
...HappyReading🌻...
"Lo serius?" tanya Jeon tidak percaya.
"Lo pikir gue main-main?" Septian balik bertanya membuat Jeon terdiam.
"Wah, keren lo. Gercep amat." imbuh Alvian menatap Septian.
Septian terkekeh geli, menurutnya reaksi teman-temannya terlalu berlebihan.
"Jangan lebay deh, gue udah nyiapin semuanya." ujar pria itu tersenyum senang.
"Terus lo manggil kita berdua ini, buat apa?" Jeon bertanya tak mengerti.
"Lo kerumah Mikayla, terus kasih paket ini kedia." Septian menyodorkan sebuah paperbag ke arah Jeon yang langsung di terima pria itu.
"Lo kata gue pengirim paket, apa." Jeon berujar sewot membuat Septian terkekeh.
"Minta tolong, Yon."
"Sekarang?" tanya Jeon lagi yang di balas Septian dengan merotasi kedua bola matanya.
"Kalau tahun depan, kelamaan." jawab pria itu yang membuat Jeon cengengesan sendiri. Lalu, Jeon beranjak dari tempatnya menyambar kunci mobil serta dompetnya.
"Ayo, Al." ajak pria itu
__ADS_1
"Gue ikut?" tanya Alvian menunjuk dirinya sendiri.
"Ikutlah, enak aja lo duduk-duduk. Ayo cepet." jawab Jeon menarik kerah baju milik pria itu.
Septian terkekeh, lalu mengambil ponselnya berniat mengirimkan pesan ke Mikayla.
Jam 5 di pantai biasa, aku tunggu
Send
Pria itu tersenyum setelah mengirimkan pesan itu.
...🌻...
Dress selutut bewarna peach dan hiels setinggi 3 cm dengan warna senada yang di berikan Septian untuknya, menyempurnakan penampilannya sore ini, di tambah make up yang tidak terlalu tebal membuat gadis itu sedikit berbeda dari biasanya.
Gue emang selalu cantik.
Suara klakson mobil menarik perhatiannya, dengan cepat Mikayla mengambil tasnya lalu berjalan ke bawah.
"Ingat, jangan pulang malam-malam." Marchel memperingati Mikayla yang hanya di balas acungan jempol oleh gadis itu.
Mobil bewarna hitam sudah terparkir di luar rumah Mikayla, dengan cepat gadis itu beranjak dari sana.
"Silahkan masuk, nona." sang pria dengan baju supir membukakan pintu mobil yang membuat Mikayla menatapnya heran.
__ADS_1
"Jeon? Sejak kapan jadi supir mobil?" Mikayla bertanya menatap Jeon yang cengengesan sendiri.
"Sejak Septian nyuruh gue." jawab Jeon jujur yang di balas dengan senyum tipis Mikayla.
Mikayla masuk ke dalam mobil, di susul Jeon yang juga memasuki mobil hitam itu. Jujur saja, Jeon di buat tekesip dengan penampilan Mikayla hari ini. Gadis itu benar-benar cantik.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, akhirnya Mikayla dan Jeon sampai di tempat tujuan mereka. Suasana pantai saat ini sedikit ramai, kebanyakan pasang muda-mudi.
"Lo tinggal lurus aja, gue ada urusan bentar." jelas Jeon segera meninggalkan gadis itu tanpa menunggu balasan dari Mikayla.
Mikayla berjalan, menyusuri pinggir pantai dengan pelan. Angin sore membuat rambutnya yang sengaja ia gerai di terpa oleh angin. Ia terus berjalan hingga seorang pria yang tidak ia kenal datang menemuinya, memberikan setangkai mawar merah.
Setelah Mikayla menerima mawar itu, pria itu langsung pergi meninggalkannya. Mikayla mengediklan bahunya acuh, tidak ingin mengambil pusing. Ia melanjutkan langkahnya, dan lagi seorang wanita tidak di kenal datang memberi setangkai mawar putih membuat Mikayla kembali di buat bingung. Begitu seterusnya, hingga mawar yang berada di tanganya ada 20 tangkai, banyaknya.
Mikayla berniat melanjutkan langkahnya, tapi niatnya ia urungkan saat melihat Septian berjalan ke arahnya. Gadis itu tersenyum yang di balas Septian dengan senyum simpul.
"Makasih udah datang." ujar pria itu saat tepat berada di hadapan Mikayla. Mikayla sedikit terkesima, meneliti penampilan Septian yang mengenakan kemeja lengan panjang yang bewarna abu-abu di padukan dengan jeans hitamnya membuat ia terlihat lebih tampan.
"Kenapa ngajak aku ke sini?" tanya Mikayla menatap pria itu.
*********
Gimana? dapat feelnya?
Alhamdulillah update lagi, sisa 1 part ini wkwk. Siap menuju ending? siap dong. Gimana nih endingnya? Sad? Happy? tunggu ya besok.
__ADS_1