
Mereka mengagguk-angguk.
"Baiklah kalian bisa memilih desain siapa untuk ruangan kalian," kata Denis lagi.
"Saya pilih desain Vola," jawab salah mengangkat tangan.
"Saya juga."
"Saya juga."
"Saya juga."
Semua memilih desain Vola.
"Kenapa semua memilih desain Nona Vola?" Tanya Denis.
"Karena ada toilet sendiri dan pemanas air," jawab mereka.
"Baiklah, semua setuju, jadi bagaimana menurut Tuan Bilow?" Tanya Denis.
"Oke, akan saya acckan nanti," kata Bilow mengangguk.
"Terima kasih Tuan," ucap mereka. Bilow lalu keluar dari ruangan tersebut dan Vola mengikuti sambil tersenyum karena desainnya di pilih.
"Hehehe... aku tau desainku yang terbaik, anak magang itu saja yang emang dasar cuma nyari Tuan Gio," batin Vola tanpa sadar ia menabrak Bilow yang tiba-tiba berhenti.
"Awww...," teriak Vola memegang jidatnya.
"Apa kamu tidak lihat saya yang besar ini?" Tanya Bilow dengan kesal.
"Maaf Tuan, saya ngak sengaja," jawab Vola menahan senyumnya karena kesenangan tadi
"Oh iya, tambahkan beberapa ruangan lagi untuk pegawai lainnya," perintah Bilow.
"Baik Tuan," jawab Denis.
Bilow dan Vola masuk mobil dan menuju pulang yang di supir oleh Ravi.
"Oh ya Ravi, mampir di restoran," kata Bilow.
"Baik Tuan," jawab Ravi.
Mereka mencari-cari restoran yang cocok dan singgah di sana.
"Selamat datang Tuan Bilow mari ikut kami, kami akan mengantarkan Anda di ruang VVIP," ujar pelayan restoran.
Siapa yang tidak mengenali sosok tampan, kaya dan modis ini, dia adalah idaman setiap wanita.
"Silakan duduk Tuan kami silakan pesan apa yang Anda suka," kata pelayan menyerahkan buku menu kepada Bilow.
"Saya pesan steak sapi, kamu mau pesan apa?" Tanya Bilow kepada Vola yang tadi mengekornya.
__ADS_1
"Sama," jawab Vola singkat.
"Baiklah mohon di tunggu Tuan," kata pelayan itu.
"Huh! Menyebalkan, apa pelayan itu tidak menganggapku ada, dari tadi hanya Bilow yang layani," omel Vola dalam hati dengan mencibirkan bibirnya.
Bilow beranjak dari kursinya dan menelpon seseorang, tapi Vola tak tau apa yang mereka bicarakan.
"Ya warna silver, 1 buah saja... oke," kata Bilow mengakhiri telponnya.
"Silakan di makan Tuan," kata pelayan itu meletakkan steak di meja makan. Bilow hanya mengangguk dan memotong daging di piringnya.
kriek kriek kriek kriek...
Maklumi saja Vola bukan anak orang kaya, saat memotong terdengar suara piring dan pisau saling bergesekan
"Astaga, apa pisau ini tumpul dan ngak pernah di asah, kenapa dagingnya ngak bisa di potong?" Tanyanya sambil memandang sinis dengan pisaunya.
Melihat itu, Bilow mengambil piring Vola dan menyodorkan piringnya kearah Vola yang sudah di potong dagingnya.
"Makan punya saya saja, menunggumu selesai memotong, sampai tahun depan kita masih di sini," ejek Bilow.
"Ini orang, kata-katanya emang ngak ada enak di dengar," omel Vola dalam hati dan menacapkan garpunya di daging tersebut.
Melihat Bilow makan, dia sangat elegan dan sopan. Wajar saja, dia orang kaya banyak bertemu dengan orang besar lainnya, tentu saja sopan santun harus di perhatikan. Dan Vola meniru cara makan Bilow yang sopan itu.
"Apa kamu belum selesai makan juga? Saya akan meninggalkan kamu di sini," ancam Bilow Membuat Vola tidak memperhatikan sopan santunnya lagi.
"Siap Tuan," kata Vola mengangkat tangannya.
"Ya Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan itu tersenyum.
"Genit banget sih pelayannya," omel Vola dalam hati.
"Berapa Billnya?" Tanya Bilow mengeluarkan ponselnya.
"1.500.000," jawab pelayan itu.
Vola terkejut. "Astaga makannya cuma dua piring, minumnya 2 gelas, makan penutupnya 2 mangkok kecil, bayarnya 1.500.000, apanya yang mahal ini?" Omel Vola mengkomat-kamitkan mulutnya.
Bilow mendekatkan ponselnya ketempat pembayaran.
"Oke, terima kasih Tuan," kata pelayan itu.
Bilow dan Vola beranjak dari kursi dan meninggalkan restoran tersebut.
"Silakan datang lagi Tuan," kata pelayan penyambutan pelanggan. Bilow mengangguk.
Sesampai di rumah.
"Gadis aneh," panggil Bilow ketika melihat Vola mau kekamarnya.
__ADS_1
"Ini makhluk kok nyebelin banget sih, kan aku punya nama, apa sebutan gadis aneh sangat enak di dengar," Omel Vola dalam hati.
"Ya Tuan," jawab Vola mendekati Bilow.
"Ayo keruangan saya," perintah Bilow.
"Ha?" Vola bingung. Namun ia tetap mengikuti Bilow dari belakang.
"Saya suka desain kamu, jadi ini hadiah dari saya," kata Bilow mengeluarkan kotak ponsel menyodorkan kearah Vola dan memberi kode agar Vola mengambilnya.
Vola menerima dengan tangan terbuka lebar.
"Terima kasih Tuan," kata Vola membungkukkan badannya beberapa kali karena kegirangan.
"Cukup membungkuknya, nanti otakmu jatuh dan tak bisa di gunakan lagi," ujar Bilow.
Vola menelan air liurnya. "Apa mengataiku suatu hobi baru baginya?" Tanya Vola dengan mulut manyun.
"Dan ini uang tips, dari setiap orang memilih desainmu," kata Bilow menyerahkan amplop yang tingginya +- 2 inci. kisaran 20 juta.
Vola menerima uangnya dan... lari kearah Bilow dan memeluknya. Bilow kaget dan kemudian diam menjadi patung.
"Terima kasih Tuan, Anda yang terbaik, saya ngak pernah megang uang sebanyak ini, saya doakan semoga Tuan kaya raya hingga 100 keturunan," kata Vola kegirangan. (Maklumi sajalah, kalo perempuan lagi kesenangan ya begitulah). Untung saja Vola tidak sampai mencium Bilow.
Kemudian Vola keluar dengan tertawa berlari menuju kearah kekamarnya.
Vola langsung mengunci pintu kamarnya yang biasanya tak pernah ia kunci.
"Muah... muah... muah," Vola mencium amplop uang tersebut dan mencium kotak ponselnya.
"Aduuuuh... tanganku jadi gatel nih," kata Vola mengsenamkan jari tangannya agar tidak kaku. kemudian turun dari kasur melemaskan otot tubuhnya tangan dan kaki sebelum menghitung jumlah uang tersebut.
"Huuufftt... kira-kira berapa ya?" Tanya Vola mengerakkan jaringa dan bersiap-siap membuka amplop tersebut.
Dengan memejamkan mata ia merobek lem amplop dan mengeluarkan uangnya dan pelan-pelan membuka mata.
"Aaaaaaaaaaaa.... ," jerit Vola kesenagan. "Aku kaya, aku kaya, aku kayaaaa..." jeritnya kegirangan setengah mati dan loncat-loncat.
"Oke Vola, tenang, kamu ngak boleh kayak orang utan," kata Vola menarik nafas dan menghempaskannya.
Vola kembali naik kekasurnya dan mulai menghitungnya.
"Seratus, dua ratus, tiga ratus............................sepuluh juta dua ratus............................................ dua puluh juta," mata Vola terbelalak.
"Gila, uang sebanyak ini menjadi milikku, mau kusimpan di mana ya, yang pasti akan kutratir Zivana makan enak deh," kata Vola mengangguk angguk.
"Oh Tuhan, berkahilah hidup Bilow, berikan dia ketenangan dan jadilah dia orang yang dermawan," doa Vola menengadahkan tangannya.
Saking senangnya Vola mengecek kembali kunci pintunya, setelah rasanya aman barulah ia kembali baring di kasur dan memeluk uang dan ponselnya tidur.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN
TERIMA KASIH