Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 80


__ADS_3

...HappyReading🌻...


"Jadi gimana?" Intan bertanya setelah menelan keripik kentang yang baru saja Putra beli di supermarket.


"Apanya?" Mikayla balik bertanya, membuat Intan berdecak kesal.


"Lo maafin, ngak?" gadis itu bertanya agak sewot, membuat Putra terkekeh geli.


"Sabar Intan." tegur pria itu masih dengan kekehannya.


"Gue udah terlalu sabar ngadepin temen lo yang satu ini, Put." Intan mulai misuh-misuh sendiri yang semakin mengundang tawa Putra, padahal tidak ada yang lucu humor pria ini memang sangat receh.


"Lo kayak baru kenal Mikayla aja." Putra berujar saat tawa pria itu mulai reda.


Intan kembali menatap Mikayla yang masih fokus dengan televisi yang ada di depannya. Menunggu jawaban gadis itu, tapi Mikayla terlalu asik dengan kartun Spongebob-nya hingga tidak menyadari tatapan Intan.


"Kok lo nyeselin bangat sih, nyesel gue dateng." Intan memukul lengan Mikayla pelan, membuat gadis itu menoleh menatapnya.


"Pulang aja." balas Mikayla santai, membuat Intan membuka mulutnya terkejut. Sedangkan Putra pria itu sudah tertawa sejak tadi.

__ADS_1


"Sialan." umpat Intan bertambah kesal yang di balas Mikayla dengan kekehan kecil.


"Gue maafin." ujar Mikayla menjawab pertanyaan Intan sebelumnya, yang membuat gadis itu menatapnya tak percaya. Bukan hanya Intan, seketika tawa Putra terhenti akibat ucapan gadis itu.


"Lo serius?" Putra bertanya dengan wajah terkejutnya.


"Muka gue kelihatan bercandakah?" Mikayla balik bertanya yang semakin membuat Intan dan Putra terdiam, tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya ini.


"Kenapa lo maafin sih, harusnya lo buat gadis itu membusuk di penjara." balas Intan dengan gemas, tak mengerti dengan sahabatnya yang satu ini.


"Iya, dia kan udah mau bunuh lo." Putra membenarkan ucapan Intan yang membuat gadis itu mengangguk setuju.


Mikayal tersenyum sekilas, lalu gadis itu membenarkan posisi duduknya agar bisa leluasa menatap sahabatnya itu.


"Lo sendirikan yang bilang ke gue, Tan, kalau semua orang pantas mendapatkan kesempatan kedua." Mikayla menjeda ucapannya menatap kedua sahabatnya bergantian. "Dan Siska juga pantas dapat kesempatan itu." lanju Mikayla lagi semakin membuat Intan dan Putra terdiam.


...🌻...


"Nak Mikayla, ibu mohon cabut tuntunan anak saya, Siska." wanita paruh baya itu memohon sambil menangis bersujud di bawah kaki Mikayla.

__ADS_1


"Bangun, bu." ujar Mikayla membantu wanita itu berdiri.


"Saya minta maaf atas nama anak saya." mohon wanita paru baya itu, ada tatapan bersalah dimatanya dan Mikayla dapat melihat itu dengan jelas. Ia jadi merasa kasihan, tapi tidak ada yang bisa ia lakukan Marchel yang menuntut bukan dirinya.


"Iya, bu, saya sudah memaafkan Siska. Tapi, saya minta maaf tidak bisa mencabut tuntutan anak ibu karena kakak saya yang melakukan itu semua." jelas Mikayla tak tega melihat ibu ini menangis.


"Siska anak saya satu-satunya, bapaknya pergi meninggalkan kami saat dia berusia 2 tahun. Sejak itu, Siska tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah." wanita itu mulai menjelaskan membuat Mikayla terdiam.


"Saya ingin Siska menjadi insinyur yang sukes, agar bisa menghidupi kebutuhan kami."


"Hidup dikeluarga yang tidak berkecukupan membuat Sisk menjadi anak yang keras." ujar ibu itu menatap Mikayla yang masih tidak berkutik, gadis itu sedikit terkejut dengan penjelasan ibu Siska. Ternyata Siska tak seberuntung dirinya, walau tidak memiliki seorang ibu. Tapi, Mikayla memiliki seorang ayah yang kuat dan tangguh, memilik seorang kakak yang mampu menjaganya. Rasanya Mikayla ingin menangis saat ini juga.


"Saya tau kamu orang baik, nak. Terima kasih sudah memaafkan anak saya." dengan pelan wanita itu memeluk Mikayla lembut, membuat Mikayla seketika kaku. Pelukan yang di berikan ibu Siska sungguh hangat.


Jadi seperti ini pelukan seorang ibu, Mikayla tersenyum lalu membalas pelukan ibu Siska. Tidak lama memang, tapi mampu membuat hati Mikayla menghangat.


Terima kasih Tuhan.


**********

__ADS_1


Gimana? dapat feelnya?


Alhamdulillah update lagi, sisa 3 part ini wkwk. Siap menuju ending? siap dong. Gimana nih endingnya? Sad? Happy? tunggu ya besok.


__ADS_2