
...HappyReading🌻...
"Lo beneran udah ingat semua?" tanya Intan untuk kesekian kalinya membuat Mikayla yang mendengar itu menghembuskan napasnya gusar.
"Gue ngak percaya kalau lo udah pulih coba sebutin nama pria yang gue suka." tantang Intan menatap Mikayla curiga.
"Marchel. Lebih tepatnya Abang kandung gue." jawab Mikayla cuek, tak ingin meladeni Intan lebih lama lagi.
Intan yang mendengar jawaban dari Mikayla terperangah sendiri, pasalnya waktu Mikayla masih amnesia gadis itu sama sekali tak tau Intan dan Marchel menyandang status pacaran.
"Ya Allah Mikayla gue kangen bangat tau!" ujar Intan lalu memeluk Mikayla erat hingga membuat gadis itu sulit bernapas.
"Intan woy! Itu infusannya lepas ntar, pelan-pelan dong." ucap Jeon menarik Intan hingga mau tak mau pelukannya terlepas.
"Ganggu bangat sih lo Yon." Intan berucap lalu menatap Jeon sinis sembari mengerucutkan bibirnya.
"Lo mau bunuh Mikayla?" tanya Jeon tajam membuat Intan semakin mengerucutkan bibirnya.
"Perhatian bangat sih, lo suka sama Mikayla?"
Jeon terdiam tak langsung menjawab pertanyaan Intan membuat orang yang berada di ruangan tersebut ikut diam tak sabar menunggu jawaban dari Jeon.
"Lo beneran suka sama Mikayla, Yon?" tanya Intan memastikan karena tak mendapat jawaban.
"Wah ngak bener ini." imbuh Vian yang sedari tadi menyimak ucapan unfaedah dari Joen dan Intan.
"Ngaco lo semua." balas Jeon lalu beralih memainkan ponselnya untuk mencari kesibukan entah mengapa ia tiba-tiba merasa gugup.
"Ih Lo kok gugup sih Yon." Intan semakin gencar menggoda Jeon agar pria itu mengatakan yang sebenarnya.
"Apasih!" Balas Jeon terlihat kaku.
__ADS_1
"Yon." panggil Mikayla yang membuat Jeon semakin gugup.
"K-kenapa?" Jeon berbalik menatap Mikayla yang kini juga sedang menatapnya.
"Septian mana? Kok dari tadi gue ngak liat?" tanya Mikayla membuat Jeon menghembuskan napas lega takut-takut Mikayla bertanya yang aneh-aneh, seperti perasaannya misalnya.
Marchel yang mendengar pertanyaan dari sang adik mengalihkan pandangannya dari ponsel yang sedari tadi ia mainkan.
Jeon melirik ke arah Marchel mengode pria itu agar mengalihkan topik pembicaraan Mikayla, dan tak berselang lama seorang suster masuk ke dalam ruangan mengalihkan perhatian semua orang yang ada di sana.
"Permisi." ujar suster yang memakai masker tersebut membuat Jeon sedikit bergeser dari tempatnya.
"Loh, sus kok si datar mau di suntik lagi? Tadi kan sudah." tanya Vian blak-blakan saat melihat suster itu menunjukkan suntik yang ia pegang.
Suster itu tak menjawab membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut kebingungan.
"Sus, kok adek saya di suntik dua kali?" kini Marchel membuka suara, beranjak dari tempatnya mendekat ke arah suster tersebut.
Marchel semakin bingung saat sustet tersebut terlihat gugup, ia segera menyelesaikan aktifitasnya lalu beranjak dari ruang tersebut.
Saat Marchel dan Jeon berniat mengejar suster yang menurut mereka mencurigakan itu, teriakan Intan menghentikan aksi mereka berdua.
"Mikayla!" teriak Intan saat melihat tubuh Mikayla mulai bereaksi seperti kejang-kejang.
"Panggil dokter cepat!" perintah Jeon membuat Marchel berlari keluar mencoba mencari dokter.
"Gue yakin suster tadi yang menyebabkan Mikayla kayak gini." ujar Jeon yang mendapati anggukan setuju dari Putra.
Intan yang melihat Mikayla seperti ini mulai menangis tak tega menyaksikan sahabatnya di sakiti seperti ini.
Tak berselang beberapa menit, Marchel masuk dengan wajah khawatirnya di ikuti seorang dokter dan suster di belakangnya.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian semua menunggu di luar." ujar sang suster membuat semua yang ada di ruangan tersebut keluar.
"Lo yang tenang bang, liat cewek lo sono." ucap Putra membuat Marchel mengalihkan pandangannya ke arah Intan yang berusaha menghentikan tangisnya.
Marchel mengangkat kakinya, mendekat ke arah Intan dan tanpa aba-aba ia langsung mendekap tubuh mungil gadisnya itu.
"Jangan nangis semua akan baik-baik aja." ujar Marchel mencoba menenangkan Intan.
Intan menganggukkan kepalanya tetapi air matanya tak henti-hentinya untuk turun.
Marchel meleraikan pelukannya.
"Nangisnya udahan aja."
"Aku ngak nangis, cuman air matanya aja yang mau keluar." balas Intan mengusap air matanya lalu menarik lengan baju yang di kenakan Marchel untuk mengusap ingusnya.
"Astaga Intan jorok bangat sih." Marchel berujar, menjauhkan wajah Intan dari bajunya. Putra dan Jeon yang melihat itu bergidik jijik sedangkan Marchel menatap naas bajunya yang sudah terdapat ingus Intan di sana.
Di saat seperti ini masih sempat-sempatnya mereka bercanda.
Dan tanpa mereka sadari, sedari tadi seseorang menatap mereka dari jauh 10 meter.
"Rencana gue berhasil, good bye Mikayla." ucapnya tersenyum sinis.
Sedangkan di tempat lain, Septian sedang mengendarai mobilnya dengan tak tenang sedari tadi perasaannya sudah tak enak mengenai gadisnya. Jalanan yang macet akibat kendaraan semakin membuat ia kesal sendiri, tak henti-hentinya ia membunyikan klakson mobilnya agar kendaraan di depannya ini segera maju.
"Harusnya gue bawa motor tadi." gerutu Septian merasa kesal sendiri.
"Sial." umpatnya saat melihat pergerakan mobil di depannya hanya maju sedikit.
*******
__ADS_1
Gimana? Dapat feelnya ngak?
Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk.