
"Baiklah, saya kesana sekarang," jawab Delon.
"Untuk apa kamu panggil dokter, aku tidak sakit," kata Vola masih lanjut perdebatannya.
"Kamu harus di periksa, jangan nolak, jika kamu menolak, saya keluarkan kamu dari rumah ini," ancam Bilow.
"Jangan Tuan yang baik hati, aku mau di periksa, asalkan Tuan tidak mengusirku, aku butuh pekerjaan dan tempat tinggal," kata Vola memeluk kaki Bilow. Ow... lagi-lagi begini terasa lembutnya. Dengan jantung yang berdegup kencang dan wajah merah padam.
"Lepaskaaaaaaannn... kamu ingin membakarku hidup-hidup," teriak Bilow dengan wajah yang sangat merah.
"Mana Delon, aku butuh pemeriksaan sekarang, sepertinya jantungku juga butuh pertolongan, di mana dia sekarang," teriak Bilow.
"Masih di perjalanan Tuan," jawab Jhoni.
"Ada apa ini?" Tanya Delon yang tiba-tiba nongol.
"Delon, cepat periksa aku sekarang," teriak Bilow ketika melihat Delon datang.
"Ayo duduk yang tenang, jangan tegang dan rilekskan tubuhmu," arah Delon dan Delon mulai memeriksa tubuh sahabatnya itu.
"Kamu tidak demam," ujarnya setelah mengukur suhu di kening Bilow kemudian memeriksa tubuh yang lain.
"Periksa jantungku juga," perintah Bilow.
Delon pun segera memeriksa jantung Bilow.
"Kamu juga tidak punya penyakit lemah jantung," jawab Delon.
"Tapi kenapa barusan jantung saya berdetak sangat kencang dan dan rumah ini terasa panas sekali?" Tanya Bilow tak percaya.
"Oh itu...," Delon melihat ke arah Vola yang masih duduk di lantai dengan wajah lugunya.
"Mungkin penyebab reaksi komponen fisiologis sebagai ketertarikan antar jenis, atau kamu bisa periksa di Dokter spasialis psikologis," saran Delon.
"Tidak perlu, sekarang kamu periksa dia," perintah Bilow menunjukan ke arah Vola.
"Ayo duduk di sini," ujar Delon kepada Vola.
Vola berdiri dan duduk di samping Bilow. Bilow membuang mukanya dan melipat tangannya.
"Siapa nama kamu?" Tanya Delon lembut, karena Delon memang seorang yang lembut.
"Vola," jawab Vola.
"Nama yang unik," kata Delon tersenyum.
"Ada keluhan apa kamu?" Tanya Delon.
"Aku?... Aku tidak ada sakit apapun," jawab Vola yakin.
__ADS_1
"Periksa saja dia, siapa tau dia punya penyakit menular," sahut Bilow.
"Baiklah, saya akan memeriksa kamu, ayo tubuhmu rileks saja," ujar Delon mulai memeriksa Vola.
"Tidak deman, semuanya normal dan baik-baik saja, saya rasa kamu punya suatu keunikan sehingga membuat Bilow merasa panas," jawab Delon.
"Keunikan? Dia itu punya penyakit," sela Bilow.
"Ini bukan penyakit, ini adalah kelebihannya," jelas Delon.
"Kelebihan apa itu?" ujar Bilow tak terima.
"Bukan apa-apa, yang pasti kalian berdua tidak punya penyakit apapun, itu adalah hal biasa sebagai reaksi bila antar berlawan jenis berdekatan, kalau begitu saya undur diri dulu," kata Delon berpamitan.
"Hati-hati Tuan Delon," ucap Jhoni. Delon mengangguk dan masuk kemobilnya meluncur menjauhi rumah Bilow.
Bilow langsung masuk kamar dengan wajah kesal.
Vola juga meninggalkan ruang makan dan masuk kamarnya.
"Dasar maklhuk menyebalkan, jika bukan karena aku butuh tempat tinggal, aku sudah minggat, tapi... apa aku juga punya penyakit, kenapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang ketika aku memeluk kakinya, apa dia juga punya sebuah kelebihan yang di katakan Dokter Delon tadi?" Pikir Vola memukul-mukul kening dengan jari telunjuknya.
"Apa mungkin Dokter Delon salah diagnosa kali ya, apa benar aku juga punya penyakit jantung?" Ujar Vola memegang dadanya.
"Aaaaaa... aku ingin kebar saja," kata Bilow meninggalkan kamarnya.
"Anda mau kemana Tuan?" Tanya Bibi melihat Bilow hendak pergi.
"Kemana Tuan?" Tanya Ravi.
"Bar cendrawasih," jawab Bilow singkat dan menelpon teman-temannya.
"Baik Tuan," jawab Ravi.
"Halo, kumpul di tempat biasa," kata Bilow kemudian menutup telponnya.
"Astaga, punya teman menyebalkan seperti dia sungguh bisa membuat orang kena struk, apa berbicara panjang membuat dia mati," omel Chiko teman yang menerima telpon Bilow tadi.
Dan Chiko menelpon teman-temanya yang lain untuk berkumpul.
"Maaf aku ngak bisa kumpul, ini masih banyak yang harus kubimbing," kata Gio dia pembimbing disainer di perusahaan Bilow.
"Datang kamu sekarang," perintah Bilow menelpon Gio ketika mereka sudah sampai di tempat tujuannya.
"Bagaimana anak-anak magang ini jika di tinggalkan," ujar Gio khawatir.
Bilow dia sesaat lalu berkata. "Oh ya ada pembatu aneh di rumahku juga seorang disainer, aku akan menelpon Dinda (sekretaris) untuk mengurusnya," jawab Bilow.
"Baiklah jika begitu aku meluncur sekarang," ujar Gio.
__ADS_1
"Halo Dinda kamu telpon Jhoni sekarang dan bawa perempuan... oh namanya Vola minta antarkan ke kantor saya dan bilang dia adalah pembimbing disainer, sekarang," perintah Bilow.
"Baik Tuan," jawab Dinda dan kemudian menelpon Jhoni.
Jhoni mengantar Vola kekantor Bilow.
"Waaaaw... ini perusahaannya? Seribu kali lipat besarnya dari rumah Ayah," kata Vola berdecak kagum.
"Silakan masuk Nona Vola kedalam," ujar Jhoni mempersilakan.
Vola celingak celinguk, biasalah dia tidak pernah masuk perusahaan besar ini. Dan nama perusahaan itu perusahaan BW dan itu sama nama dengan kampusnya Universitas BW. Tak taulah apa arti dan kepanjangan BW tersebut.
"Apa ini yang bernama Vola?" Tanya Dinda.
"Benar," jawab Jhoni mengangguk.
"Ayo ikut saya," ajak Dinda. Vola mengikuti Dinda dari belakang.
"Ini tempatnya," kata Dinda mepersilakan Vola untuk masuk keruangan yang banyak anak magangnya.
"Halo aku Vola salam kenal ya," sapa Vola.
Mereka hanya terdiam dan tidak menanggapi Vola dan sibuk sendiri.
"Mereka sungguh tidak sopan, aku di abaikan begitu saja," batin Vola.
"Ayo semangat, jika ada pertanyaan silakan tanya," ujar Vola layaknya seperi orang profesional.
Mereka diam, ada yang tidur di mejanya ada yang mencoret-coret kertasnya ada yang sedang termenung mengingat beratnya hidup, ada juga yang sedang pacaran.
Ingin rasanya Vola melempar mereka dengan sepatu, tapi... ini perusahan Bilow jika dia buat kekacauan, bisa-bisanya dia di usir dari rumahnya.
"Ehem... ada yang mau bertanya?" Tanya Vola lagi dengan hati yang sabar.
"Saya," kata salah satu anak yang mengangkat tangannya.
"Ya silakan," jawab Vola dengan tersenyum.
"Bagaimana kami mau bertanya jika materinya tidak ada?" Tanya Teno.
"Oh begitu, oh baiklah saya akan memberikan materinya," ujar Vola berusaha tenang dan mengingat apa saja yang di pelajari di kampusnya.
Vola mulai menjelaskan apa saja yang pernah ia pelajari di kampus dan mereka mulai memperhatikannya, dan Vola berusaha membuat gambar semenarik mungkin agar mereka juga menyukainya.
Di bar Cendrawasih.
"Kenapa kamu ngajak berkumpul," Tanya Chiko kepada Bilow. Delon tidak bisa ikut karena ada pasien yang harus ia tangani sendiri. Mereka ada Bilow, Chiko, dan Gio yang lain sedang sibuk.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA. LIKE DAN SARAN YA
TERIMA KASIH