yang tadi menahan sakit. Sungguh jika bisa diambil, Septian ingin mengambil rasa sakit yang Mikayla rasakan. Asalkan gadisnya ini tidak merasa kesakitan.


"Kamu yang tenang dong Sep, berdoa semoga Mikayla baik-baik saja." ucap Pak Frans tenang.


"Aku tau kamu kuat ya sayang." ujar Septian mengusap rambut Mikayla lembut lalu beralih mencium kening gadis itu sekilas.


Salsa yang melihat itu tersenyum, tak menyangka Septiannya menjatuhkan hatinya pada gadis yang tak sengaja bertabrakan dengannya tadi.


Setelah sampai pada rumah sakit yang di tujukan, Septian bergegas turun lari ke dalam rumah sakit lalu memanggil dokter dengan histeris. Pak Frans dan Salsa yang melihat itu di buat termangu, baru kali ini mereka melihat Septian seperti orang kesetanan hanya karena satu perempuan.

__ADS_1


Terakhir Septian seperti ini 5 tahun yang lalu, saat Salsa di sambar motor hanya kecelakaan ringat tapi bisa membuat Septian uring-uringan bedanya Septian tak sehisteris seperti ini.


"Tenang Sep, papa yakin Mikayla akan baik-baik saja." ujar pria paruh baya itu mencoba menenangkan anak lelakinya.


"Iya kak, kakak berdoa aja semoga kak Mikayla tidak kenapa-kenapa." imbuh Salsa.


Septian menoleh, menatap Pak Frans dan Salsa bergantian. Terbesit rasa bersalah di hatinya, harusnya ia mengantarkan mereka pulang ke rumah bukan malah merepotkan seperti ini. Septian menunduk menghembuskan napasnya.


"Maafin Septian." pinta Septian tulus, sauranya sangat lirih tapi masih bisa di dengar oleh Salsa dan Pak Frans karena telinga mereka masih berfungsi.


"Ngak ada yang salah, sudah masa jagoan papa lemes gini." Pak Frans tersenyum simpul mencoba menyemangati sang anak.


Tak berselang beberapa menit dokter keluar dari ruangan di ikuti suster di belakangnya.


********


Gimana? Dapat feelnya ngak?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk.


__ADS_2