TUAN CEO You Love Me

TUAN CEO You Love Me
BAB 24


__ADS_3

"Gadis itu benar-benar membuat saya emosi," omel Bilow.


"Tuan, silakan pakai crim ini, untuk menghilangkan mata panda Anda," kata Jhoni menyerahkan sebuah krim.


Bilow mengambil krim tersebut dan membolak balik benda itu.


"Apa ini terjamin produknya?" Tanya Bilow.


"Ya Tuan," angguk Jhoni.


Bilow mengangguk-angguk lalu meletakkannya di bawa kantung matanya.


Bilow melihat dari kaca jendela kamarnya, Vola yang sedang bersih-bersih di kebun belakang.


Bilow menatap Vola lamat-lamat. Seperti biasa Vola mengejar kupu-kupu yang terbang dan...


Bruukk...


Vola jatuh terjungkang karena kakinya nyangkut di akar bunga.


"Pppffffff...," Bilow menahan tawanya.


"Asem... ngak Tuannya, ngak tanamannya, semua bikin kesal," omel Vola berdiri dan menyapu bajunya dari kotoran tanah.


"Ingin rasanya aku menenggelamkan si Bilow itu bersama tanamannya ini di kutub selatan, dan aku akan menjadi penguasa di rumah ini hahahahaha...," kata Vola tertawa sambil bercekak pinggang.


"Gadis itu bicara apa? Apa sesenang itu ia terjatuh?" Tanya Bilow tersenyum.


"Lain kali saya pasang cctv dan penangkap suara, biar saya tau apa yang bicarakan, sepertinya ia sangat senang kerja di kebun," batin Bilow mengangguk-angguk.


"Ehem... Tuan, sepertinya kantung mata anda agak sedikit memudar, apa Anda ingin tidur kembali?" Tanya Jhoni.


"Hm... apa gadis itu kuliah hari ini?" Bilow balik bertanya.


"Sepertinya iyaTuan," jawab Jhoni, meskipun ia tak tahu.


"Cari kebenarannya, penyebab dia bisa minum di bar itu," perintah Bilow.


"Siap Tuan," jawab Jhoni.


Tadi malam Bilow mendengar Vola sempat meracau mengatakan laki-laki terjahat di muka bumi yang pernah ia temui.


"Siapa laki-laki terjahat di muka bumi itu, tidak mungkin saya 'kan?" Tanya Bilow berfikir.


Jhoni segera memberi tahu kepada pengawal Bilow yang lain, dan mereka segera mencari tahu.


"Mata saya sudah berat sekali, sepertinya saya harus tidur dulu," kata Bilow sambil menguap, tapi ia masih ingin melihat Vola bekerja, siapa tau masih ada pertunjukan bagus.


Bilow melihat Vola di ranjangnya sambil meopang dagunya di sandaran kasurnya. sesekali ia menguap namun matanya masih tertuju kearah Vola.


Jhoni hanya bisa menonton Tuannya yang mulai bucin itu. Inilah Cinta bisa merubah apapun bahkan bisa menghancurkan batu yang keras.


Lama-lama Bilow tertidur juga hamoir saja Bilow terjatuh dari tempat tidurnya dengan sigap Jhoni menangkapnya dan membaringkan Bilow di atas ranjangnya dan menyelimutinya.


Tiba-tiba saja Bilow tersenyum namun kembali lagi kewajah datarnya. Entah apa yang ia mimpikan hanya dia dan Tuhan yang tahu.


Lagi-lagi Vola terjungkang kali ini ia masuk dalam angkung.

__ADS_1


"Aaaaaa... aduh! Aku rasa memang tidak ada hal baik sejak aku bertemu dengannya," keluh Vola berusaha berdiri. Malah angkungnya berbalik dan menimpa tubuh Vola.


Melihat itu, Jhoni langsung turun kebawah dan menuju kebun. Benar saja di bawah angkung ada tubuh .' yang kesakitan menahan berat angkung tersebut.


Jhoni segera mengangkat angkung tersebut.


"Apa Nona baik-baik saja?" Tanya Jhoni.


"Bahuku dan seluruh badanku sakit," kata Vola mengerak-gerakkan tangannya.


"Jhoni, boleh aku bertanya?" Tanya Vola sambil duduk di tanah.


"Silakan Nona," jawab Jhoni.


"Berbuhungan kamu juga laki-laki, pria apa yang paling brengsek di dunia?" Tanya Vola menatap kearah kamar Bilow.


"Pria yang tidak bisa menghargai perempuan," jawab Jhoni.


"Jika ada pria seperti itu, aku harus apa?" Tanya Vola lagi.


"Hm... Anda harus lakukan H2T," jawab Jhoni.


"Kode apa itu?" Tanya Vola heran.


"Hajar Hantam Tendang," jawab Jhoni.


"Gitu ya," kata Vola menyunggingkan bibirnya.


"Jika tidak ada hal lain, saya permisi dulu Nona," kata Jhoni mengundurkan diri. Vola megangguk.


"Sayangnya dia ayahku Jhoni, jika tidak, aku sudah melakukannya," batin Vola.


Beberapa hari kemudian.


"Tuan, ini semua laporannya," kata Jhoni menyerahkan map coklat yang masih di segel.


Bilow mengambil lalu membukanya.


Di sana ada foto saat Vola mulai dari pulang kuliah hingga ia sampai di depan rumahnya, sayangnya mereka tidak bisa mengambil gambar saat Vola di dalam rumah tersebut karena tidak ada cctv di sana.


Saat Vola menangis di jalanan, dan saat Vola di makam memeluk batu pusaran. Dan pulang lagi dan masuk kedalam bar.


Di dalam bar hanya ada beberapa percakapan di saat Vola mabuk. Ada sebuah rekaman suara dan Bilow memutarnya.


"Pria... pria itu sungguh kejam... baiklah jika kau tak mengingikan aku lagi, aku... aku tak... tak masalah, jika... suatu saat... saat nanti... aku jadi orang... kaya... aku akan... menginjak... mu di bawah ka...ki...ku...," itu saat suara Vola yang sudah tak sadarkan diri.


Bilow mengangguk.


"Baiklah, suruh gadis itu datang kesini," perintah Bilow.


"Baik Tuan," jawab Jhoni.


Tok...


Tok...


Tok...

__ADS_1


"Permisi Nona, apa Anda sudah tidur?" Tanya Jhoni.


Tak ada jawaban.


"Nona, apa Anda sudah tidur?" Panggil Jhoni lagi.


Vola sayup-sayup mendengar suara tersebut. Pelan-pelan ia duduk di sisi kasurnya.


"Siapa?" Tanya Vola mengucek-ngucek matanya.


"Saya Jhoni," kata Jhoni. Vola mendekati pintu lalu membukanya.


"Ada apa?" Tanya Vola yang masih mengantuk.


"Tuan memanggil Anda keruang kerjanya," jawab Jhoni.


"Hm... baiklah," kata Vol dengan jalan yang masih sempoyongan.


"Duduk," perintah Bilow. Vola langsung duduk.


"Boleh saya tanya sesuatu?" Tanya Bilow.


"Hm?"


"Kenapa kamu bisa berada di bar?" Tanya Bilow mengintrogasi Vola.


"Tentu saja karena aku ingin mabukan," jawab vola dengan polosnya.


"Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?"


Vola terdiam.


"Apa kamu tidak ingin menjawabnya?"


"Ini adalah masalahku, Tuan tidak perlu ikut campur," jawab Vola tegas.


"Ketika kamu sudah menginjak di rumah saya, masalah kamu juga masalah saya."


"Apa itu slogan Tuan?" Tanya Vola mengangkat alisnya.


"Saya wajib melindungi orang yang bernaung di dalam rumah saya," tegas Bilow.


"Tapi ini masalah saya sendiri, biarkanlah saya menyelesaikannya, Tuan tidak perlu repot-repot membantu," kata Vola berdiri ingin pergi.


"Sepertinya kamu bersikeras tidak ingin memberi tahu, baiklah saya akan mencari tahu sendiri, ketika itu saya akan membereskannya," kata Bilow serius.


"Terserah Anda," ujar Vola beranjak meninggalkan ruang kerja Bilow dengan hati yang sedih.


"Baiklah gadis aneh, saya akan mencari tahunya sendiri, kamu akan berterima kasih nantinya," kata Bilow.


Vola masuk kamar ia duduk termenung.


"Untuk apa dia mencari tahu? Untuk apa dia ingin membantuku? Semua juga sudah selesai, aku tidak punya keluarga lagi, aku hanya sendirian, siapa yang peduli lagi dengan masalah ini, orang yang aku sayangi juga sudah meninggal, siapa yang kuharapkan lagi? Hanya tinggal aku berjuang sendiri lagi," kata Vola sambil mengelap ingusnya.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2