
...HappyReading🌻...
"Ngapain lo?" tanya Marchel lalu menidurkan dirinya di sofa. Tas kantor pria itu sudah berada di atas meja sejak tadi.
"Nungguin Mikayla bang." Septian menjawab seadanya, ia merasa sedikit canggung karena akhir-akhir ini sifat Marchel terbilang dingin kepadanya. Dulu adeknya, sekarang abangnya Septian membatin tanpa sadar.
Marchel hanya mengangguk sekilas sebagai jawaban ia memejamkan matanya mencoba istirahat sebentar, Pratama dan Keyla sedang berada di luar kota sekarang. Akhir-akhir ini papa dan mamanya mulai sibuk lagi dengan pekerjaannya dan Marchel memaklumi itu.
Septian berbalik saat menyadari kehadiran kekasihnya yang kini menggunakan celana jeans hitam dengan kemeja navy di padukan sneakers dengan warna senada.
"Bang, gue keluar sebentar." pamit Mikayla menatap Marchel yang masih setia memejamkan matanya. Marchel hanya mengangguk sebagai balasan ia terlalu malas untuk sekedar membuka mata.
"Hati-hati." ujar Marchel singkat masih mempertahankan posisi ternyaman menurutnya. Setelah itu Septian dan Mikayla berlalu meninggalkan Marchel yang sudah memasuki alam mimpinya, mungkin.
Septian mengeluarkan mobilnya dari pekarangan rumah Mikayla lalu mengendarai mobilnya menuju bandara.
Keadaan mobil hening, tak ada yang ingin membuka obrolan mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing. Septian yang sibuk menyetir dan Mikayla yang sibuk menetralkan perasaannya, entah mengapa ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi nanti antara dirinya dan Septian tapi Mikayla tak tahu ntah itu apa.
Ia mulai memutar lagu yang tengah hits di kalangan remaja saat ini.
It's you, it's always you
(Itu kamu, selalu kamu)
If I'm ever gonna fall in love I know it's gon' be you
__ADS_1
(Jika aku pernah jatuh cinta aku tahu itu padamu)
It's you, it's always you
(Itu. kamu, selalu kamu)
Met a lot of people, but nobody feels like you
(Bertemu banyak orang, tapi kurasa tak ada yang sepertimu)
Mikayla mulai mengikuti irama musik yang ia putar membuat Septian melihatnya sekilas.
So, please, don't break my heart
(Jadi, kumohon, jangan patahkan hatiku).
(Aku tahu bagaimana mulanya).
Trust me: I've been broken before
(Percaya padaku: Aku pernah patah sebelumnya).
Don't break me again
(Jangan sakiti aku lagi)
__ADS_1
I am delicate
(Aku lemah).
Mikayla kini terdiam saat menyelesaikan lirik itu, ia tak terlalu lancar berbahasa Inggris tapi Mikayla tau arti dari lagu ini. Ntah mengapa ia merasa lagu ini tepat mengenai diri dan perasaan itu kembali muncul, perasaan yang Mikayla tak tau apa tapi ia merasa sangat takut ia merasa bahwa dalan waktu dekat Septian akan meninggalkannya.
Mikayla memegang kepalanya yang mulai berdenyut ia merasa penglihatannya mulai berputar, Septian yang melihat itu segera menepikan mobilnya.
"Kamu kenapa?" tanya Septian ada nada kekhawatiran yang sangat kentara di sana.
Mikayla tak menjawab ia menggenggam tangan Septian kuat lalu berusaha menatap prianya itu.
"Kita ke Rumah Sakit ya." pinta Septian tak tega melihat Mikayla menahan rasa sakitnya.
Mikayla menggeleng sebagai jawaban, air matanya mulai menetes tanpa ia minta ntahlah Mikayla juga tak tau padahal ia masih bisa menahan sakit di kepalanya.
"Kamu kesakitan." Septian makin khawatir melihat Mikayla yang mulai menjambak rambutnya agar rasa sakitnya berkurang.
"Aku ngak apa-apa." Mikayla tersenyum ke arah Septian melepaskan tangannya dari rambutnya lalu beralih memeluk Septian ia mengabaikan rasa sakit di kepalanya, sedari tadi hatinya tidak tenang. Di pelukan Septian, Mikayla menangis sejadi-jadinya ia mengeratkan pelukannya merasa jika sekali ia melepaskan Septian pria itu akan hilang.
"Jangan tinggalin aku."
******
Gimana? Dapat feelnya ngak?
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk.