
...HappyReading🌻...
Sinar mentari sudah mulai memasuki celah-celah jendela kamar Mikayla yang menyilaukan matanya. Mikayla menguap, mengangkat salah satu tangannya untuk menutup mulutnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 09.35 dan gadis itu baru membuka matanya. Saat ia berjalan menuruni tangga, indera penciumannya langsung bekerja dengan cepat. Tak ingin berlama-lama, Mikayla berlari menuruni tangga lalu berjalan ke arah dapur yang mendapati Marchel sedang berkutat dengan alat masaknya.
"Baru bangun lo, kebo." ujar Marchel saat menyadari kehadiran adik kembarnya itu.
Mikayla tak menjawab uacapan Marchel, ia mengambil sendok yang berada di dekatnya lalu memasukkan satu sendok nasi goreng buatan Marchel ke dalam mulutnya.
Selalu enak.
Dan tanpa Marchel sadari, Mikayla sudah memakan setengah nasi goreng buatannya. Marchel berbalik saat tidak mendengar suara adiknya itu, dan seketika matanya membulat sempurna.
"Eh, anjir, punya gue itu." Marchel mendekat lalu tanpa aba-aba pria itu menjitak kepala Mikayla membuat gadis itu tersedak.
Uhuk Uhuk
"Eh, minum dulu." Marchel menyodorkan segelas susu hangat yang baru saja ia buat, dan dengan cepat Mikayla meminumnya hingga tinggal setengah.
"Rakus sih lo, kualat kan." Marchel berdecak, yang di balas Mikayla dengan tatapan datarnya.
Gadis itu beranjak, meninggalkan Marchel yang masih menatapnya hingga punggung gadis itu hilang di balik pintu dapur.
"Si anjir, malah ngasih gue sisanya." Marchel misuh-misuh sendiri, menatap piring nasi gorengnya yang tinggal setengah.
__ADS_1
Mikayla sedang duduk di sofa ruang keluarganya, menyalakan televisi lalu menyetel channel kartun Spongebob favorit gadis itu.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat Mikayla menoleh dengan sedikit kesal. Ia terlalu malas jika harus beranjak dari tempatnya, baru saja gadis itu mendapatkan posisi terenaknya. Liburan sekolah membuat gadis itu bermalas-malasan.
"Bang Marchel, ada tamu!" teriakan Mikayla menggema ke seluruh ruangan, membuat Marchel sedikit meringis mendengar suara cempreng milik gadis itu.
"Buka sana, lo lebih deket." Marchel balik berteriak, membuat Mikayla berdecak malas. Penyakit mager-nya saat ini sedang kumat.
Dengan malas Mikayla beranjak dari tempatnya, ia menatap televisi yang masih menayangkan kartun favoritnya.
"Spongebob, jangan marah ya, aku tinggal bentar." pamit Mikayla sedih, menatap televisi di depannya dengan tatapan bersalah. Lalu gadis itu berlari ke arah pintu depan.
"Nyari si..." ucapan Mikayla terhenti saat melihat siapa yang mengetuk pintu rumahnya.
"Silahkan ma..." ucapan Mikayla lagi-lagi terpotong akibat pergerakan gadis di hadapannya ini.
"Eh, lo." Mikayla terkejut saat gadis itu tiba-tiba berlutut di depanya sembari memegang kedua kakinya dengan tangan yang diborgol.
"Gue... Gue bener-bener minta maaf sama lo, gara-gara obsesi dan ambisi gue, gue berencana buat ngebunuh lo." Siska berucap meminta mohon membuat Mikayla terdiam tak bergeming.
"Siapa sih? Kok ada ribut-ri..." Marchel terdiam sebentar, menatap Siska yang sedang berlutut di kaki Mikayla. Pria itu sedikit terkejut.
"But." lanjut Marchel lagi.
__ADS_1
"Ngapain lo?" tanya Marchel sewot, tidak suka dengan kehadiran Siska di rumahnya.
"Gue kesini mau minta maaf, gue benar-benar ngerasa bersalah. Gue dibutakan sama obsesi dan ego gue sendiri." Siska kembali menunduk masih memegang kaki Mikayla membuat gadis itu sedikit risih.
"Bagus kalau lo sadar." balas Marchel sinis, melipat kedua tangannya didada.
Mikayla menyikut pinggang Marchel membuat pria itu meringis kesakitan, untuk ukuran perempuan tenaga Marchel terbilang cukup kuat.
"Berdiri." suruh Mikayla dingin, tak ingin berlama-lama . Emosinya selalu tidak terkonrtol bila berhadapan dengan gadis ini. Ia tidak ingin mengotori tangannya untuk kedua kalinya.
"Gue udah maafin lo." ujar Mikayla membuat Marchel menatapnya tak percaya. bukan hanya pria itu tapi Siska pun di buat terbungkam oleh ucapan Mikayla.
"Lah, kok, cepet amat?" tanya Marchel tak percaya, yang dibalas Mikayla dengan lirikan tajamnya seolah-olah gadis itu memberikan isyarat diem lo.
"Lo..Lo maafin gue?" Siska bertanya merasa tidak percaya, secepat itu kah Mikayla memaafkannya.
"Iya." jawab Mikayla, tak ada kesan dingin di nada ucapannya yang membuat Siska segera memeluk gadis itu. Tangannya yang terborgol membuat gadis itu kesulitan untuk memuluk Mikayla, ia hanya meletakkan dagunya di bahu Mikayla yang jika di lihat sekilas seperti sedang berpelukan.
Mikayla terkejut, sedikit terhuyung kebelakang akibat tidak siap dengan pergerakan Siska. Untung saja gadis itu masih bisa menyeimbangi dirinya.
"Gue tau ucapan maaf dan terima kasih gue ke lo ngak bakal cukup buat ngebalas semuanya, gue yakin Tuhan bakal ngebalas semua kebaikan lo. Makasih Mikayla, karena lo ngak ngebenci cewek munafik kayak gue." ujar Siska di sela-sela pelukannya. Mikayla membalas pelukan itu, mengusap pelan bahu Siska. Tak lama memang, tapi mampu membuat hati Siska menghangat.
"Sekali lagi makasih, Mikayla."
**********
__ADS_1
Ngak sabar ya menuju ending? Kira-kira endingnya bakal gimana? Tunggu 2 atau 1 part lagi yaaa.