Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 76


__ADS_3

...HappyReading🌻...


Mentari sudah tidak bersinar lagi, di gantikan oleh terangnya bulan purnama. Sepertinya untuk saat ini, ia sendirian tidak ada ribuan bintang yang menemaninya. Seperti gadis yang masih setia duduk di balkon kamarnya, enggan beranjak walau angin mulai menembus kulit hinga ke tulang.


Mikayla kembali menghela napasnya, ucapan dokter Ambran beberapa bulan yang lalu kembali terngiang di kepalanya


"Selamat atas kesembuhan kamu ya, Mikayla." Dokter Ambran menyalami anak dari sahabatnya itu membut Mikayla tersenyum tipis.


"*Makasih, Om." balas Mikayla tulus.


"Yasudah, saya tinggal dulu, ya." pamit dokter Seldan.


"Em.. Om, saya boleh nanya." ujar Mikayla takut-takut.


"Kenapa Mikayla?"


"Yang donorin jantungnya itu siapa, ya, Om?" tanya Mikayla sesopan mungkin, menatap dokter Ambran penuh harap.


Dokter Ambran tak menjawab, membuat Mikayla merasa was-was sendiri.


"Maaf, tapi orangnya sudah ngasih amanah ke, Om." jawab dokter Ambran sedikit ragu.


"Please, Om, kasih tau saya." Mikayla memohon sambil mengatupkan kedua tangannya, membuat dokter Ambran menghembuskan napas pasrah.


"Mari ikut saya." ajak dokter Ambran membuat Mikayla tersenyum senang.


Setelah melewati koridor Rumah Sakit, dokter Ambran dan Mikayla berhenti tepat di depan kamar mayat.


"Kita ngapain ke sini, Om?" tanya Mikayla takut-takut.


"Mari masuk." Dokter Ambran tak menjawab, mencoba menghiraukan pertanyaan tak penting dari Mikayla.

__ADS_1


Dokter Ambran segera membuka kain putih penutup tubuh mayat yang berada di hadapannya, sebelum


Mikayla bertanya lebih banyak lagi.


"Dia yang donorin jantunya ke kamu, keponakan Om sendiri." jelas dokter Ambran, tanpa menatap ke arah Mikayla.


Dan detik itu juga rasanya lutut Mikayla sangat lemas tak bertulang. Ia berusaha menotap tubuhnya sekuat mungkin.


Rasanya ia tak percaya, pria yang berada di hadapannya ini adalah si pendonor dan penyelamat hidupnya. Dan tanpa di sadari setetes air mata turun dari mata lentik milik gadi itu.


Susah untuk di percaya, namun ini keyataannya yang mau atau tidak mau harus ia terima. Apa takdir sedang mempermainkannya saat ini?


Orang yang dulu sangat ia cintai, rela berkorban hanya karena dirinya.


"Ma-Malik."


Dokter Ambran menghembuskan napasnya. "Malik mendonorkan jantungnya pada kamu karena dia sudah tidak tahan dengan penyakit hati kronis yang ia terima, jadi dia memohon sama Om buat donorin jantungnya." jelas Dokter Ambran.


"Dan ini, ada titipan dari dia. Katanya kamu buka ini kalau sudah sampai di Indonesia, saya permisi." Dokter Ambran memberikan sebuah kotak kecil berwarna biru navy, sebelum pria itu berpamitan pergi karena masih banyak kerjaan yang harus ia lakukan*.


Dengan pelan Mikayla membuka kotak itu, ada sebuah gelang yang terbuat dari batu giok bewarna biru muda. Sangat cantik, Mikayala yakin Malik membeli ini di pasar giok China.


Ada sebuat kertas yang terselip di sana. Mikayla mengambil kertas itu, lalu membukanya secara perlahan.


*Untuk kamu yang


mencintainya


...Hai, Mikayla. Kalau kamu lagi baca surat ini, aku yakin sekarang kamu pasti sudah sehatkan. Maaf, aku cuma bisa kasih kamu gelang giok yang nggak seberapa tapi aku berharap kamu suka. Aku cuma mau bilang, hati-hati ya, jaga kesehatanmu, dan jaga baik-baik jantungku ya. Walaupun aku udah nggak bisa milikin kamu, tapi setidaknya aku bisa menunjukkan tanda bahwa aku benar-benar mencintaimu. Semoga kau bahagia dengan pasangan barumu, aku selalu mendoakan mu dari atas dan jika kau rindu padaku, letakkan tanganmu di dadamu dan rasakan setiap detaknya jantungku. Makasih sudah pernah menjadi bagian dari hidupku....


^^^Dari aku yang^^^

__ADS_1


^^^mencintaimu^^^


...Mikayla mengusap matanya yang mulai berair, ia melipat surat itu dengan pelan kembali memasukkannya ke dalam kotak yang bewarna navy tadi*....


Lagi-lagi Mikayla menghela napasnya pelan, sulit rasanya menerima semua kenyataan pahit ini.


Mikayla memegang dada, mencoba merasa dekat jantungnya. Gadis itu menutup matanya.


Malik, lo baik sangat baik. Makasih sudah mencintai orang yang rumit seperti gue, maaf tidak bisa membalas perasaanmu.


Mikayla kembali membuka matanya saat mendengar ponselnya berbunyi pertanda ada pesan masuk. Mikayla melirik ponselnya, tidak berniat melihat siapa si pengirim pesan.


Tak lama dari itu, ponselnya berbunyi. Seseorang menelponnya.


Dengan malas Mikayla mengambil ponselnya lalu menekan tanda hijau tanpa melihat nama si penelpon.


"Halo." jawab Mikayla dengan malasnya.


"Mikayla tolongin gue." terdengar suara tangis dari sebrang sana.


Mikayla mengerutkan keningnya, lalu menjauhkan ponselnya dari telinganya mencoba membaca nama si penelpon.


"Lo dimana sekarang?" tanya Mikayla mulai khawatir.


"Gue sharelock sekarang."


"Oke."


Sambungan telpon terputus, dengan cepat gadis itu berjalan ke dalam kamarnya mengganti baju yang ia kenakan.


Sebelum ia memesan ojek online, Mikayla membuka roomchat-nya dengan Intan di sana ada lokasi yang di kirimkan gadis itu.

__ADS_1


********


Sukses terus buat kalian ya, jaga kesehatannya jangan sampai sakit, dan jangan pernah bosan heheh. AKU SAYANG KALIAN.


__ADS_2